Kenalkan Gamelan Pada Kaum Milenial untuk Jaga Kelestarian Seni Karawitan

Gamping – Untuk mengenalkan dan melestarikan kesenian karawitan yang merupakan salah satu jenis kesenian tradisional Jawa yang saat ini mulai tergeser oleh aliran musik modern di generasi milenial, Sanggar Budaya Widya Pramana yang terletak di bilangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman membuka kesempatan bagi kaum milenial yang tertarik dengan seni karawitan untuk dilatih menjadi seniman karawitan yang mumpuni.
Berdasar keterangan dari Penanggung Jawab Sanggar Budaya Widya Pramana, Haryo Tedjo saat dijumpai di kediamannya di Cokrowijayan, Kamis (28/10/2021), Sanggar Budaya yang berdiri pada tahun 2006 ini memiliki beberapa program kegiatan, antara lain pelatihan seni pedalangan, macapat, karawitan dan tosan aji.
Adapun kegiatan pelatihan seni karawitan yang dimentori oleh Damar Asmoro dilakukan setiap hari Kamis dan Sabtu, dari pukul hingga AWIB. Pelatihan karawitan dilakukan dengan praktik langsung menggunakan perangkat gamelan Jawa lengkap sebagai salah satu bentuk kegiatan nyata guna menjaga kelestarian seni karawitan dan mengenalkan gamelan kepada anak-anak usia muda.
“Pembinaan seni karawitan bagi generasi milenial ini dapat terlaksana dengan baik lantaran Sanggar Widya Pramana telah memiliki perangkat gamelan laras pelog dan slendro lengkap berkat bantuan dari PLN Peduli yang diberikan pada tahun 2018 dan 2019 silam,” sambung Haryo.
Selain itu, dengan adanya mentor yang membimbing dan mengarahkan saat berlatih diharapkan dapat mendorong semangat para generasi milenial guna menimba wawasan pengetahuan dan keterampilannya dalam memainkan gamelan dengan benar.
“Pelatihan karawitan bagi anak-anak muda sangat bermanfaat karena menabuh gamelan tidak hanya belajar supaya terampil memainkan alat musik tradisional saja melainkan juga untuk menciptakan kekompakakan serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap orang lain,” lanjut Haryo.
Sanggar budaya yang saat ini memiliki anggota sebanyak 21 anak muda dan 18 orang dewasa memiliki prestasi yang cukup bagus karena pernah dinobatkan sebagai nominator pilihan dewan juri dan panitia dalam lomba karawitan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2020 lalu. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



