Bappeda Sleman Sosialisasikan RAD Kependudukan Periode 2021-2026

Sleman – Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi dan Diskusi Rencana Aksi Daerah Kependudukan Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026 pada hari Rabu (1/12/2021) di Aula Pangripta Bappeda Kabupaten Sleman.

Sosialisasi dan diskusi ini diselenggarakan pasca selesainya penyusunan dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Dokumen tersebut kemudian harus disampaikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga provinsi.

RAD Kependudukan yang menjadi pembahasan dalam sosialisasi dan diskusi adalah mengenai Pengendalian Kuantitas Penduduk, Peningkatan Kualitas Penduduk, Pembangunan Keluarga, Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk, dan Penataan Administrasi Kependudukan.

“Dengan RAD Kependudukan yang telah disusun nanti bakal ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan atau peraturan gubernur. Dan sebagai dasar untuk program ke depannya bisa tercapai,” ucap Kepala Bidang Pememerintah dan Sumber Daya Manusia Bappeda Sleman Heribertus Riswidodo.

Sosialisasi kemudian diisi dengan diskusi dan juga sesi tanya jawab. (Rep Tsaltsa)




Tingkatkan Keamanan Masyarakat, Kapanewon Ngaglik Bentuk FKDM

Ngaglik – Pemerintah Kapanewon Ngaglik menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kapanewon di Aula Lantai 2 Kapanewon Ngaglik pada Rabu (1/12/2021).

Panewu Ngaglik, Agung Indarto menggarisbawahi mengenai pentingnya masyarakat untuk memahami kewaspadaan dini. Menurutnya, kewaspadaan dini adalah upaya yang dilakukan untuk menangkal segala potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) dengan meningkatkan pendeteksian dan pencegahan secara dini.

“Upaya pencegahan ATHG ini yang dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah NKRI yang menjadi tugas FKDM di semua tingakatan,” paparnya.

Kepala Jawatan Keamanan Ngaglik, Tugiman, menurutkan bahwa kegiatan ini diadakan dalam membentuk FKDM Kapanewon Ngaglik periode 2022-2025. Dari hasil pertemuan, didapatkan hasil sebagai ketua adalah Suyitno.

“FKDM adalah sebagai wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat,” jelas Tugiman.

Keanggotaanya terdiri dari berbagai unsur masyarakat, seperti organisasi kemasyarakatan, tenaga pendidik, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan elemen lainnya.

“Tugas FKDM tingat kapanewon adalah untuk menjaring, menampung, mengoordinasikan, dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi ATHG. Selain itu, juga bertugas memberikan laporan, informasi, dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan tim kewaspadaan dini pemerintah daerah dan kapanewon,” terang Tugiman.

Sehingga, Tugiman berharap FKDM dapat dibentuk hingga ke lingkup yang berdekatan langsung dengan masyrakat, bahkan hingga tingkat kapanewon. (Srp/KIM Ngaglik)




Kelompok Pengelola Wisata Kapanewon Depok Ikuti Bimtek Pengelolaan Destinasi Wisata

Sebanyak lima kelompok pengelola wisata di Kapanewon Depok mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Destinasi Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada Senin (29/11/2021) hingga Selasa (30/11/2021) di Gedung Sasana Anglocita Tama Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Sleman.

Pelaksanaan bimtek dikemas dengan 2 metode, yaitu metode ceramah di kelas pada hari pertama dan metode kunjungan lapangan di hari kedua. Kunjungan lapangan yang dikemas dengan studi orientasi mengambil lokasi wisata Kalisuci di Padukuhan Jetis, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

“Dari lima kelompok pengelola destinasi wisata yang ada di Kapanewon Depok ini, ada dua rintisan desa wisata yaitu Green Kayen dan Ekowisata Nologaten, semuanya masih pemula. Untuk itulah kedatangan kami ke Kalisuci ini untuk menimba ilmu dan sharing serta membangun jejaring dengan Pokdarwis yang ada di Kalisuci,” terang Muhari, Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan, Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, menuturkan bahwa sektor pariwisata ini menjadi sektor andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bersama dengan potensi sub sektor ekonomi kreatif lainnya yaitu seni pertunjukan, kriya atau kerajinan dan kuliner, pariwisata berdampak pada menurunnya tingkat kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul.

“Untuk itu diperlukan skema industri pariwisata dengan pengelolaan administrasi yang bagus, profesional, pengembangan yang masif, dan tata kelola mengadopsi industri,” jelas Supriyanto.

Sementara itu, pengelolaan wisata minat khusus ini tak lepas dari campur tangan Pemerintah Kalurahan. Di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Kalurahan menggandeng dua objek wisata lainnya yaitu Goa/Luweng Jomblang dan Telaga Jonge.

“Kami memfasilitasi pelatihan bagi pokdarwis dan sertifikasi pemandu wisata. Selain itu, juga memfasilitasi pembangunan sarpras pendukung seperti akses jalan masuk,” terang Suhadi, Lurah Pacarejo.

Ketua Pokdarwis Kalisuci, Muslam Winarta, menuturkan bahwa wisata ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan objek wisata lainnya.

“Kalisuci merupakan sungai di permukaan dan di gua. Kemudian masuk lagi di bawah tanah, dan berakhir di Pantai Baron. Wisata ini hanya ada tiga di dunia, yaitu di Meksiko, Selandia Baru, dan di Indonesia adanya di Kalisuci ini,” jelas Muslam. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Bupati Sleman Panen Raya Ikan Patin KPI Mina Kebon

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan panen raya ikan patin di Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Kebon Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada hari Selasa (30/11/2021).

Ia mengapresiasi upaya diversifikasi yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan KPI Mina Kebon, sehingga dapat mencapai hasil yang baik dan memberikan nilai tambah bagi petani ikan.

“Saya berharap ini dapat ditularkan kepada kelompok-kelompok petani ikan yang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kustini mendorong antar kelompok pembudidaya ikan di kabupaten Sleman harus saling mendukung.

Menurutnya, antar kelompok harus menjalin kerjasama, sehingga kelompok petani ikan yang maju dapat mendorong kelompok lain untuk maju bersama.

“Kunci utama Pembangunan Perikanan di Kabupaten Sleman adalah menjaga komunikasi yang didasari keterbukaan yang bertanggungjawab, keikhlasan dan kepercayaan serta saling menghargai, sehingga terjadi keselarasan dan keharmonisan dalam bersama-sama membangun Perikanan Kabupaten Sleman,” ucap Kustini.

Sementara M. Imam S. Bonso selaku Ketua KPI Mina Kebon menyebutkan bahwa sebelumnya ia menerima bibit ikan patin sebanyak bibit pada 18 Mei 2021.

Bibit tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Sleman dengan sumber anggaran DAK Kelautan dan Perikanan. Kemudian bibit tersebut dipelihara di tiga kolam berbeda milik anggota KPI Mina Kebon selama 6 bulan 10 hari.

“Dari ketiga kolam tersebut mendapat keuntungan bersih sebesar ,000,” jelasnya.

Usai melakukan panen patin yang didampingi Plt Kadin Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Panewu Ngaglik & Lurah Sariharjo juga meresmikan jalan untuk jogging track sepanjang 360 meter yang di kanan kirinya terdapat pepohonan buah-buahan dan kolam ikan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo juga menyerahkan sertifikat kepada KPI Mina 21 yang beralamat di Demangan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, yang telah berhasil naik kelas dari madya menjadi kelas utama. (Humas Sleman)




Pramuka Penegak Pangkalan MAN 1 Sleman Raih Juara 1 ESC

Sleman – Pramuka Penegak pangkalan MAN 1 Sleman berhasil meraih juara 1 Environment Scout Chalennenge (ESC) kategori Eco Printing. ESC merupakan kegiatan perlombaan yang diselenggarakan oleh Saka Kalpataru Sleman bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman pada tanggal 22 Oktober hingga 28 November 2021.

Menurut pembina Pramuka MAN 1 Sleman, Muhammad Irawan, Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru adalah Satuan Karya Pramuka  yang khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup.

“Saka Kalpataru dibentuk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Salah satu programnya  menekankan pada isu lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan konservasi keanekaragaman hayati,” kata Irawan di MAN 1 Sleman, Selasa (30/ 11)/2021)

Sedangkan Ernawati, Wakil Kepala MAN 1 Sleman Bidang Kesiswaan berharap prestasi ini dapat mendorong pramuka kita semakin ramah dengan lingkungan, sebagaimana tujuan akhir Saka Kalpataru adalah membentuk generasi muda yang ramah pada lingkungan hidup. “Alhamdulillah anak-anak pramuka berhasil menjuarai ESC kategori Eco Printing,” kata Erna.

ESC sendiri bertujuan untuk mendukung program gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. (smn)