Bupati Sleman Harap Siswa Lulusan SMK Dapat Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo secara resmi membuka Gelar Karya tugas akhir siswa SMKN 2 Godean, Sabtu (26/2/2022). Pembukaan kegiatan Gelar Karya ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sleman.

Kegiatan yang diselenggarakan SMKN 2 Godean ini mengikutsertakan sebanyak 280 siswa kelas XII dengan disiplin ilmu tata kecantikan dan tata busana yang tengah menuntaskan tugas akhir berbentuk karya.

Pada gelaran tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggearaan gelar karya tugas akhir siswa SMKN 2 Godean. Kustini menilai kegiatan gelar karya dapat menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan kebolehannya atas ilmu yang telah ditempuh selama ini.

“Saya harap gelar karya akhir ini sekaligus menjadi peluang bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kebolehannya kepada pencari tenaga kerja,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menjelaskan bahwa gelar karya merupakan suatu langkah yang dapat meningkatkan kompetensi keilmuan praktis para siswa SMK sehingga kedepannya kompetensi tersebut dapat menghasilkan karya – karya yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Proses ini (peningkatan kompetensi) perlu didukung oleh sekolah dan seluruh pemangku kepentingan. Kemampuan anak didik dalam menghasilkan produk inovatif membutuhkan industri yang siap untuk menyerap tenaga-tenaga siap kerja dari SMK,” katanya.

Namun demikian, Kustini juga menyampaikan harapannya bahwa lulusan SMK tidak harus selalu menggantungkan harapan pada industri untuk bekerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja dengan karyanya.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut terdapat sebanyak 97 karya busana yang ditampilkan dengan berbagai kategori diantaranya busana kebaya, busana kerja, busana muslim, pesta dan futuristik.




Wabup Sleman Dukung Pemanfaatan Teknologi untuk Kembangkan Pertanian

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melakukan panen padi organik merah di Sumberharjo, Prambanan, pada Sabtu (26/2/2022). Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU dengan PT. Telkomsel dengan Koperasi Milenial Petani Kreatif Yogyakarta (Kompak Yo) dalam mengujikan pertanian presisi dengan pengaplikasian drone dalam budi daya padi.

Dengan langkah tersebut, Danang berharap dapat menggenjot pemasaran beras varietas lokal, yakni Sembada Merah dan Sembada Hitam yang merupakan produk lokal Sleman. Menurutnya dua produk unggulan tersebut melengkapi produk sebelumnya yakni Beras Sleman yang sudah dikenal oleh masyarakat.

“Sektor pertanian sangat penting, karena merupakan kebutuhan pokok untuk kehidupan kita. Maka harus terus dikembangkan dan ditingkatkan,” jelasnya.

Di samping itu, ia juga mengapresiasi MoU yang dilakukan PT. Telkomsel dengan Kompak Yo. Diharapkan dengan penerapan teknologi, upaya  budi daya padi ini dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Dikatakan bawa petani harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi baik untuk mendongkrak produktivitas, menjaga kualitas produk, menjamin kontinyuitas produk yang dihasilkannya, serta mampu mengakses pasar digital.

“Terlebih lagi upaya untuk mengembangkan potensi bidang pertanian di Kabupaten Sleman pada saat ini membutuhkan dukungan SDM yang handal dan unggul kreatif, inovatif, profesional dan berdaya saing, demi mendukung terwujudnya industri pangan berbasis pertanian modern,” kata Danang.

Pada acara tersebut juga diadakan upacara wiwitan. Wiwitan merupakan tradisi yang biasa dilakukan setiap sebelum memulai panen sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dimaksudkan untuk mengolaborasikan antara modernitas dan tradisional. (Humas Sleman)




Bupati Harap Senam Jantung Sehat Menjadi Gaya Hidup Mayarakat Sleman

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, membuka Pelatihan Senam Jantung Sehat Terbaru di Gedung Serbaguna Sleman, sabtu (26/2/2022). Acara yang digagas Komunitas Instruktur Senam Sleman (KISS) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga tersebut mensosialisasikan gerakan senam jantung sehat terbaru kepada para instruktur senam di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kustini menyampaikan bahwa pelatihan senam jantung sehat sebagai wahana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui senam.

“Saya berharap informasi serta ilmu yang didapat pada kesempatan ini dapat membuka wawasan para peserta, dan dapat disampaikan kepada masyarakat,  bahkan nantinya senam jantung sehat dapat menjadi gaya hidup bagi masyarakat,” jelasnya

Kustini menambahkan di saat pandemi COVID-19 di Kabupaten Sleman mulai mengalami kenaikan,  orang dengan komorbid terutama penyakit kardiovaskular memiliki risiko yang sangat tinggi apabila terpapar karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perburukan bahkan kematian.

“Untuk itu kami mendorong agar upaya promotif preventif terus dilakukan masyarakat untuk menghindari timbulnya masalah kesehatan penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner, salah satunya melalui senam jantung sehat ini,” tambahnya

Ketua KISS, Dwi Susilawati menyampaikan bahwa acara ini adalah ajang silaturahmi para instruktur senam di Kabupaten Sleman sekaligus sosialisasi gerakan senam jantung sehat terbaru.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan senam jantung sehat terbaru dapat segera diterima oleh masyarakat, melalui para instruktur peserta pelatihan ini,” terangnya

Dwi menambahkan bahwa olahraga ataupun senam sebagai gaya hidup harus bisa dilakukan secara konsisten. Melakukan senam 30 menit 3 kali seminggu akan lebih baik daripada senam 1 minggu sekali dengan durasi 60 menit. (Humas Sleman)




Gerakan Tanam Kopi di Lereng Merapi

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Kopi (Gertak) di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (26/2/2022).

Pelaksanaan kegiatan Gertak ini juga dihadiri secara langsung oleh Direktur tanaman tahunan dan penyegar, Dirjen Perkebunan, Kementrian Pertanian,  Hendratmojo Bagus Hudoro dan disertai dengan penanaman tanaman kopi secara simbolis.

Pada kesempatan tersebut, Direktur tanaman tahunan dan penyegar, Dirjen Perkebunan, Kementrian Pertanian,  Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan bahwa Gertak merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) Direktorat Jenderal Perkebunan yang dilakukan di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas dan daya saing kopi yang ada di Indonesia.

Selain itu, Hendratmojo menuturkan bahwa pada program Gertak ini juga tidak hanya fokus terhadap kualitas dan produksi kopi saja, namun juga terkait pemasaran dan penguatan kelembagaannya.

“Jadi harus ada konsepsi terintegrasi (pemasarannya) dari hulu ke hilir. Termasuk kelembagaanya ke depan harus kita siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tanaman kopi telah banyak dibudidayakan di wilayah Cangkringan, Turi dan Pakem. Paska letusan Gunung Merapi, upaya pemulihan tanaman kopi terus diupayakan baik oleh Pemerintah Pusat, Daerah maupun Kabupaten.

“Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman juga sudah melakukan upaya perluasan lahan, rehabilitasi tanaman, pengutuhan maupun pengembalian tegakan, pemeliharaan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, serta pengawalan pasca panen kopi. Semua upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi lereng Merapi,” kata Danang.

Dari upaya tersebut, didapatkan hasil yaitu pada tahun 2020 di Kabupaten Sleman luas lahan budidaya kopi Robusta mencapai 217,19 hektar dan untuk Arabika seluas 36,60 hektar. Sedangkan total luas panen tanaman kopi mencapai 158,28 hektar. Terdiri dari Arabika mencapai 27,14 hektar dan kopi Robusta seluas 131,14 hektar.

“Total produksi kopi Kabupaten Sleman mancapai 754,30 kuintal yang terdiri dari produksi kopi Arabika sebesar 172,63 kuintal  dan kopi Robusta sebesar 581,67 kuintal. Sedangkan untuk produktivitas kopi Arabika sebesar 6,21 kuintal per hektar dan kopi  Robusta sebesar 4,44 kuintal per hektar.” terang Danang.

Lebih lanjut, Danang mengatakan dipilihnya lereng Merapi sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Kopi di Kabupaten Sleman dapat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk berkomitmen mempertahankan dan mengembangkan budidaya kopi lereng Merapi. (Humas Sleman)




Lomba Hampers Untuk Mengangkat Potensi UMKM Seyegan

Sleman – Forkom UMKM Seyegan membuat gebrakan dengan menggelar lomba Hampers di tengah kegiatan Sarjugi (Pasar Jum’at Pagi) yang setiap Jumat pagi dilaksanakan di Pendopo Kapanewon Seyegan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat (25/02/2022) tersebut diikuti oleh 21 anggota Forkom yang menampilkan produk UMKM nya masing masing.

Mengusung tema “belanja produk lokal untuk ekonomi bangkit”, UMKM Seyegan berusaha mencari terobosan dalam memasarkan produk produknya. Sarjugi dan lomba tersebut merupakan strategi yang ditawarkan oleh Forkom untuk mempromosikan produk UMKM.

Marzuni, Ketua Forkom UMKM Seyegan dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba Hampers merupakan rangkaian kegiatan Sarjugi yang dijadikan salah satu model untuk menggugah potensi UMKM Seyegan. “Dari peserta diharapkan dapat mengangkat produknya yang kedepannya akan memberi nilai tambah,” ungkap Marzuni,

Dalam kesempatan itu pula, Marzuni mengucapkan terima kasih kepada sponsor acara yaitu PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil), Pegadaian dan BMT Usaha Mulia Seyegan yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan lomba Hampers tersebut.

Marzuni juga berharap untuk tahun depan dalam even lomba akan mengundang  seluruh anggota UMKM wilayah Seyegan.

Bertindak selaku dewan juri berasal dari unsur Forkom, Sponsor dan Kapanewon. Erly Rahmawati mewakili Tim juri lomba menyampaikan kepada peserta tentang kriteria penilaian lomba yang meliputi produk UMKM, harga ( maksimal seharga 500 ribu rupiah), ukuran display (50x50x50), keanekaragaman muatan lokal, tema produk, keindahan, kerapian, ijin usaha (IPRT, NIB) dan bahan kemasan.

Erly yang mewakili PUPUK juga mengapresiasi kegiatan Forkom UMKM Seyegan yang sejalan dengan misi dari PUPUK yaitu dengan melakukan pendampingan UMKM yang terdampak pandemi. “Sarjugi adalah wujud nyata fasilitasi yang diberikan oleh Forkom dalam membangkitkan perekonomian utamanya kepada pelaku UMKM di wilayah Seyegan,” ungkap Erly.

Pelaksanaan lomba berlangsung selama 45 menit dan pada saat itu juga diumumkan juara lomba Hampers yang mendapat apresiasi berupa Piala dan uang pembinaan.

Dalam acara penyerahan piala dan hadiah lomba, Panewu Anom  Seyegan, Siti Baroroh,  menyampaikan bahwa kegiatan lomba tidak berhenti sampai disini, terus digali strategi pemasaran produk UMKM pada event-event yang lain.

“Sarjugi dan lomba yang diikuti oleh anggota UMKM mempunyai nilai tambah karena untuk produk sendiri sudah cukup baik dan beragam, kalau ada yang perlu ditingkatkan lagi masalah packaging untuk mendukung kualitas dan kuantitas produk,” ujar Siti. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).