BKM Usaha Mandiri Lumbungrejo Gelar Rembug Warga Tahunan

Tempel – Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Usaha Mandiri Lumbungrejo menggelar Rembug Warga Tahunan (RWT) yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kamis (24/2/2022). RWT dihadiri langsung oleh Panewu Anom Tempel, Lurah, beserta Pamong Kalurahan Lumbungrejo.

Dewi Sulastri, Koordinator BKM Usaha Mandiri menuturkan banhwa RWT ini digelar sebagai bentuk kewajiban dari BKM untuk mengadakan RWT setiap tahunnya.

“RWT sebagai wadah melaporkan semua kegiatan selama satu tahun berjalan yaitu meliputi dari kegiatan sosial, fisik, dan ekonomi produktif (pinjaman bergulir) serta melaporkan hasil audit independen,” ungkap Dewi.

Sementara itu, Misbah Alhakim, Lurah Lumbungrejo menyampaikan apresiasinya kepada BKM Usaha Mandiri yang telah eksis dan terus manjaga amanah sejar berdiri pada tahun 2003.

“Untuk itu rencana ke depan dalam usulan program kegiatan Kalurahan BKM kedepanya akan diusahakan untuk diberikan anggaran biaya operasional biar lebih semangat dan nantinya program-program kegiatan BKM bisa sinergi dengan program kalurahan, serta difasilitasi tempat sekretariat untuk layanan KSM,” jelas Misbah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Panewu Anom Tempel, Agung. Menurutnya, BKM Usaha Mandiri memiliki kinerja dan dedikasi yang baik, karena masih tetap eksis walaupun sudah tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Perkembangan kegiatan ekonomi produktif juga bagus karena mencapai angka di atas Rp 900 juta,” tutur Agung.

BKM Usaha Mandiri juga menurut Agung memiliki peranan penting dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kalurahan Lumbungrejo. “Semoga kedepannya BKM bisa lebih eksis dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah kalurahan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Lumbungrejo,” imbuh Agung. (Dewi Sulastri/KIM Tempel)




Wujudkan Stabilitas Keamanan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Sleman – Dalam rangka mewujudkan kondisi stabilitas keamanan di wilayah Kapanewon Gamping yang kondusif dan aman menuju pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah Kapanewon Gamping khususnya Jawatan Keamanan menyelenggarakan rapat kerja (Raker) bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Ruang Rapat Lantai II Kantor Kapanewon Gamping, Kamis (24/2/2022). 

Raker yang dipimpin oleh Ketua FKDM Kapanewon Gamping, Djoko Purwono ini diikuti sebanyak 21 pengurus yang merupakan perwakilan dari masing-masing kalurahan yang ada di wilayah Kapanewon Gamping.

Dalam sambutan pembukanya, Panewu Gamping, Sarjono, yang didampingi Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi menyambut baik tetap terselenggaranya kegiatan FKDM di Kapanewon Gamping walaupun di tengah pandemi COVID-19 yang terkendala dengan terbatasnya anggaran.

“Peran pemerintah bersama FKDM serta kepedulian masyarakat sekitar sangat diperlukan terkait penanganan potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Informasi yang diperoleh di lapangan dapat dijadikan acuan untuk membuat kebijakan pemerintah,” tegas Sarjono dihadapan peserta raker.

Pencerahan tentang tujuan pembentukan dan ketugasan sebagai pengurus diberikan oleh Sekretaris FKDM Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo dengan mengangkat tema ‘Penanggulangan Pencegahan Terorisme dan Radikalisme’ untuk menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat yang merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.

“Tindakan penanggulangan dan Pencegahan perlu dilakukan demi terciptanya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman yang membangun kemampuan dan mengembangkan potensi serta kekuatan masyarakat dalam menangkal, dan mencegah segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat,” ujar Adnan.

Adapun tujuan pembentukan FKDM di Kapanewon Gamping yakni guna membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui upaya deteksi dini terhadap potensi dan kecenderungan ancaman serta gejala atau peristiwa bencana.

Adnan menambahkan perlu adanya peran komunitas dalam hal ini FKDM guna peningkatan kewaspadaan melalui pendekatan kultural yang dilakukan organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat di lingkungannya dalam menciptakan ruang kondusif bagi terciptanya budaya damai dan siaga terhadap gejala radikal terorisme.

Ia juga memberikan tips antisipasi yang dapat diterapkan sebagai tindakan pencegahan diantaranya, mempelajari agama harus secara lengkap dari ahlinya dan kritis walaupun dalam konteks agama agar tidak mudah tersugesti yang merupakan pintu awal perekrutan, menolak dengan tegas jika mulai diajak mengikuti kajian yang sembunyi-sembunyi, mengenali modus perekrutan gerakan radikal, serta berdialog dengan orang lain apabila mendapatkan informasi yang tidak dimengerti. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sleman Miliki Petani Milenial Terbanyak se-DIY

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kembali mengukuhkan pengurus Jaringan Petani Milenial tingkat UPTD BP4 wilayah V, Jumat (25/2/2022), di Bulus Tempel, Candibunangun, Pakem. Pada acara yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan tersebut Bupati Sleman juga sekaligus melakukan panen padi Sembada Merah yang merupakan varietas kebanggaan warga Sleman.

Hadir pula pada acara tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Sugeng Purwanto. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang terus mendukung program Pemda DIY untuk mewujudkan 1000 petani milenial di tahun 2022 ini. Sebab menurutnya ketahanan pangan bukan hanya dibebankan kepada petani saja, namun harus ada dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.

“Hari ini jumlah petani milenial sudah mendekati (target 1000 tani milenial), dan yang paling banyak adalah Kabupaten Sleman,” kata Sugeng.

Sementara Bupati Sleman, Kustini, menerangkan menurut data sampai saat ini sudah ada 410 petani milenial di Kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri menargetkan ada 2000 petani milenial hingga tahun 2024 nanti. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk membangun industri pangan berbasis pertanian modern.

“Saat ini pemuda banyak yang enggan jadi petani. Tapi di Kabupaten Sleman, kita tunjukkan petani milenial disini andal dan unggul serta berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman juga melakukan panen padi Sembada Merah milik Kelompok Tani Sido Maju. Ketuan Kelompok Tani Sido Maju, Setyo Widodo, varietas Sembada Merah terus berkembang. Pada tahun 2021 luas tanam varietas tersebut mencapai 10 hektar dan dipanen secara berurutan. Adapun hasil produksi padi rata-rata berkisar 8,6 ton per hektar.

“Pemasarannya bisa dilakukan secara pribadi dari petani, melalui kelompok tani, maupun melalui mitra pemasaran,” terang Setyo. (Humas Sleman)




Dispora Sleman Gelar Penyuluhan Pencegahan Kenakalan Remaja

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menggelar Penyuluhan Penanganan dan Pencegahan Kenakalan Bagi Remaja dan Pemuda di Rumah Budaya Kendal, Bangunkerto, Kapanewon Turi selama 2 hari dari Rabu (23/2/2022) dan Kamis (24/2/2022). Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari padukuhan se-Kalurahan Bangunkerto.

Agus Dwi, Dukuh Kendal Bangunkerto mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan remaja di Sleman, khususnya di Padukuhan Kendal.

“Masa remaja adalah masa transisi, di mana pada masa-masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan, baik itu emosi maupun kejiwaan dan sedang berproses mencari jati diri, sehingga remaja perlu mendapatkan bimbingan dan arahan agar tidak salah dalam melangkah dalam bergaul,” ungkap Agus.

Menurut Agus, kenakalan remaja sendiri berasal dari banyak faktor, di antaranya adalah proses keluarga yang salah mendidik, pengaruh lingkungan, dan penyebab lainnya.

“Untuk menanggulangi kenakalan remaja kita, tidak hanya memimbing remajanya saja, namun orang tuanya juga harus diberikan suatu pengertian dan bimbingan untuk dapat memberikan pendidikan di dalam keluarga dan pemantauan kepada remaja dan ini bukan bukan hanya tanggung jawab orang tua semata, tapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat, pemerintah dan negara,” ujar Agus.

Dalam sosialisasi sendiri, berbagai materi disampaikan yaitu kapita selekta kepemudaan, arah kebijakan pembinaan generasi muda di kapanewon Turi dan kalurahan, Cintas tanah air benteng pemuda di era destruktif oleh Koramil, keamanan tibmas dari Polsek dan pengenalan bahaya penggunaan Narkoba di kalangan remaja dari BNN.

“Harapaanya dengan kegiatan  penyuluhan  ini para remaja di Bangunkerto  bisa melewati fase remaja dengan baik dan tidak tergiur melakukan perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri ataupun orang masih panjang untuk meraih sukses dimasa depan harus dibekali dengan pondasi yang kuat di masa remaja untuk menyongsong kejayaan ke depan,” tutup Agus. (Arief Hartanto)




Serius Kelola Sampah, Warga Klampengan Gelar Pertemuan

Berbah – Kelompok Pengelola Sampah Dusun Klampengan, Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Berbah menggelar pertemuan antar anggota di Rumah Makan Mbah Wanto, Tegal Tirto, Berbah, Sleman, pada Kamis (24/2/2022). Kegiatan yang diikuti oleh warga Klampengan ini terlaksana atas dukungan Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah dan juga Rumah Makan Mbah Wanto.

Awang Kurniawan, Sekretaris FLH mengatakan bahwa kegiatan ini penting dilakukan karena pengelolaan sampah yang baik dan benar dapat mendatangkan banyak manfaat. Selain lingkungan menjadi bersih dan sehat, pengelolaan sampah bisa mendatangkan manfaat ekonomi dari penjualan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, besi, dan lainnya.

“Dalam pengelolaan sampah yang penting adalah pemilahan,” ujar Awang Kurniawan.

Sementara itu, Mbah Wanto, pemilik Rumah Makan Mbah Wanto mendukung penuh masyarakat Klampengan untuk melakukan kegiatan pengelolaan sampah yang memeberikan banyak manfaat.

“Di Rumah Makan Mbah Wanto juga dilakukan pengelolaan sampah. Sampah plastik, dos, kertas di kumpulkan dan dijual satu bulan dapat hasil penjualan  sekitar satu juta rupiah bisa untuk tambahan penghasilan karyawan Rumah Omah Dahar,” kata Mbah Wanto. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)