Kundha Kabudayan Sleman Kembali Gelar Penganugerahan Kebudayaan

Sleman – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman pada tahun 2022 ini kembali menyelenggarakan penganugerahan di bidang kebudayaan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kundha Kabudayan Sleman, Edy Winarya pada acara Sosialisasi Pemberian Penghargaan di Bidang Kebudayaan di Resto Puri Mataram Tridadi, Sleman, Rabu (16/2/2022).

Penganugerahan sendiri meliputi 6 kategori, yaitu Budayawan, Anak Berprestasi di Bidang Kebudayaan, Pelestari Cagar Budaya, Pelaku Tradisi Budaya, Pelaku Seni Budaya, dan Kreator.

“Proses penjaringan calon penerima anugeran kebudayaan dilaksanakan secara partisipatif dari tingkat bawah,” ujar Edy di depan para 40 orang peserta yang terdiri dari Panewu se-Kabupaten Sleman, lembaga budaya, induk kelompok seni budaya, pendamping desa budaya, dan daya budaya.

Edy berharap, pemberian pengahargaan ini dapat mendorong pelibatan dan inisiatif masyarakat dalam pemajuan kebudayaan.

“Dalam hal ini setiap orang, kelompok, lembaga atau organisasi dapat berpartisipasi aktif dalam proses pelestarian dan pengembangan kebudayaan,” imbuh Edy.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, maka 10 (sepuluh) Obyek Pemajuan Kebudayaan yang harus mendapatkan perhatian secara serius oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga kalangan pendidikan dan perguruan tinggi serta stakeholder terkait.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat memerankan andil yang penting dalam menggali data dan informasi terkait dengan calon penerima anugerah kebudayaan,” tambah Edy.

Rully Andriadi, Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menambahkan bahwa tahapan penilaian anugerah kebudayaan meliputi sosialisasi, penjarungan, seleksi, dan penetapan. “Kriterianya meliputi berbagai aspek, di antaranya integritas, dedikasi atau loyalitas, kapasitas, daya aruh, prestasi, produktif, dan adaptif,” ungkap Rully.

Sementara itu, Purwadmadi dari Dewan Kebudayaan Kabupaten Sleman berharap pemerintah tetap memberikan perhatian kepada para pelaku budaya, terutama bagi para penerima penghargaan agar tetap bisa berkarya pasca menerima penghargaan.

“Karena anugerah kebudayaan merupakan bentuk apresiasi negara kepada pelaku budaya atas jasa dan prestasinya di bidang pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan melalui proses kehidupan sosial masyarakat secara berkesinambungan,” ungkap Purwadmadi.




Kundha Kabudayan Sleman Gelar Workshop Penulisan Feature Bahasa Jawa

Sleman – Sebagai wujud upaya menjaga keberadaan budaya jawa guna memperkuat jati diri manusia yang memiliki budi pekerti yang luhur khususnya dalam bidang sastra jawa maka Dinas kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menyelenggarakan workshop penulisan feature Majalah Bahasa Jawa Memetri yang digelar di Asram Edupark, Sendangadi, Sleman, Rabu (16/2/2022).

Workshop penulisan feature dalam bahasa jawa ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Marwoto bersama Plh. Kepala Bidang Sejarah, Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Wasita. Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 orang dari kalangan komunitas Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi, Forum Guru Sleman Menulis, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama.

Kegiatan yang dipandu Kepala Seksi Sastra dan Budaya Dinas Kebudayaan Sleman, Ita Kurniawati menghadirkan mentor dari kalangan professional dan akademisi diantaranya Redaktur Pelaksana Majalah Bahasa Jawa Memetri, Budi Sardjono, Pemimpin Umum Majalah Digital Bahasa Jawa Belik, Sutopo Sugihartono, serta akademisi Wiwien Widyawati Rahayu yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Marwoto memberikan apresiasi kepada peserta workshop penulisan feature dalam bahasa jawa guna meningkatkan kualitas kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah khususnya Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman.

“Dengan mengikuti workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas menulis para peserta dan kemampuan literasi masyarakat bisa meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas isi dan tampilan majalah memetri yang diterbitkan oleh Kundha Kabudayan Sleman,” tuturnya.

Adapun materi workshop yang diberikan secara teori dan praktek oleh para mentor antara lain teknik penulisan feature agar menarik dibaca, teknik melakukan wawancara dengan narasumber, dan teknik mencari rujukan dari buku, jurnal, dan naskah.

Ditambahkan, penerbitan Kalawarta Basa Jawa Memetri pada tahun 2017 dilakukan sebanyak 2 kali, pada tahun 2018 hingga 2021 sebanyak 3 kali, dan pada tahun 2022 direncanakan sebanyak 4 kali yang dibiayai oleh dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk upaya mempertajam implementasi 10 objek pemajuan budaya melalui karya sastra jawa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dukung Program Ladamanis, Kalurahan Condongcatur Fasilitasi Kegiatan Donor Darah

Condongcatur – Dalam rangka mendukung kebutuhan darah untuk program pelayanan Ladamanis (Layanan Darah di Kabupaten Sleman Gratis), Pemerintah Kalurahan Condongcatur bekerja sama dengan PMI Sleman melaksanakan kegiatan Donor Darah pada Rabu (16/2/2022) pukul WIB – WIB di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

“Kegiatan donor darah ini terselenggara berkat kerja sama PMI Sleman dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan diagendakan akan rutin dilaksanakan setiap 3 (tiga) bulan sekali,” ujar Ketua PMI Depok, Endro Parmono.

Tri Joko Saptono selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sleman yang hadir memonitoring kegiatan donor darah ini mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk menyelenggarakan donor darah.

“Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kalurahan kepada perangkat dan masyarakat yang memiliki keinginan untuk berperan lebih riil di bidang kamanusiaan melalui sedekah darah. Dengan difasilitasi pemerintah kalurahan maka calon pendonor merasa mudah dan dekat,” ungkapnya

Tri Joko berharap penyelenggaraan donor darah di Kalurahan ini dapat dilaksanakan secara rutin, dan dapat dikembangkan melalui sosialisasi ke padukihan maupun lembaga kalurahan. “Bila mungkin instansi dan sekolah yang ada di wilayah Condongcatur seperti guru, dan lainnya,” imbuh Tri Joko.

Sementara Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendonorkan darah mereka. Reno menyebut bahwa para pendonor darah dapat dianggap sebagai pahlawan kemanusiaan, karena telah tulus dan ikhlas dalam berbagi untuk menolong sesama. “Semangat seperti ini harus disebarluaskan, semoga semakin banyak masyarakat yang ikut donor darah yang rencananya akan dilaksanakan secara rutin ini,” ujar Reno.

Sebelum memberikan darahnya, para calon pendonor darah terlebih dahulu harus mengisi form data diri dan wawancara untuk memeriksa kesehatan dasar, seperti riwayat penyakit apa yang diderita dan daftar obat-obatan yang diminum. Hal tersebut dilakukan demi memastikan para calon pendonor telah memenuhi syarat dan kriteria untuk mendonorkan darah mereka. (Wasana/KIM Depok)