Layanan Terintegrasi Bagi Lansia di Kabupaten Sleman Resmi Diluncurkan

Sleman – Bupati Sleman secara resmi meluncuran program Layanan Lansia Terintegrasi (Lantip) di Kantor Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (6/1/2022). Peluncuran program tersebut dilakukan secara simbolis yang ditandai pemukulan gong oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Program yang diselenggarakan di tingkat kalurahan atau desa ini merupakan kerja sama sejumlah Konsultan Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) SurveyMETER bersama dengan Kalurahan untuk memberikan layanan terintegrasi bagi lansia.

Konsultan LLT, Sri Mulyani menjelaskan bahwa program Lantip merupakan program hasil dari penelitian yang dilakukan sejak 2018 sehingga diluncurkanlah layanan terintegrasi bagi lansia dengan tujuan untuk mengoordinir berbagai layanan bagi lansia agar terintegrasi.

“Selama ini layanan bagi terdapat banyak layanan bagi lansia tapi masing terbagi-bagi, masih terkotakan. Program Lantip ini bertujuan untuk mengkoordinir layanan – layanan tersebut sehingga dapat terintegrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menuturkan bahwa Kalurahan Banyuraden merupakan kalurahan di Kabupaten Sleman yang terpilih menjadi pilot project bagi implementasi program Lantip tersebut. Selain di Sleman, program ini juga mulai diuji cobakan di Jogja dan bali.

“Sleman dipilih menjadi lokasi uji coba dalam implementasi Lantip ini seperti kita ketahui angka harapan hidup di Sleman ini tinggi dan jumlah lansianya banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman turut mendukung adanya program Lantip yang diselenggarakan di Kalurahan Banyurden.

“Pemerintah Kabupaten Sleman tentu sangat mendukung Lantip ini terlebih program tersebut sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan lansia yang ada di Sleman,” katanya.

Kustini menilai program integrasi ini merupakan salah satu inovasi yang perlu mendapat dukungan dan juga perlu diimplementasikan tidak hanya dalam layanan kesehatan, namun juga dapat diimplementasikan dalam program sosial dan lainnya. (Humas Sleman)




Resmi Dikukuhkan, PPDI Didorong Kreatif dalam Mengembangkan Potensi di Sleman

Sleman – Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sleman resmi dikukuhkan, Rabu (5/1/2022). Pengukuhan tersebut dihadiri dan disaksikan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa PPDI merupakan wadah bagi perangkat desa untuk saling berbagi informasi, berkoordinasi untuk perkembangan pembangunan di desa masing-masing.

“Keberadaan PPDI menjadi kesempatan bagi perangkat desa untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan wawasan saudara-saudara dalam melayani masyarakat,” katanya.

Dalam arahannya, Kustini juga mendorong seluruh pengurus PPDI untuk kreatif dalam membantu upaya Pemkab Sleman dalam melaksanakan pembangunan dan pemerintahan.

“Dengan memanfaatkan kreativitas dan kemampuan yang dimiliki saya harapkan seluruh keluarga besar paguyuban ini dapat mendukung pengembangan potensi yang dimiliki Sleman,” ujar Kustini.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PPDI DIY, Johan Enri Kurniawan menyebut PPDI Kabupaten Sleman akan menjadi wadah bagi perangkat desa untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan perangkat desa.

“Di DIY banyak isu-isu menarik di desa sehingga PPDI bisa menjadi wadah yang dapat memberikan usulan-usulan yang kemudian dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan terkait dengan perangkat desa,” Katanya

Adapun pengurus yang dilantik dalam kesempatan tersebut yaitu sebanyak 29 pengurus dan Ketua Umum PPDI Sleman yang turut dilantik yaitu Pinto Raharjo. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Kunjungi Korban Kekerasan Jalanan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama jajarannya mengunjungi dua korban kekerasan jalan di wilayah Kabupaten Sleman, Rabu (5/1/2022). Kunjungan tersebut dilakukan di kediaman Dhemas Hernando Purnomo (16) warga Condongcatur, Depok dan Faisal Dwi Saputra (16) warga Caturtunggal, Depok, Sleman.

Dhemas dan Faisal diketahui sebelumnya merupakan korban aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan Kaliurang Km 9, tepatnya di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, pada Senin (27/12/2021) dini hari. Korban dikeroyok oleh sekelompok orang dan mengalami luka bacok yang mengakibatkan sejumlah luka dibeberapa bagian tubuh.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan kedatangannya tersebut bersama rombongan untuk memberikan motivasi serta edukasi. Ia berharap peran orang tua juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian kejahatan jalanan oleh remaja yang biasa disebut klitih ini. “Saya berharap para orangtua mengingatkan agar anaknya terutama remaja untuk tidak keluar atau bepergian di atas jam 9,” ujarnya.

Untuk menanggulangi kejahatan jalanan oleh remaja tersebut, Kustini akan menggiatkan patroli oleh Satpol PP bersama Kepolisian dan instansi terkait di area yang disinyalir rawan kejahatan jalanan. Selain itu Pemkab Sleman akan memanfaatkan pemantauan melalui CCTV yang tersebar di beberapa lokasi. “Kami akan menggiatkan kembali patroli dan memanfaatkan CCTV yang saat ini sudah terpasang lebih dari 500 titik di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Kustini menambahkan, ke depan Pemkab Sleman akan menambah ruang lingkup untuk berekspresi dan berkreasi bagi anak dan remaja di Kabupaten Sleman. Diantaranya memanfaatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta mengajak remaja di Sleman terlibat dalam Forum Anak Sleman (Forans). “Akan kami coba arahkan pada kegiatan yang positif, dengan harapan dapat mengikis klitih di Sleman,” pungkasnya. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Harap Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas Jadi Mitra Pemerintah Dalam Melayani Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengukuhkan pengurus Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman Cokro Pamungkas periode 2021-2026, Rabu (5/1/2022), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Pada acara tersebut dikukuhkan sebanyak 39 pengurus yang diketuai oleh Sukiman Hadi Wijoyo.

Kustini berharap, Cokro Pamungkas yang memiliki arti Condhonging Karso Pangudi Mungguh Kasembadaning Sedyo ini tidak hanya sekedar menjadi cita-cita luhur, tetapi  benar-benar dapat dimaknai dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus dan anggota paguyuban. Terlebih, lanjutnya, Cokro Pamungkas juga merupakan mitra kerja pemerintah Kabupaten Sleman dalam melayani masyarakat.

“Manfaatkanlah forum Cokro Pamungkas ini untuk saling berbagi informasi, berkoordinasi, demi perkembangan pembangunan di padukuhan masing-masing,” ucapnya.

Lebih lanjut Kustini mengajak seluruh Dukuh untuk mejaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Termasuk turut mengawasi kegiatan para remaja di wilayahnya agar terhindar dari aksi-aksi yang dapat merugikan orang lain. Hal ini menurutnya demi menajaga keamanan dan kenyamanan Kabupaten Sleman yang dikenal masyarakat luas sebagai kota pelajar dan pariwisata.

“Pak Dukuh ini kan pasti dipercaya masyarakatnya. Jadi saya mohon bantuannya kalo ada warga keluar malam lebih dari jam 9 tolong diingatkan dengan jaga warga,” jelas Kustini.

Sementara Ketua Umum Cokro pamungkas, Sukiman menyebutkan bahwa para dukuh merupakan abdi masyarakat yang taat dan patuh dengan pemerintah. Maka melalui Cokro Pamungkas tersebut ia berharap kedepannya dapat terjalin koordinasi dan kominukasi yang lebih baik lagi antara padukuhan dan pemerintah daerah. (Humas Sleman)




Mancing Geden di Embung Mororejo

Tempel – Ada banyak yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan suatu destinasi wisata. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Kalurahan Mororejo dalam mempromosikan daerah wisata Embung Mororejo, yaitu dengan menggelar acara dengan tema ‘Mancing Geden di Embung Mororejo’ selama 3 hari, dari Sabtu (1/1/2022) hingga Senin (3/1/2022).

Embung Mororejo sendiri merupakan sebuah destinasi wisata yang berlokasi di sebelah Dusun Pringapus, dan berbatasan langsung dengan Padukuhan Domba. Embung yang pada awalnya dimanfaatkan untuk sarana irigasi ini dibangun pada tahun 2019, dan digunakan sebagai tempat cadangan air selama musim kemarau.

Landskap pemandangan yang ditawarkan oleh embung ini yang membuat Pemerintah Kalurahan Mororejo untuk mengembangkan Embung Mororejo sebagai salah satu rintisan destinasi wisata, dan memperkenalkannya melalui acara Mancing Geden.

“Selain destinasi wisata embung, gelaran acara (mincing geden) ini sekaligus menjadi ajang untuk bangkitnya para pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Harapannya, perekonomian warga bisa bergerak lagi,” ujar Jaka Ristanta, Lurah Mororejo, Senin (3/1/2022).

Embung Mororejo berada sekitar 10 menit dari perempatan Tempel di Jalan Magelang, Sleman. Di sana, selain menikmati pemandangan dari embung, para pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas olahraga yang telah dibangun, berupa jogging track yang dikelola oleh BUMDes Mororejo. Selain itu, embung tersebut juga telah dilengkapi oleh fasilitas pendukung lain seperti toilet, gazebo, serta lapak UMKM yang menawarkan produk dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Forkom UMKM Mororejo.

Pagelaran Mancing Geden sendiri mendapatkan reaksi positif dari warga sekitar Embung Mororejo. Wahyu Taufik, salah satu warga Pringapus mengatakan bahwa acara ini dapat membuat Embung Mororejo untuk lebih maju lagi.

“Semoga ke depan bisa terus berbenah dan berkembang jadi tujuan wisata,” kata Wahyu. (Arief Hartanto)