Kundha Kabudayan Sleman Ajak Masyarakat Lindungi Cagar Budaya

Sleman – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman mengharapkan masyarakat luas khususnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk turut berperan aktif dalam perlindungan dan pelestarian cagar budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Edy Winarya di kantornya, Rabu (19/1/2022).

Edy menyampaikan hal tersebut mengingat di wilayah Kabupaten Sleman terdapat banyak potensi cagar budaya yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan, sesuai dengan UU Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. “Dalam pasal 56 diamanatkan bahwa setiap orang dapat berperan serta melakukan Pelindungan Cagar Budaya, dan pada pasal 63 diamanatkan bahwa masyarakat dapat berperan serta melakukan Pengamanan Cagar Budaya,” ujar Edy.

Sehingga, lanjut Edy, upaya perlindungan dan pelestarian cagar budaya bukan semata-mata tugas pemerintah, akan tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, lembaga sosial budaya serta dunia pendidikan.

Edy mengatakan bahwa maraknya corat-coret atau vandalisme terhadap benda-benda cagar budaya merupakan sebuah keprihatinan bersama. Vandalisme pada benda-benda cagar budaya merupakan sebuah bentuk perusakan karena tidak menghargai nilai penting cagar budaya itu sendiri. Dalam UU Tahun 2010 pasal 105 dinyatakan Setiap orang yang dengan sengaja merusak Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan/ atau denda paling sedikit ,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak ,00 (lima miliar rupiah).

Oleh karena itu, Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kunda Kabudayan) mengharapkan masyarakat dan lembaga atau organisasi-organisasi sosial untuk secara bersama-sama melakukan upaya perlindungan dan pelestarian cagar budaya, karena cagar budaya memiliki nilai penting yang mengandung sejarah peradaban masa lampau yang adiluhung. “Harapannya ke depan jangan ada lagi ada corat-coret atau vandalisme cagar budaya,” imbuh Edy.

Selain itu dalam kesempatan yang sama, Edy juga mengharapkan kepada masyarakat luas apabila menemukan atau melihat adanya cagar budaya atau benda-benda yang diduga cagar budaya serta benda-benda warisan budaya yang ada di masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif melaporkan kepada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), untuk selanjutnya akan diinventarisasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan urgensinya masing-masing. (Kundha Kabudayan Sleman)




Kapanewon Turi Gelar Vaksinasi Booster untuk Lansia

Turi – Puskesmas Turi menyelenggarakan vaksinasi dosis ketiga untuk para lansia di Aula Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Rabu (19/1/2022). Vaksinasi yang diikuti oleh 200 orang peserta ini dihadiri juga oleh Panewu Turi, Wakhid Basroni beserta staff.

Dalam keterangannya, Wakhid mengatakan bahwa Kapanewon Turi terus menggelar vaksinasi untuk masyarakat, sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan COVID-19. “Sampai sekarang, sudah dilaksanakan juga vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun,” ujarnya.

Wakhid juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mendapatkan vaksin. “Terutama untuk menghadapi varian Omicron, tetap memakai masker, cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir, serta menjaga jarak,” imbuhnya.

Untuk varian Omicron sendiri, Wakhid mengatakan bahwa belum ditemukan warga yang terjangkit di Kapanewon Turi untuk saat ini. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




Pelaksanaan PTM 100% Kabupaten Sleman di Tengah Perkembangan COVID-19 Varian Omicron

Sleman – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100% di wilayah Kabupaten Sleman mulai diberlakukan Senin, 17 Januari 2022. Pelaksanaan PTM 100%  ini dilaksakanan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor , Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Selain itu, pelaksanaan PTM 100% di Kabupaten Sleman juga berdasarkan keputusan rapat Dinas Pendidikan dengan Tim Gugus Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Sleman, serta Perangkat Daerah terkait.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan bahwa pelaksanaan PTM 100% ini dilaksanakan setiap hari selama 6 jam, dengan tetap memantau perkembangan pandemi COVID-19.

“Kaitannya dengan pembelajaran tatap muka (PTM), dengan adanya SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri, Pembelajaran Tatap Muka semester genap itu bagi daerah kategori A, dengan kapasitas 100% tiap hari maksimal 6 jam, tentu harus disikapi dengan perkembangan pandemi COVID-19”, ujar Ery dalam jumpa pers di Ruang Sembada Setda Kabupaten Sleman, Selasa (18/1).

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman juga telah menggelar rapat koordinasi dengan Perangkat Daerah terkait pada minggu awal semester genap ketika pemberlakuan PTM terbatas. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus mematangkan persiapan pelaksanaan PTM 100% semester genap.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, sekolah yang berada di bawah wewenang Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerapkan SOP pembelajaran tatap muka yang telah ditentukan, termasuk melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, dan tidak terjadi penularan kasus posistif COVID-19.

“Jadi initinya protokol kesehatan di sekolah harus ditegakkan. Kami sudah menyampaikan bahwa bapak/ibu guru, atau tenaga pendidikan harus menjadi agen-agen penegakan protokol kesehatan. Penegakan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, harus dilaksanakan dengan baik tanpa ada hambatan apapun. Kita harus tetap waspada walaupun kondisi pandemi COVID-19 sekarang melandai, agar pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini dapat dilaksanakan oleh masing-masing sekolah semaksimal mungkin,” jelas Ery.

Selanjutnya, mengingat pelaksanaan PTM 100% di tengah-tengah perkembangan COVID-19 varian Omicron, Ery menuturkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah melakukan PCR secara sampling di SD maupun SMP  yang berada di zona merah, yaitu daerah Purwomartani dan Mororejo, dengan hasil tes negatif pada semua responden. Vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua juga telah diberikan kepada para siswa serta tenaga pendidik di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dr. Khamidah Yuliati, menuturkan vaksinasi anak sampai hari ini masih terus berjalan, dan ditargetkan dosis pertama akan selesai pada 26 Januari nanti. Begitu pula dengan vaksinasi dosis kedua yang juga telah dilakukan di beberapa sekolah.

Berdasarkan data KPC-PEN per tanggal 17 Januari 2022, dari target sasaran anak, capaian vaksinasi anak dosis pertama mencapai 57,27% atau siswa, dan dosis kedua mencapai 0,37% atau 354 siswa.

Lebih lanjut, Yuli menuturkan bahwa sampai saat ini COVID-19 varian Omicron belum masuk ke Kabupaten Sleman. Pengiriman sampel genome dari RS ke laboratorium juga sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Omicron sampai dengan hari ini memang belum, dan mudah-mudahan tidak akan ada di Sleman” ujarnya.

Namun Kementrian Kesehatan RI telah menurunkan surat edaran mengenai pemberian vaksin booster (lanjutan) untuk meningkatkan sekaligus menjaga kekebalan tubuh dari virus COVID-19 varian Omicron.

Berdasarkan surat edaran yang ada, vaksinasi lanjutan ini ditujukan bagi masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas, namun lebih diprioritaskan kepada lansia. Hal tersebut dikarenakan, lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap COVID-19.

Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman ikut mengawal percepatan vaksinasi dengan melibatkan lintas Perangkat Daerah, juga pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam vaksinasi ini. Disamping itu, Pemkab Sleman juga menggerakkan kader kesehatan, termasuk RT/RW dalam pelaksanaan vaksin booster lansia, agar segala informasi dapat tersampaikan pada sasaran yang tepat.

Yuli menjelaskan bahwa pemberian vaksin booster untuk lansia di Kabupaten Sleman telah dimulai sejak tanggal 12 Januari 2022, di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. Menurut data KPC-PEN, capaian vaksinasi lansia dari target sasaran sampai dengan 17 Januari 2022 tercatat bahwa vaksinasi dosis pertama mencapai 83,3% atau jiwa, vaksinasi dosis kedua mencapai 75,8% atau jiwa, dan untuk vaksin booster (lanjutan) mencapai 0,4% atau 541 jiwa.

Syarat untuk menerima vaksin booster (lanjutan), ialah vaksinasi dilayani secara reguler di  fasilitas kesehatan pemerintah, baik puskesmas atau RSUD; dilakukan secara gratis atau tidak dipungut biaya; ditujukan bagi masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas, dan diprioritaskan bagi lansia yang berusia 60 tahun ke atas; serta telah mendapat vaksin primer (dosis 1 dan 2) dengan rentang waktu 6 bulan dari vaksin dosis kedua.

Yuli juga mengatakan bahwa vaksin yang digunakan saat ini sesuai dengan ketersediaan yang ada di Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Sleman yaitu Pfizer dan AstraZeneca. Masing-masing akan diberikan setengah dosis. Jika vaksin pertama dan keduanya Sinovac, maka boleh memilih salah satu, Pfizer setengah dosis atau AztraZeneca setengah dosis.

“Kemudian untuk Moderna, bagi masyarakat yang menerima vaksin primer (dosis 1 dan 2) AstraZeneca, berdasarkan edaran terakhir maka dapat diberikan vaksin Pfizer setengah dosis atau Moderna setengah dosis” lanjutnya.

Pada intinya, sebagai upaya mitigasi varian Omicron, percepatan vaksinasi akan terus berjalan dan tetap lakukan protokol kesehatan dengan ketat.

“Seperti tadi, bapak Kepala Disdik (Dinas Pendidikan) menyampaikan bahwa meskipun PTM dan sudah divaksinnya murid-murid atau guru, prokes (protokol kesehatan) tetap tidak boleh lepas dari kegiatan belajar mengajar tersebut,” tuturnya.




Menuju Sekolah Berbasis Budaya, SMP Maarif Gamping Gelar Pawiyatan Aksara Jawa

Gamping – Demi menuju sekolah berbasis budaya yang dapat melestarikan tradisi dan budaya Ngayogyakarta maka Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ma’arif Gamping menggelar kegiatan Pawiyatan Aksara Jawa yang berlangsung di Gedung Pertemuan SMP Ma’arif Nogotirto, Gamping, Sleman, Selasa (18/1/2022).

Berdasar keterangan Kepala Sekolah SMP Ma’arif Gamping, Retna Isti Pratiwi di awal tahun 2022 ini sekolah menyelenggarakan kegiatan pelestarian budaya jawa bertemakan ‘Pawiyatan Aksara Jawa’ menggunakan perangkat digital yang merupakan hasil kerjasama antara SMP Ma’arif Gamping, Sanggar Mulangen, dan Komunitas Pegiat Aksara Jawa Sega jabung.

Kegiatan berupa pelatihan penggunaan Aksara Jawa pada perangkat komputer dan telepon pintar diikuti oleh seluruh pengajar dan karyawan SMP Ma’arif Gamping agar memiliki pemahaman khususnya nilai-nilai budaya Ngayogyakarta yang dipersiapkan untuk sekolah berbasis budaya.

“Kami mewajibkan semua guru untuk mengikuti pawiyatan Aksara Jawa yang berlangsung selama dua hari karena Aksara Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Untuk itu seluruh tenaga pengajar dan karyawan wajib menguasai dan bisa menulis menggunakan Aksara Jawa,” terang Retna.

Ia menambahkan bahwa tahapan demi tahapan telah disusun dan dilaksanakan menuju sekolah berbasis budaya. Mulai dari infrastruktur, kegiatan rutin budaya dan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman budaya Ngayogyakarta, serta mahir baca tulis Aksara Jawa.

Disamping aksara, kegiatan pendukung yang dipersiapkan guna menuju sekolah berbasis budaya yakni dengan pembiasaan penggunaan bahasa jawa di lingkungan sekolah pada setiap hari Sabtu yang mengharuskan seluruh warga sekolah yang terdiri dari guru, karyawan, dan siswa menggunakan Bahasa jawa dalam berkomunikasi sehari-hari.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Komunitas Seneng Gaul Jawa Budaya Linuhung (Sega Jabung), Singgih Indarta bahwa komunitas Sega Jabung yang didirikan pada tahun 2019 bergerak dibidang pelestarian dan pengembangan Aksara Jawa, serta memiliki perhatian khusus pada pemakaian Aksara Jawa secara konvensional maupun di dunia digital.

“Peserta pawiyatan Aksara Jawa ini kami ajari bagaimana menginstal huruf Aksara Jawa menggunakan komputer atau telepon pintar serta cara penggunaannya,” jelas Singgih.

Menurutnya, Aksara Jawa saat ini sudah menjadi jenis huruf resmi yang dapat diakses oleh berbagai pihak sehingga dapat dimasukkan ke dalam perangkat digital seperti komputer dan telepon pintar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tersedia Layanan Umum Terpadu, Warga dapat Perpanjang SIM dan STNK di Kantor Kalurahan Condongcatur

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bekerja sama dengan Satlantas Polres Sleman dan Samsat Sleman melaksanakan kegiatan layanan umum terpadu berupa bus keliling untuk perpanjangan SIM A dan C serta perpanjangan pajak kendaraan tahunan di Komplek Kalurahan Condongcatur, Selasa (18/1/2022)

Masyarakat dari Condongcatur dan daerah Sleman lainnya, bahkan kota Yogyakarta sejak pukul WIB dapat datang ke Kalurahan Condongcatur untuk memanfaatkan layanan ini.

Dari layanan perpanjangan pajak kendaraan, Samsat Sleman tercatat melayani 41 Wajib Pajak (WP) yang memanfaatkan pelayanan rutin ini di Kalurahan Condongcatur, setiap hari Selasa Minggu ke-3 dan ke-4 atau Selasa Minggu ke-4 dan ke-5. Untuk pengurusan perpanjangan pajak kendaraan ini hanya membutuhkan syarat dengan cukup melampirkan identitas asli KTP /KK/SIM/Paspor dan STNK asli berikut  fotocopinya. Untuk proses perpanjangannya hanya butuh waktu 3 sampai 5 menit.

Sedangkan layanan perpanjangan SIM A dan C, Bus SIM Keliling SATLANTAS Polres Sleman dapat melayani semua pemohon yang hadir dengan masa berlaku SIM maksimal 3 hari sebelum jatuh tempo. Tercatat, 50 pemohon perhari dapat dilayani.

Menurut Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus menjalin kerja sama dengan instansi lainnya untuk memberikan layanan dan kemudahan  kepada masyarakat,  mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengefektifkan waktu karena kesibukan masing masing

“Jadi masyarakat datang ke kalurahan tidak hanya melulu mengurus KTP, KK maupun surat-surat lainnya, tetapi datang ke lalurahan bisa memperpanjang SIM, bayar pajak kendaraan, servis motor diskon 50 persen dan lainnya. Semoga dapat ditingkatkan menambah kerja sama dengan instansi lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Reno (Wasana/KIM Depok)