Bupati Harap YKI Sleman Dapat Gencarkan Kesadaran Terhadap Deteksi Dini Kanker

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kabupaten Sleman Periode 2021 – 2026, Sabtu (15/1/2022) pagi, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Pelantikan dilakukan oleh Ketua YKI Cabang Koordinator DIY, Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Adapun yang dikukuhkan sebagai ketua YKI Cabang Sleman periode 2021-2026 adalah Sri Purnomo.

Bupati Sleman, Kustini, dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh pengurus YKI Cabang Kabupaten Sleman yang baru saja dilantik agar semakin gencar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mewaspadai dan melakkan deteksi dini penyakit kanker. Sebab menurutnya saat ini penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi sebagian masyarakat.

“Di sinilah YKI Cabang Kabupaten Sleman dituntut untuk mampu memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini kanker. Kasus kanker yang ditemukan pada stadium dini serta mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat akan memberikan  kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kustini menerangkan bahwa Pemkab Sleman telah memiliki sejumlah peraturan dan kebijakan dalam mendukung penanggulangan kanker. Diantaranya Peraturan Bupati Sleman Nomor 42 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sleman juga memiliki Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Disamping itu Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah  menerbitkan Instruksi Bupati Sleman Nomor 35 Tahun 2021 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. 

Senada dengan yang disampaikan Bupati Sleman, Ketua YKI Cabang Sleman yang baru saja dilantik, Sri Purnomo, menyebutkan bahwa kanker merupakan fenomena yang ditakuti oleh masyarakat di seluruh dunia. Terlebih, menurutnya kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi juga anak-anak.

“Saat ini ada 12 juta orang di dunia menderita kanker, dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut diprediksi naik pada tahun 2030 dengan jumlah penderita kanker sebanyak 26 juta, dan 17 juta diantaranya meninggal dunia,” ujarnya.

Maka menurutnya perlu melakukan edukasi kepada masyarakat untuk hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit kanker sejak dini. Hal ini selaras dengan tujuan YKI dalam penanggulangan kanker, yakni promotif, preventif, dan supportif. (Humas Sleman)




Komisi A DPRD DIY Lakukan Reses di Kapanewon Cangkringan

Cangkringan – Sekretaris Komisi A DPRD DIY Retno Sudiyanti, melakukan reses pertama di Kapanewon Cangkringan pada Minggu (16/1/2022). Pada reses kali ini Retno Sudiyati ingin mengumpulkan aspirasi masyarakat Cangkringan terkait penyusunan kebijakan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS).

Reses yang dilakukan di Pendopo Kapanewon Cangkringan ini dihadiri langsung oleh Panewu Cangkringan beserta jajaran, Kapolsek Cangkringan, Danramil Cangkringan, Lurah se-Kapanewon Cangkringan serta tokoh masyarakat.

Retno menyampaikan ada dana aspirasi diluar pokir sebesar 5,5 M yang bisa dimanfaatkan. “Namun total dana tersebut dalam bentuk program bukan uang sehingga kebutuhan-kebutuhan masyarakat mungkin bisa diakomodir dari dana aspirasi tersebut,” ungkapnya.

Dalam reses, ada beberapa usulan yang disampaikan. Salah satunya adalah mengenai ide pembangunan penerangan jalan yang menggunakan tenaga surya di Kalurahan Glagaharjo, Kepuharjo, dan Umbulharjo yang berada di kaki Gunung Merapi yang saat ini masih berstatus siaga. Penerangan jalan menggunakan tenaga surya dirasa perlu disediakan sebagai bentuk antisipasi ketika erupsi terjadi di malam hari, karena jaringan listrik otomatis akan padam. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)




Methal Sarean, Tradisi Bersih Makam Kalurahan Kepuharjo

Cangkringan – Masyarakat Kalurahan Kepuharjo memiliki tradisi rutin membersihkan makam yang dikenal dengan Methal Sarean. Methal memiliki arti memisahkan atau memutus, sedangkan sarean memiliki arti makam atau kuburan. Istilah ini muncul karena dulunya gundukan tanah makam banyak ditanami rumput yang menyatu dengan kuburan lainnya, sehingga untuk memisahkannya harus di-pethal. Tradisi tersebut yang dilakukan oleh Warga Dusun Petung dan Manggong, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman pada Minggu (16/1/2022).

Umumnya kegiatan bersih makam hanya dilakukan setahun sekali menjelang Ramadan yang dikenal dengan istilah nyadran. Namun di Kepuharjo, bersih-bersih makam bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun. Bahkan di dusun Manggong setiap 35 hari sekali atau selapan. Sedangkan untuk dusun Petung bersih makam biasanya dilakukan 6-8 kali dalam setahun.

Menurut penuturan Ngadiran, Rais Dusun Petung, tradisi bersih makam ini dilakukan beberapa kali sebagai pengingat, bahwa kita semua yang hidup pasti akan mati. “Selain itu, ketika membersihkan makam, semua warga pasti datang sehingga terjalin kebersamaan antar warga,” imbuhnya.

Berbeda dengan nyadaran, bersih-bersih makam ini tidak membawa makanan. Setelah selesai membersihkan makam warga berarktivitas seperti biasa. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)




Tingkatkan Kualitas Guru, MAN 1 Sleman Jalin Kerja Sama dengan LPMP DIY

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kualitas guru, MAN 1 Sleman menjalin kerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) . Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan oleh Kepala MAN 1 Sleman H. Soir dan Kepala LPMP, Minhajul Ngabidin. Proses penandatangan disaksikan langsung oleh Edy Purwanto, Kepala Seksi Pendidikan Guru Kanwil Kemenag DIY dan Arwan Rifai, Koordinator Fungsi Fasilitas Peningkatan Mutu pendidikan dan Program Kemitraan, Sabtu (15 /1/2022)

Kepala LPMP DIY, Mihanjul Ngabidin mengucapkan terima kasih kepada MAN 1 Sleman yang telah menjalin kerja sama dengan LPMP. Ia menuturkan bahwa Diklat PTM/PTK perlu dilakukan untuk melakukan perbaikan pembelajaran.

“PTK perlu dilakukan guru untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik,” jalasnya. Selain itu PTK sebagai pengembangan diri bagi guru dan hasil PTM/PTK dapat dipublikasikan sebagai persyaratan  untuk kenaikan pangkat guru,” tambahnya

Sementara itu Kepala MAN 1 Sleman, H. Soir, menyatakan bahwa akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Ia juga berharap kepada peserta untuk dapat mengikuti diklat dengan sebaik-baiknya sehingga dapat bermanfaat bagi guru dan para siswa.

Pelaksanaan diklat untuk guru di MAN 1 Sleman bekerja sama dengan LPMP DIY akan dilaksanakan selama 4 bulan, mulai 15 Januari hingga 23 April 2022. (smn)




Susun Anggaran BLT-DD, Condongcatur Gelar Muskal Khusus

Condongcatur – Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Condongcatur menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Khusus Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Ruang Wacana Loka Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (14/1/2022).

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Depok, Lurah beserta Pamong Kalurahan Condongcatur, BPKal Condongcatur, TKSK, Pendamping Kalurahan, TPSD, Pendamping PKH, Dukuh 18 Padukuhan di Condongcatur, Lembaga – Lembaga Kalurahan Condongcatur (LPMKal, PKK, Karang Taruna, Posyandu,Satlinmas) Tokoh Masyarakat, Perwakilan RW dan Perwakilan RT.

Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto, menyampaikan bahwa saat ini, Dana Desa di Kalurahan Condongcatur mencapai angka , -. Jika merujuk pada surat pemberitahuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Nomor 412/004 tanggal 3 Januari 2022 yang mengatakan bahwa alokasi BLT-DD minimal 40% dari jumlah keseluruhan Dana Desa, maka anggaran BLT-DD di Kalurahan Condongcatur adalah sebesar , -.

“(Jumlah tersebut) untuk 156 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah diusulkan dari 18 padukuhan yang diverifikasi oleh dukuh beserta tokoh masyarakat yang ada Condongcatur,” ujar Sunarto.

Sementara itu, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan bahwa alokasi dana sebesar 40% Dana Desa untuk BLT-DD tidak mempengaruhi proses pembangunan yang telah direncanakan. “Karena sumber dana bisa juga dari PAD,” imbuh Reno.

Dalam kesempatan yang sama, Feri Ferdian, Kepala Jawatan Praja Depok yang mewakili Panewu Depok mengapresiasi langkah Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah melaksanakan dan menentukan anggaran BLT-DD sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Nurdin Widodo/BPKal Condongcatur)