Dinas PMK Gelar Bimtek Penyusunan RPJMKal bagi Ketua LPMKal dan Pendamping Desa

Dalam rangka memberi pembekalan bagi Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan RPJMKal pada Senin (29/11/2022) di Op Room Dinas PMK Sleman.

Gunadi, Kepala Seksi Administrasi Pemerintahan Kalurahan Dinas PMK menjelaskan tahap pembentukan tim penyusun, penjelasan RPJMKal, pengkajian keadaan desa oleh tim (Musduk), Muskal penyusunan RPJMKal, rancangan RPJMKal, Musrenbangkal, hingga penetapan RPJMKal.

Sementara Sigit dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman sebagai pemateri pertama menekankan perlunya sinkronisasi perencanaan, RPJM Desa dan RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2021 – 2026 yang berlandaskan pada

Any Farida selaku narasumber dari Balai Pemdes Yogyakarta menyampaikan bahwa pengkajian keadaan desa yang dilakukan oleh Tim bertujuan untuk penyelarasan data desa, dan penggalian gagasan masyarakat yang berperan dalam penyusunan laporan hasil pengkajian keadaan desa.

Adapun penyelarasan data desa tersebut meliputi pengambilan data desa dan membandingkan data desa dengan kondisi desa terkini. Sedangkan hasilnya menjadi bahan masukan dalam Muskal dalam penyusunan RPJMKal.

“Penggalian gagasan masyarakat dapat dilaksanakan melalui Musduk yang kemudian dilakukan rekapitulasi usulan kegiatan pembangunan kalurahan oleh tim,” ujar Any.

Any menambahkan bahwa alat pengkajian keadaan desa terdiri dari sketsa desa, kalender musim, dan bagan kelembagaan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengetahui potensi desa, masalah sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keamanan, serta masa-masa kritis dalam kehidupan masyarakat berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Geliatkan Perekonomian, Kapanewon Mlati Gelar Gebyar UMKM

Mlati – Pemerintah Kapanewon Mlati menggelar gebyar UMKM se-Kapanewon Mlati di Halaman Kapanewon Mlati, Senin (29/11/2021) sampai Selasa (30/11/2021). Kegiatan tersebut menampilkan berbagai makanan dan kerajinan hasil UMKM dari masing-masing kalurahan di Kapanewon Mlati. Kegiatan juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk peringatan HUT Korpri yang ke-50.

Arifin, Panewu Mlati mengatakan kegiatan yang digelar selama dua hari ini menamilkan 40 stand UMKM dengan koordinator yang berasal dari forkom UMKM kalurahan.

“Berbarengan dengan ini juga dilaksanakan kegiatan santunan anak yatim sejumlah 17 anak dari BI melalui Baznas dan 23 anak dari Kapanewon Mlati,” jelas Arifin.

Selain itu, ada juga kegiatan sosial lain seperti donor darah, fasilitas pembuatan NIB, distribusi bantuan BPUM dari Danais, serta sarasehan HUT Korpri. “Semua kegiatan ini dikemas dalam satu tagline, Mlati 1 Hati,” imbuh Arifin.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang berkesempatan menghadiri acara tersebut mengapresiasi pelaksanaan gebyar UMKM. Menurutnya, ini menjadi salah satu dukungan untuk memotivasi dan mengangkat UMKM di Mlati.

“Selain itu, diperlukan inovasi baru dalam pemasaran di era modern ini. Nanti pihak Pemerintah Kabupaten Sleman dapat memberikan vasilitasi dari dinas terkait, contohnya dalam pembuatan PIRT.” tungkas Kustini.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, dan bisa bermanfaat untuk peningkatan ekonomi.

Di akhir kegiatan Gebyar UMKM akan dilakukan pengundian doorprize bagi pengunjung. Dengan belanja minimal Rp , – akan mendapatkan 1 kupon undian yang akan diundi secara virtual. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




BPD Syariah DIY Sosialisasikan Metode Berinfak Melalui QRIS

Ngaglik – Untuk meningkatkan target sasaran pengguna program QRIS, BPD Syariah DIY Cabang UII Yogyakarta mengadakan Sosialisasi Program QRIS kepada 25 Takmir Masjid Yayasan Akmal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) DIY di Komplek Masjid Baiturrahman Klidon, Ngaglik, Sleman, Senin (29/11/2021).

Suripto, Ketua Forum YAMP DIY mengatakan sosialisasi ini adalah bentuk tindak lanjut dari kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sleman dengan BPD Syariah DIY. “Harapannya dengan sosialisasi ini bisa menambah jumlah masjid yang mengikuti program QRIS di BPD Syariah DIY,” ujar Suripto.

Sementara itu, Totok Suparwoto, perwakilan Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon berharap QRIS dapat mempercepat dan mempermudah transaksi digital, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dari infak jemaah.

“Yang sangat diperlukan untuk memelihara masjid agar tetap nyaman, aman, dan kemakmurah masjid terjaga,” ungkap Totok.

Sosialisasi sendiri disampaikan langsung oleh Ikhsan dari tim sosialisasi QRIS. Dalam penjelasannya, Ikhsan mengatakan bahwa persyaratan untuk mengikuti program QRIS sangat mudah. Takmir masjid cukup mengisi formulir yang telah disiapkan dengan melaporkan persyaratan administrasi yang diminta.

“Semuanya gratis sampai pemberian barcode untuk masjid yang ikut program QRIS,” imbuh Ikhsan. Dalam sosialisasi juga digelar tata cara berinfak menggunakan barcode yang telah terdaftar dalam QRIS. (Srp/KIM Ngaglik)




Susun RKPKal, Condongcatur Gelar Musrenbangkal

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Musyawarah Kalurahan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Condongcatur Tahun Anggaran 2022 bertempat di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Minggu (28/11/2021)

Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok, Feri Ferdian, dalam sambutan pembukaan Musrenbangkal menyampaikan bahwa RKP merupakan rumah bagi kegiatan-kegiatan yang dianggarkan dalam APBKal. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya tambahan kegiatan melalui BKK, yang belum masuk dalam APBKal.

“Sehingga perlu diantisipasi dengan memberi ruang dalam RKP untuk mengakomodasi kegiatan kegiatan tersebut,” jelas Feri.

Sementara itu Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan apresiasinya atas kerja Tim Verifikasi Pembangunan yang dalam waktu kurang dari satu pekan dapat merangmpungkan verifikasi pembangunan proyek-proyek yang diusulkan masyarakat 64 RW di 18 padukuhan yang ada.

”Sehingga semua proyek dinyatakan LAYAK untuk dikerjakan dan dibiayai oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” ungkap Reno.

Reno menuturkan bahwa tahun 2022, pembangunan di tingkat RW akan dibiayai dari beberapa sumber yaitu dari Dana Desa (DD), Alokokasi Dana Desa (ADD), Pendapatan Bagi Hasil (PBH), dan Silpa. Dana tersebut akan diserahkan sesuai termin yang ada.

“Harapanya pada semester pertama tahun 2022 sudah dapat dilaksanakan sehingga proyek yang direncanakan tahun 2022 juga dapat selesai. Ini merupakan tantangan bagi kita semua,” ujar Reno.

Menurut Reno, masing-masing RW bertanggungjawab terhadap kegiatan yang telah direncanakan karena program tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Jika dapat berjalan dengan baik dan lancar maka akan menentukan kegiatan di tahun berikutnya jadi bagi pemerintah desa, tim verifikasi, pengawas, pendamping desa ini merupakan pekerjaan yang berat,” ujar Reno.

Pada tahun 2022, ada 51 kegiatan pembangunan di Kalurahan Condongcatur yang meliputi, pembangunan sarana dan prasarana olahraga, balai pertemuan warga, konblokisasi, corblok, drainase, spah, dan talud. Dedangkan untuk non fisik dana stimulan rutin tahunan meliputi bidang sosial, seni, budaya, pemuda, olahraga, posyandu, kelompok wanita tani, gapoktan, dan jaga warga.

Rencana Kerja Pembangunan Condongcatur Tahun 2022 kemudian dituangkan dalam Berita Acara penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Condongcatur T.A 2022 meliputi Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Kalurahan, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan, Bidang Pembinaan Masyarakat Kalurahan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak Kalurahan. (Wasana/KIM Depok)




Jaga Warga, Pengamanan Dari, Oleh, dan Untuk Warga

Sleman – Masalah keamanan warga bukan hanya menjadi tugas aparat, namun juga masyarakat. Karena itu dibutuhkan partisipasi dari masyarakat dalam upaya menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat.

Berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 28 tahun 2021, partisipasi masyarakat dalam keamanan diwadahi dalam lembaga yang disebut sebagai Kelompok Jaga Warga, yang merupakan lembaga kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Kalurahan atas inisiatif masyarakat yang berada di tingkat padukuhan atau RW (Rukun Warga), yang berperan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan partisipasi aktif masyarakat. Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Satpol PP Kapanewon Ngaglik, Tugiman dalam acara sambang siskamling di Padukuhan Penen Donoharjo Ngaglik Sleman, Sabtu (27/11/2021).

Lebih lanjut, Tugiman menjelaskan bahwa Kelompok Jaga Warga berkedudukan sebagai mitra Dukuh dan Ketua RW dengan wilayah kerja Kelompok Jaga Warga sama dengan wilayah kerja Dukuh dan Ketua RW. Kelompok Jaga Warga mempunyai tugas untuk membantu menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, memberikan saran dan pertimbangan kepada Dukuh dan Ketua RW dalam urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan; serta melakukan koordinasi dengan pranata sosial masyarakat yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Fungsi yang sangat penting dari Kelompok Jaga Warga adalah sebagai mediator dalam menyelesaikan Konflik Sosial,” jelas Tugiman.

Sementara itu Kapten Infantri Arly Iskandar, Komandan Koramil Kapanewon Ngaglik menyampaikan bahwa yang penting adalah apa yang bisa kita abdikan untuk bangsa dan negara. Ia juga menjelaskan bahwa siskamling hendaknya ada pos dan struktur organisasinya. 

“Hal yang juga penting adalah adanya transparansi, kepercayaan serta kelembagaan yang solid. Yang perlu diwaspadai juga adalah dampak covid. Setelah hampir dua tahun masyarakat mengalami keterpurukan, besar kemungkinan kriminal akan meningkat. Tugas kelompok Jaga Warga adalah  membantu masyarakat sekitar dalam keamanan maupun konflik antar warga. Untuk itu perlu dijalin komunikasi dengan aparat,” jelasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)