Wakil Bupati Sleman Tinjau Sejumlah Lokasi WiFi Padukuhan Gratis

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa didampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Kominfo Sleman beserta jajaran melakukan peninjauan sejumlah lokasi WiFi gratis di Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi dan Kalurahan Purwobinangun Kapanewon Pakem, Rabu (2/2/2022). Danang menyampaikan pemasangan WiFi gratis ini merupakan salah satu program prioritas dalam visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

“Kita prioritaskan yang blank spot dulu, atau tempat yang belum ada jaringan telekomunikasinya,” kata Danang.

Menurutnya saat ini telah ada sebanyak 435 padukuhan yang telah terpasang WiFi gratis di Kabupaten Sleman. Ia menargetkan titik atau padukuhan telah terpasang WiFi gratis sebelum berakhir masa jabatanya. Selanjutnya Danang juga berpesan agar masyarakat bisa menjaga dengan baik perangkat WiFi yang telah terpasang tersebut.

“Kalo ada kendala silahkan lapor ke Dinas Kominfo Sleman,” jelasnya.

Dikatakan pula bahwa keberadaan WiFi gratis sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih di era yang serba digital saat ini. Dengan WiFi gratis ini, masyarakat akan lebih mudah untuk memasarkan dan mempromosikan usahanya. Oleh sebab itu, WiFi gratis ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman. (Humas Sleman)




Forkom UMKM Depok Gelar Audiensi dengan DPRD Sleman

Sleman – Sejumlah pelaku usaha kecil yang tergabung dalam anggota Forum Komunikasi UMKM Depok, mengadakan audiensi ke Fraksi PAN DPRD Sleman pada Senin (31/1/2022). Dalam kesempatan ini, Forkom UMKM Depok diterima langsung oleh Ardi Sehami dan Ketua Fraksi PAN Respati Agus Sasangka.

Tini, salah satu perwakilan Forkom UMKM Depok mengatakan bahwa dalam kondisi pandemi sekarang ini dampaknya terhadap dunia UMKM sangat terasa. Ia sebagai salah satu yang membuka usaha aneka camilan mengakui sempat punya 3 toko sebelum pandemi.

“Tetapi karena pandemi, semua toko tutup dan sekarang beralih menerima pesanan snack dan nasi box,” kata Tini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nur Hafifah yang harus menutup usaha kafenya karena pandemi, dan beralih ke usaha baru dengan membuka peluang usaha bumbu kaleng serta usaha keluarga kerupuk ikan.

“Harapannya agar diberikan wadah untuk kegiatan seperti gebyar UMKM namun dalam kenyataan terkendala permasalahan dana dari kapanewon. Di samping itu sangat dibutuhkan support dari atas agar UMKM bisa memperbaiki kualitas,” ujar Nur Hafifah.

Dalam responnya Respati menyampaikan bahwa untuk membantu para pelaku UMKM perlu dibuat desain peraturan daerah yang mengatur UMKM dalam memperoleh bantuan untuk kelangsungan usaha, seperti ketika membutuhkan modal misalnya.

Menurut Respati, Forum Komunikasi bisa menjadi wadah untuk bisa mengakses berbagai kegiatan dan bantuan dari Pemda karena sekarang bantuan yang diberikan pemerintah itu kepada kelompok yang berbadan hukum tidak lagi perorangan. “Untuk kelompok ini diperlukan badan hukum agar bisa mendapatkan bantuan hibah,” imbuhnya.

Sementara Ardi Sehami selaku anggoat DPRD dari Dapil Depok dan Berbah mengatakan bahwa untuk menumbuhkan stimulan Forkom UMKM Depok adalah dengan segera membentuk pengurus Forkom sampai tingkat kalurahan. Forkom dapat menyusun berbagai kegiatan dan agenda serta merangkul berbagai elemen anggota UMKM untuk dijadikan kepengurusan sesuai kompetensi yang dimiliki untuk bisa bersama memajukan Forkom UMKM.

“Hal ini tentunya akan semakin mempercepat kemajuan serta memacu pertumbuhan ekonomi dan dengan memperkuat sistem dan kelembagaan UMKM itu sendiri,“ kata Ardi. (Arief Hartanto)




Jaga Silaturahmi, Kokam Sleman Rutin Gelar Kunjungan Cabang

Sleman – Dalam rangka menjalin silaturahmi dan memperteguh ghirah (keseriusan) perjuangan, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Daerah Sleman menggelar kegiatan rutin keliling ke cabang yang ada di Kapanewon setiap bulannya. Pada Januari 2022, Kokam Depok berkesempatan menjadi tuan rumah acara bulanan tersebut yang dilakukan di Masjid Baiturrahmat, Setan, Maguwoharjo, Depok.

Eko Sumardiyanto, Ketua PDPM Sleman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan pada tahun 2022. “Sebagai ajang jalinan silaturahmi yang harus senantiasa terjaga,” ujarnya, Senin (31/1/2022).

Ketua PCM Depok, Jumiran menambahkan bahwa kegiatan ini penting dilakukan agar Pemuda Muhammadiyah dapat membekali diri dengan akidah yang kokoh dan ibadah yang tertib, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh. “Kajian keislaman seperti ini penting menjadi ruh pergerakan Pemuda Muhammadiyah dan juga Kokam,” jelas Jumiran.

Komandan Kokam DIY, Wahyu Gunawan Wibisono dalam kesempatan tersebut berharap anggota Kokam untuk selalu waspada dan menjadi garda terdepan dalam melakukan pengamanan. “Tetap setia dan selalu waspada. Kokam cinta NKRI dan Muhammadiyah. Terlebih dalam situasi serba sulit akibat hantaman pandemi seperti sekarang ini,” pungkasnya. (Arief Hartanto)




Seyegan Gelar Musrenbang RKPD Usulan Tahun 2023

Seyegan – Mengusung tema Meningkatkan daya saing dan perekonomian rakyat, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman, Kapanewon Seyegan menggelar Musrenbang RKPD Usulan Tahun 2023 yang diselenggarakan di Ruang pertemuan Lantai II Kapanewon Seyegan pada Senin (31/01/2022). Musyawarah yang dihadiri oleh 3 anggota DPR Kabupaten Sleman ini diawali dengan sambutan dan paparan dari Yakti Yudanto selaku Panewu Kapanewon Seyegan.

Dalam paparannya, Yakti menjelaskan permasalahan spesifik Kapanewon Seyegan yang berkisar pada 9 hal yaitu angka kemiskinan yang masih tinggi, produktivitas pertanian yang rendah, pelaku UMKM yang perlu dukungan, angka sunting yang cukup tinggi, pembangunan infrastruktur yang belum optimal, jaringan internet yang belum lancar, pengelolaan sampah yang masih rendah, layanan pendidikan yang belum maksimal dan rendahnya minat generasi muda dalam mempelajari kebudayaan

“Kesembilan permasalahan spesifik tersebut sejalan dengan indikasi prioritas pembangunan Kabupaten Sleman,” ujar Yakti.

Sehingga Yakti berharap, Seyegan menjadi salah satu Kapanewon yang mendapat perhatian khusus dan ada peningkatan support dari SKPD terkait. Dibagian akhir, Yakti menyampaikan sebagai kawasan yang dilalui program Nasional pembangunan jalan tol, ke depannya Seyegan menjadi kawasan yang cepat tumbuh dengan dua Kaluranhan yaitu Margokaton dan Margoagung sebagai kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT).

Pada tahun 2023, Kapanewon Seyegan mengusulkan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) sebesar Rp , -, Non PUPM sebesar Rp , -, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp , -, dan Danais (usulan tahun 2024) sebesar Rp , -.

Dwi Ananta Sudibyo, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman yang hadir dalam Musrenbang memberikan beberapa pengarahan berkaitan dengan paparan Panewu Seyegan yang berkaitan dengan tema peningkatan ekonomi dan daya saing yang bertumpu pada akses infrastruktur dan akses internet. Sedangkan angka kemiskinan menurut Sudibyo tidak lepas dari pendapatan dan jaminan yang meliputi jaminan pendidikan dan kesehatan. Untuk pendapatan sendiri dengan memberi dukungan kepada UMKM sehingga dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya.

“Saya berharap OPD terkait dalam berkegiatan disesuaikan dengan tema besar Sleman sehingga dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Sudibyo.

Musrenbang kemudian mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Sleman yang hadir. Sukamto, menyampaikan bahwa pokir Dewan akan dialokasikan seluruhnya untuk pembangunan fisik dan pengadaan peralatan di wilayah Seyegan. Sedangkan Ramelan akan fokus pada kegiatan pemberdayaan pada kelompok perikanan, pertanian maupun KWT dengan tujuan pemulihan ekonomi. Haryono, mengharapkan ada investor masuk ke Seyegan dengan pengalihan status jalur hijau menjadi jalur kuning. Haryono juga memprioritaskan dana BKK Reguler dalam memfasilitasi usulan dari Kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Paguyuban Bregada Sleman Rayakan Hari Jadi yang Kedua

Sleman – Paguyuban Bregada Rakyat Sleman (BRS) menggelar peringatan hari pada Selasa (1/2/2022) di Joglo Kekandangan Patran Banyuraden, Gamping, Sleman. Ini merupakan hari jadi yang kedua BRS yang dikukuhkan para 1 Februari 2020 lalu di Trihanggo Gamping oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman waktu itu, Aji Wulantara.

Yulianto, Ketua BRS mengatakan bahwa BRS dibentuk dengan tujuan untuk melestarikan budaya di Kabupaten Sleman, yaitu seni keprajuritan yang telah menjadi salah satu tradisi dan kebanggaan Kraton Yogyakarta.

“Sehingga menjadi tugas kita bersama untuk tetap komitmen dan solid alam rangka melestarikan adat dan tradisi keistimewaan Yogyakarta,” kata Yulianto.

Acara sendiri terdiri dari serah terima Duaja BRS dari Pembina Paguyuban Bregada DIY, Joko Widodo kepada Ketua BRS Sleman, Yulianto, sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi dengan penampilan Gladhen (peragaan musik) dari Korsik BRS Sleman, lengkap dengan alat musik keprajuritan. (Djoko Purwono/KIM Gamping)