Gamping – Guna menambah wawasan tentang identifikasi dan penanganan gigitan ular bagi para santri, Pengurus Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Insan Utama Internasional Islamic Boarding School yang terletak di Mancasan, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping berkolaborasi dengan Bulan Sabit Merah Remaja Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Penanganan Gigitan Ular. Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Komunitas Relawan Sahabat Ular (Sahular) untuk memberikan pelatihan yang berlangsung di Ruang Kelas Pondok Pesantren Insan Utama, Sabtu (6/11/2021).
Menurut Penanggung Jawab Bulan Sabit Merah Remaja DIY sekaligus Pengajar di Pondok Pesantren Insan Utama, Yulian Bayu Rini bahwa pelatihan diikuti sebanyak 37 santri yang masih duduk di kelas 7 dan kelas persiapan atau i’dad dengan instruktur Braso Reticulus, Dafa Maula, dan Almo Febri Agriyanto dari Komunitas Sahular Banyuraden sesuai bidangnya masing-masing.
“Kegiatan ini sangat diperlukan karena kondisi geografis pondok pesantren Insan Utama ini dikelilingi pepohonan yang rimbun dan penuh banyak rumput. Bersebelahan juga dengan sungai yang udaranya lembab dan disukai ular,” ungkap Yulian.
Dalam paparan materinya, Dafa Maula dan Almo Febri Agriyanto memberikan penjelasan tentang identifikasi jenis ular berbisa dan tidak berbisa, ular berbisa rendah, menengah, maupun tinggi melalui slide proyektor dan membawa jenis-jenis ular tersebut secara langsung agar para santri dapat melihatnya secara nyata bahkan dapat memegang jenis ular yang tidak berbisa di bawah pengawasan instrukrur.
“Dengan mengetahui biologi ular, habitar ular, bahaya ular, dan bagaimana menangani ular yang masuk ke dalam rumah atau ruang kelas maka para santri dapat mengambil tindakan yang tepat tanpa membahayakan keselamatan dirinya sendiri maupun ularnya,” ujar Dafa.
Ia juga mempraktikkan cara penanganan awal pada gigitan ular yang harus dilakukan secara cepat dan tepat oleh korban maupun orang lain yang ada di sekitar lokasi kejadian menggunakan teknik bidai sebelum mendapatkan pertolongan lanjutan di rumah sakit. Penanganan pertama yang diberikan dengan cepat dan tepat, dapat mengurangi rasa sakit dan angka kematian pada korban.
“Gigitan ular tidak berbisa sama bahayanya dengan gigitan ular berbisa jika tidak ditangani secara benar karena akibat gigitan ular tidak berbisa dapat menyebabkan perdarahan hebat. Perdarahan yang tidak ditangani dengan benar dapat mengakibatkan kekurangan darah pada korban, bahkan kematian,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)