Seyegan – Mengusung tema Meningkatkan daya saing dan perekonomian rakyat, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman, Kapanewon Seyegan menggelar Musrenbang RKPD Usulan Tahun 2023 yang diselenggarakan di Ruang pertemuan Lantai II Kapanewon Seyegan pada Senin (31/01/2022). Musyawarah yang dihadiri oleh 3 anggota DPR Kabupaten Sleman ini diawali dengan sambutan dan paparan dari Yakti Yudanto selaku Panewu Kapanewon Seyegan.
Dalam paparannya, Yakti menjelaskan permasalahan spesifik Kapanewon Seyegan yang berkisar pada 9 hal yaitu angka kemiskinan yang masih tinggi, produktivitas pertanian yang rendah, pelaku UMKM yang perlu dukungan, angka sunting yang cukup tinggi, pembangunan infrastruktur yang belum optimal, jaringan internet yang belum lancar, pengelolaan sampah yang masih rendah, layanan pendidikan yang belum maksimal dan rendahnya minat generasi muda dalam mempelajari kebudayaan
“Kesembilan permasalahan spesifik tersebut sejalan dengan indikasi prioritas pembangunan Kabupaten Sleman,” ujar Yakti.
Sehingga Yakti berharap, Seyegan menjadi salah satu Kapanewon yang mendapat perhatian khusus dan ada peningkatan support dari SKPD terkait. Dibagian akhir, Yakti menyampaikan sebagai kawasan yang dilalui program Nasional pembangunan jalan tol, ke depannya Seyegan menjadi kawasan yang cepat tumbuh dengan dua Kaluranhan yaitu Margokaton dan Margoagung sebagai kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT).
Pada tahun 2023, Kapanewon Seyegan mengusulkan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) sebesar Rp , -, Non PUPM sebesar Rp , -, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp , -, dan Danais (usulan tahun 2024) sebesar Rp , -.
Dwi Ananta Sudibyo, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman yang hadir dalam Musrenbang memberikan beberapa pengarahan berkaitan dengan paparan Panewu Seyegan yang berkaitan dengan tema peningkatan ekonomi dan daya saing yang bertumpu pada akses infrastruktur dan akses internet. Sedangkan angka kemiskinan menurut Sudibyo tidak lepas dari pendapatan dan jaminan yang meliputi jaminan pendidikan dan kesehatan. Untuk pendapatan sendiri dengan memberi dukungan kepada UMKM sehingga dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya.
“Saya berharap OPD terkait dalam berkegiatan disesuaikan dengan tema besar Sleman sehingga dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Sudibyo.
Musrenbang kemudian mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Sleman yang hadir. Sukamto, menyampaikan bahwa pokir Dewan akan dialokasikan seluruhnya untuk pembangunan fisik dan pengadaan peralatan di wilayah Seyegan. Sedangkan Ramelan akan fokus pada kegiatan pemberdayaan pada kelompok perikanan, pertanian maupun KWT dengan tujuan pemulihan ekonomi. Haryono, mengharapkan ada investor masuk ke Seyegan dengan pengalihan status jalur hijau menjadi jalur kuning. Haryono juga memprioritaskan dana BKK Reguler dalam memfasilitasi usulan dari Kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)