Mewujudkan Madrasah Ramah Anak untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Sleman – Untuk mewujudkan madrasah yang ramah anak, Madrasah Aliyah Negeri (MAN 4) Sleman menggelar Workshop Menuju Madrasah Ramah Anak di Aula MAN 4 Sleman, Rabu (12/1/2022). Mohamad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman mengatakan kegiatan ini penting dilakukan terutama bagi para guru karena mereka berhubungan langsung dengan anak.

“Guru dan pegawai setiap hari selalu kontak langsung dengan anak sehingga harus tahu bagaimana menangani anak, baik di madrasah maupun di rumah,” ujar Yusuf.

Sehingga menurutnya, sangat diperlukan untuk terus membangun image bahwa madrasah merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk belajar serta menjadikan madrasah sebagai rumah kedua bagi seluruh civitas akademik MAN 4 Sleman (Manesa).

“Guru dan pegawai Manesa harus bisa memahami konsep dan kebijakan madrasah ramah anak guna memberikan layanan pendidikan terbaik,” tambah Yusuf.

Workshop Madrasah Ramah Anak sendiri menghadirkan dua narasumber, yaitu konsultan Manesa Rochiem, serta Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sri Budiyantiningsih.

Dalam pemaparannya, Rochiem menjelaskan mengenai penguatan perlindungan anak di madrasah. “Anak memiliki hak hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan perlindungan,” ujar Rochiem.

Sementara itu, Sri Budiyantiningsih menuturkan bahwa penting bagi para pendidik madrasah untuk memahami konsep madrasah ramah anak. Hal tersebut dilatarbelakangi fakta bahwa sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah, termasuk madrasah.

Selain itu, ada berbagai ancaman yang dapat mempengaruhi anak di lingkungan pendidikan, seperti kekerasan, narkotika dan zat adiktif, rokok, radikalisme, sampai dengan bangunan yang tak layak. Proses pendisiplinan yang tak tepat serta kebijakan sekolah berbasis hukuman juga dapat mempengaruhi anak.

“Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendapatkan pelatihan dari narasumber yang sudah tersertifikasi dari dinas atau lembaga terkait,” tutur Sri.

Sri juga mengapresiasi langkah MAN 4 Sleman yang berkomitmen untuk mewujudkan madrasah ramah anak. Ia berharap nantinya madrasah memiliki Komite Perlindungan Anak yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan maupun melakukan mediasi bila ada kasus. (eds/KIM Moyudan)




MAN 4 Sleman Terima Kunjungan Studi Banding dari Kelompok Kerja Kepala MTs dan MA Guluk-Guluk Sumenep

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri 4 Sleman (Manesa) menerima kunjungan studi banding dari Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Guluk-Guluk Sumenep di Aula 2 MAN 4 Sleman, pada Selasa (11/1/2022). Kunjungan studi banding dilakukan sebagai langkah MTs dan MA Guluk-Guluk dalam mempelajari bagaimana pengelolaan madrasah di MAN 4 Sleman.

“Informasi yang diperoleh nantikan akan diterapkan dan dimodifikasi dalam pengelolaan madrasah di Guluk-Guluk, Sumenep, Madura,” ungkap Subaidai, Ketua KKM 2 MTs dan MA Guluk-Guluk Sumenep mengenai kunjungan yang terdiri dari 18 kepala madrasah ini.

Mohamad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman mengatakan bahwa MAN 4 Sleman memiliki beberapa program unggulan dan juga infrastruktur yang mendukung peserta didik agar merasa nyaman dalam belajar.

“Kami punya program unggulan sebagai madrasah penyelenggara ketrampilan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) serta sebagai madrasah riset. Pembangunan gedung kami pun terkonsep dan dengan pengelolaan serius,” ujar Yusuf. Ia juga mengaskan pentingnya melakukan promosi dan sosialisasi mengenai madrasah agar lebih dikenal oleh masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Rachiem, Konsultan MAN 4 Sleman. Menurutnya, hal penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan madrasah adalah membangun brand image. Selain itu, hal penting lainnya adalah pemetaan potensi siswa.

“Setiap anak memiliki potensi berbeda dan masing-masing harus dikembangkan.  Kami fokus pada pemetakan potensi siswa melalui program Mappingqu. Karena potensi tiap anak harus berkembang sesuai passion-nya. Mapping potensi diri sangat diperlukan,” terang pria yang merupakan pendiri ini di depan para kepala MTs dan MA Guluk-Guluk Madura.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan melihat pameran hasil karya siswa MAN 4 Sleman, sebelum diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa Majalah Digital Bahasa Jawa Belik dan Buku Belajar Men(g)uangkan Gagasan karya Edy Suparyanto, Guru MAN 4 Sleman. (eds/KIM Moyudan)