Alami Lonjakan Wisatawan, Pemkab Sleman Pastikan Libur Tahun Baru di Sleman Tetap Taat Prokes

Sleman – Perayaan tahun baru menyebabkan masyarkat berbondong-bondong mengunjungi daerah wisata, meskipun peralihan tahun 2021 ke 2022 masih berlangsung di masa pandemi COVID-19. Tak terkecuali di Kabupaten Sleman, yang memiliki banyak destinasi wisata tujuan masyarakat untuk berlibur. Hal ini tentu menyebabkan melonjaknya aktivitas pendukung wisata di Kabupaten Sleman.
Suparmono, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman tetap membuka pariwisata di Kabupaten Sleman selama libur tahun baru. Namun demikian, Pemkab Sleman telah mengeluarkan berbagai peraturan yang disesuaikan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus COVID-19 selama libur tahun baru yaitu Instruksi Bupati Sleman Nomor 39/INSTR/2021 tentang Pencegahan dan Penaggulangan COVID-19 pada Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, serta dan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata Sleman nomor. 440/1112, yang mengatur pencegahan potensi penyebaran COVID-19.
“Pada liburan tahun baru, hari Sabtu dan Minggu ini, kunjungan desitnasi di Sleman rata-rata mengalami kenaikan. Mayoritas masih memilih destinasi wisata alam terbuka untuk tujuan berlibur,” ujar Suparmono pada Minggu (2/1/2022)
Berdasarkan pemantauan yang dilakuan Dispar Sleman, beberapa destinasi wisata outdoor atau luar ruang tercatat mengalami kenaikan jumlah pengunjung selama periode libur tahun baru 2022. Studio Alam Gamplong misalnya mengalami kenaikan pengunjung hingga 36%. Grojogan Watu Purbo melonjak pesat dengan kenaikan pengunjung hingga 77%. Sementara itu, Sindu Kusuma Edu Park mengalami kenaikan 46%.
“Untuk kenaikan tertinggi yaitu di Wisata Tlogo Muncar dan Kalikuning Park, yang mengalami kenaikan pengunjung hingga 250 persen dibandingkan hari biasa. Selain itu, Wisata Air Jogja Bay juga mengalami kenaikan hingga 120 persen,” terang Suparmono.
Selain itu, wisatawan juga ramai berlibur dengan mengunjungi museum sejarah seperti Ullen Sentalu, Monumen Jogja Kembali, dan Museum Afandi. Begitu pula destinasi wisata Kaliurang dan Bungker Kaliadem yang mengalami kenaikan pengunjung masing-masing 45% dan 33%.
“Dari pantauan kami di lapangan, baik pengelola destinasi dan usaha pariwisata, maupun wisatawan memakai masker dalam beraktivitas, dan melakukan cuci tangan atau memakai hand sanitizer sebelum memasuki destinasi wisata,” tambah Suparmono. (MC Sleman)



