Kalurahan Sukoharjo Jadi Daerah Penerapan Program Sandes

Ngaglik – Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa diwujudkan dalam berbagai hal, di antaranya adalah dengan membuat sanitasi yang baik untuk pembuangan limbah rumah tangga seperti air cucian, maupun kotoran.

Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik pada tahun 2021 menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kepercayaan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY untuk melaksanakan program Sanitasi Desa (Sandes). Pelaksanaan program tersebut telah dimulai sejak Maret 2021, dan selesai pada September 2021.

Kalurahan Sukoharjo mengusulkan total 72 KK untuk mendapatkan program Sandes ini. Namun dari total tersebut harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu untuk dapat memanfaatkan program ini.

“Program ini difokuskan untuk keluarga yang benar-benar belum memiliki jamban dan septic tank dari keluarga yang tidak mampu dan berpenghasilan rendah,” jelas Inggrid, Pendamping KSM Program Sandes, Jumat (3/12/2021).

Sementara itu, Hadi Subronto, Lurah Sukoharjo berharap program pelayanan kesehatan yang disediakan untuk 50 KK ini dapat dinikmati oleh masyarakat yang memang sangat membutuhkan. “Agar masyarakat tetap sehat dengan sudah terpenuhinya sanitasi yang layak,” ujar Hadi.

Pelaksanaan Sandes ini mendapatkan reaksi positif dari warga Sukoharjo. Timbul Wahyudi, seorang warga yang juga merupakan penerima manfaat dari program ini merasa senang dengan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan ini,karena memang saya sangat membutuhkan. Ucapan terima kasih untuk kalurahan Sukoharjo yang sudah berkenan menjembatani adanya program sanitasi perdesaan ini,” ucap Timbul. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)




Mempertahankan Eksistensi Tari Tradisional di Tengah Generasi Milenial

Sleman – Teknologi digital yang semakin berkembang membuat eksistensi kesenian tradisional, terutama di kelompok milenial semakin tergeser posisinya. Hal tersebut dapat berakibat menyusutnya para pelaku seni di usia muda, sehingga ke depannya, kesenian tradisional dapat hilang secara perlahan.

Hal tersebut yang menjadi alasan Sri Supeni untuk membuka Sanggar Tari Budaku yang berada di Perum Sukoharjo Indah Blok N 201, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik.

“Saya ingin mengembalikan kesenian ini bisa hidup lagi, dan anak-anak bisa berkreasi dan berprestasi,” ujar Sri Supeni di sela-sela kesibukannya melatih anak didiknya saat geladi bersih beberapa penampilan yang akan dipentaskan, Jumat (3/12/2021).

Saat ini, Sri Supeni mengatakan bahwa anak didiknya saat ini berjumlah 45 orang, di mana 32 di antaranya adalah siswa usia SD dan SMP. Ia dan anak didiknya sampai saat ini telah menghasilkan 10 tarian dan 2 land dance, dan berhasil meraih beberapa prestasi, di antaranya adalah Juara 2 Lomba Tari di Lippo, 5 besar di acara Yogya Menari. “Pernah juga mengisi di Stasiun TV seperti Adi TV pada acara Bintang Cilik,” papar Sri Supeni.

Apa yang dilakukan oleh Sri Supeni ini mendapatkan apresiasi dari Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto. Menurut Hadi, Sukoharjo saat ini terus berusaha memberikan pendampingan terhadap kegiatan kesenian seperti ini.

Ia juga akan berusaha agar kesenian yang dilakukan ini dapat diresmikan oleh Dinas Kebudayaan Sleman, agar lebih mudah mendapatkan dukungan, terutama dari segi pendanaan dan kesempatan untuk tampil.

“Bahkan apabila suatu saat ada event besar atau tamu dari luar, kita bisa menjadi prioritas untuk menampilkan kreativitas dari anak-anak sanggar,” ujarnya.

Tidak hanya Hadi yang merasa senang dengan adanya kegiatan kesenian seperti ini. Intan dan Lin, anak didik di Sanggar Bundaku juga merasa bahagian bisa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka di bidang seni tari. “Sangat suka (bisa berlatih tari),” tambah Intan. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)




Forkom UMKM di Sleman Gelar Bazar UMKM dan Senam Sehat

Sleman –

Sebagai bentuk dukungan kepada UMKM untuk bangkit kembali di masa pandemi ini, Forum Komunikasi UMKM di Kabupaten Sleman menggelar Bazar UMKM dan Senam Sehat, di Lokasi Wisata Lava Bantal, Kapanewon Berbah, Sabtu (4/12/2021). Acara yang diagendakan akan dilakukan secara rutin setiap akhir pekan ini dikemas dengan kegiatan senam berasama, sambil menikmati suguhan hasil UMKM di Kapanewon Berbah.

Panewu Berbah, Wildan Solichin mengatakan kegiatan ini penting dilakukan agar dapat memulihkan ekonomi yang terdampak akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. “Tetapi tetap harus prokes,” ungkapnya.

Sementara itu, Ardi Sehami, Ketua Forkom UMKM Berbah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk UMKM agar dapat terus melanjutkan roda perekonomian.

Ia berharap UMKM dapat terus semangat dalam memulihkan kondisi, dan dapat bertahan di tengah pandemi ini, terutama dalam tahapan PPKM yang telah turun menjadi level 2.

“Para pelaku usaha UMKM dapat terus bergerak menghidupkan kembali destinasi wisata terutama di Lava Bantal sebagai salah satu daya tarik wisatawan di Berbah dan juga mulai merintis sinergi dan terus memantapkan kualitas produknya, saling bertukar informasi terkait peluang pasar tentunya pelaku UMKM juga harus melek digital meningkatkan penjualan online,” ujarnya. (Arief Hartanto)




Buka Mini Turnamen Sepak Bola, Bupati Harap Masa Depan Sepakbola Sleman Cerah

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka Mini Turnamen Sepak Bola Tirta Yudha Cup U-12 dan Coaching Clinic di Lapangan Kadisono, Tegaltirto, Berbah, Minggu (5/12/2021). Pembukaan turnamen ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit.

Mini Turnamen ini diikuti oleh 8 tim perwakilan dari padukuhan yang ada di Tegaltirto. Hadir pula dalam acara ini Anggota DPRD Sleman Susilo Nugroho, Panewu Berbah dan Lurah Tegaltirto.

Dalam sambutannya, Kustini berharap melalui event mini turnamen ini, prestasi sepakbola di Sleman di masa mendatang akan semakin lebih baik. Tidak tertutup kemungkinan bahwa melalui event ini dapat mencetak atlet sepak bola yang bertaraf internasional.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet kita tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan, namun juga kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi,” ujar Kustini.

Ia juga berpesan kepada para peserta mini turnamen tersebut yang notabene masih usia pelajar, untuk tidak terlena terhadap tugas pokoknya sebagai pelajar. Menurutnya, meskipun hobi bermain bola memberikan peluang prestasi dan profesi yang menjanjikan, anak-anak tetap harus pandai mengatur waktu antara hobi bermain bola dengan belajar agar tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik.

“Jangan sampai hobi main sepakbola ini menjadi penghalang bagi kalian untuk mengejar prestasi akademik di sekolah,” ucapnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Tegaltirto sekaligus perwakilan perwakilan mini turnamen, Fajar Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pemain-pemain sepakbola muda berbakat dari Tegaltirto. Selain mengadakan turnamen, pihaknya juga berkomitmen untuk menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana yang mumpuni.

“Karang Taruna Tegaltirto juga telah melakukan studi tiru untuk pengelolaan lapangan Kadisono ini ke Kepuharjo Sport Center,” kata Fajar.

Lebih lanjut ia mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sleman atas diselenggarakannya mini turnamen ini. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sleman bisa kembali memberikan dukungan untuk kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Dukung Turgo Asri dalam Upaya Mitigasi Bencana

Sleman – Komunitas Turgo Asri yang berada di Kaliwanglu, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem menggelar kegiatan HUT ke-18 pada Minggu (5/12/2021). Kegiatan yang mengusung tema Tanggap Tangguh Bersama Turgo Asri, Tumandang Ora Kudu Kondang tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Ketua umum Turgo Asri, Andi Supriyadi, menyebutkan bahwa Turgo Asri sudah ada sejak tahun 2003 lalu. Turgo Asri, lanjutnya, berkomitmen untuk membantu stakeholder untuk melakukan mitigasi dalam rangka mengurangi risiko bencana. Ia juga mengatakan bahwa Turgo Asri juga mempunyai emergency frequency di MHz.

“Namun saat ini kita terkendala kurangnya alat komunikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini, menyebutkan pihaknya mendukung penuh kegiatan Turgo Asri untuk membantu pemerintah dalam melakukan mitigasi bencana, khususnya erupsi Merapi. Menurut Kustini mitigasi bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun harus ada kolaborasi dari berbagai unsur.

“Karena memang Sleman ini daerah rawan bencana. Maka perlu kerja sama dari semua lini,” kata Kustini.

Lebih lanjut Kustini mengatakan pihaknya siap membantu memfasilitasi komunitas Turgo Asri, salah satunya dalam hal perangkat komunikasi. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kominfo siap mendukung perbaikan perangkat komunikasi yang dibutuhkan oleh komunitas Turgo Asri. Hadir pula pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Sleman, Panewu Pakem, Lurah Hargobinangun dan Lurah Harjobinangun.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan potong tumpeng oleh Bupati Sleman yg diserahkan kepada Ketua Umum Turgo Asri. (Humas Sleman)