Kapanewon Ngaglik Fokuskan Permasalahan Sampah dalam Bimtek Forum Kabupaten Sehat

Ngaglik – Kapanewon Ngaglik menggelar Bimbingan Teknis Forum Kabupaten Sehat di Aula Kapanewon Ngaglik, Kamis (21/10/2021). Bimtek ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk membahas masalah kesehatan terkini dan cara mengatasinya.
“Tahun lalu, kita membahas tentang cara mengatasi masalah pandemi. Tahun ini kita kembali membahas permasalahan pembuangan sampah liar yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Kapanewon Ngaglik,” ujar Tumirah, Ketua Forum Kabupaten Sehat Kapanewon Ngaglik saat membuka bimtek.
Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih menuturkan bahwa problematika sampah sangat sering terjadi di daerah ramai dan padat penduduk, seperti perumahan kaplingan. “Hal itu terjadi karena sampah tidak terkoordinir, yang memancing orang membuang sampah (sembarangan) karena sudah ada yang membuang di tempat itu sebelumnya,” jelas Siti.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama mengatasi masalah sampah ini dengan mengingatkan orang-orang agar tidak membuang sampah sembarangan. “Jika tidak berani menegur, bisa difoto dan nanti akan diproses karena ada sanksinya. Jika tidak begitu, mereka akan merasa nyaman,” lanjutnya.
Sementara itu, Danramil Ngaglik, Arly Iskandar mengimbau masyarakat untuk dapat menjadi contoh dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi. Menurutnya, semua orang itu sudah tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak benar, namun masih melakukannya. Hal itu terjadi karena adanya kerusakan dari mental dan moral mereka.
“Jadi yang perlu dibangun adalah mentalnya, di mana hal itu tidak mudah dilakukan,” tambahnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan menurut Arly adalah dengan memberdayakan masyarakat untuk sadar dengan kebersihan sampah dengan pengambilan sampah mandiri dan pembuatan bak sampah bersama dengan mengedepankan kreasi dan solusi.
Apa yang disampaikan oleh Arly juga mendapat dukungan dari Susilo, perwakilan dari Polsek Ngaglik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membentuk mental masyarakat untuk peduli terhadap sampah. “Pertama harus ada gerakan pengelolaan sampah yang melibatkan organisasi masyarakat, seperti PKK yang paling utama. Kedua, melakukan edukasi (mengenai pentingnya kebersihan),” jelas Susilo.
Selain itu, diperlukan juga penjagaan di tempat-tempat yang sering dijadikan warga untuk membuang sampah sembarangan. “Kita bisa memberdayakan lingkungan setempat, seperti linmas, FKPM, atau lembaga lainnya,” tambah Susilo. Ia juga memberikan langkah apa yang harus dilakukan jika ada yang membuang sampah sembarangan. Pertama, yang dilakukan adalah memfoto oknum yang membuang sampah sembaran. Foto tersebut akan menjadi bukti perilaku buang sampah sembarangannya. Kemudian bisa mencatat identitas pelaku beserta nomor kendaraannya. “Nanti bisa diberikan sanksi teguran (langsung) maupun tulisan dari RT, RW, atau kalurahan yang ditujukan ke alamat si pelaku dengan tembusan RT dan RW tempat tinggal pelaku,” ungkap Susilo. (Endarwati/KIM Donoharjo)



