Koperasi Sehat, Kesejahteraan Anggota Meningkat

Ngaglik – Perkembangan suatu koperasi tidak hanya terletak pada pengurus dan pengawasnya saja, tetapi juga partisipasi anggota koperasi tersebut. Hal ini ditekankan R. Haris Martapa, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkopukm) Kabubaten Sleman pada Workshop Penilaian Kesehatan KSP/USP Koperasi yang mengambil tema ‘Koperasi Sehat, Kesejahteraan Anggota Meningkat’, bertempat di Hotel Alana, Ngaglik (23/12/2021).

“Saat ini partisipasi anggota terhadap layanan usaha di koperasi masih sangat rendah, di mana transaksi ekonomi para anggota di koperasi rata-rata hanya Rp per tahun per anggota atau Rp per bulan peranggota. Sehingga koperasi masih perlu didorong dan di-support untuk meningkatkan transaksi anggotanya,” ungkap Haris Martapa.

Haris menambahkan, Dinkopukm terus berperan dalam pemulihan ekonomi dengan memberikan bantuan terhadap pengembangan koperasi, seperti memfasilitasi pendirian koperasi melalui subsidi biaya pembuatan akta koperasi, peningkatan kompetensi SDM, pameran koperasi, magang, fasilitas modal, dan pendampingan koperasi.

Kemudahan lainnya dalam mengembangkan koperasi adalah saat ini pendirian koperasi hanya membutuhkan 9 orang saja, sesuai UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

“Dengan kemudahan mendirikan koperasi, besar harapan akan memudahkan kelompok masyarakat dalam berusaha dan menggerakkan sektor perekonomian,” tambah Haris.

Selain itu, koperasi juga perlu melewati proses penilaian kesehatan koperasi, untuk mengukur kinerja koperasi yang bersangkutan selama periode satu tahun buku. Kinerja yang diukur meliputi 7 aspek yaitu permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan serta jati diri koperasi. Untuk koperasi syariah ditambah satu aspek yaitu kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Saat ini, berdasarkan data Dinkopukm Sleman sampai akhir tahun 2021 (per 21 Desember 2021) ini terdapat 420 koperasi di Kabupaten Sleman, dengan jumlah anggota mencapai anggota. Dari jumlah tersebut, tercatat volume usaha sebesar Rp 1,52 triliun dan tenaga kerja orang.

Melihat data tersebut, Nurhidayat, Ketua Komisi B DPRD Sleman optimis koperasi bisa berperan aktif dalam menggerakkan sektor usaha ril dan memulihkan perekonomian dari pandemi COVID-19.

Menurutnya, koperasi sudah terbukti menjadi salah satu pilar terbaik dalam mengatasi masalah perekonomian negara. Keberadaan koperasi dapat membantu mengatasi masalah ekonomi, sosial, dan memberikan keadilan dalam masyarakat.

“Sehingga bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Kebersamaan dan ‘guyub rukun’ harus terus ditumbuhkan dalam setiap koperasi. Sehingga koperasi mampu bertahan untuk kemanfaatan bersama,” ujar Nurhidayat. 

Nurhidayat juga mengingatkan agar terus mewaspadai koperasi yang beroperasi tidak sesuai dengan jati diri koperasi (tidak sehat), yaitu Bank Plecit atau rentenir berkedok koperasi. “Ini harus diberantas karena merugikan koperasi dan menyalahgunakan koperasi,” imbuhnya. (HRH91)




Wakil Bupati Sleman Resmikan Green House dan Hidroponik di Pandowoharjo

Sleman – Wakil Bupati Sleman meresmikan Green House dan Hidroponik di Omah Paseduluran Pandowoharjo, Sleman, Kamis (23/12/2021). Peresmian dilakukan secara simbolis yang ditandai dengan penyerahan seperangkat alat pertanian.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan Green House dan Hidroponik yang dibangun atas kerja sama Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan Omah Paseduluran tersebut merupakan wujud perhatian kepada masyarakat sleman di bidang pertanian.

“Keberadaan Green House dan Hidroponik ini menjadi wujud perhatian kepada masyarakat yang tentunya dapat menambah semangat dan motivasi masyarakat di bidang pertanian. Terlebih juga pembangunan Green House ini disertai dengan pendampingan dan pelatihan bagi KWT yang ada di Pandowoharjo,” kata Danang.

Pada kesempatan tersebut Danang menyampaikan bahwa bidang pertanian menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian di masa pandemi pasalnya, pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak mengalami penurunan di tengah pandemi.

Dia menyebut Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan berbagai upaya dalam mengembangan sektor pertanian salah satunya dengan melibatkan petani milenial.

Dalam kesempatan tersebut Danang menyampaikan harapannya bagi apa yang dilakukan oleh UKDW dengan melibatkan sejumlah mahasiswanya dalam mengembangkan sektor pertanian, dapat menjadi motivasi bagi para petani milenial lainnya untuk terus bersama – sama memajukan bidang pertanian.

Usai melakukan peresmian Green House, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga berkesempatan meninjau secara langsung budi daya Bayam Brazil yang tengah dikembangkan menggunakan sistem hidroponik. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2021

Sleman – Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Kepolisian Resor (Polres) Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2021, Kamis (23/12/2021).

Apel tersebut diikuti pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub yang berlangsung di halaman Mapolres Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memimpin apel secara langsung sekaligus membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, disampaikan bahwa pengamanan akan difokuskan antisipasi pada penyebaran Covid 19 varian jenis (Omicron) yang mengakibatkan lonjakan kasus di beberapa negara.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam operasi lilin tahun 2021 yang akan diselenggarakan selama 10 hari ini akan menyasar sejumlah tempat yaitu Gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia serta melibatkan personel pengamanan gabungan.

Sedangkan di Kabupaten Sleman, operasi lilin tahun 2021 ini melibatkan ratusan personel pengamanan gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, PMI, dan Sentra Komunikasi (Mitra Polri) serta menyediakan 2 Pos Pengamanan dan 2 Pos Pelayanan.

Dalam pelaksanaan pengamanan Nataru ini juga tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah baik pusat maupun daerah. “Kebijakan tersebut tentunya menyesuaikan level asessmen di masing – masing wilayah yang nantinya akan menjadi pertimbangan untuk ketentuan pelaksanaan kegiatan masyarakat dan perjalanan pada masa Nataru,” ujar Kustini.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan penyematan pita kepada perwakilan setiap unsur yang terlibat dalam personel gabungan pengamanan sebagai tanda dimulainya operasi lilin tahun 2021. (Humas Sleman)




Sleman Siapkan Langkah Antisipasi Keamanan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman telah mempersiapkan beberapa langkah antisiapsi sebagai bentuk pengawasan keamanan dan ketertiban di masyarakat, menjelang perayaan Natal tahun 2021. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Musta’in Aminun, Kepala Satuan Polisis Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman saat memberikan keterangan pers di Bakolkopi Kabupaten Sleman, Kamis (23/12/2021).

Menurut Musta’in, pihaknya akan memastikan penerapan protokol kesehatan dengan ketat selama perayaan Natal berlangsung di tengah penerapan PPKM Level 2 di Kabupaten Sleman ini. Untuk mendukung hal tersebut, akan dilakukan pengamanan dan pemantauan di 20 gereja yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman.

“Masing-masing gereja akan diisi 4 personil, dan bergabung bersama petugas dari pihak kapanewon. Hal ini dilakukan untuk mengawasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi, baik itu masuk maupun keluar, dan menjaga kapasitas gereja tetap 75 persen, sesuai dengan Peraturan Kementerian Dalam Negeri,” kata Musta’in.

Sementara, Mustadi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman mengatakan bahwa untuk pengawasan selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemkab Sleman tetap akan menerapkan peraturan sesuai ketentuan PPKM Level 2 dan Peraturan Kemeterian Dalam Negeri RI tentang Persiapan Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Di bulan Desember ini, kita masih melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) nomor 67, yang berkaitan dengan kegiatan PPKM Jawa dan Bali, serta Imendagri nomor 66 terkait pembatasan kegiatan perayaan natal dan tahun baru,” ungkap Mustadi.

Selain itu, lanjut Mustadi, akan dilaksanakan juga Instruksi Bupati (Inbup) Sleman nomor 38 yang mengatur tentang penerapan PPKM Level 2 di Kabupaten Sleman, dan Inbup nomor 39 yang mengatur tentang Pengamanan Libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Untuk Inbup 38 berlakuk (dari) tanggal 14 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022, kalau Inbup 39 berlaku besok tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022,” terang Mustadi lagi.

Ia juga menekankan bahwa selama pengetatan yang dilakukan pada periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 tersebut, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di semua level akan diaktifkan kembali, serta masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di berbagai sektor.




PDA Sleman Dampingi Mualaf dengan Penguatan Akidah dan Pemberdayaan Ekonomi

Problematika keumatan sangatlah beragam dan memerlukan perhatian, salah satunya adalah pembinaan untuk para mujalaf. Pentingnya perhatian dan pendampingan menjadi kunci, terutama untuk mualaf yang baru menjalani kehidupan sebagai seorang muslim dengan tuntunan yang sesuai untuk membangun landasan iman yang kukuh dan benar.

Hal tersebut yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman dengan menggelar serangkaian kegiatan pembinaan dan pendampingan terhadap penguatan aqidah dan ibadah para mualaf di Wilayah Dusun Pancoh Kulon, Girikerto, Turi, Sleman yang dilaksanakan setiap Rabu.

Aminah Masykur, Ketua PDA Sleman mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana atas kerja sama PDA Sleman dengan Majelis Tablig PDA Sleman dan LazisMu PP Muhammadiyah.

“Kegiatan (pembinaan ini) berawal dari pengajian di daerah muslim minoritas oleh divisi pembinaan mualaf majelis tablig PDA Sleman, dan berlanjut menjadi kegiatan pendampingan pembinaan mualaf yang telah berlangsung kurang lebih dua tahun secara rutin,” ujar Aminah ketika ditemui di Mushola Annur, Turi, Sleman, Rabu (22/12/2021).

Sementara itu, Mahsunah Syakir, Pimpinan Pusat Aisyiyah berharap kegiatan ini dapat dilakukan di daerah lain, khususnya yang memiliki minoritas muslim untuk pengembangan dan syiar.

Pembinaan yang diikuti oelj 50 orang peserta yang berasal dari lereng Merapi ini dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Pembinaan Mualaf Majelis Tablig PDA Sleman, Aminah Sukirman, beserta tim yang berasal dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Turi. Pembinaan dibagi menjadi beberapa bagian, seperti baca tulis Al Qur’an, penguatan akidah, serta pembinaan kesejahteraan ekonomi dengan pelatihan kewirausahaan dan juga pembinaan psikologi bagi mualaf. (Arief Hartanto)