Jaga Kebugaran, Karanglo Gelar Pertandingan Persahabatan Bola Voli

Dalam rangka menjaga kebugaran dan imunitas tubuh, Kelompok Bola Voli Lokamuda Karanglo Ngaglik menggelar pertandingan persahabatan dengan Kelompok Bola Voli Vogon Godean pada Jumat (5/2/2021). Kegiatan dilakukan di Lapangan Bola Voli Lokamuda Karanglo, Kalurahan Sukoharjo.

Pertandingan persahabatan yang dimulai pukul WIB ini dimenangkan oleh Kelompok Bola Voli Vogon dengan angka 4-1.

“Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan karena masih masa pandemi,” terang Sunarto, pengelola lapangan.

Sementara Suratjito, Ketua RT 01 Dusun Karanglo menyebutkan bahwa kegiatan bola voli memang masih aktif diadakan di Lapangan Karanglo ini meskipun pada masa pandemi.

“Biasanya untuk pelatihan bersama,” ujarnya.

Lapangan Bola Voli Karanglo sendiri terletak di Selatan Dusun Karanglo, dan sudah dilengkapi dengan penerangan yang memadai. Selain itu, fasilitas pendukung pertandingan lainnya juga sudah lengkap seperti jaring pengaman bola dan tempat duduk wasit yang dibuat permanen.

“Sehingga lapangan ini sudah memenuhi syarat untuk mengadakan pertandingan antar desa (Kalurahan-red) seperti ini, kecamatan, bahkan kabupaten,” ungkap Suratjito lagi.

Ia berharap Lapangan Lokamuda ini dapat terus dimanfaatkan untuk membina bibit unggul bola voli sehingga dapat mengharumkan Ngaglik dan Sleman nantinya. (KIM Ngaglik/Srp)




Antisipasi Rendahnya Harga Salak dengan Budi Daya Kelapa Kopyor

Ada berbagai macam cara untuk mengantisipasi rendahnya nilai jual salak saat ini. Salah satunya adalah dengan budi daya Kelapa Kopyor. Hal ini yang disampaikan oleh Siswanto, warga Mlati, Kabupaten Sleman ketika memberikan sosialisasi mengenai Budi Daya Kelapa Kopyor di Rumah Makan Sedap Malam Gunung Anyar, Turi, Kabupaten Sleman, Jum’at (5/2/2021).

Siswanto yang telah malang melintang memberikan sosialisasi mengenai Kelapa Kopyor di beberapa daerah ini menyebutkan bahwa sudah ada beberapa petani yang melakukan budi daya Kelapa kopyor di Kapanewon Turi. “Ada pohonnya yang sudah berumur satu tahun,” ungkap Siswanto.

Ia menyatakan bahwa Kelapa Kopyor ini akan mulai berbuah setelah berumur 3 sampai 4 tahun. “Setelah Panen itu nanti harganya untuk yang besar itu 50 ribu rupiah per buahnya, untuk yang kecil itu 35 ribu rupiah. Kalau tidak berbuah pada masa tersebut, bisa diberikan nutrisi yang harganya itu 50 ribu,” katanya.

Siswanto kemudian menjelaskan tata cara melakukan budi daya Kelapa Kopyor, dimulai dari pembuatan lubang yang sesuai dengan ketentuan ukurannya, hingga tata cara pemupukan. “Lobang itu nanti diberi kapur, pasir dan pupuk kandang dari kambing,” ujarnya lagi.

Selain itu, Siswanto juga mengingatkan bahwa nantinya ketika panen, tidak semua kelapa menjadi kopyor. “Misalnya nanti berbuah 10 biji, 2 atau 3 biji nantinya tidak menjadi kopyor,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga menawarkan bantuan bagi warga yang berminat melakukan budi daya Kelapa Kopyor. Bentuk bantuannya antara lain penggantian bibit yang mati, dan menyediakan tenaga penanam khusus untuk yang ingin menanam dengan jumlah banyak.

“Sementara untuk menjadi agen, harus menanam minimal 20 batang Kelapa Kopyor,” Siswanto menambahkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan penyerahan simbolis bibit Kelapa Kopyor kepada salah seorang warga, sebelum ditutup dengan pembacaan do’a. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




Condongcatur Siap Kembangkan Ekowisata Green Kayen

Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengadakan Rapat Koordinasi dalam rangka Pembangunan dan Pengembangan Ekowisata Green Kayen pada Jumat (5/2/2021) di Pendopo Prof. Suhardi, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman.

Acara dihadiri langsung oleh Panewu Kapanewon Depok, Kepala Jawatan Kemakmuran Depok, Kapolsek Depok Timur dan Wadanramil 11 Depok, Lurah Condongcatur serta Jagabaya,  Ulu Ulu dan Kaur Pagripta Condongcatur. Hadir juga Dukuh Kayen beserta pengurus RT, RW, PKK dan Pokdarwis Green Kayen

Panewu Depok, Abu Bakar dapat rapat menyatakan bahwa ia mendukung penuh langkah pembangunan yang direncanakan untuk pengembangan Ekowisata Green Kayen. Ia juga siap memberikan pengalamannya ketika masih ia bertugas di Kapanewon Prambanan yang pernah ikut serta membangun dan merintis Wisata Tebing Breksi hingga berhasil sampai seperti sekarang ini.

Selaras dengan Abu Bakar, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji juga menyatakan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Green Kayen.

“Tahun 2022, akan dialokasikan dana untuk pembangunan Green Kayen ini,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak dapat terus bersemangat dan tetap kompak dalam mewujudkan Ekowisata Green Kayen ini.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Depok Isti Fajarah mengharapkan proses pembangunan sarana dan prasarana Ekowisata Green Kayen dapat dipersiapkan dengan cermat. “Karena pembangunannya dilakukan secara bertahap sesuai dana yang ada, maka harus matang dalam perencanaanya,” ungkapnya.

Ia berpendapat, bahwa pengembangan Green Kayen ini dapat mencontoh ekowisata di Kapanewon Depok yang telah berkembang terlebih seperti yang terletak di Kalurahan Maguwoharjo dan Catur Tunggal.

Ia juga menyarankan agar Pokdarwis Green Kayen untuk aktif ikut serta dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Pengelola Destinasi Wisata yang diadakan Kapanewon.

“Hari Selasa 09 Februari 2021 nanti, ada Pembinaan Kelompok Pengelola Destinasi Wisata di wilayah Kapanewon Depok Tahun 2021 dengan narasunber dari Dinas Pariwisata Sleman dan Panewu Depok,  Pokdarwis Green Kayen termasuk yang diundang untuk penyiapan pelatihan sdm pengelolaskan wisata

Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Depok Timur Kompol Suhadi memberikan jaminan keamanan dalam proses pembangunan dan pengembangan Green Kayen. Ia menyatakan siap bekerja sama untuk melakukan patrol rutin ke Green Kayen untuk mencegah tindakan yang sifatnya menghambat proses pembangunan Green Kayen.

Usai rapat koordinasi, dilakukan peninjauan Green Kayen yang berada di RT 01 RW 43 Padukuhan Kayen, lokasi paling ujung diwilayah Condongcatur yang berbatasan langsung dengan Kapanewon Mlati dan Kapanewon Ngaglik. (Wasono Depok)




Apresiasi Pelaksanaan Pilkada, PPK Depok Kunjungi Pemerintah Kalurahan Condongcatur

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Depok dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Condongcatur melakukan kunjungan ke Pemerintah Kalurahan Condongcatur pada Jumat (5/2/2021). Kunjungan ke Kantor Kalurahan Condongcatur ini diadakan sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus apresiasi kepada Kalurahan Condongcatur atas kesuksesan pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada akhir tahun 2020 lalu.

Wuri Handayani, Ketua PPK Depok mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas bantuan yang telah disediakan selama pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sleman yang dilaksanakan pada Rabu 9 Desember 2020 lalu.

“Meski berlangsung dimasa pandemi, dapat berjalan lancar sesuai dengan tahapan yang ditentukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wuri.

Menurut Wuri, Pilkada di Sleman, khususnya Kalurahan Condongcatur dapat berjalan dengan lancar karena kerja keras dari penyelenggara Pilkada yang didukung oleh Pemerintah Kalurahan dan masyarakat.

“Sehingga dapat menyukseskan pesta demokrasi ini,” ungkapnya.

Ia kemudian mewakili anggota PPK Depok dan PPS Condongcatur berpamitan pasca menjalakan tugas dari KPU Kabupaten Sleman sebagai panitia penyelenggara Pilkada. “Mohon maaf jika selama menjalankan tugas ada kesalahan,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, PPS Condongcatur juga menyerahkan Buku Laporan Kinerja PPS Condongcatur dari bulan Juni 2020 s.d bulan Januari 2021. (Wasono Depok)




UAD Yogyakarta Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Merapi

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengungsi yang terdampak aktivitas Gunung Merapi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari untuk warga di Barak Pengungsian Merapi yang terletak Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (3/2/2021).

Bantuan diserahkan melalui Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Sleman Siaga Merapi yang dikelola para Relawan Muhammadiyah Sleman. Bantuan diserahkan langsung oleh Rektor UAD, yang didampingi oleh Ketua Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) PP dan PWM Muhammadiyah DIY. Bantuan diterima langsung oleh Carik Purwobinangun, sebagai perwakilan para pengungsi.

Untuk diketahui, Gunung Merapi sendiri sempat erupsi pada Bulan Januari lalu yang menyebabkan warga Turgo, Pakembinangun Pakem yang berada di daerah bahaya aliran lava dan awan panas harus mengungsi demi keamanan dan keselamatan mereka. Menurut data Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Kabupaten Sleman tahun 2020-2021, sampai tanggal 2 februari 2021, ada total 186 warga yang menempati barak pengungsian.

Rektor UAD Muchlas Arkanuddin menyebutkan bahwa bantuan ini sebagai merupakan upaya agar pelayanan kebutuhan para warga dapat dipenuhi secara optimal.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap para relawan di Poskor yang telah berusaha memberikan bantuan agar para pengungi dapat menjalani kehidupan yang nyaman di barak pengungsian. Selain itu, ia menyatakan UAD siap untuk membantu untuk penanganan pasca bencana jika dibutuhkan.

“Mudah-mudahan efektivitas kerja semakin meningkat dengan sinergi yang kuat. UAD juga siap memberikan bantuan penanganan pasca bencana, terutama psikososial. Banyak relawan UAD yang siap,” tandas Muchlas.

Poskor Muhammadiyah sendiri telah beberapa kali memberikan bantuan kepada para pengungsi Gunung Merapi seperti berupa pendampingan psikososial, mengadakan TPA untuk anak-anak, kajian lansia dan membantu dapur umum.

Sementara itu, Carik Purwobinangun Fathudin menyampaikan ucapan terimakasihnya terhadap bantuan yang diberikan. Ia berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan para warga di barak pengungian.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MDMC PP Muhammadiyah juga menyatakan bahwa tim MMDC Sleman sudah siap siaga untuk mengantisipasi kejadian bencana.

“MDMC sudah siap siaga di ring Merapi. Sudah menjalankan menajemen risiko bencana, bukan manajemen bencana. Jadi sebelum bencana terjadi sudah harus ada penanganan supaya tidak terjadi banyak korban,” jelasnya. (Arief Hartanto)