Peringati Hari Jadi, Condongcatur Gelar Festival Hadro

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Festival Hadro di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (25/12/2021). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi Kalurahan Condongcatur yang ke 75.

Sugiyanto, Carik Condongcatur menuturkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberi ruang dan fasilitas kepada kelompok hadro di Condongcatur, yang saat ini berjumlah 18 kelompok.

“Pemerintah Condongcatur setiap tahunnya memberikan dana stimulan untuk pembinaan kelompok hadro ini, di setiap hari jadi kalurahan juga akan ditampilkan, agar (kelompok hadro) dapay lebih bersemangat lagi dalam berkesenian islami dan juga syiar dengan lagu-lagu sholawatnya,” ujar Sugiyanto.

Festival Hadro tahun 2021 ini diikuti oleh 36 kelompok hadro yang berasal dari berbagai daerah di Condongcatur. Keluar sebagai juara dalam festival ini adalah Kelompok Hadro Seroja dari Sukoharjo, Sanggrahan. Sementara untuk juara 2 dan 3 masing-masing diterima oleh Kelompok Hadro Rafida Nada dari Sanggrahan, dan Kelopok Hadro Al-Mawaddah, dari Manukan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji berharap dengan Festival ini, kesenian hadro semakin tumbuh dan dapat terjalin komunikasi yang baik di antara kelompok hadro yang ada di wilayah Condongcatur.

“Agar terus berlatih sehingga dari segi penampilan dan lainya semakin baik, sehingga pada Festival Hadro berikutnya bisa tampil dengan maksimal dan lebih baik lagi,” ujar Reno. (Wasana/KIM Depok)




Jaga Keamanan Natal, Lurah Condongcatur Gelar Sambang Kamtibmas

Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan sambang kamtibmas dengan melakukan pemantauan ke semua Gereja yang ada di wilayah Condongcatur untuk memastikan keamanan perayaan Natal, terutama dalam pelaksanaan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran COVID-19, Jumat (24/12/2021)

Pemantauan yang dipimpin langsung oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji ini dilakukan di gereja yang berada di Kalurahan Condongcatur, yaitu GKI Prayan, GKI Yohanes Rasul Pringwulung, serta Gereja Santo Yusup Perumnas Condongcatur.

Dalam kunjungannya, Reno diterima langsung oleh Pastor Kepala Paroki Gereja Pringwulung, Romo R. Sapto Nugroho Pr di Ruang Domus Pacis. Romo Paroki mengucapkan terimakasih kepada Lurah Condongcatur dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang selalu melaksanakan sambang kamtibmas dan ngaruhke umat Kristiani di Wilayah Condongcatur

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengajak semua masyarakat untuk senantiasa selalu menjaga kerukunan antar umat, saling menghormati satu sama lain seperti yang sudah terjalin selama ini, guyub, rukun dan saling bekerja sama. 

“Semoga Condongcatur tetap terjaga kedamaian serta ketentraman untuk menjadikan Condongcatur lebih Hebat dan Nyawiji bersama semua umat beragama yang berada di wilayah Condongcatur,” jelas Reno. (Wasana/KIM Depok)




LZI Berikan Pelatihan untuk Peternak Kambing dan Domba di Lereng Merapi

Sleman – Pemberdayaan adalah salah satu kunci untuk mengatasi permasalahan perekonomian dalam menghadapi berbagai hambatan, akibat kurangnya akses keterampilan dan modal. Hal ini yang coba dijembatani oleh Yayasan Lumbung Zakat Indonesia (LZI) dengan memberikan aset produktif berupa ternak domba/kambing peternak kecil yang dikembangakan secara berkelanjutan. Pemberian ini ditujukan agar terjadi peningkatan produktivitas ternak yang akan menambah pendapatan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.

Menurut Ketua LZI, Yulkarnain Harahab, pemberian ini dilakukan sebagai bentuk pengembanan amanat yang telah diberikan kepada LZI.

“Kami berkeinginan dengan pengelolaan zakat yang profesional dan sesuai tuntunan syariah bisa memberikan kemanfaatan kepada mustahik dan kemaslahatan umat agar berdaya dan mandiri,“ tutur Yulkarnain kepada kontributor pada acara pembinaan peternak yang dilakukan di Gedung Dakwah LZI Jalan Tempel-Turi Km. 0,7, Kromodangsan, Tempel, Sleman, Sabtu (25/12/2021).

Selain untuk pemberdayaan para peternak, kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta ini juga dilakukan dalam rangka memperingati Milad ke-17 LZI. Pelatihan menghadirkan pemateri Jumarodin, Ketua Bidang Pemberdayan Umat/Aktivis Lembaga Dakwah & Pendidikan Al Quran LDPQ DIY yang memberikan motivasi usaha di bidang peternakan kambing dengan potensi pengembangannya.

Dalam paparannya Jumarodin menyampaikan 17 motivasi dalam menjalankan usaha ternak kambing/domba, serta 40 semangat hidup agar dapat lebih bersemangat dalam menjalankan usaha

“Kiita harus selalu menyempurnakan usaha dan setelah optimal usaha kita maka hendaklah senantiasa mengharapkan Allah memberikan yang terbaik atas usaha kita agar menjadi jalan ridho-Nya. Upaya menyempurnakan usaha ini ditempuh dengan berbagai inovasi dalam ilmu tentang beternak domba seperti cara membuat pakan, pemeliharaan domba, pemasaran, dan pengolahan hasil maupun pupuk,“ jelasnya.

Pelatihan yang diberikan juga mendapat sambutan baik dari para peserta. Saiful Bahri, seorang peternak Kambing PE dan Suyatin, peternak domba dari Sokategal Merdikorejo Tempel mengatakan kegiatan ini dapat menambah pengalamannya dalam meningkatkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (Arief Hartanto)




Membuat Lilin dan Sabun Padat Menggunakan Minyak Jelantah

Dengan menggunakan Dana Desa Anggaran Pemberdayaan Masyarakat, Tim Penggerak PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bekerja sama dengan pemerintah Kalurahan Donoharjo mengadakan pelatihan pembuatan lilin dan sabun padat menggunakan bahan dasar minyak goreng bekas pakai (jelantah) di Pendopo Embung Jetis Suruh, Donoharjo Ngaglik Sleman pada Kamis (23/12/2021).

Dani Prasetyo, Kamituwa Kalurahan Donoharjo dalam pengantarnya menyambut baik kegiatan ini,  karena membuat lilin dan sabun padat menggunakan minyak jelantah merupakan inovasi dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak dipakai agar lebih bermanfaat kembali dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Semua rumah tangga apalagi pengusaha catering memiliki minyak jelantah (mijel) yaitu minyak goreng yang telah digunakan berulang kali,” ujarnya.

Menurutnya, minyak goreng bila dipanaskan berulang ulang bisa mengalami penurunan mutu yang ditandai dengan munculnya bau tidak sedap (tengik), warna tidak jernih bahkan coklat kehitaman. Penggunaan minyak tersebut memiliki efek yang sanga merugikan. Ketika terus menerus dipakai menggoreng, mijel akan mengandung senyawa karsinogenik atau zat pemicu kanker, oleh karenanya minyak jelantah kebanyakan  dibuang begitu saja dan tidak jarang  mengakibatkan pipa pembuangan tersumbat. 

“Alasan kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup ini merupakan langkah maju yang harus senantiasa diperhatikan agar kehidupan menjadi lebih baik,” ujar Dani Prasetyo.

Sih Sujati, Praktisi Daur Ulang Limbah dan Sampah yang hadir sebagai pemateri mengatakan pembuatan lilin mijel sangat sederhana yaitu dengan memanaskan minyak jelantah, parafin, dan krayon bekas sebagai pewarna hingga ketiga bahan tersebut larut. Kemudian tuangkan lilin tersebut ke dalam wadah  gelas kaca yang sebelumnya telah dipasang sumbu menggunakan benang katun. Biarkan lilin tersebut beberapa jam sampai membeku.

“Bisa juga dibuat lilin aroma terapi dengan mencampurkan esensial oil ke dalam larutan sebelum lilin dicetak,” jelas Sujati yang telah menggeluti usahanya sejak tahun 2012.

Serupa dengan lilin mijel, pembuatan sabun padat menggunakan mijel juga relatif mudah. Hanya dengan menggunakan air yang ditambahkan dengan soda api (banyak dijual di toko bahan bangunan). Setelah campuran ini dingin sesuai suhu kamar, masukkan mijel, pewarna, dan pewangi sebelum diaduk secara terus menerus hingga mengental. Setelah itu, kemudian masukkan ke cetakkan yang telah disiapkan. Biarkan adonan membeku dan sabun pun sudah jadi.

“Sabun mijel ini sangat efektif menghilangkan noda  membandel seperti kotoran lemak, minyak, noda darah, mencuci lap atau keset. Sabun mijel jatuhnya lebih murah, lebih bersih dan nyaman di kulit. ” ungkap Sujati.

Di akhir acara Sujati berharap dengan ketrampilan membuat lilin dan sabun padat  peserta bisa membuat sendiri  produk tersebut untuk keperluan rumahtangganya selain itu diharapkan akan muncul wirausaha-wirausaha baru yang  mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Dengan inovasi dan kreativitas, sabun padat mijel dan lilin aromaterapi ramah lingkungan ini bisa juga dijadikan souvenir organik pada acara atau perayaan-perayaan tertentu misalnya pernikahan, atau dijual sebagai cenderamata bagi wisatawan yang tengah berkunjung di Yogyakarta,” pungkas Sujati. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Bawaslu Sleman Gandeng UP 45 Yogyakarta Kembangkan Pengawasan Partisipatif

Guna melakukan pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran dan sengketa proses pemilihan umum dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan mengembangkan pengawasan pemilihan umum partisipatif, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, sebagai institusi pendidikan untuk melaksanakan program pengawasan partisipatif dari kalangan kampus.

Penandatanganan nota kesepakatan Nomor 057/ dan Nomor 167/ kedua institusi tersebut dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa dengan Dekan FISIPOL Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Syamsudin di Ruang Media Center Bawaslu Kabupaten Sleman, jl Dr Radjiman No. 18 Tridadi, Sleman, Kamis (23/12/2021).

Turut menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan yakni Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sleman, Mujibur Rahman, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Suparno, serta Sekretaris Program Studi Administrasi Publik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Pangky Febriyantanto.

Dalam sambutan pembukanya, M. Abdul Karim Mustofa menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Sleman merupakan lembaga yang mempunyai wewenang untuk mengawasi proses Pemilihan Umum membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktifitas kepengawasannya. Salah satu langkahya dengan menggandeng segenap komunitas masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi pengawasan pada setiap tahapannya.

“Salah satu tugas Bawaslu Kabupaten Sleman adalah mengembangkan pengawasan partisipatif berbasis masyarakat sipil. Pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilihan Umum harus menjalani proses sosialisasi dan transfer pengetahuan serta keterampilan tentang kepengawasan Pemilu dari pengawas Pemilu kepada masyarakat,” tegas Karim.

Ia menambahkan bahwa pengawasan partisipatif yang dilakukan guna memujudkan warga negara yang aktif dalam mengikuti perkembangan pembangunan demokrasi. Selain itu, pengawasan partisipatif juga menjadi sarana pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat yang memiliki hak pilih.

Dekan Fisipol Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Syamsudin menyambut baik adanya program pengawasan partisipatif dari Bawaslu Kabupaten Sleman. Menurutnya, ada manfaat bagi masyarakat yaitu dengan terlibat dalam pengawasan pemilu secara langsung maka masyarakat dapat mengikuti perkembangan politik yang terjadi, dan secara tidak langsung belajar mengenai penyelenggaraan pemilu dengan segala prosesnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)