Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Paket Sembako Bagi Perempuan Terdampak COVID-19

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan paket sembako bagi 560 perempuan terdampak COVID-19. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada 7 orang perwakilan penerima bantuan di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Selasa (28/12/2021).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Suci Iriani Sinuraya menjelasakan COVID-19 telah memberikan dampak yang luar biasa di seluruh dunia, termasuk di Kabupaten Sleman. Hingga tanggal 12 September 2021, terdapat 53 ribu orang yang terdampak dan lebih dari orang meninggal akibat COVID-19.

Menurutnya, perempuan menjadi kelompok rentan yang perlu dijangkau dan dilindungi dalam pandemi ini. Perempuan terdampak yang mendapat bantuan sembako tersebut yaitu ibu hamil, menyusui dan lansia. “Harapannya bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin bagi perempuan terdampak covid-19,” kata Suci.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan penyerahan bantuan tersebut menurutnya menjadi wujud kepedulian Pemkab Sleman bagi warga terdampak. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu dan meringankan beban warga terdapak pandemi, khususnya perempuan,” kata Kustini.

Kustini dalam kesempatan tersebut juga mengatakan upaya pemulihan akibat dampak pandemi COVID-19 terus dilakukan Pemkab Sleman.  Upaya preventif dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 menurut Kustini yaitu vaksinasi bagi warga masyarakat yang saat ini sudah menjangkau anak-anak 6-11 tahun.

Adapun cakupan vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Sleman telah mencapai 92% dan tahap kedua 83,2%.

“Dengan vaksinasi ini mudah-mudahan herd immunity masyarakat dapat terbentuk sehingga menjadi upaya bersama untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” tambahnya. (Humas Sleman)




Bupati Dorong Lurah se-Kabupaten Sleman Kembangkan Pariwisata dan UMKM

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong Lurah se-Kabupaten Sleman untuk mengembangkan pariwisata dan UMKM di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Manikmoyo yang diselenggarakan di Resto Westlake, Selasa (28/12/2021).

Kustini mengatakan pengembangan pariwisata dan UMKM merupakan salah satu upaya dalam perbaikan perekonomian yang sebelumnya terdampak akibat adanya COVID-19.

“Saat ini Pemkab Sleman menaruh perhatian lebih pada upaya perbaikan perekonomian akibat COVID-19. Salah satu sektor yang berpengaruh terhadap perekonomian Sleman adalah sektor pariwisata. Mengingat sektor pariwisata menjadi sektor pengungkit bagi geliat sektor lainnya semisal UMKM, jasa perhotelan, dan rumah makan,” jelasnya.

Menurut Kustini, dengan menggeliatnya kembali sektor pariwisata, secara langsung akan berdampak pada geliat sektor lainnya yang ada di Kabupaten Sleman. Maka dari itu, Kustini menilai perlu kerjasama seluruh pihak, dalam hal ini seluruh Lurah se-Kabupaten Sleman untuk bersama-sama memperbaiki perekonomian yang ada di Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kustini juga menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah berupaya untuk mendorong aktifitas pariwisata di Sleman diantaranya dengan pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku wisata, melengkapi destinasi wisata dengan sertifikasi CHSE serta aplikasi Peduli Lindungi.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut juga turut hadir Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa beserta Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya. Kegiatan Musda yang diikuti oleh 86 Lurah di Kabupaten Sleman ini juga dihadiri dan dibuka secara langsung oleh GKR Mangkubumi. (Humas Sleman)




Pelepasan Ipda Sudaryo, Bhabinkamtibmas Condongcatur yang Telah Mengabdi Selama 32 Tahun

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan acara pelepasan Ipda Sudaryo, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kalurahan Condongcatur di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Selasa (28/12/2021)

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan bahwa Ipda Sudaryo akan memasuki purna tunas dinas di Polri pada akhir bulan Desember 2021.

“Ia resmi bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur sejak 1989 sampai dengan 2021. Itu merupakan rentang waktu yang sangat panjang,” ujar Reno.

Reno juga mengapresiasi Ipda Sudaryo yang dalam ketugasanya dapat membaur dan merangkul semua lapisan masyarakat Condongcatur. “Hampir semua RT, RW, tokoh masyarakat dan lainya di condongcatur tahu dan mengenal Ipda. Sudaryo, semoga ini dapat menjadi bekal terus mengabdi di masyarakat menjalankan peran kemasyarakatan,” imbuh Reno

Sementara Ipda Sudaryo dalam ucapan pelepasan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur beserta lembaga kalurahan, serta masyarakat Condongcatur yang telah menerima dengan baik, sehingga dapat menjalin kerja sama yang harmonis selama 32 tahun bertugas sebagai Bhabinkamtibmas dengan segala dinamika yang terjadi

“Dengan kerendahan hati dan segala hormat mohon pamit, undur diri sesuai dengan surat keputusan Kapolri per 31 Desember 2021 telah purna tugas dari kepolisian. Mohon maaf apabila selama bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Condongcatur ada khilaf dan kesalahan dan berharap jalinan komunikasi serta silaturahmi dapat terus dilanjutkan sampai kapanpun sebagai hubungan persaudaraan dengan pemerintah dan masyarakat Condongcatur,” kata Ipda Sudaryo

Dalam kesempatan ini juga disampaikan cendera mata dari perwakilan yang ada yaitu pemberian tali asih/kenangan dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, BPKal Condongcatur, Jagabaya dan staf, Linmas dan Destana Condongcatur sebagai tanda perhatian dan persaudaraan kepada Ipda Sudaryo yang telah bekerja sama dengan baik selama bertugas

Ipda Sudayo sendiri bertempat tinggal Beran Kidul Kalurahan Tridadi Sleman. Ia menjadi anggota Polri tahun 1986, kemudian bertugas di Pangkalanbun Kalimantan sebagai Polisi Lalulintas dan Provos. Pada tahun 1988, Ipda Sudaryo bertugas sebagai Sabara Polres Sleman, dan mulai tahun 1989 sampai dengan tahun 2021 ia menjadi Bhabinkamtibmas di Kalurahan Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)




Forkom UMKM se-Kabupaten Sleman Gelar Audiensi dengan DPRD Sleman

Sleman – Forum Komunikasi (Forkom) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Sleman menggelar audiensi dengan Komisi B DPRD Sleman pada Senin (27/12/2021) di Ruang Rapat Lantai III DPRD Sleman. Perwakilan Forkom UMKM Sleman diterima langsung oleh Tri Nugroho, Wakil Ketua DPRD Sleman dan Ardi Sehami, perwakilan Komisi B DPRD Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Nugroho, Wakil Ketua DPRD Sleman mengatakan bahwa UMKM bisa menjadi kunci kebangkitan perekonomian Sleman, dengan perputaran ekonomi dapat terjadi di antara UMKM di Sleman.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton, tapi harus berperan membangkitkan apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Tri berpesan agar Forkom UMKM dapat berperan dalam perkembangan UMKM yang ada, dengan menyampaikan kebijakan dan program dari dinas, mewadahi pelaku usaha mikro agar dapat bersinergi, serta melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha pemula agar dapat naik kelas.

Hal senada juga disampaikan oleh Ardi Sehami. Menurutnya keberadaan Forkom UMKM di Sleman harus mampu tumbuh sebagai penyokong ekonomi masyarakat, serta dapat menjadi fasilitator bagi UMKM untuk dapat berkembang.

“Forkom UMKM diharapkan menjadi wadah para pelaku UMKM agar lebih maju dan mempunyai daya saing yang tinggi sehingga bisa mendukung eksistensi dan kemandirian usahanya,” ujar Ardi.

Ia juga mengatakan bahwa DPRD Sleman siap memberikan ruang bagi UMKM di Sleman untuk mempromosikan produknya.

“Dengan adanya gedung baru DPRD Sleman yang dapat memfasilitasi galeri UMKM, bisa dioptimalkan untuk display etalase promosi produk-produk Sleman bagi tamu yang berkunjung di DPRD,” tambahnya.

Sementara itu, Nuradi Indrajaya, perwakilan Forkom UMKM Ngemplak berharap mengemukakan ide untuk dibentuknya Forkom UMKM tingkat Kabupaten, agar tidak terjadi perbedaan peraturan yang memayungi UMKM di Sleman. “Sehingga bisa menjadi wadah koordinasi, masalah yang muncul cepat terselesaikan karena adanya AD/ART dari Dinas,” kata Nuradi. (Arief Hartanto)




Serah Terima Jabatan Panewu Berbah

Berbah – Tampuk pimpinan di lingkup Pemerintahan Kapanewon Berbah resmi dipegang oleh panewu baru, Rohmiyanto. Hal tersebut terjadi setelah dilakukannya serah terima jabatan antara panewu baru dengan yang lama, Wildan Solichin, bertempat di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Senin (27/12/2021).

Pergeseran pimpinan di Kapanewon Berbah terjadi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 143/ tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman. Proses sertijab dihadiri langsung oleh Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, serta Forkompimda Berbah.

Panewu lama, Wildan Solichin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya selama ia menjabat sebagai Panewu, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Kapanewon Berbah dapat berjalan lancar selama 3 tahun ia menjabat. “Meskipun masih banyak kekurangan,” ungkapnya.

Dengan diangkatnya panewu yang baru, Wildan berharap Kapanewon Berbah dapat semakin berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Hal senada juga diutarakan oleh Panewu Berbah yang baru, Rohmiyanto. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Berbah untuk bersama-sama membangun Berbah menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesra, H.Y. Aji Wulantara yang hadir dalam sertijab mewakili Bupati Sleman mengucapkan selamat bertugas kepada Panewu Berbah yang baru. Ia juga mengatakan proses pertukaran dan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di pemerintahan. “Hal tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan dan peningkatan karir,” imbuhnya.

Aji mengatakan jabatan panewu memiliki arti penting, di mana panewu merupakan perwakilan langsung pemerintah kabupaten di sebuah kapanewon. “Jadi panewu harus mampu menyelesaikan semua masalah yang ada id wilayah kapanewon tempat ia ditugaskan,” ujar Aji.

Ia juga menggarisbawahi posisi panewu di Kapanewon Berbah karena berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten tetangga. Menurutnya, seorang pemimpin yang wilayahnya berbatasan dengan kabupaten lain harus memiliki karakteristik Sleman, di samping kecerdasan intelektual dan emosional.

“Memiliki karakteristik Sleman, yaitu prasojo, welas asih, sembodo, dan tembayatan,” jelasnya

Aji menjelaskan bahwa prasojo memiliki arti sederhana apa adanya, welas asih memberi pelayanan dengan kasih sayang yang tergambar pada pusaka Sleman tombak kyai Turun Sih, sembodo menyelesaikan semua masalah tidak lari dari tanggung jawab, serta tembayatan adalah kerja sama saling menolong.

“Dimohonkan untuk semua elemen baik pemerintahan dan lembaga mendukung program panewu baru. Tanpa dukungan semua pihak, keinginan untuk menjadikan Berbah lebih baik tidak akan berhasil,” tutup Aji. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)