Peringati Sumpah Pemuda, Gemati Gelar Bakti Sosial

Sleman – Memaknai Sumpah Pemuda bisa diwujudkan melalui banyak kegiatan, terutama bagi para milenial. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh pemuda-pemudi Tawang Sari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kelompok yang tergabung dalam Gerakan Pemuda-Pemudi Tawang Sari (Gemati) ini menggelar bakti sosial pada Sabtu (30/10/2021) berupa pembagian bantuan sembako yang berisi beras, gula, telur, minyak, dan teh yang dilakukan di Panti Asuhan Baitul Qowwam yang beralamat di Plumbon Kidul, Mororejo, Tempel, Sleman.

M. Farid, perwakilan dari Gemati mengatakan pelaksanaan baksos ini bertujuan untuk membangun semangat rasa kepedulian bagi sesama. “Terutama bagi generasi muda yang sedang berproses mencari jati diri untuk bekal bermasyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan baksos ini mendapatkan tanggapan positif dari Ketua Yayasan Panti Asuhan Baitul Qowwam, Agus Triyanta. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Gemati sangat bermanfaat bagi para santri yang ada di panti Baitul Qowwam.

Panti Baitul Qowwam sendiri saat ini menampung 56 anak yang merupakan anak yatim dan dhuafa, yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa. Mereka dibiayai sepenuhnya oleh panti, mulai dari biaya kehidupan sehari-hari, hingga biaya pendidikan. (Arief Hartanto)




Bupati dan Wabup Sleman Pantau Pelaksanaan Pilur Serentak

Sleman – Bupati dan Wakil Bupati Sleman beserta jajaran Forkopimda lakukan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) secara e-voting, Minggu (31/10/2021). Pemantauan dibagi menjadi dua tim yang menyasar 10 kapanewon di Kabupaten Sleman.

Tim satu yang dipimpin oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan pemantauan di lima TPS. Adapun kelima lokasi tersebut yaitu TPS 14 Gondanglegi, Sariharjo, Ngaglik, TPS 50 Gejayan, Condongcatur Depok, TPS 43 Manisrejo, Maguwoharjo, Depok, TPS 6 Gangsiran, Madurejp, Prambanan serta TPS 23 Jetak, Sendangtirto, Berbah.

Dari pantauan yang dilakukannya, Kustini menyampaikan pilurah berjalan dengan lancar dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan sesuai dengan SOP. “Pilurah e-voting di laksanakan di 33 kalurahan di Kabupaten Sleman, e-voting memiliki keunggulan hasil keluar lebih cepat, akurat dan transparan,” ujarnya.

Kustini berpesan siapapun lurah yang terpilih dalam pilurah ini agar dapat diterima oleh semua masyarakat. “Siapapun yang terpilih adalah pilihan rakyat, tetap Bersatu untuk bersama-sama membangun kalurahan,” tambahnya.

Rombongan kedua yang dipimpin Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau pelaksanaan Pilurah di daerah Sleman bagian Barat meliputi, TPS 22 di Sendangadi Mlati, TPS 24 Margomulyo Sayegan, TPS 12 Sumbersari, TPS 14 Sendangagung Minggir dan TPS 8 Banyurejo Tempel.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan pada pemilurah tahun 2021 ini diikuti oleh 33 kalurahan dengan jumlah pemilih , yang tersebar di 871 tps, serta 104 calon lurah berkompetisi. Dari hasil pantaun Wakil Bupati dan rombongan di Sleman bagian barat pelaksanaan e-voting Pilurah Kabupaten Sleman berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tahapan. Selain itu,  tingkat partisipasi masyarakat juga tinggi.

“Rata – rata hingga pukul 12 siang jumlah pemilih yang berpartisipasi sudah mencapai 70 %, kami optimis targer partisipasi masyarakat tercapai sehingga tidak ada penambahan waktu,” tambahnya.

Menurut Danang dengan metode e-voting ini sangat efektif dan cepat. “Dari hasil pantauan kami pemilih hanya membutuhkan waktu 2 sampai 5 menit sudah selesai, sehingga ini tentu juga tidak menimbulkan kerumunan,” tambahnya.

Ke depannya ia mengatakan, metode ini tidak menutup kemungkinan dapat diterapkan dalam pemilihan umum lainnya, seperti pemilihan calon legislatif dan lainnya.

Nandar, salah satu lansia di TPS 43 Manisrejo, Maguwoharjo, Depok mengaku sangat mendukung Pilurah e-voting ini. Sebagai seorang lansia Nandar mengaku kurang mengikuti perkembangan teknologi, namun baginya hambatan tersebut tidak menjadi masalah. Penggunaan metode e-voting menurutnya sangat mudah hanya menekan atau menyentuh layar monitor sesuai gambar calon lurah pilihan.

 “Kalau yang dulukan harus mencoblos dan membaca dulu mas, kalau sekarang enak tinggal milih di layar. Kalaupun kesulitan petugas juga siap membantu dengan penjelasan yang mudah dipahami,” ujarnya. (Humas Sleman)




Pilur Sumbersari Berlangsung Lancar

Sumbersari – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memantau langsung pelaksanaan Pemiliha Lurah (Pilur) di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Seyegan, Minggu (31/10/2021). Danang beserta jajarannya datang ke TPS 12 Dusun Blendung, yang hanya berjarak 150 Meter dari Balai Kalurahan Sumbersari.

Dalam kunjungan tersebut, Danang memastikan bahwa Pilur di Sumbersari dapat berjalan lancar, aman, dan tertib, sesusai denga peraturan yang berlaku. Dalam pemantauan, Danang juga mendapatkan penjelasan dari panitia Pilur mengenai proses Pilur yang berlangsung.

“Untuk pemungutan suara Pilur Sumbersari di 17 TPS permanen dan 2 TPS keliling. TPS keliling melayani masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik seperti sakit dan tidak bisa datang ke TPS,” jelas Bambang Sunarto ketua Panpilur Sumbersari.

Secara umum, Bambang mengatakan bahwa proses pemungutan suara berjalan lancar.  “Partisipasi masyarakat Sumbersari menggunakan suara mencapai 87,35 persen,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa dari hasil rekapitulasi yang dilakukan, Sukadi, Calon Lurah nomor urut 3 berhasil mendapatkan suara terbanyak dengan 2883 suara, disusul oleh Risdiyanto dengan 1752 suara, Sulistyana dengan 661 suara, dan Rujito dengan 215 suara. (Edy/KIM Moyudan)




LPMK Tamanmartani Gelar Gladhen Panatacara dan Mengagem Busana Jawa

Kalasan – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Tamanmartani Kapanewon Kalasan, menyelenggarakan Gladhen (pelatihan) Panatacara dan Mangagem Busana Jawa Gagrak Ngayogyakarta, di Balai Kalurahan Tamanmartani, Sabtu (30/10/2021).

Panitia penyelenggara LB. Surojo dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari pengurus LPMK, perwakilan dari padukuhan, dan karang taruna. “Masing-masing padukuhan diwakili oleh dua orang,” jelas Surojo.

Menurut Surojo, gladhen dilaksanakan selain untuk peremajaan panatacara kemasyarakatan yang rata-rata berusia lanjut, juga untuk mengimplementasikan rekomendasi Tim Akreditasi Desa Budaya saat mengadakan kunjungan ke Kalurahan.

Gladhen menghadirkan dua narasumber, yaitu Faizal Nur Singgih dengan materi tatacara Mangagem Busana Jawa Gagrak Ngayogyakarta dan Andi Wisnu Wicaksana dengan Materi Sesorah dan Panatacara.

Peserta diberikan teori dasar Sesorah dan terapan dimasyarakat secara praktis dan sederhana dengan menggunakan bahasa baku dan komunikatif.

Sentara itu materi busana, peserta mendapatkan sejarah busana Taqwa/Surjan, cara mengenakan secara benar sesuai dengan filosofinya. Termasuk juga cara memilih dan membedakan kain jarik untuk pria dan wanita, serta motif-motif nya.

Surojo berharap agar setelah mengikuti gladhen, setiap peserta dapat lebih terampil dan dapat mengimplementasi apa yang didapat dalam upacara-upacara sederhana yang berlangsung dimasyarakat, sehingga tidak tergantung kepada yang telah berusia lanjut.

“Untuk tingkat Kalurahan segera dibentuk wadah paguyuban panatacara sebagai ajang silaturahmi dan memperdalam pengetahuan. Tentu dalam kerangka pelestarian kebudayaan,” pungkas Surojo. (Tri Joko/KIM Kalasan)




KPC-PEN Berikan Pelatihan Guna Tingkatkan Komunikasi Publik KIM

Dalam upaya penguatan komunikasi informasi publik yang berkaitan dengan penanganan COVID-19, Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan kunjungan ke Provinsi DIY untuk melakukan diskusi dan koordinasi dengan elemen-elemen pentahelix yang berlangsung di Ruang Rapat Hotel Grand Aston Yogyakarta, Sabtu (30/10/2021) siang.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Tim Komunikasi Publik KPC-PEN, Basra Amru, dan diikuti perwakilan Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta.

“Salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi publik adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan materi komunikasi publik yang ditujukan guna menggali bersama kebutuhan dan aspirasi di lapangan terkait peran komunikasi dalam penanganan COVID-19 secara masif dengan menggandeng pegiat KIM,” imbuh Basra Amru.

Basra melanjutkan, pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi merupakan proses kegiatan yang berkesinambungan. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai akan berhasil apabila dilakukan dengan cepat dan disiplin. Untuk itu, dibutuhkan keterlibatan masyarakat serta koordinasi antara unit pemerintah di berbagai tingkatan.

Ia juga menerangkan untuk melaksanakan pemberian vaksinasi bagi sasaran penyintas COVID-19 harus memenuhi beberapa ketentuan antara lain penyintas dengan derajat keparahan penyakit ringan sampai sedang, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 1 bulan setelah dinyatakan sembuh.

Sementara bagi penyintas dengan derajat keparahan penyakit yang berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh serta jenis vaksin yang diberikan kepada penyintas disesuaikan dengan logistik vaksin yang tersedia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)