Buktikan Tubuh Sehat dengan Donor Darah

Ada banyak manfaat ketika mengikuti kegiatan donor darah. Selain untuk membantu ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia, kegiatan donor darah bisa menjadi media untuk memastikan bahwa tubuh kita itu sehat.

Hal tersebut yang diungkapkan oleh Bekti Susanto, Wakil Ketua KIM Kapanewon Kalasan ketika mengadakan Gerakan Donor Darah di Dusun Dhuri, Tirtomartani, Kalasan bekerja sama dengan pengurus Takmir Masjid Al Ihsan, Minggu (28/2/2021)

Menurut Bekti, donor darah dapat dijadikan sebagai pembuktian bahwa tubuh kita itu sehat. “Kita dapat menjadikan donor darah itu sebagai kebutuhan hidup kita, sebagai pembuktian bahwa tubuh kita itu sehat,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya donor darah. Hal ini terlihat dari peningkatan peserta dari penyelenggaraan kegiatan donor darah yang sudah tiga kali digagas oleh Bekti.

“Kali ini dengan spirit ‘darahmu, semangatmu’, bisa mendapatkan 43 kantong dari 47 orang yang mendaftar,” jelasnya.

Bekti berharap, masyarakat dapat lebih bersemangat lagi untuk mengikuti kegiatan donor darah ini, agar dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

“Jadi kita sehat dan bermanfaat untuk yang membutuhkan,” tutupnya. (KIM Kalasan/Trijoko)




BKM Warga Mulia Gelar Rembug Warga Tahunan

Minggu (28/2/2021), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) “Warga Mulia” Margomulyo Seyegan gelar kegiatan Rembug Warga Tutup Buku Tahun 2020, di Ruang Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Acara dihadiri oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Lurah Margomulyo, Faskel Margomulyo, Kepala Dusun, Pengurus dan Anggota BKM Warga Mulia.

Rapat Umum Anggota ini sendiri merupakan bentuk pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan dari pengurus kepada anggota BKM, seperti yang dikatakan oleh Parindi, pengurus BKM Warga Mulia. “Ini merupakan kewajiban dan kekuasaan tertinggi dari anggota,” ungkap Parindi

Suhardjono, Lurah Margomulyo pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi keuangan BKM Warga Mulia yang pada tahun 2020 masih memiliki laba, meskipun dalam masa pandemi. “Bahkan BKM dapat memberikan santunan sembako untuk beberapa warga kurang mampu,” ungkap Suhardjono.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus BKM yang terdiri dari 18 orang yang dapat bekerjasama dengan baik sehingga dapat melaksanakan Rapat Umum Anggota yang merupakan LPJ tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Siti Baroroh mengatakan pada tahun 2020, tidak ada dana untuk BKM untuk menjalankan fungsinya yang memiliki tanggung jawab mengelola dana pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu dikarenakan pada masa pandemi, mayoritas anggaran pemerintah digunakan untuk penanganan COVID-19. “Sehingga BKM Warga Mulia tidak dapat melaksanakan banyak kegiatan,” ungkap Siti.

Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyinggung mengenai pentingnya peningkatan kualitas SDM dengan mengadakan kegiatan pelatihan dengan menggunakan Dana BKK. Hal ini melihat tingginya angka kemiskinan di Seyegan yang mencapai 13,08% yang menempatkan Seyegan sebagai Kapanewon termiskin di Sleman. “Untuk itu peningkatan SDM lebih diprioritaskan untuk meraih sumber dana yang ada,” jelasnya.

Siti juga menambahkan bahwa dari Laporan BKM, dalam kegiatan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) menempatkan Gondangan Rt 06/14, Kregolan sebagai Kawasan Terkumuh. Untuk itu, Siti berharap Gondangan diajukan oleh kalurahan untuk mewakili Margomulyo dalam Lomba Kebersihan Lingkungan tahun 2021. “Dengan tujuan supaya Gondangan berbenah dengan kondisi lingkungannya,” jelas Siti lagi.

Acara Rapat Umum Anggota dibuka dengan pembacaan tata tertib rapat yang dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban BKM tahun 2020 oleh Koordinator BKM Warga Mulia, Suwandi. Dalam LPJ-nya, Suwandi menyampaikan bahwa tahun 2020, BKM melanjutkan kegiatan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dengan melakukan penggalian data baseline 100-0-100 berdasarkan indikator yang telah ditetapkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat {PUPR).

Sementara untuk tahun 2021, BKM Warga Mulia merencanakan akan melanjutkan Kegiatan KOTAKU. Selain itu, BKM akan melakukan penagihan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang bermasalah, mendorong terbentuknya KSM-KSM baru, dan menyempurnakan data buku dan data dinding BKM.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, sebelum diakhiri dengan penandatanganan LPJ BKM tahun 2020 oleh Lurah Margomulyo, Ketua, Koordinator, dan anggota BKM. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pengoptimalan PMI Pada Masa Pandemi

Palang Merah Indonesia (PMI) Seyegan gelar Musyawarah Kerja pada Jum’at (26/2/2021). Acara yang diadakakan di Ruang Rapat Lantai II Kapanewon Seyegan ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Inti PMI, Dewan Penasehat PMI, dan seluruh Anggota PMI. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kapanewon Seyegan yaitu Panewu Anom, Jawatan Keamanan, Jawatan Sosial, dan Kamituwo dari 5 Kalurahan di Seyegan.

Ketua PMI Seyegan Benni Sujendra dalam sambutannya menyebutkan pada masa pandemi di tahun 2020, PMI bekerja sama dengan sektor terkait telah mengoptimalkan kinerjanya, terutama dengan kegiatan donor darah.

Ia berharap, di tahun 2021 ini, PMI semakin meningkatkan kinerjanya dengan lebih berperan dalam kegiatan di masyarakat. “Di masa pandemi seperti ini, PMI bersama sektor terkait tak henti-hentinya memberikan edukasi kaitannya dengan pencegahan. Sedangkan dalam hal penanganan kasus, PMI berkontribusi pada kegiatan evakuasi,” jelasnya.

Sementara itu, Panewu Anom Seyegan Joko Mulyanto memberikan apresiasinya terhadap kinerja PMI yang dapat melakukan kerja sama lintas sektor dalam hal pencegahan, pengendalian dan penanganan COVID-19, terutama di Kapanewon Seyegan. Hal tersebut menurutnya menjadi salah satu alasan penurunan jumlah penyebaran COVID-19 di Seyegan yang terlihat dari peta epidemiologi penyebaran COVID-19 yang sudah berwarna kuning.

“PMI punya andil cukup besar sehingga kondisi seperti ini bisa dipertahankan. Saya meminta semua pihak tetap waspada, jangan sampai ada penambahan kasus lagi,” ungkap Joko.

Joko berharap agar di tahun 2021 ini, PMI dapat menyususn rencana kerja yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan. “Seperti mengadakan pemulasaran jenazah yang sudah pernah dilaksanakan di tahun 2020 perlu dilaksanakan lagi di tahun 2021, mengingat kebutuhan yang sangat mendesak,” tambah Joko lagi.

Hal ini juga disetujui oleh Jumarko, anggota PMI dari Puskesmas Seyegan yang menyatakan dukungannya untuk melaksanakan pelatihan pemulasaran jenazah. “Puskesmas ada dananya, PMI tinggal mengumpulkan peserta dan mencari narasumbernya saja,” ujar Jarmoko.

Dalam musyawarah tersebut, dipaparkan pula rencana kerja PMI Seyegan di tahun 2021 ini. Beberapa diantaranya adalah serangkaian kegiatan edukasi masyarakat, kegiatan donor darah, pembelian dan standardisasi APD, pengadaan bendera PMI, peringatan hari jadi PMI dan pembuatan papan nama.

Untuk kegiatan donor darah  sendiri, di tahun 2021 ini PMI menargetkan kantong darah. Pelaksanaannya akan dilakukan sebanyak 4 kali dimulai pada bulan Maret mendatang dengan sistem jemput bola, yaitu PMI mendatangi wilayah maupun komunitas yang akan mengadakan bakti sosial donor darah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kabupaten Sleman Mulai Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua

Pemerintah Kabupaten Sleman mulai melaksanakan program vaksinasi COVID-19 tahap kedua, yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di RSUD Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (27/2/2021).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, pada program vaksinasi tahapan kedua ini terdapat dua gelombang yaitu gelombang pertama bagi pelayan publik yang terdiri dari Pegawai Pemerintah (ASN), TNI, Polri, Petugas Transportasi, Wartawan, Tenaga Pendidik, Petugas Pariwisata, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Pejabat Perangkat Daerah dan pelayan publik lainnya.

Sementara untuk gelombang kedua, diperuntukkan bagi Lanjut Usia (Lansia) dengan kategori  usia di atas 59 tahun.

Joko menuturkan, pendaftaran untuk gelombang pertama dibuka sampai dengan 28 Februari 2021, sedangkan untuk Lansia, pendaftaran mulai dibuka 1 Maret 2021.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sleman telah meluncurkan program vaksinasi tahapan pertama pada 14 Januari 2021 di Puskesmas Ngemplak II, yang menyasar kepada tenaga kesehatan yang diawali oleh 10 orang sebagai penerima vaksin pertama di Kabupaten Sleman dengan capaian 118,3 %.

Lebih lanjut, Joko Hastaryo menyampaikan, pada vaksinasi tahapan kedua ini ditargetkan penerima vaksin. Sementara jumlah pendaftar saat ini mencapai orang.

“Sementara ini, stok untuk vaksin di tahapan kedua akan kami pakai juga untuk tambahan tenaga kesehatan yang belum menerima vaksinasi. Jadi sambil berjalan tahapan kedua, kita juga selesaikan vaksinasi bagi tenaga kesehatan tambahan,” jelas dia.

Dalam peluncuran vaksinasi tahapan kedua tersebut, Joko menyebutkan, terdapat kurang lebih 130 penerima vaksin yang diawali oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

“Hari ini totalnya sekitar 130 orang. Jadwal pertama sekitar 40 orang, jadwal kedua itu Panewu dan Sekdin 40 orang, terakhir anggota DPRD 48 orang,” jelas Joko.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten sangat mendukung adanya program vaksinasi tersebut mengingat vaksinasi COVID-19 menjadi bagian penting dalam upaya menangani pandemi yang ada saat ini.

“Meskipun sudah ada vaksin, saya harapkan masyarakat tetap waspada dan senantiasa melaksanakan Cita Mas Jajar, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Dengan pemberian vaksin tidak lantas kita bebas dan tidak mengindahkan protokol kesehatan lagi,” ujar Kustini Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Kustini juga mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksinasi COVID-19. Ia juga mendorong kontribusi dan peran aktif elemen masyarakat dan Pemerintah dalam upaya edukasi dan komunikasi, untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran tentang pentingnya vaksinasi COVID-19. (Humas Sleman)




Bupati dan Wakil Bupati Sleman Hasil Pilkada 2020 Resmi Dilantik

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengubuwono X melantik secara resmi Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sebagai Bupati dan Wakil Bupati hasil Pilkada serentak tahun 2020 di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Jumat (26/2/2021).

Sri Sultan HB X menyampaikan bahwa pelantikan tersebut dilaksanakan secara serentak bagi tiga pimpinan daerah yaitu Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Bantul dan Gunung Kidul dengan penerapan protokol kesehatan.

Selain itu, dalam pelantikan tersebut, Sri Sultan HB X mendorong untuk Bupati dan Wakil Bupati telah dilantik untuk segera membelanjakan APBD dan Danais tahun anggaran 2021 agar ekonomi masyarakat mulai pulih, mengingat adanya pandemic COVID-19.

Sri Sultan HB X menyebut, langkah pemulihan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui kebijakan pemberdayaan UMKM dan penyusunan daftar prioritas investasi daerah dengan cara – cara extra ordinary dalam situasi darurat COVID-19.

Sementara untuk kembali memperkuat hubungan sosial usai pelaksanaan pesta demokrasi (Pilkada 2020), Sri Sultan HB X berpesan kepada pimpinan daerah yang dilantik untuk menjadikan FORKOPIMDA ikatan collective leadership yang berkualitas negarawan.

“Buka dialog personal dengan kandidat lain untuk mengadopsi dan mengadaptasi program-programnya yang bermanfaat bagi rakyat. Penggunaan simbol-simbol budaya dan pendayagunaan simpul-simpul komunikasi secara kreatif perlu lebih dikembangkan,” ujar Sri Sultan HB X.

Sri Sultan HB X menilai setiap Kabupaten memiliki kekayaan alam dan potensinya masing-masing, begitu juga Kabupaten Sleman yang memiliki sejumlah potensi baik wisata maupun sektor lainnya. Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati perlu cerdik untuk mengatur skala prioritas dalam program-programnya.

Sementara itu Bupati Sleman terpilih, Kustini Sri Purnomo usai dilantik oleh Gubernur DIY, menyampaikan bahwa Ia bersama Wakil Bupati Danang Maharsa siap melaksanakan program yang memprioritaskan kepentingan masyarakat, terlebih dengan pandemi COVID-19 yang masih ada.

Kustini menyebut, terpilihnya Ia sebagai Bupati Sleman merupakan kemenangan masyarakat Sleman dan akan mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat Sleman.

Di kesempatan yang sama, dilaksanakan juga pelantikan bagi Ketua Pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) masing-masing Kabupaten. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang ditandai penandatanganan Surat Keputusan (SK). (Humas Sleman)