Forkom UMKM se-Kabupaten Sleman Gelar Audiensi dengan DPRD Sleman

Sleman – Forum Komunikasi (Forkom) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Sleman menggelar audiensi dengan Komisi B DPRD Sleman pada Senin (27/12/2021) di Ruang Rapat Lantai III DPRD Sleman. Perwakilan Forkom UMKM Sleman diterima langsung oleh Tri Nugroho, Wakil Ketua DPRD Sleman dan Ardi Sehami, perwakilan Komisi B DPRD Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Nugroho, Wakil Ketua DPRD Sleman mengatakan bahwa UMKM bisa menjadi kunci kebangkitan perekonomian Sleman, dengan perputaran ekonomi dapat terjadi di antara UMKM di Sleman.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton, tapi harus berperan membangkitkan apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Tri berpesan agar Forkom UMKM dapat berperan dalam perkembangan UMKM yang ada, dengan menyampaikan kebijakan dan program dari dinas, mewadahi pelaku usaha mikro agar dapat bersinergi, serta melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha pemula agar dapat naik kelas.

Hal senada juga disampaikan oleh Ardi Sehami. Menurutnya keberadaan Forkom UMKM di Sleman harus mampu tumbuh sebagai penyokong ekonomi masyarakat, serta dapat menjadi fasilitator bagi UMKM untuk dapat berkembang.

“Forkom UMKM diharapkan menjadi wadah para pelaku UMKM agar lebih maju dan mempunyai daya saing yang tinggi sehingga bisa mendukung eksistensi dan kemandirian usahanya,” ujar Ardi.

Ia juga mengatakan bahwa DPRD Sleman siap memberikan ruang bagi UMKM di Sleman untuk mempromosikan produknya.

“Dengan adanya gedung baru DPRD Sleman yang dapat memfasilitasi galeri UMKM, bisa dioptimalkan untuk display etalase promosi produk-produk Sleman bagi tamu yang berkunjung di DPRD,” tambahnya.

Sementara itu, Nuradi Indrajaya, perwakilan Forkom UMKM Ngemplak berharap mengemukakan ide untuk dibentuknya Forkom UMKM tingkat Kabupaten, agar tidak terjadi perbedaan peraturan yang memayungi UMKM di Sleman. “Sehingga bisa menjadi wadah koordinasi, masalah yang muncul cepat terselesaikan karena adanya AD/ART dari Dinas,” kata Nuradi. (Arief Hartanto)




Serah Terima Jabatan Panewu Berbah

Berbah – Tampuk pimpinan di lingkup Pemerintahan Kapanewon Berbah resmi dipegang oleh panewu baru, Rohmiyanto. Hal tersebut terjadi setelah dilakukannya serah terima jabatan antara panewu baru dengan yang lama, Wildan Solichin, bertempat di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Senin (27/12/2021).

Pergeseran pimpinan di Kapanewon Berbah terjadi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 143/ tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman. Proses sertijab dihadiri langsung oleh Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, serta Forkompimda Berbah.

Panewu lama, Wildan Solichin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya selama ia menjabat sebagai Panewu, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Kapanewon Berbah dapat berjalan lancar selama 3 tahun ia menjabat. “Meskipun masih banyak kekurangan,” ungkapnya.

Dengan diangkatnya panewu yang baru, Wildan berharap Kapanewon Berbah dapat semakin berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Hal senada juga diutarakan oleh Panewu Berbah yang baru, Rohmiyanto. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Berbah untuk bersama-sama membangun Berbah menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesra, H.Y. Aji Wulantara yang hadir dalam sertijab mewakili Bupati Sleman mengucapkan selamat bertugas kepada Panewu Berbah yang baru. Ia juga mengatakan proses pertukaran dan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di pemerintahan. “Hal tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan dan peningkatan karir,” imbuhnya.

Aji mengatakan jabatan panewu memiliki arti penting, di mana panewu merupakan perwakilan langsung pemerintah kabupaten di sebuah kapanewon. “Jadi panewu harus mampu menyelesaikan semua masalah yang ada id wilayah kapanewon tempat ia ditugaskan,” ujar Aji.

Ia juga menggarisbawahi posisi panewu di Kapanewon Berbah karena berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten tetangga. Menurutnya, seorang pemimpin yang wilayahnya berbatasan dengan kabupaten lain harus memiliki karakteristik Sleman, di samping kecerdasan intelektual dan emosional.

“Memiliki karakteristik Sleman, yaitu prasojo, welas asih, sembodo, dan tembayatan,” jelasnya

Aji menjelaskan bahwa prasojo memiliki arti sederhana apa adanya, welas asih memberi pelayanan dengan kasih sayang yang tergambar pada pusaka Sleman tombak kyai Turun Sih, sembodo menyelesaikan semua masalah tidak lari dari tanggung jawab, serta tembayatan adalah kerja sama saling menolong.

“Dimohonkan untuk semua elemen baik pemerintahan dan lembaga mendukung program panewu baru. Tanpa dukungan semua pihak, keinginan untuk menjadikan Berbah lebih baik tidak akan berhasil,” tutup Aji. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)