Tumbuhkan Demokrasi di Kampus, Bawaslu Sleman Gelar Sekolah Pemilu Mahasiswa

Sleman – Guna menumbuhkan nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat khususnya di lingkungan perguruan tinggi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman bersinergi dengan Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Sekolah Kader Partisipasi Pemilu Mahasiswa yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Sleman jl Jl. DR. Radjiman , Sucen, Sleman, Selasa (7/12/2021).
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa yang didampingi Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Sleman, Vici Herawati, dan Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Data Informasi, Arjuna Al Ichsan Siregar, serta Ketua Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Abdul Azisurrahman
Dalam keterangannya, Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menuturkan bahwa dirinya menyambut baik sekaligus mengapresiasi jajaran Senat Mahasiswa Universitas UIN Kalijaga atas peran aktifnya dalam penyelenggaraan Sekolah Kader Partisipasi Pemilu Mahasiswa tersebut.
“Kegiatan berupa diskusi dan pertukaran informasi terkait penyelenggaraan pemilu dan pemilihan Senat Mahasiswa ini sangat penting dilakukan karena dapat dijadikan sebagai sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan kampus,” tutur Karim.
Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan nanti akan mengambil peran dalam tampuk kepemimpinan bangsa Indonesia sehingga sekolah pemilu mahasiswa menjadi langkah strategis untuk mewujudkan kehidupan berdemokrasi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman menjadi lebih baik.
“Dalam pelaksanaan pemilu mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga dapat diterapkan model-model berdemokrasi yang sehat seperti pelaksanaan pemilu yang taat aturan, berlaku adil kepada seluruh kontestan, serta tidak mentolerir adanya praktik politik uang di dalam tahapan pemilu mahasiswa,” tegas Karim.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Abdul Azisurrahman. Aris menngatakan bahwa kampus merupakan miniatur negara, sehingga kegiatan Sekolah Pemilu menjadi penting bagi mahasiswa agar mengetahui dan memahami sistem pemilu yang berlangsung di negara Indonesia yang selanjutnya dapat implementasikan di lingkungan kampus.
“Diharapkan mahasiswa memiliki kesadaran untuk dapat melakukan perubahan sosial yang lebih baik melalui struktur sekaligus berperan secara aktif dalam melakukan gerakan partisipasi pengawasan pemilu yang demokratis,” pungkas Azis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



