KSP Bank Difabel Bagikan SHU Anggota dengan Metode Lantatur

Sleman – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemandirian (Bank) Difabel Ngaglik mengadakan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada 92 orang anggotanya di Halaman Rumah Makan Warung Nyamleng, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Minggu (20/2/2022). Menariknya, pembagian dilakukan dengan metode lantatur (layanan tanpa turun/drive thru).

Kuni Fatonah, Ketua KSP Bank Difabel mengatakan bahwa metode lantatur dipilih demi memastikan keamanan para anggota dari risiko penyebaran COVID-19. Hal tersebut diambil setelah melakukan konsultasi dengan Panewu Ngaglik yang menyarankan pertemuan tatap muka untuk tidak diselenggarakan.

“Karena itu dipilih pelaksanaan dengan drive thru (lantatur), di mana pengambilan SHU dilayani tanpa turun dari motor dan menerapkan protokol kesehatan. Rumah Makan Nyamleng dipilih karena memiliki akses untuk difabel,” ungkap Mbak Kuni, sapaan karibnya.

Sebagai ganti pembahasan RAT, setiap anggota kemudian mendapatkan Laporan KSP Bank Difabel tahun 2021. Selain itu, para peserta juga mendapatkan kalender dan pigura.

“Untuk menghindari kerumunan, alur drive thru yang pertama anggota datang menggunakan hand sanitizer dan mengisi form dari panitia yang isinya apa masukan untuk KSP, untuk pengurus serta masukan lainnya, lalu mengumpulkan form isian, mengisi daftar hadir, mengambil foto pigura dan kalender bagi yang belum mengambil, serah terima SHU, mengambil konsumsi lalu pulang,” jelas Mbak Kuni.

Ditemui di sela kegiatan, Sakir, Bendahara KSP Bank Difabel menjelaskan bahwa dana KSP Difabel bersumber dari Dana Hibah, hutang simpanan sukarela, modal sendiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib.

Modal Hibah berasal dari Martin dan rekan sebesar Rp , – atau AUD $, dari Anggota DPD RI Cholid Mahfud sebesar Rp , -, dan dari MMBP (Muda Mudi Bhakti Putra) Tionghoa sebesar Rp , -.

“Hutang yang berasal dari simpanan sukarela mengalami peningkatan dari Rp di tahun 2020 menjadi Rp di tahun 2021. Modal sendiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib naik dari Rp menjadi ,” jelas Sakir. (Endarwati/KIM Ngaglik)




Bupati Sleman Bersama Ketua Umum Muhammadiyah Resmikan Pusat Gudang Dan Dokumen Terpadu Suara Muhammadiyah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir resmikan pusat gudang dan dokumen terpadu Suara Muhammadiyah di wilayah Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Minggu (20/2/2022).

Peresmian tersebut dilakukan secara daring oleh Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir yang dilanjutkan penandatanganan prasasti sekaligus pemotongan pita secara langsung oleh Bupati Sleman.

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa peresmian pusat gudang dan dokumen suara muhammadiyah sebagai bentuk jalan dakwah.

“Suara muhammadiyah sebagai salah satu amal usaha harus mampu berkontribusi untuk kesejahteraan umat dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa dengan diresmikannya lokasi ini (pusat gudang dan dokumentasi terpadu) dapat mendokumentasikan berbagai produk Muhammadiyah agar tidak lekang dimakan zaman.

Kustini menyebut dokumen Muhammadiyah baik dalam bentuk arsip atau bentuk lain yang berasal dari media massa Suara Muhammadiyah menjadi hal yang penting sehingga dapat digunakan sebagai rujukan bagi organisasi bahkan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan informasi dan rekam jejak di masa sebelumnya. Terlebih, Suara Muhammadiyah memegang peran penting dalam memperjuangkan pergerakan nasional.

“Suara Muhammadiyah tidak hanya terbatas menjadi media dakwah yang menyuarakan tentang agama Islam. Lebih dari itu Suara Muhammadiyah mengusung misi meneguhkan dan mencerahkan. Setiap naskah hasil karya di Suara Muhammadiyah merupakan hasil pemikiran yang menjadi rekaman setiap kebijakan. Oleh karena itu penting disediakan media penyimpanan arsip yang aman,” jelas Kustini.

Selain itu, Suara Muhammadiyah juga diharapkan mampu berperan di sektor lainnya, terutama ekonomi.

“Dengan adanya Bulog-Mu diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sleman, terutama UMKM yang ada,” pungkas kustini.

Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan gudang terpadu oleh Bupati beserta tamu undangan.




Wabup Sleman dan Anggota DPD RI GKR Hemas Lakukan Kunjungan Kerja ke Sendang Sombomerti

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa beserta jajaran mendampingi anggota Komite IV DPD RI, GKR Hemas, dalam rangka kunjungan kerja reses ke sendang Sombomerti, Demangan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (20/2/2022). Di samping menampung aspirasi masyarakat, pada acara tersebut juga diadakan kegiatan sedekah bumi.

Kunjungan diawali dengan meninjau sendang Sombomerti oleh GKR Hemas didampingi Wakil Bupati Sleman beserta seluruh tamu undangan. Lalu dilanjutkan dengan prosesi ‘ngiling toya kendhi’ atau penuangan air ke dalam sendang oleh GKR Hemas sebagai rangkaian sedekah bumi. Selanjutnya, GKR Hemas dan Wakil Bupati Sleman juga melakukan penanaman bibit pohon gaharu di lokasi tersebut. GKR Hemas juga berkesempatan meninjau produk UMKM dari masyarakat Kalurahan Maguwoharjo yang dipamerkan di tempat tersebut.

Setelah kegiatan sedekah bumi selesai, lalu dilanjutkan dengan acara inti, yakni diskusi dalam rangka menampung aspirasi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, GKR Hemas mengapresiasi masyarakat setempat yang telah dapat mengelola sendang Sombomerti dengan baik. Namun, guna mengembangkan kegiatan pariwisata di tempat tersebut, menurutnya ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan.

“Jogja sebagai kota pelajar, tentunya disini bisa dikembangkan wisata edukasi,” ujarnya.

Di antara yang bisa dikembangkan di Sendang Sombomerti, lanjutnya, yakni wisata edukasi terkait pemanfaatan air dan budidaya ikan, baik ikan untuk konsumsi atau pun ikan hias. Selain itu, menurutnya juga dapat diberikan edukasi lainnya seperti pelestarian alam dan edukasi sejarah.

Sementara Danang Maharsa menyampaikan terima kasih karena Kalurahan Maguwoharjo telah dipilih sebagai lokasi kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat. Ia berharap dengan kedatangan GKR Hemas ini dapat memotivasi Pemerintah Kabupaten Sleman serta masyarakat untuk lebih optimal lagi dalam mengembangkan potensi di Kabupaten Sleman, khususnya di sendang Sombomerti tersebut. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Membuka Gelar Potensi UMKM Candibinangun

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membuka secara resmi gelar potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kalurahan Candibinangun, Minggu (20/2/2022). Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sleman di Lapangan Kantor Kalurahan Candibinangun.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya gelar potensi UMKM di Kalurahan Candibinangun.

Kustini menilai gelaran umkm ini dapat menjadi sarana dalam memperkenalkan potensi yang di miliki Sleman khususnya di wilayah Candibinangun sehingga menjadi pemantik menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini (gelar potensi UMKM) mampu menarik minat masyarakat untuk mengenali, menggunakan dan mencintai produk UMKM yang ada di Kalurahan tempat tinggalnya,” ujar Kustini.

Dalam kegiatan tersebut, Kustini juga mengimbau kepada masyarakat maupun pelaku umkm untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dari menggunakan masker, sampai dengan menjaga jarak. Hal tersebut dinilai sangat penting sehingga pemulihan ekonomi tetap berjalan sekaligus melakukan pencegahan adanya penyebaran COVID-19.

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan upaya pemulihan ekonomi salah satunya di sektor UMKM. Dukungan terhadap kegiatan gelaran potensi ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan produk lokal.

Adapun gelaran potensi UMKM ini berlangsung di Lapangan Kantor Kalurahan Candibinangun. Setidaknya terdapat puluhan stan UMKM yang menjajakan berbagai produk baik olahan makanan maupun kerajinan dan tanaman. (Humas Sleman)




DLH Sleman Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Klampengan Berbah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Kampung Klampengan, Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Minggu (20/2/2022) di Rumah Wijiyono, salah satu warga di Klampengan. Acara yang mengambil tema Minim Sampah Plastik ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Sleman, Rahayu Widi Nuryani, dan Dukuh Jlatren, Mashuri.

Mashuri dalam kesempatan tersebut mengapresiasi sosialisasi yang diberikan. Ia berharap dengan sosialisasi ini, warga Klampengan bisa mengelola sampah dengan baik dan benar. “Karena sampah apabila dikelola dengan baik, bisa juga menghasilkan rupiah, selain lingkungan juga akan menjadi lebih bersih,” tuturnya.

Sedangkan Rahayu Widi Nuryani dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah hasil Pokok Pikiran (Pokir) usulan yang memang ditujukan untuk masyarakat Klampengan. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat karena sampah menjadi salah satu permasalahan masyarakat di seluruh dunia.

“Harapannya, dengan sosialisasi ini masyarakat mampu mengelola sampah dengan baik sehingga bisa membuka peluang usaha yang lain. Misalnya sampah rumah tangga dikelola menjadi kompos yang bisa menjadi pupuk untuk tanaman sayuran yang ada di pekarang, sebagai warung hidup pemanfaatan pekarangan,” ungkap wanita yang biasa disapa Mbak Nunung ini.

Dengan memanfaatkan pekarangan, Mbak Nunung mengatakan masyarakat dapat mengurangi belanja dan membuat lingkungan menjadi lebih indah.

“Nantinya bila rajin menanam sayuran di pekarangan bisa membuat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan bisa mengajukan program kepada dewan,” pungkas Mbak Nunung.

Materi sosialisasi sendiri disampaikan oleh Yaya dan Kusnadi dari Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah. Yaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sampah terbagi dalam dua kelompok, yaitu sampah alami (organik) yang memiliki masa penguraian singkat dan sampah tidak alami (anorganik) hasil olahan pabrik yang penguraiannya lama.

“Hal yang penting dalam pengelolaan sampah adalah pengurangan jumlah sampah dan pemilahan sampah dengan jalan memisahkan sampah organik atau sampah basah dengan sampah anorganik atau sampah kering,” jelasnya.

Yaya menambahkan sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi hal produktif, seperti sampah organik yang bisa dibuat kompos atau dibuat eco enzyme. “Banyak kreasi pembuatan kerajinan bila tertarik nanti bisa belajar lebih banyak pada kesempatan lainnya,” kata Yaya.

Sementara itu, Kusnadi memaparkan mengenai tata cara pendirian kelompok sampah dan sistem pengelolaannya. Menurut Kusnadi, pembentukan kelompok pengelola sampah harus didasaro dengan keikhlasan dengan tujuan untuk menjadikan lingkungan bersih dan nyaman.

“Namun bila nanti ada nilai ekonominya itu merupakan bonus keiklasan dari apa yang kita lakukan,” ungkap Kusnadi.  

Untuk pengelolaannya sendiri, Kusnadi mengatakan ada dua sistem, yaitu bank sampah dan sedekah sampah.

Bank sampah adalah ketika nasabah atau anggotak kelompok menyetorkan sampahnya dan akan memperoleh hasil penjualan sampah yang disetor. Sedangkan sedekah sampah adalah para penyetor sampah tidak menerima hasil penjualan sampah, namun akan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama anggota sesuai dengan kesepakatan. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)