Verifikasi Data Penerima BLT, Condongcatur Gelar Musdesus

Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BAMUSKAL/BPKal) Condongcatur selenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dengan agenda Verifikasi Data Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2021, Jumat (15/1/2021). Acara yang dilaksanakan di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur ini dihadiri langsung oleh Panewu Kapanewon Depok yang diwakili oleh Plt. Kepala Jawatan Sosial Depok, Lurah beserta pamong Kalurahan Condongcatur, BAMUSKAL/BPKal LPMK, Karangtaruna, PKK, Pendamping Desa, perwakilan RT, perwakilan RW, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Condongcatur dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Sunarto perwakilan dari BAMUSKAL/BPKal sekaligus pemimpin musyawarah menyatakan bahwa data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diverifikasi menggunakan data tahun 2020.

“Data verifikasi BLT-nya menggunakan data penerima BLT Dana Desa tahun 2020,” terang Sunarto.

Musyawarah diakhiri dengan penandatanganan penetapan hasil Musdesus di depan Lurah Condongcatur oleh perwakilan peserta musyawarah, antara lain oleh Hifnie Thamrin dari LPMKal, Novita Savitri dari BPKal, Ribut Suparnan dari unsur Pamong Kalurahan, Sahid Fahrudin dari Satgas COVID-19, dan Dewi Nurlaila dari kelompok PKK. (Wasono Depok)




Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi Perdana COVID-19

Dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan program vaksinasi COVID-19 perdana di Kabupaten Sleman, Kamis (14/1/2021). Pelaksanaan program tersebut berlangsung di Puskesmas Ngemplak II dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Dalam pelaksanaanya, vaksinasi tahap perdana di Kabupaten Sleman menyasar kepada 10 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur, yaitu Bupati Sleman Sri Purnomo, Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana, Kapolres Sleman Anton Firmanto, Kepala Kejari Sleman Bambang Marsana, Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni, Anggota DPRD Sleman Ani Martanti dan Dokter sekaligus pegiat media sosial Mandira Hudhi.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjadi orang pertama yang menerima suntikan dosis vaksin COVID-19 yang dilakukan di Puskesmas Ngemplak II dan menjadi orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Sleman.

Usai menerima suntikan vaksin, Sri Purnomo menceritakan pengalamannya saat disuntik vaksin COVID-19.

“Saya tadi selesai divaksin dan ini menunggu sampai 30 menit setelah disuntik. Setelah disuntik saya tidak merasakan apa-apa, mudah mudahan nanti sampai 30 menit tidak ada efek (gatal,pusing),” jelas Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa sebelum menerima suntikan vaksin, dirinya melakukan prosedur pemeriksaaan terlebih dahulu yaitu tekanan darah dan juga melakukan swab antigen di hari sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyebut bahwa pada tahapan pertama pemberian vaksin Covid-19 akan dimulai dengan menyasar SDM kesehatan di Kabupaten Sleman.

“Semua Nakes dan non-Nakes di fasyankes swasta, pemerintah, praktik mandiri dan tempat karantina, akan menjadi sasaran pertama pemberian vaksin COVID-19,” katanya.

Lebih lanjut, Joko menuturkan bahwa SDM di Kabupaten Sleman yang telah diverifikasi dan disetujui oleh Kemenkes RI untuk menerima vaksin sebanyak tenaga dengan kesiapan jumlah vaksin Covid-19 sebanyak dosis.

“Tahapan selanjutnya, akan menyasar petugas pelayanan publik (TNI/Polri, dan lainnya-red), masyarakat rentan dan masyarakat umum dan akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya. (Humas Sleman)




Demi Kenyamanan, Dinas PUPR DIY Adakan Sosialisasi Pembangunan Saluran IPA

Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan D.I. Yogyakarta adakan sosialisasi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA), Rabu (13/1/2021). Acara yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman ini dihadiri Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Lurah Margodadi, BPD, LPMD, Dukuh, dan Tokoh Masyarakat Margodadi dengan didampingi oleh Babinsa dan Babinkantibmas.

Subandi, Lurah Margodadi dalam sambutannya menjelaskan mengenai rencana pembangunan IPA di Kalurahan Margodadi. Ia juga meminta persetujuan para undangan atas rencana pembangunan tersebut “Semoga bermanfaat untuk masyarakat Margodadi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Permukiman DIY memaparkan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Kartomantul Tahap II, yang jalur pipanya akan melalui wilayah Margodadi sepanjang meter. Pekerjaan ini nantinya akan melalui 4 padukuhan, yaitu Padukuhan Pendekan (P.0 s/d ), Padukuhan Kurahan ( s/d ), Padukuhan Gendengan ( s/d ), dan Padukuhan Tegalweru ( s/d ).

Iwan menjelaskan, tahapan pembangunan tahap II yang bersumber dari air Sungai Progo ini akan segera dilakukan. “Akan segera dilakukan pengukuran, pemotongan dan pembongkaran aspal, pekerjaan galian tanah, pemasangan pipa atau aksesoris, penimbunan sirtu atau pemadatan dan pengembalian aspal,” terang Iwan.

Hal ini didukung oleh pernyataan Sudarsono, Kontraktor Adhi Karya sebagai pihak pembangun, bahwa pekerjaan ini akan dimulai pada Januari 2021 dan berakhir pada tahun 2022. “Dengan masa pemeliharaannya selama satu tahun,” tambahnya.

Sementara itu Siti Baroroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan berharap bahwa pembangunan IPA ini hendaknya tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan akses jalan. “Mengingat jalur pipa sendiri akan melalui jalan yang relatif sempit baik jalan dusun maupun jalan kabupaten,“ terangnya.

Sehingga menurut Siti, butuh sosialisasi yang maksimal agar masyarakat dapat memahami proses pembangunan ini.

“Maka tugas Dukuh untuk sosialisasi kepada warga, untuk mengeliminasi benturan masyarakat dengan pekerjaan IPA yang akan dikerjakan,” tutup Siti. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Aktivitas Meningkat, Bupati Sleman Pantau Merapi di Beberapa Titik

Bupati Sleman bersama jajarannya lakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi di sejumlah titik pada Rabu (13/1/2021). Pantauan tersebut dilakukan di Kantor Kalurahan Wonokerto, Pos Pemantauan Tunggularum, Ngandong, Turgo, Ngrangkah dan Pos Kelompok Siaga Merapi (KSM) Kalitengah.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa pemantauan tersebut untuk mengecek kesiapan petugas dan infrastruktur seperti jalur evakuasi. “Sehingga nanti Ketika ada peningkatan status Merapi, proses evakuasi warga dapat berjalan lancar baik secara mandiri maupun oleh Pemkab Sleman,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil pantauan semua berjalan normal. Masyarakat yang berada di radius lebih dari 5 kilometer masih melaksanakan kegiatan secara normal. “ Hanya saja bagi warga rentan yang tinggal dengan jarak kurang dari 5 kilometer dari Merapi sudah diungsikan di barak pengungsian Glagaharjo,” jelas Sri Purnomo.

Dalam pantauan tersebut, Bupati Sleman mendapat laporan dari Lurah Wonokerto Turi dan Purwobinangun Pakem bahwa ada jalur evakuasi yang perlu dibenahi. Berdasarkan laporan, jalan rusak yang merupakan jalur evakuasi di Wonokerto kurang lebih sekitar satu kilometer dan di Purwobinangun sekitar 150 meter. Selain itu barak pengungsian Wonokerto juga memerlukan tambahan fasilitas MCK.

“Akan segera kami benahi melalui Dinas PUPK agar dapat lancar semuanya ketika dibutuhkan untuk evakuasi,” kata Sri Purnomo. (Humas Sleman)




Vaksin COVID-19 Siap Didistribusikan di Kabupaten Sleman

Sebanyak Vaksin Sinovac telah tiba dan siap didistribusikan di Kabupaten Sleman pada Rabu (13/1/2021). Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Atikah Nurhesti selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman.

“Hari ini tanggal 13 Januari, Kabupaten Sleman menerima sejumlah vaksin yang sudah terverifikasi dari pusat dengan melihat kapasitas ruangan yang ada,” terang Atikah di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang dijadikan tempat penyimpanan vaksin, Rabu (13/1/2021),

Rencananya, menurut Atikah proses vaksinasi akan dilakukan di 52 fasilitas kesesehatan yang ada di Kabupaten Sleman. “Yaitu Puskesmas sebanyak 25 tempat, Rumah Sakit berjumlah 24, dan 3 Klinik, totalnya ada 52 fasilitas kesehatan. Prosesnya dimulai hari Senin,” ujarnya.

Vaksin sendiri dijadwalkan akan didistribusikan ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Sleman dimulai pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021, dan akan dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, proses vaksinasi perdana akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021, untuk beberapa tokoh. “Terdapat 10 orang pertama yang diberi vaksin diantaranya Pak Bupati, Kapolres, Kajari Ketua Dewan, kemudian tokoh agama dari Kemenag, Ketua Dharma Wanita, dan dari organisasi profesi kesehatan yang akan diwakili oleh dr. Tirta,” jelas Atikah

Atikah juga memastikan bahwa proses vaksinasi oleh vaksinator telah sesuai dengan standar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Pun sampai saat ini, pemberian sanksi menurut Atikah belum diterapkan oleh Pemkab Sleman bagi masyarakat yang menolak untuk divaksin.

“Belum ada himbauan berupa sanksi, karena saat ini vaksin baru akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Danang Kuntandi, Kabagops Polres Sleman menyatakan bahwa pihak kepolisian akan mengamankan proses pendistribusian vaksin ke masing-masing fasilitas kesehatan.

“Distribusi ke masing-masing puskesmas dengan pengawalan dan pengawasan kepolisian, dan rencananya juga besok dan seterusnya akan dilakukan pengawalan dari gudang ke Puskesmas, berjumlah satu regu personil yang melakukan pengawalan dan regu lain pengawasan,” ujar Danang. (Rep Hida)