Hari Relawan Diperingati sebagai Bentuk Penghargaan kepada Para Relawan

Sleman – Hari Pahlawan diperingati sebagai bentuk penghargaan kepada para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dengan segala kiprahnya yang telah dikenal dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa ketika menjadi inspektur upacara Apel Besar Peringatan Hari Relawan PMI Tingkat DIY, Minggu (26/12/2021) di Lapangan Pemda Sleman.

Menurut Danang, sebagai ujung tombak dan jantung organisasi, relawan mempunyai peran yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup organisasi.

“Relawan telah begitu banyak memberikan sumbangsihnya pada tugas kemanusiaan PMI, melalui relawan telah dikenal dan memberi pertolongan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Danang.

Oleh karena itu, relawan kemudian mendapatkan perlindungan ketika sedang melaksanakan tugas kemanusiaannya, seperti kelengkapan administrasi, perlindungan keamanan, penerapan daftar tilik dan kode perilaku, asuransi, hingga alat pelindung diri.

Sementara itu, Haris, perwakilan Panitia Apel mengatakan bahwa tanggal 26 Desember ditetapkan sebagai hari Relawan PMI dimulai pada tahun 2005, tepat setahun setelah terjadinya Tsunami Aceh. “Pada saat itu PMI mendapatkan penghargaan Henry Dunan karena kegigihan dalam membantu korban Tsunami Aceh,” ujarnya.

Apel besar Hari Relawan PMI juga disemarakkan dengan simulasi penanganan pertolongan peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan banyak korban oleh para relawan. Simulasi Triase itu menggambarkan bagaimana kesigapan relawan memberikan pertolongan dengan trampil, benar, cepat dan tepat hingga semua tertangani dengan baik dan aman sesuai dengan prosedur. Termasuk identifikasi menentukan skala prioritas penanganan. (Tri Joko/KIM Kalasan)




Peletakan Batu Pertama Gedung Serbaguna Padukuhan Bulu

Berbah – Berawal dari keinginan warga untuk memiliki tempat pertemuan yang bisa menampung aktivitas kemasyarakatan warga, Sudarmo, Dukuh Padukuhan Bulu, Jogotirto, Berbah, Sleman mengadakan rembug warga. Dari rembug warga tersebut, kemudian disepakati rencana pembuatan gedung serbaguna di atas tanah kas Kalurahan Jogotirto, berupa bangunan satu lantai dengan luas 420 Meter persegi.

Dengan suntikan dana BKK Kabupaten Sleman, kemudian dimulailah pembangunan Gedung Serbaguna Padukuhan Bulu.

Pembangunan diawali dengan prosesi peletakan batu pertama pada Minggu (26/12/2021). Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh anggota DPR Republik Indonesia, Sukamto, didampingi Dukuh Bulu, Lurah Jogotirto, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Nunung, dan Fery Siswanto, pemilik Omah Dahar Mbah Wanto.

Sukamto dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pembangunan gedung serbaguna yang diinisiasi oleh warga Bulu ini. Ia mengatakan akan terus mendampingi proses pembangunan dari awal sampai akhir.

“Untuk pembangunan gedung seluas 400 Meter persegi pastilah diperlukan dana yang tidak sedikit. Namun dengan niat yang baik, tekad yang kuat, dan kebersamaan semua warga saling menanggalkan ego masing-masing, pastilah harapan itu akan terwujud,” pesan Sukamto.

Sementara itu, Mitha Mayasari, Lurah Jogotirto berharap gedung serbaguna yang akan dibangun ini dapat memberi manfaat kepada semua masyarakat Jogotirto, khususnya pedukuhan Bulu.

Hal senada juga disampaikan oleh Fery Siswanto, pemilik Omah Dahar Mbah Wanto. Ia berharap gedung ini dapat bermanfaat bagi masyarkat. Ia juga mengatakan dirinya juga akan terus mendapingi proses pembangunan gedung serbaguna ini. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Warga Jaban Adakan Penyuluhan Kesehatan dan Donor Darah

Ngaglik – Warga Padukuhan Jaban mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan dan donor darah, bertempat di salah satu rumah warga yang berada di Jalan Sunan Giri, RT 01, RW 25, Jaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (26/12/2021). Bekerja sama dengan UPTD Rumah Sakti Dr. Sardjito, kegiatan ini diikuto oleh 100 orang warga, di mana 50 orang di antaranya ikut serta dalam donor darah.

Hastungkoro, Dukuh Jaban mengatakan kegiatan penyuluhan kesehatan sendiri mengadirkan langsung narasumber dari RS Sardjito yaitu dr. Riana.

“Sementara kegiatan donor darah mengambil tema Jaban Weni Getih, yang memiliki arti warga masyarakat Jaban tidak takut menyumbangkan darah untuk sesama. Semoga donor darah ini bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujar Hastungkoro.

Sementara itu, Lurah Sinduharjo, Sudarja mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di padukuhan lainnya yang berada di Kalurahan Sinduharjo. (SPN/KIM Ngaglik)




Peringati HUT ke-75, Kalurahan Condongcatur Gelar Malam Tirakatan

Condongcatur – Kalurahan Condongcatur menggelar Malam Tirakatan dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-75, di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Sabtu (25/12/2021). Kegiatan tirakatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswaya.

Malam tirakatan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur, kemudian diikuti dengan penyerahan beasiswa untuk anak sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di masing-masing padukuhan yang ada di Condongcatur. Selain itu, ada juga tali asih pembagian sembako untuk para orang tua, serta warga yang terdampak COVID-19 senilai 150 ribu Rupiah, dengan total penerima sebanyak 300 orang, memanfaatkan Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menuturkan bahwa malam tirakatan ini merupakan acara rutin yang dilakukan setiap hari jadi kalurahan. Tujuannya adalah untuk mengenang sejarah berdirinya Kalurahan Condongcatur. “Semoga tetap guyub, rukun, dan nyawaji pamong beserta masyarakatnya, sehingga Condongcatur akan menjadi hebat,” ujar Reno.

Penewu Depok, Wawan Widiantoro mengatakan bahwa momen peringatan hari jadi ini dilakukan untuk mengenang jasa para pendahulu, sehingga patut dilestarikan dengan cara peringatan dengan berbagai rangkaian. “Salah satunya melalui malam tirakatan ini,” imbuh Wawan.

Sementara itu, Sekda Sleman, Harda Kiswaya menyambut baik rangkaian perayaan HUT Kalurahan Condongcatur yang dilaksanakan secara sederhana, namun penuh dengan makna ini. “Karena melibatkan semua elemen masyarakat, dan juga tetap memegang nilai-niali budaya dan agama,” ujarnya.

Ia berharap dengan hari jadi ini, Kalurahan Condongcatur ke depannya dapat semakin maju dan berdaya, sehingga dapat menyejahterakan warganya. (Wasana/KIM Depok)




Pemanfaatan Sampah Organik dengan Membuat Eco-enzyme

Berbah – Salah satu pemanfaatan sampah yang dapat dilakukan adalah membuat eco-enzyme. Eco-enzyme sendiri merupakan cairan serbaguna, yang bahan-bahannya berasal dari fermentasi sisa organik, gula, dan air.

“Bahannya adalah sampah organik, berupa kulit buah segar yang dicampur dengan air dan molase air, dengan perbandingan 1 banding 3. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam galon atau wadah lainnya yang bisa ditutup rapat,” jelas Yayah, salah seoarang anggota Forum Lingkungan Hidur Berbah saat memberikan materi dalam kegiatan Pelatihan Pembutan Eco-enzyme di Bank Sampah Klakah Elok Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sabtu (25/12/2021).

Ketiga bahan tersebut, lanjut Yayah, kemudian dibiarkan untuk melewati proses fermentasi selama kurun waktu 3 bulan, dengan tetap dipantau untuk memastikan gas yang dihasilkan tidak terlalu banyak, agar tidak meletus.

“Manfaat eco-enzyme ini bermacam-macam, bisa untuk obat luka, pembersih udara, disinfektan, menjernihkan parairan, dan masih banyak lagi,” terang Yayah,

Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dari Pemerintah Kalurahan Berbah yang diwakili oleh Ringgo Antony Surya, Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah. Menurutnya, pembuatan eco-enzyme ini memiliki banyak manfaat, terutama dalam mengurangi dan mengelola sampah organik. “Kapanewon akan selalu mendampingi dan membantu kegiatan yang positif,” imbuh Ringgo. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)