Bupati Sleman Dukung Atlet Panjat Tebing Torehkan Prestasi dalam Porda 2022

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendukung keikutsertaan atlet panjat tebing Sleman dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) 2022.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam kegiatan pelantikan 40 pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (27/12/2021).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, upaya menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan dapat menjadi upaya untuk semakin memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat.

“Olahraga panjat tebing memang belum sepopuler cabang olahraga sepak bola atau bulu tangkis. Namun upaya untuk semakin memperkenalkan olah raga panjat tebing dapat dilakukan dengan menorehkan prestasi pada berbagai kejuaraan baik tingkat lokal, nasional maupun internasional,” kata Bupati Sleman Kustini.

Namun demikian, Bupati Sleman menuturkan upaya tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh atletnya saja, tetapi juga dengan dukungan yang diberikan oleh FPTI Sleman.

“Untuk dapat meraih prestasi, para atlet panjat tebing harus diberi kesempatan untuk mengikuti latihan secara intensif dan mengasah kemampuan dan pengalamannya dengan mengikuti berbagai kejuaraan dalam berbagai tingkatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dirinya mengharapkan Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia Kabupaten Sleman untuk dapat menyediakan sarana dan prasarana latihan yang dibutuhkan oleh para atlet panjat tebing. “Sebanyak mungkin mengikutkan atlet-atlet panjat tebing Sleman dalam berbagai event perlombaan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga menyaksikan secara langsung pelantikan pengurus FPTI Sleman oleh Ketua Pengurus Daerah FPTI DIY, Setiya. (Humas Sleman)




Eksistensi MDMC Sleman dalam Memberikan Pelayanan

Sleman – Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah atau biasa disebut Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) adalah lembaga kerelawanan Muhammadiyah di sektor kebenacanaan. Kiprahnya pun telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah ketika MDMC diundang mengikuti Apel Hari Relawan PMI se-DIY yang diselenggarakan di Lapangan Pemda Sleman pada Minggu (26/12/2021).

Juang Mahron, perwakilan Relawan SAR Moeslem MDMC Sleman mengatakan bahwa MDMC selalu meningkatkan kapasitas relawan untuk menyetak relawan Tangguh, profesional, dan siap sedia dalam membatu sesama.

“Bergandeng tangan dengan potensi relawan lainnya di Sleman. Semoga tetap terjaga sinergi untuk kemanusiaan serta tetap kompak,” ujarnya.

Fokus yang diambil oleh MDMC tersebut sesuai denga napa yang dikatakan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir. Menurutnya, semangat kerelawananan yang dibangun oleh Muhammadiyah adalah semangat keikhlasan, sesuai yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan.

“Menjadi relawan saat ini tidak mudah karena kita berada di tengah virus egoistik, individualistik, dan penanggulangan bencana,” ujar Haedar.

Menurutnya, relawan juga harus berperan dalam berbagai macam hal yang mencakup pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, dan penanggulangan bencana. (Arief Hartanto)




Bupati Sleman Ajak Swasta Sesarengan Tanggulangi Kemiskinan Melalui Zakat

Sleman- Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengajak peran swasta dalam menanggulangi kemiskinan melalui media zakat. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan aksi sosial oleh Yayasan Lumbung Zakat Indonesia (LZI) di Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Minggu (26/12/2021).

“Pemerintah tidak bisa sendiri. Termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan, perlu kerjasama serta sesarengan dari pihak-pihak swasta, salah satunya melalui zakat,” ungkap Kustini.

Menurut Kustini, dampak pandemi COVID-19 dalam kurun waktu dua tahun terakhir membuat angka kemiskinan di Sleman menjadi 8,64 persen atau naik 0,52 persen dari tahun 2020 sekitar 8,12 persen.

Meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Sleman masih berada terendah kedua di DIY, dirinya tetap berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sosial tersebut. Salah satunya dengan menggunakan cara-cara yang tidak biasa seperti memanfaatkan peluang pendanaan dan sumberdaya yang lain.

“Kita tanggulangi dengan extraordinary action. Salah satunya dengan memanfaatkan peluang-peluang pendanaan dan sumberdaya lain termasuk salah satunya melalui kekuatan zakat. Karena kalau zakat sudah pasti berkah,” jelas Kustini.

Melalui badan amil zakat nasional (Baznas) Sleman, disebutkan Kustini zakat, infaq dan sedekah (ZIS) dari ASN, pengusaha serta masyarakat di tahun 2021 telah banyak membantu untuk usaha produktif, anak yatim piatu, perempuan yang terdampak pandemi COVID-19.

Kustini berharap dengan semakin meningkatnya partisipasi dari swasta, jangkauan kegiatan penanggulangan kemiskinan akan semakin luas dan semakin banyak jumlah masyarakat yang terbantu.

“Tentu zakat ini memiliki dua substansi yakni penghambaan diri kepada Allah dan dimensi sosial. Harapan saya banyak masyarakat yang terbantu dan meningkat ke hidup yang lebih layak. Setelah itu ikut serta menolong yang lain,” harap Kustini.

Terpisah, Ketua Panitia Aksi Sosial LZI, Sudaryanto menurutkan pelaksanaan aksi sosial tersebut merupakan agenda peringatan milad LZI yang ke 17. Kegiatan yang sudah dimulai sejak Sabtu (25/12) kemarin, diisi dengan pembinaan kepada 40 peternak kambing etawa.

“Hari ini kegiatan kita memberikan santunan kepada 40 lansia dan uang bantuan Rp. 50 juta untuk 52 pelaku UMKM wali yatim di Margorejo, Lumbungrejo dan Merdikorejo,” tambah Sudaryanto.

Selain kegiatan sosial, peringatan Milad sekaligus bertujuan untuk memulai kembali kajian dakwah rutin yang sebelumnya berhenti dikarenakan dampak pandemi COVID-19.

“Karena sekarang sudah mulai longgar, kita akan mulai lagi kajian rutin setiap minggu legi. Dengan tentunya akan diterapkan juga protokol kesehatan agar kajian ini sehat secara lahir maupun batin,” tambah Sudaryanto. (Humas Sleman)




Kader KB dan Upaya Pembangunan Masyarakat

Donoharjo – Kader KB (keluarga berencana) memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, khususnya dalam hal keluarga berencana sejak pendataan, pelaksanaan, hingga monitoring kegiatan.

Hal itu dikarenakan kader KB bertugas membantu PLKB untuk lebih menjangkau ke lapisan masyarakat sampai tingkat RT, bahkan Dasawisma dalam upaya pemahaman tentang pentingnya pembangunan dan ketahanan keluarga untuk mencapai keluarga bahagia sejahtera. Oleh karena itu, dibutuhkan cara pengisian data yang benar agar data yang didapat dari lapangan lebih akurat.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Dani Prasetyo, Kamituwo Donoharjo dalam acara Refreshing Pengisian Data dan Rapat Koordinasi Antara Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Ngaglik dengan Pemerintah Kalurahan, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD se-Kalurahan Donoharjo, Jumat (24/12/2021) di Aula Kalurahan Donoharjo.

Dani Prasetyo menjelaskan bahwa program KB tidak semata-mata membatasi jumlah penduduk, tapi mengarah kepada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Idealnya,  pertumbuhan penduduk harus diimbangi perkembangan infrastruktur yang ada,” ujarnya

Sementara itu, Ketua PPKBD Donoharjo, Gundari mengingatkan kembali lima pilar bangga kencana (pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana).  

“Pertama, pendewasaan usia perkawinan. Sesuai undang-undang terbaru wanita minimal berusia 21 tahun dan laki laki minimal berusia 25 tahun. Kedua pengaturan kelahiran ada empat tidak terlalu yang harus diperhatikan yaitu tidak terlalu tua, tidak terlalu muda,  tidak terlalu sering melahirkan,  tidak terlalu banyak.  Ketiga ketahanan keluarga dengan BKB, BKR, BKS. Keempat peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan UPPKA atau usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor dan kelima Kependudukan,” jelasnya.

Gundari juga menjelaskan delapan fungsi keluarga  yaitu fungsi Agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, lingkungan.

Selain itu, dijelaskan juga cara menjadi orang tua hebat, di mana terdapat Sembilan hal yang harus diperhatikan yaitu bersiap menjadi orang tua, memahami peran orang tua, memahami konsep diri orang tua, melibatkan peran ayah, mendorong tumbuh kembang anak, membantu tumbuh kembang balita, menjaga anak dari pengaruh media, menjaga kesehatan reproduksi balita, serta membentuk karakter anak sejak dini. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Puncak Peringatan Hari Jadi Condongcatur Ke-75

Condongcatur – Kalurahan Condongcatur menggelar Upacara Bregada sebagai puncak peringatan Hari Jadi Condongcatur yang ke 75 tahun 2021 di Halaman Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (26/12/2021). Bertindak sebagai Pengageng Upacara adalah Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Upacara dihadiri juga oleh Anggota Dewan DIY, Anggota DPRD Sleman, Panewu Depok, BPKal Condongcatur, Lembaga Kalurahan, BNNK Sleman, dan tokoh agama. Selain itu, masyarakat juga dapat menyaksikan Upacara Bregada secara daring melalui kanal Youtube Gandok Village, dan akun Facebook Condongcatur.

Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur mengatakan bahwa pada peringatan tahun 2021 ini, upacara tidak dilengkapi dengan kirab bregada ataupun rebutan gunungan yang berpotensi memicu keramaian. “Sengaja ditiadakan karena saat ini masih dalam suasanan pandemi COVID-19. Semoga tahun depan jika sudah tidak pandemi dapat dilaksanakan kembali,” ujar Reno.

Reno menuturkan bahwa hari jadi Kalurahan Condongcatur mengusung tema Condongcatur Hebat, yang bermakna masyarakat Condongcatur mampu bangkit dari keterpurukan dengan saling bersinergi antar elemen.

“Nyawiji pemerintah kalurahan dengan masyarakatnya, pemerintahan yang hebat didukung masyarakat yang hebat pula,” ujar Reno.

Hal tersebut menurut Reno, diimplementasikan melalui program Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk 6 tahun ke depan, di mana kemajuan Condongcatur dapat terwujud dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat. “Mengingat masyarakat yang tinggal di Condongcatur sangat heterogen dan kompleks, dari berbagai kalangan,” imbuhnya.

Di hadapan Bupati Sleman, Reno kemudian memaparkan beberapa rencana program pembangunan di Kalurahan Condongcatur, yang mengambil konsep pembangunan berbasis RW. “Masing-masing akan menerima 40 juta Rupiah per tahun sebagai motivasi bagi masyarakat Condongcatur,” terang Reno.

Selain itu, akan dilakukan juga beberapa pembangunan fisik seperti pembangunan klinik pelayanan kesehatan tingkat kalurahan (Polindes), pembangunan Pertashop bekerja sama dengan Pertamina, serta pemugaran Pendopo Kalurahan Condongcatur agar lebih refrentif untuk kegiatan kalurahan dan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi berbagai kegiatan yang ditampilkan pada perayaan HUT Kalurahan Condongcatur yang ke-75 ini. Menurutnya, di tengah modernitas yang terjadi, Condongcatur dapat tetap melestarikan kebudayaan dengan baik. “Nyawiji dan tekad yang kuat dari masyarakat Condongcatur adalah kunci untuk bangkit kembali dari pandemi COVID-19,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap taat dan patuh terhadap anjuran pemerintah dalam menghadapi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. (Wasana/KIM Depok)