Panewu Cangkringan yang Baru Terima Audiensi dengan Anggota Organisasi Masyarakat

Cangkringan – Beberapa organisasi masyarakat di Kapanewon Cangkringan yang terdiri Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Cangkringan, dan Paguyuban Sekar Cangkring Manunggal mengadakan audiensi dengan Panewu Cangkringan, Joko Sumarsono pada Kamis (30/9/2021) di Kantor Kapanewon Cangkringan. Audiensi dilakukan sebagai bentuk koordinasi antara beberapa oraganisasi tersebut dengan Panewu Cangkringan yang baru dilantik pada 14 September 2021 lalu.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing anggota organisasi memperkenalkan diri dan memaparkan visi serta misi dari organisasi mereka. Pertama adalah Sufaryo, Ketua PWRI Cangkringan yang memperkenalkan pengurus PWRI yang baru dilantik. “Semua kegiatan PWRI telah dilaksanakan,” ujar Sufaryo.

Kemudian dilanjutkan, oleh Mujiyanta, Ketua II KIM Cangkringan. Pada kesempatan tersebut, Mujiyanta mengatakan bahwa KIM Cangkringan belum busa melaksanakan kegiatan secara rutin karena kurangnya koordinasi antara sesama pengurus.

Hal tersebut berbeda dengan kegiatan Paguyuban Sekar Cangkring Manunggal yang terhitung cukup banyak, seperti Macapat yang digelar setiap Malam Selasa Wage dan lomba macapat untuk umum dan anak-anak.

Panewu Cangkringan, Joko Sumarsono mengapresiasi semua kegiatan yang dilakukan oleh PWRI, KIM, dan Paguyuban Cangkring Manunggal.

“Untuk PWRI, mohon diteruskan kegiatannya,” imbuhnya. Ia juga akan memafasilitasi setiap anggota yang tertarik untuk masuk dalam PWRI.

Khusus untuk KIM, Joko berpesan untuk berusaha lebih giat lagi dalam menjalankan tugasnya, sehingga tidak ketinggalan dengan KIM di Kapanewon yang lain. “Tolong koordinasikan semua pengurus agar mau menggiati KIM ini,” ujarnya.

Sementara untuk Sekar Cangkring Manunggal, Joko mengapresiasi rangkaian kegiatan yang telah dilakukan.

“Semoga apa yang dilakukan dapat membantu terwujudnya Kapanewon Cangkringan sebagai pusat kebudayaan,” tutup Joko. (Sudaryo/KIM Cangkringan)




Berbagi dengan Sesama Lewat Cantelan Jumat Berkah

Sleman – Semangat untuk membantu kepada sesama adalah budaya yang telah mengakar kuat di masyarakat Sleman. Hal ini yang dilakukan oleh Ibu-ibu PKK Karang Trimulyo, Sleman yang rutin menggelar kegiatan Cantelan Jumat Berkah.

Dwi Warini, Ketua PKK Karang Trimulyo menuturkan bahwa kegiatan ini pada awalnya merupakan bagian kegiatan pada Ramadan tahun 2021 yang lalu. “Jadi pada Ramadan yang lalu, Ibu-ibu PKK merancang kegiatan beberapa kegiatan seperti Jumat Berkah ini yang dikenal dengan Cantelan yaitu berbagi sayuran dan lauk mentah agar warga tetap bisa bersedekah dan berbagi untuk sesama di bulan Ramadan,” ujarnya saat ditemui di Taman Katris, Karang Trimulyo, Sleman, DIY, Jumat (1/10/2021).

Program Jumat Berkah ini kemudian mendapat respon positif dari masyarakat dan para donatur, sehingga kemudian dilanjutkan menjadi program rutin ketika Ramadan telah berlalu. Dana yang dimanfaatkan di Cantelan Jumat Berkah ini berasal dari anggota PKK Karang Trimulyo dan para donatur. Selain itu, ada juga kerja sama dengan kebun sayur Kelompok Tani Wanita (KWT) Sekar Arum milik PKK Karang Trimulyo yang menyediakan bantuan sayuran.

Untuk pelaksanaan Cantelan Jumat Berkah pada Jumat (1/10/202), PKK Karang Trimulyo menyediakan sebanyak 40 cantelan yang akan dibagikan kepada warga yang berasal dari Karang dan kampung sekitar.

“Program ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menjadi donatur, baik dana maupun makanan. Semoga dapat sedikit membantu warga di masa Pandemi yang masih berlangsung,” tambah Dwi.

Kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari warga di sekitar Karang Trimulyo. Joko Ariyanto, seorang takmir masjid di Karang Trimulyo mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga. “Semoga kegiatan yang diprakarsai Ibu-ibu PKK ini membawa berkah dan manfaat bagi warga, dan menjadi catatan amal kebajikan dan sedekah,” ungkapnya. (Arief Hartanto)




Memahami Posisi Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia

Sleman – Posisi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia harus selalu dipertahankan, terutama untuk para generasi muda. Hal tersebut yang digarisbawahi oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar secara virtual dari Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman, Jumat (1/10/2021).

Kustini mengatakan Pancasila sebagai dasar Negara adalah harga mati dan tidak boleh diganggu kedudukannya. Oleh karena itu, Ia meminta generasi muda sebagai penerus bangsa untuk dapat terus mempertahankan posisi Pancasila, salah satunya dengan cara memahami sejarahnya.

“Generasi muda di Sleman harus belajar sejarah kemerdekaan yang ada di Indonesia ini, harus mengetahui seluk beluknya dari sejarah Pancasila,” ujar Kustini.

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf. Arief Wicaksana. Menurut Arief, Pancasila memiliki peran penting sebagai ideologi yang dapat mempersatukan Bangsa Indonesia. “Pancasila memiliki intisari yang harus kita praktikkan atau kita pedomani sebagai pegangan dalam berkebangsaan kita,” kata Arief.

Oleh karena itu, lanjut Arief, generasi muda harus dapat mendalami Pancasila dengan mempelajari sejarah bagaimana proses perjalanan Pancasila dari awal dicetuskan sampai dijadikan simbol persatuan Indonesia.

“Dengan danya pancasila ini kita gunakan, kita pahami, pelajari, laksanakan, diaplikasikan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,“ tambah Arief.

Cara pengaplikasiannya kata Arief dapat dilakukan dengan cara menjalankan kehidupan dengan baik, adil, dan selalu menjaga keharmonisan bangsa dengan bersama-sama menjaga toleransi antar sesama.

“Dengan demikian, Negara kita akan lebih damai dan lebih maju,“ tutup Arief. (Rep Rahayu)




MAN 4 Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 Kedua untuk Siswa

Pakem – Sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satunya adalah Vaksinasi yang dilakukan di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, pada Kamis (30/9/2021) yang terselenggara atas kerja sama antara Dinas Kesehatan Sleman, TNI, Polri, Kemenag Sleman, dan MAN 4 Sleman.

Vaksinasi sendiri menargetkan para siswa dari 9 Madrasah yaitu dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Candibinangun, MI Darul Ulum Sinar Melati, Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPI Pakem, MTs Negeri 4 Sleman, MTs Darul Ulum Sinar Melati, MTs Afkaaruna, Madrasah Aliyah (MA) Al-Qodir, MTs Al-Qodir, MAN 4 Sleman, dan Sekolah Menengah Theologi Katolik (SMTK) Cangkringan. Selain itu, para warga di sekitar sekolah juga bisa ikut mendaftar.

Muhammad Yusuf Kepala MAN 4 Sleman mengatakan peserta yang terdaftar ada sebanyak 1172 orang, yang terdiri dari 1062 orang siswa, dan 110 warga di sekitar sekolah. Dari jumlah tersebut, peserta yang hadir berjumlah 1034 orang yang terdiri dari 982 orang siswa dan 86 warga.

“Kami berupaya memberikan layanan sebaik mungkin kepada para peserta. Namun mohon dimaklumi bila ada hal yang kurang berkenan karena sedang ada pembangunan,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Panewu Pakem yang melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan vaksinasi di MAN 4 Pakem ini. Ia mengatakan, percepatan vaksinasi yang dilakukan dapat segera mewujudkan kekebalan komunal.

“Dengan adanya percepatan vaksinasi dosis dua, segera terwujud herd immunity. Semoga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pun segera terwujud,” imbuh Rakhmat. (Edy/KIM Moyudan)




Ketahui Info Seputar Merapi Lewat Aplikasi Sipandu Merapi

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sosialisasikan aplikasi Sipandu Merapi, Kamis (30/9/2021) di Puri Mataram, Beran, Tridadi, Sleman.

Aplikasi ini merupakan strategi penanganan dan upaya mitigasi bencana erupsi Gunung Merapi dengan memanfaatkan teknologi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman ST. Haenry Dharma Widjaja, mengatakan bahwa aplikasi Sipandu Negeri dapat di akses pada sistem operasi Android.

Adapun manfaat dari aplikasi ini yaitu untuk mengetahui informasi terkait status dan bahaya bencana erupsi Gunung Merapi, mengetahui lokasi dan jarak lokasi pengguna dari radius bahaya Gunung Merapi dan menentukan rute evakuasi dan titik kumpul terdekat dari lokasi pengguna;

Selain itu penggunaan  aplikasi ini juga untuk mengetahui sister village dari desa-desa tangguh bencana di Kabupaten Sleman serta mengetahui batas administrasi dan jumlah penduduk per desa di Kabupaten Sleman.

“Sipandu Merapi dibuat untuk mitigasi dan evakuasi warga maupun wisatawan yang ada di KRB Merapi. Apabila ada sirine dan masyarakat mengaktifkan aplikasi ini maka akan dipandu untuk menuju titik kumpul,”jelas Haenry.

Asekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aji Wulantara yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyambut baik langkah BPBD Sleman dalam pengembangan aplikasi Sipandu Merapi.

Menurutnya, kebencanaan membutuhkan suatu tindakan reaksi yang begitu cepat, tidak hanya dari sumber daya manusianya saja namun juga membutuhkan bantuan teknologi.

“Aplikasi ini dari sisi namanya saja Sipandu artinya mengarahkan, artinya tentunya aplikasi ini digunakan untuk memperoleh informasi yang cepat ketika Merapi itu Erupsi, atau ada hal-hal yang menganggu ketentraman masyarakat di lereng Merapi,” ujar Aji.

Lanjut Aji, dari segi filosofi, Pandu merupakan Raja Astina yang menurunkan keluarga Pandowo dan selalu mengajarkan keutamaan melindungi anak- anaknya, rakyatnya.

Diharapkan aplikasi Sipandu Merapi ini juga dapat melindungi warga masyarakat di lereng Merapi maupun wisatawan melalui kecepatan informasi yang diberikan.

“Berbagai aplikasi saya kira di Sleman bukan suatu yang baru, namun saya harap ini terus dikembangkan, digali apa yang perlu diwujudkan setiap OPD untuk mendukung tugas – tugas teknisnya untuk mendukung kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman,” tambah Aji. (Humas Sleman)