Antisipasi Penyakit Tanaman, PPL Cangkringan Lakukan Penyemprotan Padi di Padukuhan Kebur

Cangkringan – Guna melakukan pencegahan penyakit Blas atau Kresek pada tanaman, Penyuluh Petani Lapangan (PPL) Kapanewon Cangkringan, Indarto, mengadakan penyemprotan tanaman padi di Padukuhan Kebur, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Rabu (3/11/2021).

Indarto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari monitoring yang sudah dilakukan sebelumnya, sekaligus untuk mengantisipasi tingginya intensitas hujan di Cangkringan.

“Sangat dibutuhkan untuk pencegahan penyakit blas atau kresek yang menyerang daun di tanaman padi, sehingga akan mengakibatkan daun akan menguning dan kering, sehingga dapat mempengaruhi pertumbahan tanaman padi yang dapat mengakibatkan produktivitas panen menjadi turun drastis, ” jelas Indarto.

Pada penyemprotan kali ini, Indarto menggandeng Kelompok Tani Padukuhan Kebur agar proses penyemprotan dan monitoring setelah penyemprotan dapat dilakukan secara maksimal.

“Semoga dengan penyemprotan ini, penyakit blas dapat dicegah dan tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen bisa meningkat,” ujar Indarto.

Sementara itu, Mukhlis, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) mengatakan penyemprotan yang dilakukan menggunakan ageh hayati, di antaranya Beveribasiana sebagai pencega hama secara organik, PGPR sebagai bahan organik untuk membantu pertumbuhan dan menjaga imunitas tanaman, klorin sebagai pencegah penyakit blas, dan molase sebagai activator PGPR. (Marman/KIM Cangkringan)




Teknologi Informasi untuk Ekonomi yang Lebih Baik

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Konten Positif di Balai Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (4/11/2021)

Kegiatan tersebut diikuti dari perwakilan karang taruna, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta tokoh masyarakata milenial dari seluruh warga Kapanewon Gamping.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan dalam hal positif, seperti untuk produktivitas yang dapat meningkatkan ekonomi dan alat untuk bermasyarakat.

“Meskipun keadaan yang sedang mengalami pandemi COVID-19, kegiatan sehari-hari masyarakat sekarang sudah bisa mengunakan teknologi informasi,” ujarnya.

Kegiatan diisi oleh 2 narasumber yaitu Siti Nurjanah, Anggota Komisi A DPRD DIY yang memberikan wawasan mengenai cara aman dan pemanfaatan media sosial. Ia mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial, seperti tidak mengumbar masalah pribadi, serta lebih digunakan sebagai sarana meningkatkan ekonomi warga.

Untuk narasumber kedua adalah pemilik usaha Ngombe Jamu, Niken Agustin. Pada kesempatan tersebut, Niken menyampaikan bagaimana dirinya memanfaatkan media untuk memperkenalkan produk jamu miliknya.

Sementara itu, Sukarjo Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dari Diskominfo Sleman yang turut menghadiri diseminasi konten positif tersebut berharap sosialisasi yang diadakan dapat bermanfaat bagi warga dalam menjalankan keseharian mereka, khususnya yang berada di Gamping.

“Bagaiamana kita membuat konten yang bertanggungjawab, dengan bahasa yang santun dan sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan, karena sekarang banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya harapkan untuk warga Sleman khususnya masyarakat dan pelaku UMKM mampu memberikan informasi yang baik serta bertanggungjawab,” ungkapnya. (Rep Tsaltsa)




Wabup Sleman Ajak Politisi Giat Lakukan Pendidikan Politik

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengajak para politisi lintas partai se-Kabupaten Sleman untuk semakin giat dalam melakukan pendidikan politik untuk memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan wabup dalam kegiatan Seminar Forum Komunikasi Antar Partai Politik (FKAP) Kabupaten Sleman yang disenggarakan oleh Kesbangpol Sleman, di Warung Ngeselan Pepen, Trimulyo, Kadisobo, Sleman, Kamis (04/11/2021)

Kegiatan ini mengusung tema Optimalisasi Peran Partai Politik dalam Pelaksanaan Pendidikan Politik yang dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing partai politik dengan harapan nantinya bisa menjadi pemahaman, sekaligus menjadi mementum silaturahmi bertemunya politisi lintas partai politik di Kabupaten Sleman.

Danang Maharsa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap para politisi dari lintas partai yang hadir dalam kesempatan tersebut. Dia menilai kegiatan seperti ini sangat bagus terutama dalam hal menjalin komunikasi politik lintas partai dalam membangun budaya yang demokratis.

“Komunikasi dan silaturrahmi lintas partai ini penting guna saling bertukar pandangan dan pengalaman dalam menjalankan pendidikan politik di internal partainya masing-masing. Ini juga bertujuan untuk menciptakan budaya yang demokratis di Kabupaten Sleman, ada beberapa upaya dari Pemerintah Daerah yakni membentuk wadah bersama seperti FKAP, FKUB, Forum Ormas, FKDM, Rakorda, dan lain sebagainya”, ucap Danang.

Selain itu Danang Maharsa juga mengajak untuk memaksimalkan pendidikan politik di internal masing-masing partai politik. Jangan sampai partai politik gagal melakukan pengkaderan yang tujuannya untuk membentuk politisi yang mampu membangun bangsa dan negaranya dan tidak hanya mementingkan ambisi politiknya saja.

Lebih lanjut menurutnya, peranan partai politik dalam melakukan pendidikan politik di internal menjadi penting untuk bisa memberikan pengetahuan yang benar tentang politik dan mengelola negara.

Pendidikan politik ini harus bisa memberikan penyadaran moralitas berpolitik yang santun dan bermartabat, menghindari kampanye hitam, ujaran kebencian, politik SARA, adu domba, maupun menyebarkan berita hoaks guna mencapai tujuan politiknya.

“Mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat, sehingga tidak menganggap politik itu adalah hal buruk tapi justru politik itu untuk menciptakan kepentingan bersama masyarakat,” imbuh dia.




Maksimalkan Peran Sebagai Mitra Kalurahan, Seyegan Gelar Pembinaan LKK

Seyegan – Kapanewon Seyegan menggelar Rapat Koordinasi Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) di Ruang Rapat Lantai II Kapanewon Seyegan, Rabu (3/11/2021). Pembinaan menghadirkan Sungkawati Budi Rahayu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Sleman sebagai narasumber. Tema pembinaan yang diambil adalah Peran LKK dalam Penyelenggaraan Pemerintah Desa.

LKK menurut Sungkawati adalah lembaga kemasyarakatan yang dibentuk atas prakarsa pemerintah kalurahan dan masyarakat.

“LKK sendiri telah memiliki dasar hukum yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 18 tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat. Di samping itu, ada juga Peraturan Bupati Sleman nomor 44.2 tahun 2020 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan,” ujar Sungkawati.

LKK sendiri bekerja sesuai dengan bidang ketugasannya, sehingga anggotanya harus mempunyai kapasitas tersendiri dalam penguasaan wilayah, penduduk, dan Sumber Daya Alamnya.

“LKK juga harus diperkuat agar dapat mengimbangi BPKal, karena pada dasarnya LKK adalah mitra lurah sehingga perlu kerja sama, bersinergi, dan saling menguatkan dalam mewujudkan visi dan misi kalurahan,” jelas Sungkawati.

Sehingga, Sungkawati mengajak LKK untuk mengenali masalah yang ada di kalurahan seperti kemiskinan, lingkungan kumuh, laju pertumbuhan penduduk, kualitas penduduk, dan derajat kesehatan.

“Untuk menyelesaikan permasalah tersebut, LKK perlu mengetahui mengenai potensi atau asset kalurahan yang berupa SDA, SDM, Modal Sosial, Sarana Fisik, Kelembagaan dan Finansial,” imbuh Sungkawati.

Sementara itu, Ageng Wijaya, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Seyegan mengatakan bahwa LKK diharapkan dapat dapat membantu untuk menyukseskan program pemerintah, terutama dalam rangka memerangi pandemi COVID-19 yang sampai saat ini masih berlangsung. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Jelang Akreditasi Puskesmas, Dinkes Sleman Gelar Workshop

Sleman – Untuk menyambut program akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang wajib dilaksanakan setidaknya tiga tahun sekali, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Akreditasi Puskesmas bagi 25 Puskesmas yang ada di Sleman. Masing-masing perwakilan puskesmas sebanyak tiga orang hadir dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Grand Serela Yogyakarta ini. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, dari Selasa (2/11/2021) hingga Kamis (4/11/2021).

Atikah Nurhesti, Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinkes Sleman menjelaskan bahwa akreditasi bagi puskesmas merupakan kegiatan rutin dan sejak tahun 2016 pemerintah Sleman telah mengadakan workshop (lokakarya) ini sebagai bentuk dukungan.

Menurutnya, keberadaan pandemi menuntut lembaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat seperti puskesmas untuk lebih menjaga mutu pelayanan.

“Kalau kita sudah menerapkan pengoptimalan mutu pelayanan secara berkesinambungan dan sudah menjadi sistem, maka nantinya kualitas pelayanan diharapkan bisa terjaga. Tinggal penerapan pelayanan saja yang mungkin berbeda dari masa sebelum pandemi, menyesuaikan kebutuhan,” ungkap Atikah.

Dengan tetap diadakannya lokakarya sambil menjaga prokes, Atikah berharap agar implementasi penjagaan mutu dari puskesmas untuk masyarakat Sleman bisa berjalan walaupun di tengah pandemi.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Andriyani, salah satu peserta yang mewakili Puskesmas Gamping 1.

“Saya harap akreditasi di tahun-tahun mendatang jadi lebih bagus. Tidak ada materi ataupun kegiatan yang terhambat walaupun dalam situasi pandemi,” imbuhnya. (Rep Umam)