Bupati Sleman Harap RS Hermina Dapat Berikan Pelayanan Berkualitas Bagi Masyarkat

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan ruang rawat inap eksekutif Rumah Sakit (RS) Hermina Yogyakarta, Sabtu (22/1/2022). Peresmian dilakukan secara simbolis yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya terhadap peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan RS Hermina dengan menyiapkan ruang rawat inap eksekutif.

“Saya berharap dengan memiliki Ruang Rawat Inap Eksekutif ini Rumah Sakit Hermina Yogyakarta dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta memperluas dan memperbanyak jangkauan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini menyebut adanya peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan RS Hermina secara tidak langsung memberikan penguatan dalam pembangunan di Sleman terutama di bidang kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat sejahtera.

Senada dengan Bupati Sleman, Direktur RS Hermina, Rohma Mulyaningsari menyampaikan bahwa diresmikannya ruang rawat inap eksklusif tersebut merupakan upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Adapun ruang rawat inap yang diresmikan tersebut terdapat 16 ruangan yang terdiri dari 1 Suite Room, 2 Deluxe, 2 ruang eksekutif, 8 ruangan anggrek, 1 ruang mawar, 1 ruang melati dan satu ruangan isolasi.

Selain meresmikan, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau secara langsung seluruh ruang rawat inap yang telah diresmikan.




Bantu Generasi Milenial Pahami Kosakata Jawa, BBY Luncurkan Kamus Dwibahasa

Sleman – Guna membantu masyarakat nonpetutur maupun petutur bahasa Jawa, terutama generasi milenial dalam memahami kosakata bahasa Jawa agar mudah dipelajari dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BBY) menerbitkan Kamus Dwibahasa Jawa-Indonesia yang diluncurkan pada hari Sabtu (22/1/2022) di Kampung Literasi Pakem (Kalipa) Jalan Cilikan, Pakembinangun, Sleman oleh Putri Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu Bendara.

Kegiatan peluncuran Kamus Jawa-Indonesia diawali dengan pembacaan geguritan oleh anggota Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman dibarengi dengan diskusi bertajuk ‘urgensi kamus dalam literasi’.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, Sukron Arif Muttaqien selaku Panitia Khusus pembuatan Peraturan Daerah Tentang Pemeliharaan Dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa, serta Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Faruk, S.U bersama Penulis Sastra Jawa-Indonesia, Budi Sardjono selaku narasumber, serta Dr. Ratun Untoro dari Balai Bahasa Yogyakarta sebagai Moderator.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Yayasan Kampung Literasi Pakem, Dr. Aprinus Salam menyampaikan informasi kepada tamu undangan tentang latar belakang Kampung Literasi Pakem yang merupakan kawasan sebagai rujukan budaya literasi di wilayah Yogyakarta dengan membawa misi pengembangan ekosistem literasi yang berpihak pada masyarakat serta penguatan jejaring komunitas literasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

“Kampung yang memiliki lahan seluas 3,4 hektar ini dihuni oleh pegiat literasi yang berprofesi sebagai penulis, editor, pengusaha penerbit dan percetakan, akademisi, serta pekerja seni sejumlah 30 orang dan mempunyai rencana besar membangun museum sepeda dan permainan anak tradisional, balai literasi, perpustakaan, dan rumah warga dari kalangan pegiat literasi di tempat ini,” terang Dr. Aprinus.

Sebagai penanda peluncuran kamus dwibahasa secara simbolis Kepala Balai Bahasa Yogyakarta, Imam Budi Utomo menyerahkan kamus kepada Putri Bungsu Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu Bendara yang sangat mendukung kegiatan ini dalam melestarikan Bahasa jawa.

“Saya berharap kamus dwibahasa Jawa-Indonesia dapat bermanfaat untuk orang banyak dan menjadi titik kemajuan literasi, khususnya dalam penggunaan Bahasa jawa di kehidupan sehari-hari,” ucap GKR Bendara.

Sebagai kata pengantar diskusi, Kepala Balai Bahasa Yogyakarta, Imam Budi Utomo menuturkan bahwa Balai Bahasa merupakan instansi pelayanan dalam hal kebahasaan dan kesusasteraan yang salah satunya memberikan pelayanan penyediaan bahan dukungan pembelajaran bahasa berupa kamus umum dwibahasa Jawa-Indonesia yang disusun berdasarkan babon dari Kamus Basa Jawa (Bausastra Jawa) edisi kedua oleh Tim Penyusun Balai Bahasa Yogyakarta tahun 2011.

“Kehadiran kamus dwibahasa ini merupakan suatu kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang memunculkan gagasan awal disusunnya kamus setebal 900 halaman dan berisi lema (kata/frasa) yang diharapkan dapat membantu masyarakat nonpetutur bahasa jawa dalam memahami kosakata bahasa jawa,” tutur Imam. Ia menambahkan bahwa sasaran pemakai kamus umum dwibahasa Jawa-Indonesia adalah masyarakat umum yang dapat dipergunakan secara umum di berbagai lapisan masyarakat pengguna. Selain itu, sebagai sarana bahan pendukung dalam pengajaran bahasa jawa pada anak didik nonpetutur bahasa jawa yang menjadi kebutuhan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping




PDUI DIY Gelar Workshop TBC RO Bagi Nakes

Sleman – Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang DIY gelar workshop bagi nakes di Hotel Grand Tjokro Yogyakarta, Sabtu (22/1/2022). Workshop dilakukan membahas tata laksana TBC Resistan Obat (TBC RO) dan tata laksana TBC Anak, selain itu juga membahas strategi jejaring layanan TBC di Kabupaten Sleman,

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Ketua PDUI Cabang DIY, dr. Desi Arijadi dan Technical Officer Mentari TB USAID Provinsi DIY-Jawa Tengah, dr. Ratna Ekasari, . Turut hadir 35 peserta secara luring dan peserta secara dari daring.

Pembukaan oleh dr. Desi Arijadi menyampaikan kegiatan ini bertujuan sebagai peran serta PDUI sebagai OP anggota KOPI TB Sleman untuk berperan dalam penanggulangan TBC. Dilanjut pengantar dari dr. Ratna Ekasari.

“Sejak dulu Indonesia merupakan negara yang belum bebas dari TBC, USAID kerjasama dengan MPKU PP Muhammadiyah karena memiliki jaringan RS yang banyak. Mentari TB di DIY lebih fokus di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan Kabupaten Sleman.  Mentari TB lebih fokus di TBC RO karena yang menangani belum banyak, kami juga membantu peningkatan kapasitas, membantu sharing ilmu kepada OP, KOPI TB seperti IAI, Persagi, Patelki, HAKLI, PAEI, IBI dan lainnya karena kita butuh banyak pihak untuk membantu menangani kasus TBC RO” papar dr. Ratna.

Pelatihan sendiri menghadirkan pemateri pertama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Seruni Anggraeni Susila yang membahas tentang Strategi Jejaring Layanan Tuberkulosis di Sleman. Sementar itu, pemateri kedua dari RSUP dr. Sardjito, dr. Heni Retnowulan, membahas tentang Tatalaksana TBC dan TBC RO. Untuk pemateri ketiga dari RSUD Sleman, dr. R. Yuli Kristyanto, tentang Tatalaksana TBC Anak, yang dilanjutkan dengan materi terakhir oleh Ketua PDUI Cabang DIY, dr. Desi Arijadi, tentang Peran Organisasi Profesi Terkait Pengendalian Pencegahan Tuberkulosis.

Workshop kemudian diakhiri dengan deklarasi dukungan IDI dan PDUI Wilayah DIY berupa: Memberikan SKP (2 SKP/tahun) dalam ranah pengabdian masyarakat untuk dokter yang terlibat dalam penanganan TB di Praktek Mandiri, dengan teknis membuat laporan pasien TB dalam penjaringan kasus, pasien yang di terapi, atau yang konsultasi; Membantu pemerintah dalam sosialisasi program eliminisi TB, termasuk dalam penjaringan   kasus, terapi dan promotif dan preventif; Mengkoordinasi perhimpunan dokter untuk berperan program eliminasi TB; Membantu dalam penemuan kasus; dan Membantu sosialisai update terapi ke anggota (Nur Widayati/Manajer Kasus Mentari TB RS PKU Muhammadiyah Gamping)




Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen yang Baru Diharapkan Aktif Memakmurkan Masjid

Condongcatur – Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK) Condongcatur Depok Sleman melaksanakan acara Pelantikan Pengurus Takmir Masjid Peride 2022 – 2027 dan Pembukaan Pengajian Malam Sabtu (PMS) yang dihadiri Bupati Sleman, Sabtu (22/1/2022)

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ranting Desa Condongcatur menerbitkan Surat Keputusan Nomor 01/ tentang Susunan Pengurus Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK) masa bakti 2022-2027 dan dikukuhkan oleh Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, yang disaksikan langsung Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Usai mengukuhkan Lurah Condongcatur, Reno berpesan agar takmir masjid Nurul Hidayah Kayen ke depannya mempunyai semangat yang tinggi dalam memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan dakwah yang kreatif dan inovatif.

“Masjid tidak hanya untuk beribadah namun juga sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan, di mana dampak keberadaannya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama, sosial dan sejenisnya, karena Islam adalah rahmatan lil alamin,” ujar Reno.

Selain itu, lanjut Reno, pelantikan oleh DMI Ranting Desa Condongcatur di Kayen ini menjadi pelopor, yang nantinya bisa diikuti masjid-masjid lain di wilayah Kalurahan Condongcatur dalam melantik pengurus takmirnya dengan legalitas dari DMI, sehingga kegiatan dan organisasi masjid di Condongcatur dapat terdata dan terdokumentasi dengan baik.

“Sehingga memudahkan dalam pembinaan dan peningkatan standar pelayanan ummat lainya,” tambah Reno.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Pengukuhan menurut Kustini merupakan awal dari tanggung jawab yang dititipkan masyarakat, di mana takmir masjid harus bisa dirasakan manfaat dan keberadaanya oleh masyarakat. Minimal keberadaan masjid bisa menjadikan jamaah dalam beribadah menjadi nyaman.

“Semoga para pengurus takmir terpilih mendapat berkah, dan kelancaran dalam mengemban tugas dari masyarakat ini. Menjadi contoh menuju Islamic Center di Kabupaten Sleman,” tegas Kustini yang diamini seluruh jamaah masjid NHK.

Kustini juga menyinggung terkait kenakalan remaja yang saat ini semakin marak, seperti Klitih. Menurut Kustini, keberadaan masjid dengan berbagai kegiatan positif untuk generasi muda sangat diperlukan guna meredam kegiatan negatif yang tidak menguntungkan di luar sana.

“Anak-anak dan remaja diberikan kegiatan  seperti latihan seni Hadroh maupun kegiatan positif lainnya yang difasiltasi oleh takmir masjid,” imbuh Kustini.

Selain pelantikan takmir masjid NHK juga dilaksanakan kick off perdana pengajian rutin malam sabtu, di mana selama pandemi kurang lebih 2 (dua) tahun terakhir pengajian diliburkan. Hadir sebagai penceramah dalam pembukaan ini adalah Sri Purnomo, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Sleman, dan juga merupakan pengurus rutin Masjid Nurul Hidayah Kayen. (Wasana/KIM Depok)




Kalurahan Jogotirto Sambut Peserta KKN UMY tahun 2022

Berbah – Kalurahan Jogotirto melakukan penyambutan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2022 di Gedung Serbaguna Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Sabtu (22/1/2022). Penyambutan dihadiri langsung oleh Lurah dan Carik Jogotirto, beserta Dukuh dari padukuhan penempatan peserta KKN.

KKN UMY yang mengambil tema Membangun Indonesia dari Desa di Kalurahan Jogotirto ini akan diikuti oleh 80 peserta, di mana satu padukuhan akan ditempatkan 8 orang, dan akan didampingi oleh 5 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari mengucapkan terima kasih kepada para pesera KKN UMY beserta DPL. Ia berharap KKN yang dilakukan dapat memberikan manfaat dan bisa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat di Kalurahan Jogotirto.

“Dalam melaksanakan program KKN haruslah dilakukan dengan ikhlas dan perasaan yang senang,” ujar Mitha.

Sedangkan Carik Jogotirto, Erwin Hastomo mengingatkan kepada para peserta KKN untuk dapat mempelajari Perda Kabupaten Sleman nomor 2 tahun 2020 tentang Peraturan Penyebutan Pejabat Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan Keistimewaan Yogyakarta. “Untuk sebutan kecamatan sebutannya kapanewon, juga untuk kalurahan dan padukuhan,” ujar Erwin.

Sementara itu, perwakilan UMY, Dr. Apt. Hari Widada menjelaskan bahwa KKN UMY tahun 2022 di Kalurahan Jogotirto merupakan KKN tematik tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia berharap program yang disusun dapat memberikan manfaat kepada para pelaku UMKM dan masyarakat Jogotirto, meski pelaksanaannya hanya satu bulan.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta KKN untuk dapat belajar hidup bermasyarakat, dan juga kepada pemangku kepentingan di Jogotirto untuk dapat memberikan bimbingan kepada para peserta.

“Mohon hendaknya peserta KKN bila melenceng dari norma tata kehidupan di masyarakat, pemangku wilayah berkenan menegur,” tambah Hari. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)