Cegah Penyebaran COVID-19 di Masyarakat, KUA Margowulih Adakan Pembinaan Rois

Menyikapi kondisi pandemi COVID-19 yang masih melanda sampai saat ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kalurahan Margoluwih, Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan lintas sektor Pembinaan Rois se-Kalurahan Margoluwih, Rabu (3/2/2021) bertempat di Kediaman Margo Utomo, Rois Dusun Cibuk Lor I, Margoluwih, Seyegan, Sleman.

Kegiatan yang diadakan secara rutin selapanan (35 hari) sekali ini diikuti oleh 14 Rois dari 14 padukuhan wilayah Margoluwih. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama dari KUA, perwakilan Puskesmas Seyegan, Bhabinkantibmas, dan Kamituwo Kalurahan Margoluwih.

Dalam sambutannya Sri Widodo, Kamituwo Margoluwih menyampaikan tentang kegiatan kemasyarakatan yang harus disesuaikan dalam kaitannya dengan pencegahan COVID-19. Widodo mengingatkan adanya kebijakan dari kalurahan bahwa pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk kegiatan takziah.

“Untuk takziah sudah ada kesepakatan tidak dilakukan siaran warga. Untuk menghindari kerumunan sementara upacara pemakaman juga dibuat sederhana dengan meniadakan sambutan sambutan, kegiatan tahlilan dengan prokes ketat dan jumlah dibatasi. Demikian juga dengan kegiatan hajatan warga,” terangnya.

Ia juga meminta agar warga melalui dukuh untuk dapat berkoordinasi dengan kalurahan bila terdapat salah satu warga yang terindikasi COVID-19. “Agar bisa segera menghubungi Puskesmas,”

Pembinaan Rois dari KUA sendiri dilakukan oleh Petugas Penyuluh Agama, Haris Bahalwan. Ia menjelaskan mengenai tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Haris memberikan 3 solusi untuk menghambat penyebarannya yaitu dengan edukasi, tindakan nyata dan keteladanan.

“Ketiga solusi tersebut dituangkan dalam pelaksanaan 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan juga menjaga jarak, termasuk menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi/interaksi,” ujarnya.

Sementara itu, Heri dari perwakilan Bhabinkantibmas meminta para Rois untuk mewaspadai mengenai keterlibatan warga masyarakat terhadap organisasi masyarakat yang telah dilarang oleh pemerintah. “Hal ini terkait dengan keamanan dan ketertiban di masyarakat sendiri,” imbuh Heri.

Pada kesempatan yang sama, Jumarko dari Puskesmas Seyegan memaparkan mengenai perkembangan kondisi kasus COVID-19 di wilayah Seyegan yang mengalami peningkatan. Pada PTKM tahap kedua ini menurut Jumarko, cakupan pandemi di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan hingga berada diatas rata-rata nasional. Jumarko juga menambahkan bahwa trend penularan sekarang ini banyak terjadi ditempat kerja.

Dibagian akhir, Jumarko nengingatkan bahwa pada bulan Februari ini ada pemberian kapsul Vitamin A secara gratis bagi balita usia 6 bln – 11 bln (kapsul biru) dan balita usia 12 bln – 59 bln (kapsul merah).  “Manfaat kapsul vitamin A ini adalah untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Distribusi dari pemberian kapsul vitamin A melalui kegiatan posyandu,” ungkap Jumarko.

Kegiatan kemudian ditutup dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Moh. Jaelani dari KUA Margoluwih. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Musrenbang Seyegan Fokuskan Pada Pengembangan Sektor Pertanian

Kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial masyarakat adalah tema yang mendasari pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sleman, Kapanewon Seyegan usulan tahun 2022, Selasa (2/2/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai ll Ruang Rapat Kantor Kapanewon Seyegan ini dihadiri langsung oleh Pemerintah Kapanewon Seyegan dan perwakilan Pemerintah Kalurahan se-Kapanewon Seyegan, beserta beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sleman seperti Dinas PMK, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BAPPEDA dan Pelayanan Sumber Daya Air.  Acara juga dihadiri oleh beberapa perwakilan UPTD terkait seperti Puskesmas, Polsek, Koramil, BP4, KUA, dan beberapa lembaga seperti Forum Anak, Tim Penanggulangan Kemiskinan, Forum UMKM, PKK, Pendamping Desa dan KIM Seyegan.

Selain itu, Musernbang juga dihadiri oleh perwakilan DPRD Kabupaten Sleman yaitu Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, serta Shodiqul Qiyar dari Komisi C dan Nafsir Fauzi dari Komisi D.

Acara dibuka dengan sambutan sekaligus paparan dari Panewu Seyegan, Budi Pramono yang menekankan bahwa  dalam Musrenbang tahun 2022 mendatang, Seyegan mempunyai kepentingan terkait dengan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Seyegan. Menurutnya, kalurahan di Seyegan dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Hal itu melihat Seyegan menjadi salah satu jalur utama dalam pembangunan jalan tol di Kabupaten Sleman.

Ia juga memaparkan mengenai potensi Seyegan menjadi penyangga pangan Kabupaten Sleman.

“Dengan potensi yang ada tidak menutup kemungkinan Seyegan menjadi agro/minapolitan dengan mengembangkan lahan pangan dan pariwisata berbasis pertanian/perikanan,” ujar Budi.

Sehingga, menurut Budi, dengan aglomerasi pertanian ini dibutuhkan program pembangunan yang bersifat extraordinary sebagai terobosan untuk percepatan perkembangan wilayah yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa hal tersebut nantinya dapat mengakomodir semangat warga Seyegan, yang tetap positif dalam menghadapi permasalahan yang muncul akibat pandemi ini.

“Asosiasi Petani Buah Seyegan (APBS) dan semakin eksisnya Sartugi (Pasar Sabtu Pagi) adalah bukti bahwa ditengah pandemi COVID-19, masyarakat masih berdaya dan bersemangat untuk explore produk yang berbasis ekonomi kerakyatan,”

Nunuk Hartati, Kabid Perekonomian Bappeda Sleman juga menggaris bawahi apa yang telah disampaikan oleh Panewu Seyegan. Nunuk menyampaikan bahwa tema percepatan kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial merupakan penanganan terhadap dampak COVID-19.

“Semua prioritas pembangunan hendaknya mengaju kepada kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran,”ungkap Nunuk.

Pada kesempatan itu pula, Nunuk mengharapkan usulan yang ditampung dalam kegiatan pembangunan Kapanewon Seyegan tahun 2022 baik Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM), Non PUPM maupun diluar keduanya difasilitasi juga oleh dewan melalui dana Pokir yang digelontorkan setiap tahunnya.

Sementara itu, Haris Sugiharta, Ketua DPRD Sleman pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa postur anggaran 2021 diprioritaskan untuk penanganan dampak COVID 19. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021 turun 12  Milyar untuk 86 Kalurahan, sedangkan APBD murni difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi.

“Pada tahun 2022 tetap diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat melalui pokir DPRD,” Haris menambahkan.

Ditambahkan pula oleh Shodiqul Qiyar, anggota DPRD Sleman dari Komisi C bahwa perlu mencermati isu strategis di Kapanewon Seyegan agar anggaran 2022 dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. “Terutama di sektor pertanian, perlunya gerakan kemandirian pangan,”

Selain itu, Qiyar juga menambahkan perlunya pendampingan terhadap anak putus sekolah melalui paket belajar dan kelas wirausaha mandiri.

Sedangkan anggota Nafsir Fauzi anggota DPRD Komisi D menyampaikan bahwa pengajuan proposal dari masyarakat mayoritas masih berfokus pada pembangunan fisik. “Masih sedikit sekali kegiatan sosial yang fokus untuk pemberdayaan ekonomi,” imbuh Nafsir.

Acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab peserta dengan Narasumber dan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Musrenbang. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Sembuh dari COVID-19

Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan sembuh dari COVID-19, setelah menjalani isolasi mandiri di rumah dinas selama lebih dari 10 hari. Sebelumnya, Sri Purnomo dinyatakan positif corona pada 20 Januari 2021.

“Saya bersyukur setelah kami swab antigen sore Senin (1/2) lalu, ternyata hasilnya negatif. Selasa 2 Februari saya sudah mulai masuk kerja masuk kantor dari pagi sampai sore,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo ditemui di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (3/2/2021).

Ia mengatakan bahwa selama isolasi mandiri, kesehatannya selalu dipantau oleh dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD Kabupaten Sleman. Ia juga masih melakukan work from home, dan beberapa pertemuan daring lainnya dari rumah.

Pada kesempatan tersebut, Sri Purnomo juga menuturkan kegiatannya selama menjalani isolasi mandiri. “Kegiatan yang saya lakukan adalah  banyak baca buku, jangan sampe menganggur, dan saat isolasi kemarin saya malah mempelajari lebih banyak hal-hal tentang vaksin,” imbuhnya

Yang terpenting menurut Sri Purnomo, pola pikir harus selalu positif.

“Jalani dengan optimis, jangan sampai ada perasaan negatif thinking, apalagi perasaan optimis dan positif thinking juga akan menambah kekuatan imun di tubuh masing-masing. Saya tidak merasakan berat waktunya juga tidak terburu-buru untuk ke kantor semuanya saya laksanakan dengan tenang,” terangnya.

Sri Purnomo mengakui tidak ada perubahan gaya hidupnya selama isolasi mandiri. “Hanya saja jam makan nya lebih tepat waktu dan saya banyak makan buah-buahan seperti rambutan rafia, manggis,alpukat,jambu kristal, dan kelengkeng.”

Sri Purnomo kemudian menghimbau agar masyarakat tidak skeptis dengan program vaksinasi. Ia mengakui, banyak pertanyaan mengapa ia bisa positif COVID-19, padahal baru mengikuti program vaksinasi.

“Karena vaksin baru bisa beraksi seminggu berikutnya, edukasi untuk semua pihak biar jelas juga bagi orang-orang yang masih punya skeptik terhadap vaksinasi”.

Ia juga berharap agar kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman dapat terkendali. “Jumlah pasien semakin berkurang dan yang sembuh juga semakin banyak. Jangan lupa untuk tetap menaati protokol kesehatan memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menjelaskan pasien COVID-19 tanpa gejala seperti Sri Purnomo, secara epidemiologi dinyatakan sembuh setelah isolasi mandiri selama lebih dari 10 hari.

“Sesuai pedoman Kemenkes direvisi Kelima, Confirm Asimtomatik atau tanpa gejala setelah isolasi selama 10 hari sudah bisa dinyatakan sembuh secara epidemiologi. Kalau misalnya di dalam tubuh ada virus tinggal sisa-sisa. Seperti sayapnya atau serpihan sehingga tidak menular ke orang lain,” kata Joko. (Rep Hida)




Musrenbang Ngaglik Fokuskan Pengembangan UMKM

Kapanewon Ngaglik adakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2022 pada Senin (1/2/2021). Acara yang digelar di Aula Kantor Kapanewon Ngaglik ini dihadiri oleh Pemerintah Kapanewon Ngaglik, Pemerintah Kalurahan se-Kapanewon Ngaglik, Bappeda Kabupaten dan Dinas Kesehatan Sleman. Selain itu, hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Sleman, didampingi Ketua Komisi A dan Ketua Komisi C.

Haris Sugiarto, Ketua DPRD Kabupaten Sleman dalam sambutannya mengingatkan untuk tetap memperhatikan program sosial dan ekonomi untuk masyarakat, meskipun penanggulangan COVID-19 masih menjadi prioritas utama. “Khususnya UMKM itu harus menjadi perhatian pada kondisi pada saat ini, untuk bertahan hidup perlu penghasilan yang memadai,” ungkap Haris.

Hal ini juga didukung oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti yang menyatakan bahwa untuk menangani masalah sosial ekonomi, harus ada keselarasan dan konsistensi antar kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, baik itu pusat maupun daerah dengan pelaku UMKM. Sehigga dibutuhkan sistem informasi yang tertata antar pihak terkait.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, Timbul Saptowo menyinggung pentingnya kamus Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD. “Karena itu juga usulan dari tingkat bawah mulai dari RT, RW, Dukuh, yang ada di dapilnya masing-masing,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Sleman Erni Maryatun memaparkan beberapa data kependudukan seperti jumlah penduduk di Kabupaten Sleman yang berjumlah jiwa dan jumlah penduduk Kapanewon Ngaglik yang berjumlah jiwa. “Yang menarik di Sleman justru jumlah pendatangnya yang angkanya lebih tinggi dari jumlah kelahiran, sebesar 2 persen,” tambah Erny.

Untuk angka Umur Harapan Hidup (UHH) dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sleman, Erny menjelaskan terjadi kenaikan. Untuk tahun 2020, angka UHH naik dari 74,79 tahun menjadi 74,81 tahun. “Untuk IPM, Sleman berada di level 1 tingkat kabupaten, dan level 3 tingkat kabupaten/kota. Ini cukup membanggakan,” jelasnya lagi.

Sementara, Panewu Ngaglik Subagya menyatakan rasa syukurnya atas pelaksanaan Murenbang kali ini. Ia juga menyebutkan bahwa karena kehadiran dari Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Musrenbang kali ini terasa istimewa. “Kita patut berbangga hati dan terima kasih atas kehadirannya. Mohon dukungannya sehingga program di Ngaglik bisa berjalan,” ujar Subagya.

Ia kemudian meminta agar usulan dari kalurahan se-Kapanewon Ngaglik untuk dapat direkapitulasi secepatnya, sehingga dapat ditentukan skala prioritasnya. Ia berharap usulan tersebut dapat segera dikirim ke tingkat Kabupaten untuk dibahas dengan OPD terkait.

“Sehingga usulan prioritas bisa diakomodir dan bisa direalisasikan untuk tahun anggaran 2022,” katanya.   

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. (KIM Ngaglik/Srp)




Manfaatkan Sumberdaya Alam, Banyuraden Rintis Wisata Perahu Dayung

Badan Usaha Milik Kalurahan Banyuraden Banyu Gotro Rumpoko bekerja sama dengan Komunitas Dharma Laku dan Thetrekkers membuka objek wisata air baru berupa wisata perahu dayung yang berlokasi di Belik Serut Banyuraden, Kapanewon Gamping.

Menurut Samastha, Penasehat Komunita Dharma Laku, ini merupakan implementasi dari Pasal 78 Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, mengenai peningkatan kesejahteraah masyarakat desa, pengembangan potensi ekonomi lokal serta pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan.

“Mengacu regulasi tersebut, maka potensi desa perlu dikembangkan oleh seluruh komponen yang ada untuk kemaslahatan dan kesejahteraan bersama tanpa melupakan kelestarian alam dan tradisi serta menggunakan kearifan lokal dengan melibatkan masyarakat guna menumbuhkan sendi-sendi perekonomian,” ujar Samastha ketika ditemui pada Selasa (2/2/2021).

Oleh karena itu, berbekal pengalaman dan relasi yang ada, Samastha bersama komunitas Dharma Laku mencetuskan ide untuk memanfaatkan potensi alam yang ada di Kalurahan Banyuraden sebagai wahana wisata yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar, terutama di daerah Banyuraden.

Belik Serut sendiri merupakan embung yang sudah ada sejak zaman Mataram Kuno dan terletak di atas tanah seluas m2. Lahan tersebut disulap oleh para relawan Dharma Laku menjadi tempat wisata perahu dayung mulai tahun 2019, dengan tujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata yang bisa menghidupkan sektor lain demi kesejahteraan warga masyarakat.

Karena manfaatnya bagi masyarakat, Samastha berharap agar Pemerintah Kalurahan Banyuraden dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mengembangkan Wisata Perahu Dayung Belik Serut ini. Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan agar wisata yang sudah dirintis ini memiliki kemampuan daya saing yang tinggi  dengan destinasi wisata lainnya.

Selain itu, menurut Samastha daerah wisata dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk perluasan usaha dan pemerataan kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat.

Sementara itu, Sukendro, Petugas Operasional Wisata Perahu Dayung Belik Serut mengakui bahwa banyak masyarakat yang memilih untuk menikmati wisata yang bernuasa alam seperti Wisata Perahu Daying Belik Serut ini. Ia berpendapat bahwa wisata alam dapat menciptakan pikiran yang lebih segar dan positif sehingga sangat bermanfaat bagi kondisi fisik dan jiwa seseorang.

“Wisata perahu dayung dapat menghilangkan stress, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan keharmonisan keluarga, serta memiliki peran penting timbulnya efek yang positif dalam diri manusia. Apalagi di masa pandemi Covid-19 membutuhkan imun yang tinggi agar tidak mudah tertular virus yang sangat berbahaya ini,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)