Bupati Harap LDII Sleman Dapat Revitalisasi Dakwah di Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo harapkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman lakukan revitalisasi dakwah Islam di era globalisasi ini. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Daerah Ke VIII LDII DPD LDII Kabupaten Sleman tahun 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (5/12/2021).

Kustini mengatakan, sebagai lembaga yang mengoordinir organisasi dakwah yang ada di masyarakat, LDII memiliki peranan penting dalam melakukan perubahan, serta inovasi di bidang di era globalisasi ini dihadapkan dilemma positif dan negatif dari dampak media sosial (medsos).

“Sehingga sangat penting pengurus organisasi LDII bersama-sama menjaga anak bangsa dengan memfilter dan membina dari kerusakan moral, seperti halnya banyak menghiasi medsos,” ujarnya.

Menurutnya, peran organisasi agama dan kemasyarakatan sangat diperlukan untuk saling menguatkan. Termasuk dalam antisipasi penanganan maknya narkoba, klithih dan semacamnya, bahkan saat ini ujian pandemi COVID-19.

“Saya berharap, pada musda kali ini, LDII dapat merumuskan rencana kerja kedepan dengan didasari oleh masalah-masalah yang ada. Sehingga dengan kepengurusan yang baru LDII dapat mengoptimalkan peran lembaga dakwah in,” kata Kustini.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman, Anji Sujiman menyampaikan Musda ke VIII tersebut mengambil tema mewujudkan generasi emas profesional, religius dan berbudaya untuk mendukung visi misi Kabupaten Sleman sebagai rumah kita bersama. “DPD LDII Kabupaten Sleman dalam peran sertanya membantu program-program pemerintah senantiasa konsisten melakukan amal nyata melalui upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan religius,” jelasnya.

Menurutnya peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut  dilakukan melalui dakwah bil hal dan bil qalam agar tersedia sumber daya manusia yang mampu berkiprah di era digital dan demokrasi. Yaitu sumber daya manusia yang memiliki kualitas keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana jiwa dan semangat yang terkandung dalam AD/ART serta peraturan organisasi LDII. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Lahar Hujan Gunung Merapi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan Gunung Merapi. Keputusan tersebut diambil guna menindaklanjuti kejadian lahar hujan yang menerjang pada Rabu (1/12/2021) lalu.

Kejadian alam tersebut, mengakibatkan dampak kerusakan pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai gunung Merapi yang dimanfaatkan warga di empat kalurahan.

“Kita tetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan gunung Merapi sebagai upaya cepat untuk langkah penanganan,” kata Kustini saat dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Sabtu (4/12/2021).

Dituturkan Kustini, dirinya telah menetapkan keputusan tersebut melalui Keputusan Bupati Sleman nomor 72/ tentang tanggap darurat bencana lahar hujan gunung Merapi.

Status tanggap darurat tersebut ditetapkan per tanggal 2 Desember hingga 15 Desember mendatang. Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar hujan.

Dengan adanya keputusan tersebut, Kustini berharap dapat mempercepat penanganan bencana di Bumi Sembada. Nantinya, perbaikan jaringan air bersih yang rusak bakal menggunakan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kebutuhan yang digunakan berapa. Saat ini masih dihitung untuk kebutuhan riilnya,” terang Kustini.

Terkait kebutuhan air bersih warga, Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman telah melakukan droping air di beberapa titik. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air yang agar kembali bisa digunakan.

“Droping air sudah dilakukan di Kalurahan Hargobinangun, Umbulharjo dan Glagaharjo. Kebanyakan warga di tempat itu mendapatkan air bersih dari jaringan pipa yang rusak itu,” tambah Kustini.

Kustini juga meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar dingin Gunung Merapi.

“Untuk sementara jangan mendekat ke sungai-sungai di lereng Merapi sampai situasi benar-benar aman,” pungkas Kustini. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Sosialisasikan Senam Sleman Bangkit

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Sleman sosialisasikan gerakan ‘Senam Sleman Bangkit’ di Banyusumilir Outbond dan Perkemahan, Purwoninangun, Pakem pada Sabtu (4/12/2021). Sosialisasi ini menjadi titik ke empat meliputi wilayah Kapanewon Ngemplak, Cangkringan, Pakem dan Ngaglik.

Siti Baroroh, Wakil Ketua Perwosi Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa senam ‘Sleman Bangkit’ merupakan senam kreasi pengembangan dari ‘Senam Sleman Sembada’. Gerakan pada senam ini memadukan antara gerakan seni tradisi seperti Kubro Siswo dan Jathilan dengan gerakan senam.

“Kami melakukan revisi gerakan dan musik dari senam sebelumnya sehingga senam ini lebih energik, durasi waktu 8 menit,” ujar Siti.

Menurutnya sosialisasi senam ini di lakukan di 5 titik yang melibatkan 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Setelah sosialisasi selesai, senam ini akan diperlombakan pada tanggal 23 Desember 2021 mendatang. “Rencananya kami akan melombakan senam ini memperebutkan piala Bupati Sleman, perwakilan masing-masing kapanewon mengirim satu regu berisi 5 personil. Personil kami batasi mengingat masih pandemi,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir dalam sosialisasi tersebut mengatakan sosialisasi ini dilakukan untuk nguri-nguri budaya melalui gerakan senam. Selain itu diharapkan melalui ‘Senam Sleman Bangkit’ dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sleman.

 “Harapannya peserta sosialisasi ini nantinya dapat mengajarkan gerakannya di masyarakat sekitar sehingga bisa menjadi ikon senam Kabupaten Sleman,” kata Kustini (Humas Sleman)




Bahas Pangamanan Objek Vital Nasional dan Daerah, FKDM Sleman Gelar Raker

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) yang dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua FKDM tingkat Kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Bangsal Witana RM. Puri Mataram. Tridadi, Sleman, (Kamis/2/12/2021).

Raker dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Hery Sutopo didampingi Ketua FKDM Kabupaten Sleman, H. Saridjan. Dalam arahannya, Hery Sutopo menyampaikan bahwa terdapat beberapa objek vital nasional dan daerah yang harus diperhatikan secara deteksi dini, cegah dini, serta solusi cepat dan tepat oleh semua pihak terkait.

Adapun beberapa kawasan yang perlu diperhatikan antara lain kawasan pusat pemerintahan nasional maupun daerah sampai pemerintahan kapanewon, kawasan yang menyangkut kepentingan negara atau sumber keuangan penting dan strategis sebagai sumber pendapatan negara yang memiliki nilai politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta kawasan yang menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari dan hajat hidup orang banyak.

“Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kawasan yang jika ada gangguan atau ancaman dapat menyebabkan bencana alam dan bencana non alam sehingga mengakibatkan keselamatan umum dan terganggunya pembangunan nasional maupun daerah,” tegas Hery.

Dalam hal ini diperlukan peran aktif anggota FKDM seluruh kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki tugas menjaring, menampung, mengoordinasikan dan mengomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangannya secara dini.

“Selanjutnya, anggota FKDM  dapat memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati Sleman mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewaspadaan dini masyarakat,” tambah Hery.

Saat raker seluruh perwakilan FKDM Kapanewon melaporkan kondisi wilayah masing-masing agar dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi pada setiap wilayah guna mewujudkan kondisi lingkungan yang kondusif agar masyarakat bisa berkegiatan dengan tenang. Untuk itu anggota FKDM harus memiliki kemampuan antisipasi atas semua potensi masalah sebelum muncul sebagai masalah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkab Sleman Dropping Air Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin

Sleman – Sejumlah warga dusun yang berada di seputar lereng Gunung Merapi mulai mendapatkan bantuan dropping air bersih dari Pemkab Sleman.

Dropping air bersih dilakukan menyusul pipa jaringan air bersih yang berada di aliran kali Boyong dan Kali kuning putus, pada Rabu (1/12/2021) karena diterjang banjir lahar dingin. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan, pemerintah telah mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak banjir lahar dingin.

“Sudah dilakukan dropping (air bersih) di sana sejak kamis. Langsung kita respon karena memang jalur pipa air di sana putus,” ucap Kustini saat dikonfirmasi, Jum’at (3/12).

Dikatakan Kustini, dropping air sudah diturunkan satu tangki air di dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun. Sementara delapan dusun di desa Glagaharjo disediakan tiga tangki  dan enam tandon.

“Koordinasi sudah dilakukan dari aparat terkait, jika nanti air kirimannya habis akan langsung disuplai lagi,” terang Kustini.

Kustini juga mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan mempercepat upaya perbaikan jaringan pipa air di aliran Kali Boyong dan Kali Kuning. Perbaikan tersebut menjadi pioritas mengingat aliran tersebut menjadi pasokan air utama masyarakat sekitar.

“Sedang kita kebut untuk segera perbaikan. Anggaran sudah ada dan tinggal pengerjaan,” tambah Kustini. (Humas Sleman)