Puspenjar Kemdikbudristek Memantau ANBK di Moyudan

Moyudan – Tim Pusat Penilaian Pembelajaran (Puspenjar) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi (Kemdikbudristek) memantau pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SD Muhammadiyah Semingin dan SD Negeri I Ngijon, Kapanewon Moyudan, Rabu (24/11/2021).

ANBK merupakan kegiatan evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan yang terdiri dari instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi, numerasi, survei karakter, dan lingkungan belajar. Kegiatan yang diselenggarakan dari Senin (22/11/2021) sampai Kamis (25/11/2021) tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 17 tahun 2021 dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman nomor 1227/KPTS/2021.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, proses pemantauan dilakukan dari luar ruang, karena yang diperbolehkan berada di ruangan hanya peserta, pengawas ruang, dan proktor. “Jumlah peserta yang ikut ada 9 orang dari kelas 5,” jar Eny Purwaningsih, Kepala SD Muhammadiyah

Euis Yumirawati, perwakilan Puspenjar Kemdikbudristek mengapresiasi pelaksanaan ANBK di SD Muhammadiyah Semingin dan SD Negeri I Ngijon ini. Ia melihat pelaksanaan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kami melihat anak-anak fokus mengerjakan penilaian dan mereka mematuhi prokes,” ujar Euis Yumirawati. (Edy/KIM Moyudan) 




Jumlah Pendonor Darah di Kalasan Alami Peningkatan

Kalasan – Keikutsertaan masyarakat Kapanewon Kalasan dalam mendonorkan darahnya tercatat mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Pendopo Kapanewon Kalasan, Sleman, pada kamis (25/11/2021) yang berhasil mendapatkan 42 kantong darah. Hal ini mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya yang mendapatkan total 25 sampai 35 kantong darah.

Sidi Nugroho, Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Kalasan mengatakan bahwa peningkatan ini terjadi karena adanya dukungan Pemerintah Kapanewon Kalasan dalam melakukan perluasan jangkauan sasaran.

“Dengan demikian, peserta tidak hanya karyawan kapanewon dan perangkat kalurahan, tetapi juga dari lembaga masyarakat serta lembaga pemerintah yang ada di wilayah Kapanewon Kalasan dan masyarakat umum,” ujar Sidi.

Sidi juga terus mengajak masyarakat untuk tidak takut dan ragu dalam mendonorkan darah mereka. Pasalnya, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima darah saja, tetapi juga untuk pendonor.

“Dengan donor darah rutin maka terdeteksi kesehatan tubuh dari beberapa jenis gangguan penyakit, dan membuat tubuh lebih segar. Mari bersedekah darah untuk menolong sesama dan kebaikan diri sendiri,” tambah Sidi. (Tri Joko/KIM Kalasan)




Empat Padukuhan Ikuti Lomba Wajah Padukuhan Tingkat Kapanewon Depok

Sebanyak empat padukuhan perwakilan dari Kalurahan Condongcatur dan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman mengikuti Lomba Wajah Padukuhan Tingkat Kapanewon Depok yang digelar pada Selasa (23/11) dan Rabu (24/11). Keempat Padukuhan tersebut adalah Padukuhan Dero dan Dabag dari Kalurahan Condongcatur serta Padukuhan Denokan dan Ringinsari dari Kalurahan Maguwoharjo.

Tim Penilai yang dipimpin oleh Panewu Anom Depok, Djoko Muljanto, menilai sejumlah indikator yang meliputi administrasi, infrastruktur fisik, kesehatan lingkungan, penghijauan, persampahan, keamanan dan ketertiban serta penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Panewu Depok, Subagya, menuturkan bahwa selain untuk mengevaluasi ke wilayah padukuhan terkait pembangunan fisik, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada perangkat padukuhan seperti Dukuh, pengurus RT dan RW, kelompok kesenian, kelompok wanita tani, kelompok petani, kelompok ikan, kepemudaan, maupun kelompok pemberdayaan perempuan seperti PKK dan Dasa Wisma.

“Tak hanya itu, kami juga ini melihat administrasinya. Biasanya hal ini sering terlewatkan. Kegiatannya ada, tapi bukti administrasi ini sering kali ketinggalan,” tutur Subagya.

Selain dari Kapanewon Depok, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak eksternal, yaitu TP PKK, UPTD Puskesmas Depok I dan 2, Koramil 11 Depok,  Polsek Depok Timur, UPTD BP4 Wilayah VII Depok Berbah, Kelompok Paguyuban Jejaring Sampah, dan Kelompok Paguyuban Pengelola Sampah Mandiri.

“Adapun RW yang dijadikan sampel penilaian yaitu RW 14 Dero, RW 26 Kampung Pringgolayan dari Padukuhan Dabag, RW 1 Denokan, dan RW 50 Kampung Gondangan Padukuhan Ringinsari,” imbuh Isti Fajaroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok.

Nantinya akan diambil 2 kategori kejuaraan, yaitu kategori fisik dan kategori non fisik dengan masing-masing diambil 3 pemenang. Pengumuman dan penyerahan hadiah lomba akan dilaksanakan berbarengan dengan Festival Produk Unggulan KWT yang akan digelar pada Rabu (8/12/2021). (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Pertanian Organik untuk Pangan Sehat

Sleman – Sektor pertanian saat ini masih belum bisa terlepas dari penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dalam mengembangkan dan menjaga tanaman. Padahal, penggunaan bahan-bahan kimia tersebut memiliki efek negatif jika digunakan dalam jangka panjang, seperti dapat memperburuk kesuburan tanah, dan membuat tanaman menjadi rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Untuk meminimalisir tersebut, maka para petani dianjurkan untuk menggunakan metode organik, yang memang lebih mengedepankan keamanan jangka panjang.

“Pertanian organik memang tidak memberikan hasil instan, namun akan membawa kejayaan pertanian dalam jangka panjang dan memberikan solusi bagi tersedianya bahan pangan yang sehat dan berkualitas,” ujar Nurcahyo, perwakilan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Perwakilan Daerah Muhammadiyah Sleman saat menghadiri Diskusi dan Pelatihan Pertanian Organik, Pelestarian Sumber Daya Air, Petani Milenial, dan Masa Depan Pertanian di Balai Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Rabu (24/11/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Donokerto, Waluyo Jati. Menurutnya, Donokerto memiliki potensi untuk mengoptimalkan pertanian secara organik. “(Pertanian organik) juga dapat dikemas dengan kegiatan wisata,” imbuhnya di depan para peserta yang terdiri dari organisasi masyarakat, kelompok tani, kelompok wanita tani, dukuh, penyuluh pertanian, dan petani di wilayan Turi.

Diskusi sendiri diisi oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono yang memberikan materi mengenai kebijakan pemerintah dalam pengembangan pertanian organik. Selain itu, hadir pula Sri Wahyuningsih dari Komunitas Banyu Bening dan Ahamd Syawaludin, seorang praktisi pertanian. Masing-masing memberikan materi yang membahas Urgensi Pelestarian Sumber Daya Air dalam Pengembangan Pertanian Organik dan Prospek Pertanian Organik. (Arief Hartanto)




Hadapi Nataru, Dinkes Sleman Imbau Masyarakat untuk Tetap Taat Prokes

Dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru (nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman tidak melepaskan kolaborasi gerakan 3T (Testing, Tracing & Treatment), 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dan Vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Novita Krisnaeni dari Dinas Kesehatan Sleman saat megisi acara jumpa pers terkait perkembangan Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sleman pada Selasa (23/11/2021) di Ruang Pers Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Sebagai bentuk upaya pelaksanaan 3T, setelah beberapa minggu lalu Sleman diguncang dengan penambahan kasus penyebaran COVID-19 dari Klaster Takziah yang berasal dari Sedayu Bantul, Klaster Keluarga di Nogotirto, dan Klaster Pabrik Tahu di Somodaran, Banyuraden, Kapanewon Gamping, untuk saat ini kasus tersebut sudah tidak mengalami penambahan.

“(Kasusnya) sudah tertangani dengan baik dan tidak ada penambahan lagi, artinya sudah dinyatakan selesai,” ungkap Novita.

Mengenai 3M, Novita mengingatkan kembali pada masyarakat untuk tetap tertib pada protokol kesehatan tersebut.

Dalam hal vaksinasi, Novita memaparkan bahwa dari catatan per tanggal 21 November, sekitar 89.6 persen masyarakat Sleman sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan terus dilakukan penyisiran agar program vaksinasi berjalan optimal.

“Kelompok masyarakat yang belum divaksin ini merupakan kelompok yang sulit seperti lansia yang tidak bisa datang langsung ke tempat vaksinasi. Alhamdulillah, kita mendapat dukungan penuh dari kapanewon-kapanewon untuk bisa menyisir sampai ke tingkat RT,” jelasnya.

Lanjutnya, membahas mengenai stok vaksin, Dinas Kesehatan Sleman selalu melakukan pengecekan terhadap vaksin yang statusnya mendekati tanggal kadaluarsa. Memantau dari puskesmas, Dinkes mengimbau untuk segera menggunakan vaksin yang sekiranya dalam hitungan satu bulan ke depan sudah mencapai tanggal kadaluarsa, atau mengembalikannya jika vaksin tersebut terpaksa tidak bisa habis.

“Kita pastikan bahwa vaksin yang beredar di Sleman itu tidak ada yang melebihi ED (expired date/tanggal kadaluarsa),” pungkas Novita.

Dengan adanya perayaan Natal dan tahun baru ini Novita berharap agar tidak terjadi lonjakan kasus. (Rep Umam)