Pelayanan Akta Kematian melalui Program Lukadesi

Depok – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Dukuh Gowok menyerahkan akta kematian kepada ahli waris dari Almarhumah Sugiarti warga Perum Polri Gowok, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (1/4/2021).

Dalam mendukung peningkatan kesadaran tertib administrasi kependudukan, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal mulai tahun 2018 melakukan inovasi melalui kerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Sleman untuk program Keluarga Duka Desa Siaga (Lukadesi) yang berkaitan dengan peristiwa kematian.

“Selain sebagai upaya mendukung kesadaran tertib administrasi, program Lukadesi ini juga merupakan bukti nyata pelayanan prima dan bentuk empati serta dukungan moriil dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal kepada warganya yang sedang berduka,” ujar Lurah Caturtunggal, Agus Santoso.

Terhitung sejak tanggal 8 Agustus 2018 sampai dengan 1 April 2021, Kalurahan Caturtunggal telah melayani akta kematian melalui program Keluarga Berduka Desa Siaga (Lukadesi) sebanyak ratusan permohonan.

Dalam program ini, data kematian akan dioptimalkan lewat integrasi data secara berjenjang antara dinas dan kalurahan. Kalurahan Caturtunggal secara langsung melakukan input data mengenai informasi kematian, atau membuat surat keterangan kematian melalui petugas yang telah ditunjuk oleh Lurah.

Jika ada peristiwa kematian, petugas akan langsung menginput data kematian dan petugas dari kalurahan akan menangani registrasi sehingga proses pembuatan akta bisa segera dilakukan melalui mekanisme yang ada. Akta kematian diserahkan kepada ahli waris pada saat prosesi pemberangkatan jenazah atau menyusul ketika setelah pemakaman.(Danang/KIM Depok)




Penyanyi asal Condongcatur Rilis Video Klip Teh Tawar

Depok – Merasa idenya kurang dapat disalurkan melalui format band yang lama, Gordo Pangarso, penyanyi asal Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan untuk bersolo karir dan kini baru saja meluncurkan video klip lagu berjudul Teh Tawar di Angkringan Anggajaya Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (31/3/2021).

Mengawali karir bermusik dalam format band di Yogyakarta sejak 2009, Gordo menjalani dunia permusikannya hingga tahun 2013 kemudian sempat hijrah ke Bali dalam beberapa tahun. Semangat bermusiknya kembali muncul di tahun 2020 dengan mengusung tema yang berbeda dari genre awal yang sempat mengusung namanya dalam band Bloody Hollow. Beraliran indie folk, Gordo kini mengusung tema keresahan tentang isu politik, masalah percintaan, dan sosial yang dikemas dengan alunan instrumen akustik sederhana tapi tetap terdengar syahdu.

Single bertajuk Teh Tawar dikemas dengan sederhana mengusung instrumen gitar akustik dan saksofon. Lagu ini mendeskripsikan suasana pinggiran kota Jogja dengan skena tongkrongan rakyat berupa angkringan. “Angkringan sangat relate dengan orang Jogja maupun pendatang. Yang sempat mampir dan makan di sekitaran emperan Jalan Mangkubumi pasti paham jika angkringan adalah tempat dimana segala topik dibicarakan,” aku Gordo.

Proses kreatif pembuatan video klip Teh Tawar dibuat Gordo dengan mengajak teman-temannya. Pesan moral dalam video klip ini adalah dari tempat sederhana bisa terjadi aneka drama, perdebatan dan pertengkaran. Tapi itu semua bisa didinginkan dengan segelas es teh tawar dan sajian sederhana semacam gorengan dan berbagai macam menu lain.

Kehadiran Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, yang menghadiri peluncuran video klip Teh Tawar ini ikut memberi semangat kreatifitas anak muda di Condongcatur dalam bidang seni musik. Reno menyatakan kebanggaannya akan warganya yang berkreasi di bidang seni. “Ini merupakan hal positif yang harus didukung dan dikembangkan,” ujar Reno.

Lagu Teh Tawar yang terangkum dalam album Syahduisme ini dirilis sejak 14 Februari 2021 di beberapa platform digital seperti Spotify, Apple music, YouTube. Sedangkan video klipnya dirilis pada 31 Maret 2021 di platform Youtube. (Wasana/KIM Depok)




KIM Sumber Biwara Moyudan Dikukuhkan

Sebagai upaya untuk meningkatkan penyebaran informasi guna mendukung pembangunan masyarakat, Pemerintah Kapanewon Moyudan mengukuhkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sumber Biwara, pada Rabu (31/3/2021) di Aula Kapanewon Moyudan, Sleman.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Panewu Moyudan, Arifin berdasarkan Surat Keputusan (SK) Panewu Kapanewon Moyudan. Terpilih sebagai Ketua KIM Sumber Biwara berdasarkan SK tersebut adalah Sugiyanto, dengan Muhiban Akbar sebagai Sekretaris dan Aan Hermawan sebagai bendahara.

Arifin pada saat pengukuhan menyebutkan bahwa pembentukan KIM ini merupakan inovasi perubahan yang harus dilakukan dalam menghadapi cepatnya pertukaran informasi saat ini. “Untuk menghadapi hal tersebut, niscaya harus diimbangi dengan perubahan,” ujar Arifin.

Selain itu, KIM menurut Arifin juga dapat mendukung pembangunan daerah dengan menyampaikan informasi yang akurat dan valid.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman Purwati yang hadir dalam acara pengukuhan mengharapkan KIM Sumber Biwara ini dapat untuk segera aktif dengan menyusun program kerja yang jelas, sehingga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya di Moyudan.

Hal tersebut juga didukung oleh Suripto, Ketua Forum KIM Sembada Sleman. Menurutnya, KIM di Moyudan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang karena salah satu pengurusnya ada yang menjadi redaktur di sebuah surat kabar. “Semoga aktif dan segera bergabung di Forum KIM Sembada,” kata Suripto.

Pada kesempatan yang lain, Ketua KIM Sumber Biwara Sugiyanto menyebutkan rencana awal KIM Sumber Biwara adalah akan rutin mengadakan pertemuan setiap 3 bulan sekali. Ia juga mengharapkan KIM Sumber Biwara tetap mendapatkan bimbingan untuk dapat terus aktif menyebarkan informasi.

“Semoga KIM Sumber Biwara bisa menjadi pusat dan sumber pemberitaan,” ucapnya. (Sugiyanto/KIM Sumber Biwara Moyudan)  




Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Sukoharjo Salurkan Bantuan PMT

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga dalam hal pelayanan kesehatan, Pemerintah Kalurahan Sukoharjo menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Posyandu Balita dan Posyandu Lansia yang berada di Sukoharjo. Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto di Aula Kalurahan Sukoharjo pada Rabu (31/3/2021).

Hadi pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa bantuan yang disalurkan dengan total Rp. ,- berasal dari Dana Desa tahun Anggaran 2021. Dana tersebut akan diserahkan kepada penerima manfaat terdiri dari 25 Posyandu Balita dan 5 Ponyandu Lansia.

“Adapun jumlah balita sebanyak balita dan lansia sebanyak 468 lansia,” terang Hadi.

Hadi juga berharap untuk kedepannya, setiap padukuhan yang ada di Kalurahan Sukoharjo memiliki Posyandu Balita dan Lansia. “Bahkan kalau bisa tiap tingkat RT atau RW, karena sudah mempunyai kader kesehatan yang bejumlah 104 orang,” ujarnya.

Kalurahan menurut Hadi akan mendukung langka tersebut dengan menambahkan anggaran untuk keperluan tersebut. “Karena untuk mendukung dan menciptakan generasi Sukoharjo yang sehat,” pungkasnya. (KIM Ngaglik/Srp)




Mekanisme Pemilihan yang Baik akan Menghasilkan Pamong Kompeten

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan Pamong Kalurahan adalah proses rekrutmen yang bagus. Dengan proses pemilihan dan mekanisme yang baik, Pamong yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Panewu Kapanewon Seyegan, Budi Pramono dalam pengarahan Sosialisasi Pengisian Pamong Kalurahan di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Kapanewon Seyegan pada Rabu (31/3/2021).

Proses rekrutmen itu penting menurut Budi karena memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja pelayanan di kalurahan. “Artinya kinerja kalurahan akan digadaikan selama masa kerja Pamong. Input yang baik akan menghasilkan output yang baik pula,” ungkap Budi di depan peserta sosialisasi yang terdiri dari Kepala Jawatan Pemerintahan Seyegan, Jogoboyo, Anggota BPD, Ketua LPMK, dan tokoh masyarakat dari 5 kalurahan yang ada di Kapanewon Seyegan

Budi menggambarkan bahwa untuk menjadi Pamong yang kompeten idealnya memiliki 3 hal penting, yaitu Knowledge (Pengetahuan), Skill (Keterampilan), dan Attitude (Perilaku). “Ketiganya harus dimiliki untuk menghasilkan kinerja Pamong yang ideal,” tegasnya.

Acara sosialiasi sendiri dihadiri juga oleh Al Adib Burochmad, Kepala Seksi Aparatur Kalurahan dan Kelembagaan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Adib yang juga bertindak sebagai narasumber menyampaikan beberap materi yang berkaitan dengan pemilihan Pamong Kalurahan, seperti tentang cara pengisian, mutasi, penjaringan, dan penyaringan calon Pamong. Ada juga penjelasan mengenai persyaratan dan tata cara penyeleksian Pamong.

“Semuanya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengisian dan Pemberhentian Perangkat Desa (Kalurahan),” kata Adib.

Adib juga menekankan bahwa untuk membentuk kalurahan yang mandiri, sejahtera, kuat, dan demokratis, dibutuhkan kerja sama tiga aktor utama di kalurahan, yaitu Pemerintah Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), dan Lembaga Kemasyarakatan.

“Ketiga komponen inilah yang mewarnai terbentuknya kalurahan sebagai pemerintahan lokal dan pemerintahan yang berbasis masyarakat, sesuai dengan amanat Undang-undang Desa,” jelas Adib.

Acara sosialisasi juga diisi dengan forum diskusi yang membahas mengenai pemilihan pamong, dan mekanisme pemilihan lurah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)