Forkom UMKM BERBAH Lakukan Audiensi dengan DPRD Sleman

Sleman – Sebanyak 11 orang pengurus Forkom UMKM Berbah berkesempatan mengunjungi kantor DPRD kabupaten Sleman, tepatnya Fraksi PAN, Senin (7/2/2022).

Kunjungan tersebut atas undangan anggota DPRD Sleman Fraksi PAN dalam rangka menerima konstituen atau komunitas dari berbagai unsur di Kabupaten Sleman untuk menjaring aspirasi dan mendengarkan pendapat saran dari masyarakat.

Kunjungan pengurus UMKM Berbah tersebut diterima langsung Ketua Fraksi PAN Respati Agus Sasongko, Sekretaris Fraksi Abdul Kadir, dan Bendahara Fraksi Ardi Sehami.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PAN Respati Agus Sasongko mengapresiasi kunjungan yang dilakukan kelompok UMKM Kapanewon Berbah untuk menyampaikan pendapat dan permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Karena tanpa masukan dari masyarakat, keputusan dan usulan yang diambil oleh anggota dewan menjadi kurang tepat sasaran. 

“Oleh sebab itu masukan dan permasalahan akan menjadi perhatian anggota dewan, sesuai dengan fungsi dan kewenangan anggota dewan yaitu membuat peraturan menyusun anggaran dan melakukan pengawasan,” jelas Respati

Sedangkan Sekretaris Fraksi PAN, Abdul Kadir, yang juga merupakan seorang pengusaha konveksi pada kesempatan tersebut memberikan kiat berusaha untuk menjadi pengusaha yang sukses. Ia mengatakan bahwa dalam era digital, UMKM dapat memanfaatkan media sosial secara maksimal dalam mengembangkan usahanya.

Ia menambahkan bahwa dalam melakukan usaha, UMKM harus mempunyai jaringan yang kuat dan besar, komunitas, media sosial untuk memasarkan produk, inovatif, dan kreatif.

“Dan pengusaha harus memiliki branding yang kuat bila ingin usahanya maju dan langgeng,” jelas Abdul Kadir.

Sementara Ardi Sehami, Bendahara Fraksi PAN yang juga merupakan pengusaha Arumanis dan juga Ketua dari Forkom UMKM Kapanewon Berbah mengatakan bahwa dirinya akan selalu mendukung forkom UMKM berbah.

Dalam kesempatan itu, masing-masing pelaku UMKM yang hadir memaparkan usaha yang dijalani mereka, serta kendala yang dihadapi dalam berusaha. Para pengusaha juga menyatakan harapan mereke ke depannya seperti apa. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Wakil Bupati Sleman Remsikan Bengkel Kursi Roda Ohana Indonesia

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meresmikan bengkel kursi roda, training dan seating clinic layanan alat bantu kursi roda, Senin (7/2/2022). Kegiatan tersebut diadakan oleh Ohana Indonesia perwakilan Yogyakarta yang ada di Pakembinangun, Kapanewon Pakem.

Hadir pula pada acara tersebut Risnawati Utami, selaku pendiri Ohana Indonesia. Menurutnya  para disabilitas seharusnya mendapatkan kursi roda yang telah disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Ia menyebutkan kenyamanan disabilitas dalam menggunakan kursi roda juga dapat menunjang aktivitasnya sehari-hari, bahkan bisa mendorong mereka untuk berprestasi.

“Jadi memakai kursi roda ini tidak sembarangan, harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan harus selalu dilakukan perawatan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya juga bermaksud untuk menciptakan lowongan pekerjaan untuk para disabilitas. Salah satunya yakni dengan menjadi teknisi kursi roda di Ohana Indonesia. Selain itu, ia juga ingin menyumbangkan kursi roda untuk para atlet disabilitas yang ingin berprestasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Danang mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Ohana Indonesia tersebut. Menurutnya, keberadaan bengkel kursi roda ini juga menjadi kebanggan masyarakat Sleman. Ia mengajak masyarakat yang membutuhkan kursi roda yang sesuai dengan aktivitasnya, agar datang dan berkonsultasi dengan Ohana Indonesia perwakilan Yogyakarta yang beralamat di Jalan Kaliurang No. 17, Kledokan, Pakembinangun, Pakem.

“Disabilitas bukan halangan untuk beraktivitas. Yang penting punya niat dan keinginan, bisa bersaing dalam berbagain bidang, termasuk berprestasi dalam bidang olahraga,” ujarnya. (Humas Sleman)




647 CPNS Pemkab Sleman Terima SK Pengangkatan PNS

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sekaligus mengambil sumpah jabatan 647 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Penyerahan dan pengambilan sumpah tersebut berlangsung di Lapangan Pemda Sleman, Senin (7/2/2022), yang disaksikan langsung oleh seluruh pejabat instansi di lingkungan Pemkab Sleman.

“Pemberian SK pengangkatan PNS ini merupakan tantangan baru dalam perjalanan karir saudara. Status baru yang saudara sandang. Saya harap dapat meningkatkan tanggung jawab dan motivasi saudara untuk mengabdikan diri menjadi agen perubahan dimana saudara ditempatkan nantinya,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Kustini juga mengajak seluruh CPNS yang kini telah berubah status menjadi PNS untuk menunjukkan komitmen, loyalitas, kedisiplinan dalam bekerja serta tanggung jawab moral sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Tunjukkanlah prestasi kerja saudara dengan bersikap proaktif dalam bekerja. Aktiflah menciptakan inovasi di lingkungan kerja. Sebagai seorang inovator yang memiliki ilmu dan semangat baru, saudara dituntut  untuk menularkan semangat tersebut kepada instansi anda ke arah yang lebih baik,” ujar Kustini.

Kustini menambahkan, untuk membentuk semangat, pola pikir positif dan kinerja PNS yang baik, tentunya memerlukan dukungan seluruh kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Berdasarkan hal tersebut, Kustini berharap kepada Perangkat Daerah dapat selalu memberikan bimbingan dan ruang yang kondusif bagi para PNS ini agar menjadi aparat yang baik, tangguh, inovatif dan profesional. (Humas Sleman)




Wakil Bupati Harap Banser Sleman Tetap Tangguh Kawal Kebhinekaan

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa hadiri acara pembaretan dan pengukuhan Satuan Kordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sleman di Lapangan Mbabrik, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman (6/2/2022). Acara ini berlangsung dari pagi diawali dengan longmarch oleh anggota Banser Sleman sebelum dipasangkan baret di lapangan dan dilanjutkan acara pengukuhan pengurus serta pengajian oleh KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq).

Arianto Nugroho, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor menyampaikan bahwa kegiatan pembaretan tersebut merupakan langkah untuk menunjukkan bahwa menjadi seorang Banser tidaklah mudah dan disiapkan untuk menjadi pasukan yang tangguh.

“Banser dididik dan ditempa untuk menjadi pasukan yang kuat, pasukan yang punya ketahanan fisik, sehingga mereka akan menjadi pasukan yang siap, sigap, dan tangguh dalam menjalankan tugas mengawal kyai, ulama’, siap dalam tugas kebencanaan, siap dalam tugas pengamanan, serta siap merawat dan menjaga kebhinekaan,” tegas Arianto.

Arianto juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah rangkaian, dari pagi hingga malam. “Dimulai sejak pagi penyembelihan 2 ekor sapi dilanjutkan longmarch banser, kemudian penyematan baret Banser kepada para peserta, dilanjutkan dengan pengukuhan kepengurusan (Satkorcab) Banser dan ditutup dengan pengajian oleh Gus Muwafiq,” kata Arianto.

Dalam acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memberikan ucapan selamat kepada para anggota Banser Sleman yang telah menerima baret, dan ucapan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan banser Kabupaten Sleman.

“Selamat kepada anggota banser yang telah berjuang menempuh jarak yang jauh demi mendapatkan baret yang nantinya menjadi sebuah kebanggan setelah mendapatkannya, juga kami ucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan, semoga dapat menjalankan roda organisasi dengan baik kedepannya,” ujar Danang.

Tak lupa Danang juga menyampaikan harapannya agar Banser tetap istiqamah berjuang untuk agama, bangsa, dan Negara.

“Semoga Banser menjadi organisasi yang siap dan tangguh dalam menghadapi situasi apapun, istiqamah berjuang demi agama, dengan semangat cinta tanah air, Banser juga senantiasa menjadi garda depan dalam mengawal serta merawat kebhinekaan,” kata Danang mengahiri sambutannya.

Sementara itu, Gus Muwafiq menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hal yang istimewa bagi anggota Banser Sleman dalam merayakan Harlah NU ke-96. “Pembaretan Banser dalam rangka Harlah NU ini kan menjadi hal yang istimewa, tentunya membanggakan dan akan selalu diingat,” ucap Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq juga menyebutkan bahwa ada dua ekor sapi yang disembelih untuk mendukung acara pembaretan, pengukuhan, dan pengajian tersebut.

“Saya siapkan dua sapi untuk disembelih, buat makan-makan biar tidak hanya ayam melulu, ini kan untuk memperingati dua abad NU, satu abad ini dan satu abad berikutnya makanya sapinya dua,” tutup Gus Muwafiq. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Minta Masyarakat Waspada Ancaman Angin Kencang

Sleman – Bencana angin kencang masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sleman selama sepekan hari terakhir. Turunnya hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum di wilayah Sleman.

Berdasarkan kejadian tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan himbauan kepada masyarakat Sleman agar mewaspadai adanya potensi bencana yan diakibatkan cuaca ekstrem.

“Kesigapan terhadap bencana harus kita tingkatkan. Apalagi Sleman merupakan daerah rawan bencana terutama seperti angin kencang dan erupsi merapi,” ungkap Kustini usai berkoodinasi dengan BPBD Sleman, Jum’at (4/2/2022).

Kustini menjelaskan bahwa saat ini dirinya tengah melakukan koordinasi bersama dengan BPBD Sleman beserta instansi terkait untuk menyiapkan langkah – langkah mitigasi bencana yang perlu dilakukan.

“Dari informasi yang kami dapat, sejauh ini BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan kami dalam koordinasi untuk menyiapkan langkah mitigasi bencana,” jelas Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa dirinya telah mengintruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman untuk melakukan pemotongan dan pemangkasan pohon – pohon besar yang sudah rapuh dan rawan tumbang.

Sosialisasi terkait ancaman bencana cuaca ektrem ini juga dilakukan hingga tingkat Kapanewon untuk kemudian dilanjutkan hingga tingkat Kalurahan dan Padukuhan sehingga, informasi dapat disampaikan langsung kepada masyarakat.

Kustini menilai, langkah – langkah pencegahan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, namun juga perlu andil dari masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungannya masing – masing untuk meminimalisir hal – hal yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrem. (Humas Sleman)