Usai Pilkada, PPK Gamping Sampaikan Apresiasi Kepada Muspika

Dengan selesainya tahapan Pemilihan Kapala Daerah (Pilkada) Sleman tahun 2020, maka berakhir pula masa ketugasan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping beserta sekretariatnya. Sebagai bentuk apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin selama melaksanakan tahapan pemilihan tersebut antara PPK dengan Pemerintah Kapanewon Gamping, Koramil 17 Gamping, dan Kepolisian Sektor Gamping, maka jajaran PPK Gamping menyampaikan laporan akhir tahapan pelaksanaan pemilihan di wilayah Kapanewon Gamping beserta plakat penghargaan, Selasa (16/2/2021) bertempat di masing-masing ketiga instansi tersebut.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua PPK, Adnan Iman Nurtjahjo, bersama anggota PPK, Layung Pertiwi (Divisi Hukum dan Pengawasan), Indriyani Nurzanah (Divisi Data dan Informasi), M. Mualif (Divisi Teknis Penyelenggaraan), serta Puji Astuti (Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat) diterima langsung oleh Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo di ruang kerjanya, di Kantor Kapanewon Gamping, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Adnan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kapanewon Gamping yang telah memfasilitasi lembaga PPK yang ia pimpin sehingga pelaksanaan tahapan Pilkada Sleman tahun 2020 di tengah pandemi covid-19 khususnya di wilayah Kapanewon Gamping dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan selamat.

“Buku Laporan akhir pelaksanaan pemilihan ini disusun sebagai bentuk tanggung jawab sebagai PPK yang pencapaiannya tidak lepas dari peranserta dan kerjasama yang baik dari seluruh badan Adhoc beserta pihak terkait dalam hal ini Muspika Kapanewon Gamping.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan kepemiluan di Kapanewon Gamping yang berhasil mencapai tingkat partisipasi sebesar 73,34% dari pemilih yang terdaftar.

“Kami memohon maaf setulusnya apabila selama berkegiatan selama 9 bulan ini terdapat salah ucap maupun tingkah laku yang tidak berkenan,” ucap Adnan.

Menanggapi kunjungan tersebut, Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo menyampaikan apresiasi kepada PPK Gamping atas dedikasi dan loyalitasnya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi PPK yang telah bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga Pilkada Sleman tahun 2020 di 183 TPS dalam wilayah Kapanewon Gamping berjalan lancar, tanpa ada gugatan dari pihak pengawas maupun peserta pemilihan, serta kondisi keamanannya terkendali dengan baik.

“Kami bersyukur, berkat kerjasama yang terjalin baik antar pemangku kepentingan di wilayah Kapanewon Gamping, maka seluruh pelaksanaan tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020 yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19 tetap berjalan lancar. Semoga dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi para penyelenggara pemilu di semua tingkatan,” pesan Ikhsan.

Di tempat terpisah PPK Kapanewon Gamping juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek Gamping, Kompol Aan Andrianto serta Komandan Koramil 17 Gamping, Mayor Jalu Susilarjo dengan pemberian plakat sebagai bentuk penghargaannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Soroti Masalah Sampah, JPSM Adakan Jajak Pendapat dengan DPD RI

Bertempat di Ruang Serbaguna Kantor DPD RI, Jln. Kusumanegara 133 Yogyakarta, Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) SEHATI Kabupaten Sleman, mengadakan kegiatan Audiensi, Sosialisasi, dan Jajak Pendapat bersama Anggota DPD RI Perwakilan Yogyakarta, Cholid Mahmud pada Selasa (16/2/2021). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sekaligus memanfaatkan masa reses untuk kegiatan Jaring Aspirasi.

Acara audiensi dan jajak pendapat tersebut dihadiri oleh pengurus inti JPSM Sehati, perwakilan Pengurus Bank sampah dan TPS3R yang ada di 17 Kapanewon Kabupaten Sleman.

Hijrah Purnama, Ketua JPSM Sehati dalam kesempatan tersebut menyampaikan secara ringkas profil JPSM Sehati yang selama ini telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup.

JPSM Sehati menurut Hijrah berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dengan mencanangkan gerakan “Sleman Bebas Sampah 2025”. Komitmen tersebut dilakukan dengan menyelesaikan masalah sampag ditingkat sumbernya. Salah satu caranya dengan memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah.

Selain itu, Hijrah juga menyebutkan bahwa JPSM juga telah menginisiasi program Bank Sampah yang merupakan wujud dari pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat.

“Namun dalam operasionalnya, pengelolaan sampah yang di inisiasi oleh masyarakat itu masih memerlukan uluran tangan dari pemerintah,” ungkapnya.

Ia mengakui, masih banyak persoalan yang dihadapai JPSM dalam melakukan pengelolaan sampah. “Tidak hanya masalah teknis namun ada juga masalah kelembagaan dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujar Hijrah.

Hijrah juga menyinggung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang sudah tidak layak untuk dijadikan tempat pembuangan akhir sampah yang berasal dari Kota Yogya, Kabupaten Sleman dan Bantul. “Ini artinya menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan tempat baru untuk TPA,” imbuhnya.

Penjelasan Hijrah mengenai permasalahan sampah tersebut ditanggapi pleh Anggota DPD RI Cholid Mahmud yang menyatakan bahwa permasalahan sampah dapat diatur dengan regulasi yang jelas. “Baik melalui undang-undang, maupun Peraturan Daeah,” ujar Cholid.

Ia berharap regulasi yang disusun dengan jelas dapat menjadi jawaban untuk menyelesaikan persoalan publik, termasuk masalah sampah.

Jajak pendapat kemudian dilanjutkan dengan curah pendapat dari peserta mengenai persoalan sampah. Beberapa permasalahan yang disampaikan oleh peserta antara lain mengenai penegakan regulasi yang berhubungan dengan sampah, belum adanya pengalokasian dana desa untuk penanganan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah, permasalahan TPS3R, dan fasilitas pemerintah yang masih kurang.

Mendengar permasalahan dari para peserta, Cholid mencoba memberikan beberapa masukan untuk menanggulanginya, antara lain melakukan audisi kepada Bupati dan DPRD dengan membawa konsep tentang pengelolaan sampah dan bekerja sama dengan media untuk publikasi terkait sampah.

Selain itu permasalahan tersebut juga dapat diminimalisir dengan memberikan edukasi tentang sampah di lembaga pendidikan dalam rangka pembentukan karakter dan memberikan pelatihan kepada guru tentang pengelolaan sampah.

Terakhir, para peserta jajak pendapat diminta mengisi usulan secata tertulis dalam lembar jaring aspirasi. Kegiatan yang dihadiri 30 peserta ini ditutup pukul dilanjutkan dengan foto bersama. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Program “Berbagi Nasi Gratis” Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum (RSU) Queen Latifa, Gamping, Sleman adakan program “Berbagi Nasi Gratis”. Program yang telah rutin diadakan sejak Januari 2016 ini merupakan program penyediaan nasi gratis untuk masyarakat, maupun keluarga pasien oleh Manajeman RSU Queen Latifa.

Menurut Haniroh Astuti, Penanggung Jawab Program Berbagi Nasi Gratis, pembagian nasi pada awalnya dilakukan setiap hari Jum’at, pukul WIB sampai dengan selesai, dengan menyediakan sekitar 25 hingga 30 porsi nasi setiap pelaksanaannya.

“Namun seiring berjalannya waktu, lambat laun masyarakat yang datang semakin banyak. Di akhir tahun 2019, atau selama 3 tahun berjalan program, peminat bertambah sekitar 3 kali lipat atau sekitar 90 bungkus nasi setiap Jumat,” ungkapnya ketika ditemui di RSU Queen Latifa, Selasa (16/2/2021).

Melihat hal ini, Manajemen RSU Queen Latifa pada awal tahun 2020 akhirnya memutuskan untuk menambah jadwal program menjadi 2 kali dalam seminggu menjadi setiap Selasa dan Jumat.

“Alhamdulillah, program berbagi ini juga mendapat support dari beberapa pihak, dari Manajemen RSU Queen Latifa sendiri, para dokter, dan masyarakat sekitar. Sedikit banyak bisa membantu bagi warga yang membutuhkan apalagi di tengah kondisi sulit pandemi seperti sekarang ini,” ujar Haniroh.

Bahkan menurut Haniroh, Manajemen RSU tetap mengusahakan program tetap berjalan walaupun bertepatan dengan hari libur. “Bulan Ramadhan juga buka, tetapi mulainya sore pukul WIB hingga selesai,” ucap Haniroh.

Terakhir, Haniroh berharap program yang telah berjalan selama 5 tahun ini bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. (Arief Hartanto)




Kendalikan Kasus DBD, Program “SI WOLLY NYAMAN” Resmi Diluncurkan

Program pengendalian DBD berbasis Wolbach (SI WOLLY NYAMAN) di Kabupaten Sleman telah resmi diluncurkan pada Selasa (16/2/2021). Peresmian dilakukan secara daring  dengan aplikasi Zoom Meeting oleh Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.

Program si Wolly Nyaman sendiri merupakan hasil kerjasama Dinas Kesehatan Sleman dengan Yayasan Tahija, FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) UGM, serta World Mosquito Program.

Menurut Trihadi Saptoadi Ketua Yayasan TAHITA, Si Wolly Nyaman merupakan inovasi berbasis teknologi dalam pengendalian DBD, menggunakan tekhnologi ramah lingkungan yang harapannya bisa diadopsi.

“Program inibukan pengganti strategi PSN (pemberantasan sarang nyamuk), tapi merupakan komplementer dari kegiatan tersebut”, jelasnya.

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepedulian semua pihak terhadap kasus DBD di Kabupaten Seman. Beliau juga menyampaikan harapannya agar kerjasama  antara Yayasan TAHIJA, UGM, dan Dinas Kesehatan ini dapat meminimalisir  kasus DBD di Kabupaten Sleman. 

“Kita juga berharap program bisa didorong secara maksimal. Ini bagian dari PHBS,  3M (menutup, menguras, mengubur) sebagai bagian kebiasaan kita yang harus kita laksanakan. Setelah sukses maka Sleman akan menjadi contoh yang baik, kita bisa sharing Ilmu dan masyarakat akan semakin paham dalam menyelesaikan masalah kesehatan di masyarakat,” jelasnya lagi.

Beliau juga berpesan untuk melaksanakan program secara serius bersama puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sleman, dengan dukungngan PKK dan dasawisma yang akan terus menggelorakan PHBS. (Endarwati, KIM Donoharjo)




Pengabdian Ngadiyem, 36 Tahun Menjadi Kepala Sekolah

Pengabdian Ngadiyem sebagai Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) PKK Sukorini yang telah berlangsung selama 36 tahun akhirnya selesai juga. Hal tersebut ditandai dengan acara serah terima jabatan Kepala Sekolah TK PKK Sukorini dari Ngadiyem kepada Evi Tri Astuti pada Senin (15/2/2021) di TK PKK Sukorini Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik Sleman. Hal tersebut juga didukung oleh Surat Keputusan Lurah Sukoharjo, Nomor 9 Tahun 2021 mengenai penunjukkan Evi Tri Astuti sebagai Kepala Sekolah TK PKK Sukorini yang baru.

Ngadiyem dalam acara tersebut menceritakan sejarah awal berdirinya TK PKK telah menjabat sebagai Kepala Sekolah TK Sukorini sejak 23 Mei 1985 atas dasar Surat Keputusan Lurah (dulu Kepala Desa) Sukoharjo waktu itu, Hadisutjipto, sehingga  menjadikannya sebagai salah satu Kepala Sekolah terlama yang menjabat di Kabupaten Sleman

“Dulu bangunan ini gudang di tengah sawah, daripada tidak terpakai lebih baik dimanfaatkan untuk sekolah,” kenang Ngadiyem.

Sementara itu, Hadi Subroto Lurah Sukoharjo menyampaikan kekaguman dan rasa terima kasihnya kepada Ngadiyem yang telah lam mengabdi menjadi Kepala Sekolah TK PKK Sukorini. “Sangat luar biasa, 36 tahun mengabdi tanpa henti menjadi Kepala Sekoah di TK PKK Sukorini Sukoharjo ini,” ungkap Budi.

Ia juga mengapresiasi peran Ngadiyem sebagai Kepala Sekolah terhadap kemajuan TK Sukorini.

“Dengan pengabdian yang tulus ikhlas inilah, sehingga TK PKK Sukorini maju dan berkembang seperti yang kita lihat sekarang ini. Banyak prestasi di TK PKK Sukorini bahkan Alumni di TK ini sudah banyak yang jadi pejabat dan juga pengusaha yang berhasil atas bimbingan ibu Kepala Sekolah TK PKK Sukorini ini,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat diteruskan oleh Kepala Sekolah yang baru.

Pada kesempatan yang saman, Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Ngaglik Wahyu Iken Estri juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ngadiyem atas jasanya terhadap kemajuan TK PKK Sukorini. Ia berharap apa yang telah Ngadiyem capai selama menjadi Kepala Sekolah di TK PKK Sukorini dapat diteruskan oleh Kepala Sekolah yang baru.

“Semoga Ibu Evi yang mendapat kepercayaan sebagai Kepala Sekolah tetap mempertahankan yang sudah ada, dan dapat meningkatkan prestasi untuk kedepanya,” tambahnya.(KIM NgagliK/Srp)