Baznas Sleman Gelar Bulan Zakat Panutan Tahun 2022

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali selenggarakan Bulan Zakat Panutan. Kali ini, Bulan Zakat Panutan berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (22/2/2022).

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Zakat Panutan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang bertujuan untuk membangun kesadaran bersama sekaligus memperbaharui kesanggupan para pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Sleman agar menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Kriswanto menuturkan pada tahun 2021, Baznas Kabupaten Sleman telah menghimpun zakat, infak dan sedekah sebesar 6.9 miliyar dan menyalurkan sebesar 6.1 milyar. Kriswanto menyebut nominal tersebut belum ideal dari perkiraan potensi zakat, infak dan sedekah ASN Sleman.

“Untuk memaksimalkan penghimpunan zakat tersebut, Bupati Sleman pada tanggal 13 Januari 2022 telah mengeluarkan Instruksi Bupati nomor 002/Instr/2022 yang menjadi acuan penting dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan pendistribusian serta pendayagunaan zakat di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Banzas Kabupaten Sleman juga memberikan penghargaan kepada 6 Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang ada di lingkungan OPD Sleman dan Instansi lain atas partisipasi dan dukungannya terhadap Baznas Sleman. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutanya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kustini menyebut kegiatan ini menjadi upaya motivasi dan juga wahana edukasi bagi para ASN di Sleman untuk berpartisipasi dalam pembayaran zakat melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Upaya BAZNAS Kab. Sleman dalam memfasilitasi ASN Pemkab Sleman yang beragama islam dalam menunaikan zakat merupakan kemudahan tersendiri. Untuk itu saya berharap seluruh ASN Kab. Sleman dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan ini.” Jelasnya.

Selain itu, Kustini mendorong jajaran BAZNAS Sleman untuk secara terus menurus menginformasikan kepada muzzaki terkait penyaluran zakat, infak dan sedekah yang terkumpul.

“Para pengurus BAZNAS juga harus transparan dan akuntabel dalam melaporkan dan mengelola zakat, infak dan sedekah yang masuk. Hal ini sebagai upaya dalam menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan para muzzaki untuk menitipkan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS Kab. Sleman,” ujar Kusini.




Bupati Sleman Buka Program Merdeka Belajar

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menggelar program Merdeka Belajar melalui Kegiatan Peminatan Khusus Siswa, Selasa (22/2/2022), di SMPN 4 Pakem. Acara tersebut dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, secara simbolis dengan pemukulan gong.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menerangkan bahwa kegiatan peminatan khusus siswa tersebut dilaksanakan melalui 6 cabang peminatan, yaitu seni tari, story-telling, konten kreator, desain grafis, voli putra dan voli putri. Jumlah siswa yang mengikuti program tersebut ada sebanyak 170 orang. Menurutnya kegiatan ini telah mulai dilaksanakan di wilayah masing-masing pada tanggal 24 Januari sampai dengan 19 Februari Tahun 2022. Kemudian pada tanggal 22 Februari ini pelaksanaannya dipusatkan di SMPN 4 Pakem

“Ini merupakan hasil seleksi dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Sleman yang dibagi didalam empat wilayah, yakni wilayah utara, timur, barat dan tengah. Kemudian pelatihan ini menghadirkan para pelatih yang kompeten di setiap wilayah,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila dengan 6 dimensi, yaitu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia berwawasan global, kemandirian, gotong royong dan kreatif. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mengembangkan serta menumbuhkan rasa percaya diri bahwa setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda dengan orang lain.

Sementara Bupati Sleman, Kustini, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus mendukung kegiatan tersebut demi mencetak generasi muda yang cerdas dan kreatif. Menurutnya, pada prinsipnya setiap anak memiliki minat masing-masing. Maka hal ini menurutnya perlu didukung dan difasilitasi sehingga kemampuan anak bisa berkembang dengan optimal.

“Mencetak generasi muda yang cerdas dapat tercipta dengan adanya dukungan dari semua elemen,” kata Kustini. (Humas Sleman)




VOKS FM, Wajah Baru Rakosa FM

Sleman – Radio adalah media massa yang menyiarkan musik hiburan dan berita-berita yang diakses lewat gelombang frekuensi yang hanya satu arah saja. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, radio sudah bisa menjadi media dua arah dan bisa diakses di mana pun dan kapan pun melalui teknologi streaming atau aplikasi.

“VOKS Radio hadir di Yogyakarta dengan mengikuti perkembangan dunia penyiaran untuk bisa menjadi media yang sarat informasi terpercaya dan sebagai messenger untuk mitranya,” ungkap Ali Sugiyanto, Direktur Operasional Radio VOKS FM dalam acara Launching VOKS Radio Jogja di Stasiun Radio VOKS FM, Jalan Pandega, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Selasa (22/2/2022).

Ali mengatakan, meskipun terbilang nama baru, VOKS Radio Jogja sebenarnya adalah radio lama yang sudah mengudara selama 33 tahun di Yogyakarta dengan nama Rakosa di bawah naungan PT. Rakosa. Namun pada Desember 2019 diakuisisi oleh Bambang Pranoto sebagai pemilik dari PT. Kutus Kutus Herbal. Lalu setelah 2 (dua) tahun di bawah naungan beliau, tepatnya 22 Februari 2022, berganti nama menjadi VOKS Radio Jogja, yang merupakan radio pertama yang diakusisi oleh Bambang Pranoto. Setelah itu dilanjutkan dengan mengakuisisi dua radio di Bali, lalu satu radio di Bandung.

Pada dasarnya dunia radio bukan dunia yang baru bagi Bambang, karena pada masa mudanya Bambang adalah seorang penyiar radio dan sangat mencintai musik sampai saat ini. Itulah alasan mengapa Bambang Pranoto pada akhirnya memperluas bisnisnya ke dunia broadcasting.

Sebagai orang yang besar di Jogja, Bambang Pranoto memiliki keinginan bahwa radionya bisa memberikan wadah bagi warga Jogja yang mencintai musik, tradisi, seni budaya, atau bahkan untuk para pemilik UMKM dan seluruh hal yang sedang berkembang dan berasal dari Yogyakarta.

VOKS Radio Jogja adalah radio baru mengusung format Adult Contemporary (AC) Radio dengan memutarkan kombinasi lagu yang easy listening dan popular di masyarakat saat ini. Lagu gold atau lagu di era ’50-’80-an, era ’90-2000-an, dan hingga musik terkini yang nyaman untuk menemani Sobat VOKS (sebutan untuk pendengar) beraktivitas, sangat berkaitan dengan segmen pendengar VOKS yang dari rentang usia 20-50 tahun, bergaya hidup sehat, berkehidupan mapan dengan SES A-B dan sedikit C.

“Inilah yang membedakan VOKS Radio Jogja dengan brand sebelumnya yang menargetkan market wanita dewasa dengan SES C dan D,” tambah Ali.

Sementara itu, Dodi Surya, Station Manager VOKS Radio menuturkan bahwa `Your Soul Your Hits‘ adalah tagline VOKS Radio Jogja yang menggambarkan bahwa hampir semua era memiliki ruang di radio ini. “Saat Sobat VOKS mendengar frekuensi 105.3 FM, mereka akan mendengar lagu kesukaannya,” ujar Dodi.

Selain itu, Midi mengatakan bahwa keroncong dan sentuhan musik tradisional dalam tools dan ID’s juga akan sering terdengar untuk semakin menguatkan posisi VOKS Radio Jogja sebagai radionya orang Jogja.

“Sobat VOKS juga akan mendapatkan informasi terkini seputar kesehatan, gaya hidup, entertainment, dan berita terkini melalui sajian program-program dan juga mengangkat seni dan budaya yang sedang menggeliat aktif di Jogja dan obrolan tentang isu terkini di masyarakat Yogyakarta dan dibungkus dengan hangat dan santai,” tutup Dodi




Cagar Budaya untuk Stimulasi Pemberdayaan Masyarakat

Sleman – Cagar Budaya dan Warisan Budaya dapat dijadikan sebagai stimulasi pemberdayaan masyarakat. Sebagai peninggalan generasi pendahulu yang memiliki keunikan dan nilai penting kesejarahan peradaban, cagar budaya dan warisan budaya merupakan potensi tersembunyi yang saat ini belum dikelola dengan baik.

Hal tersenut yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Arif Marwoto dalam acara Sosialisasi Cagar Budaya, Selasa (22/2/2022) di Resto Jangan nDeso Berbah Sleman.

Kapanewon Berbah sendiri menurut Arif memiliki beragam potensi cagar budaya dan warisan budaya. Untuk itu melalui Sosialisasi Cagar Budaya ini. Arif berharap dapat menumbuhkan dan menstimulasi warga masyarakat Kapanewon Berbah, para tokoh masyarakat dan stakeholder terkait untuk dapat memberikan perhatian lebih dalam upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya dan warisan budaya.

“Harapannya apabila diimplementasikan secara nyata kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi warga masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Sleman, Wasita dalam laporannya mengatakan bahwa peserta Sosialisasi Cagar Budaya diikuti oleh 40 orang yang terdiri atas perwakilan Kapanewon, perwakilan Kalurahan se Kapanewon Berbah, Polsek, Koramil, LPMK, Bumdes dan tokoh-tokoh masyarakat.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya Sosialisasi Cagar Budaya, lanjut Wasita adalah untuk mendorong pelibatan masyarakat dalam pelestarian cagar budaya, yang diawali dengan pelaporan milik dan atau temuan warisan budaya yang ada di wilayah Kapanewon Berbah, mendorong rasa handarbeni dan peran aktif masyarakat untuk  melindungi warisan budaya yang dimiliki atau yang ada di masyarakat sebagai bentuk penguatan jati diri masyarakat, serta mendorong peran aktif masyarakat untuk pemanfaatan warisan budaya benda tersebut dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan peraturan pelestarian warisan budaya.

Dalam kesempatan tersebut dihadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Zaimul Azzah dan Suyata dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DIY.

Zaimul Azzah memberikan materi tentang “Kebijakan Pelestarian Cagar Budaya”, yang di antaranya menjelaskan berbagai sifat cagar budaya yang meliputi benda, bangunan, struktur, situs dan kawasan berserta contoh-contohnya. Selain itu juga dijelaskan tentang lingkup pengelolaan cagar budaya yang meliputi Registrasi Nasional (pendaftaran, penetapan, dan register nasional) dan Pelestarian (perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan).

Sementara itu Suyata memberikan penekanan dan stimulasi terhadap pemanfaatan cagar budaya dan warisan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan warisan budaya (heritage business) melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif, diantaranya kuliner, perfilman, industri umkm, industri percetakan, kepenulisan, dan lain-lain melalui pelibatan masyarakat secara menyeluruh dan totalitas.

“Semua itu harus dilakukan melalui proses manajemen yang terencana dan berkesinambungan,” imbuh Suyata. (Kundha Kabudayan Sleman)