Condongcatur Siapkan Rumah Data Guna Dukung Program Kampung KB

Condongcatur – Pengurus Pokja Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Condongcatur menggelar Rapat Koordinasi di ruang Wacana Loka Condongcatur, Kamis (10/2/2022). Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya menyampaikan komitmen dan dukungan pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk mendukung Program Kampung KB. “Telah disiapkan ruangan untuk RUMAH DATA Kampung KB yang akan menempati Gedung PKK sehingga semua data bisa disajikan di sana,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam. Ia mengatakan bahwa anggaran untuk Kampung KB untuk tahun 2022 telah ditingkatkan guna mendukung kegiatan Kampung KB Condongcatur. “Ditambah tahun 2022, Condongcatur menjadi locus penurunan stunting,” imbuh Al Thouvik.

Ketua KB Condongcatur, Novita Safitri menyampaikan bahwa Rumah Data menjadi poin utama kegiatan Kampung KB pada tahun 2021. “Karena semua data kependudukan dapat di akses di sana, harapannya ke depan setelah Rumah Data tersedia Condongcatur dapat menjadi percontohan kampung KB di Kabupaten Sleman,” ungkap Novita

Rumah Data sendiri adalah rumah/tempat yang difungsikan sebagai pusat dan intervensi permasalahan kependudukan. Cakupannya sendiri adalah sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi, menganalisis, data yang bersumber dari, dan oleh masyarakat sebagai basis untuk intervensi pembangunan di kampung KB dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan rumah data tidak bisa dilepaskan dari kampung KB. Posisi rumah data sangat strategis karena merupakan pusat semua penyajian data pembangunan di kampung KB baik fisik maupun non fisik.

Kampung KB sendiri merupakan salah satu upaya penguatan Program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB, sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas

Tujuan umum Kampung KB adalah meningkatkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung atau yang setara melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta Pembangunan Sektor Terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualiatas

Siti Juwariyah selaku Penanggungjawab Program KB Kapanewon Depok menyampaikan Sasaran Kampung KB adalah Balita, Remaja, Lansia, Keluarga, Pasangan Usia Subur (PUS), Keluarga yang punya balita, remaja, lansia, lintas sektor sesuai bidang tugas masing-masing. (Wasana/KIM Depok)




Tagana DIY Gandeng Perempuan untuk Siap Siaga Bencana

Cangkringan- Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan diksusi bersama komunitas di Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan pada Kamis, (10/2/2022). Kegiatan dilaksanakan di aula Kalurahan Kepuharjo dan dihadir oleh komunitas perempuan Kepuharjo. Dipilihnya komunitas perempuan karena tema kegiatan kali ini adalah perlindungan sosial korban bencana alam dan sosial dalam program penanganan bencana, terutama untuk perempuan.

“Dalam situasi tanggap darurat bencana, perempuan termasuk ke dalam kaum rentan yang harus menjadi prioritas yang harus diselamatkan terlebih dahulu,” jelas Heri Paryana dari Tagana DIY.

Lebih lanjut Heri mengatakan walaupun menjadi prioritas saat evakuasi namun ketika di barak pengungsian perempuan menjadi motor penggerak utama termasuk di dapur umum, pelayanan kesesehatan dan banyak hal lain yang bisa terlibat.

Ia juga percaya kalau perempuan-perempuan di Kepuharjo sebenarnya sudah tangguh bencana karena sudah mengalami langsung kejadian erupsi Merapi 2010.

“Namun situasi sekarang yang juga ada COVID-19 membuat rencana kontigensi dan mitigasi berubah. Harus menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Heri berharap, dengan adanya kegiatan ini, peran perempuan ketika terjadi bencana, khususnya bencana erupsi Merapi bisa semakin meningkat. (KIM Cangkringan/Andi Ferdana).




Wujudkan Pola Makan Sehat, Pemda DIY Dorong Masyarakat untuk Konsumsi Aneka Jenis Pangan

Turi – Berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pentingnya diversifikasi pangan lokal, terutama untuk memajukan UMKM pangan lokal sebagai ujung tombak ketahanan pangan di daerah. Salah satunya adalah kegiatan Sosialisasi Penganekaragaman Pangan dari yang dilakukan Dinas Pertanian DIY yang berlangsung pada Rabu (9/2/2022) bersama sekitar 20-an anggota Kelompok Tani Bina Mandiri Selowangsan Wonokerto Turi.

Salah satu pemateri Nurdiana dari Dinas Pertanian DIY menyampaikan bahwa kegiatan Pengembangan dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan masyarakat yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), guna menunjang hidup sehat, aktif, dan produktif.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Hanum Salsabiela Rais, anggota DPRD DIY yang juga hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kegiatan sosialisasi penganekaragaman pangan dalam upaya ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan khususnya di Turi.

Menurut Hanum, hal ini lebih mudah dilakukan untuk warga di pedesaan karena memiliki aneka ragam jenis pangan lokal seperti aneka ubi, talas, dan umbi-umbian yang bisa menjadi pilihan.

“Orang tua kita juga sudah banyak memberikan contoh dengan aneka olahan makanan yang sangat beraneka macam semisal dari ubi bisa dibuat aneka jenis makanan. Bahan panganan lokal seperti singkong, jagung, ubi jalar, dan yang lainnya perlu dibudayakan agar olahan lebih beragam dan memberikan kontribusi asupan gizi yang baik bagi masyarakat,” ujar Hanum.

Selain menambah pemahaman anggota kelompok tani untuk mengolah sumber gizi dari makanan lokal, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pencerahan cara pengolahan dan penyajian makanan agar lebih menarik. (Arief Hartanto)