Bupati Sleman Dorong Forum PAUD Kreatif Menciptakan Media Pembelajaran Aktif dan Interaktif di Masa Pandemi

Sleman – Pendidikan usia dini dianggap sebagai pondasi pengembangan seorang anak. Adanya COVID-19 saat ini, memberi dampak secara langsung terhadap proses pendidikan anak sehingga terdapat keterbatasan dalam proses pembelajaran. Terlebih pemberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas mengharuskan anak-anak lebih sering berinteraksi dengan gawai.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut pembelajaran daring memiliki sisi positif yaitu memberikan kesempatan baik bagi anak untuk mengenal teknologi dengan lebih cepat. namun di sisi lain hal ini menimbulkan dampak dilematis dimana anak menjadi ketergantungan pada gawai.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong Forum Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) untuk kreatif menciptakan media pembelajaran yang aktif dan interaktif meski diselenggarakan melalui media daring.

 “Hal inilah yang harus menjadi perhatian Forum PAUD bersama orang tua untuk menjaga dan mengantisipasi dampak buruk penggunaan gawai bagi anak-anak. Saya berharap kepada Forum PAUD untuk kreatif menciptakan media pembelajaran yang aktif dan interaktif,” ujar Kustini saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus Forum Paud di Kantor Kapanewon Pakem, Selasa (1/3/2022).

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa selama ini Pemkab Sleman berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Sleman. Hal tersebut diimplementasikan dalam kebijakan – kebijakan pembangunan yang senantiasa pro terhadap anak.

Kustini menilai upaya Pemerintah tidak dapat berjalan tanpa dukungan berbagai pihak, khususnya dalam pemenuhan hak anak terkait pendidikan usia dini. Peran orang tua, pendidik sangat diharapkan dalam pembentukan kepribadian anak dengan mendukung potensi anak dan menanamkan tanggungjawab moral, akhlak dan budi pekerti mulia. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Serahan 153 SK Pengangkatan CPNS

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan SK Pengangkatan CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman formasi tahun 2021, Selasa (1/3/2022), di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Ada sebanyak 153 CPNS yang diberikan SK Pengangkatan CPNS pada kesempatan tersebut.

Kustini mengucapkan selamat kepada seluruh CPNS yang telah dinyatakan lulus untuk mengabdi di lingkungan Kabupaten Sleman tersebut. Ia berharap CPNS baru tersebut dapat membantu untuk mendorong pembangunan di Kabupaten Sleman. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi tenaga yang andal sehingga mampu menciptakan inovasi serta terobosan guna mewujudkan visi Kabupaten Sleman, yakni Terwujudnya Sleman Sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan Dan Memiliki Jiwa Gortong Royong.

“Saudara-saudara sekalian telah menjadi CPNS Kabupaten Sleman. Maka berarti harus selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai aparat pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut ia meminta para CPNS di lingkungan Kabupaten Sleman untuk dapat menjaga perilaku sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Sebab, menurutnya seorang aparat pemerintah akan selalu menjadi sorotan di tengah masyarakat, bahkan dijadikan panutan. Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Priyo Handoyo, menjelaskan bahwa yang diserahkan kali ini adalah SK Pengangkatan CPNS Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Februari 2022 dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) 1 Maret 2022. Dikatakan bahwa sebelumnya ada sebanyak 2929 orang yang mengikuti tes Seleksi CPNS, mulai dari SKD, SKB, dan akhirnya 153 orang yang dinyatakan lulus tahap akhir pemberkasan. 153 CPNS tersebut, lanjutnya, terdiri dari 77 orang Tenaga Kesehatan dan 76 orang Tenaga Teknis. (Humas Sleman)




Peringati Isra Miraj, MWCNU Gamping Gelar Pelantikan Lembaga

Mometum peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 2022 yang merupakan hari besar umat muslim dimanfaatkan oleh jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kapanewon Gamping melakukan pelantikan pengurus Nahdlatul Ulama Ranting dan Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Kalurahan Ambarketawang, Banyuraden, dan Trihanggo masa khidmat 2022-2027 yang digelar di Pondok Pesantren Al Barokah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Sabtu (26/2/2022) malam.

Kegiatan dihadiri oleh sesepuh NU yang merupakan Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. Asyhari Abta, Pemimpin Pondok Pesantren Al Barokah, H. Umarul Yahya Alfaruq, Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, KH. Muhammad Labib, Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarrun, serta Ketua Tanfidzyah Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Dr. Saliman.

Usai pelantikan kepengurusan, sesepuh Nahdlatul Ulama, KH. Asyhari Abta menyampaikan harapannya kepada seluruh jajaran pengurus kelembagaan yang dilantik agar selalu bersemangat dan berkhidmat terhadap Nahdlatul Ulama dengan jalan memberikan maslahah bagi umat.

“NU merupakan organisasi para ulama yang mempunyai ciri ‘hubbud dunya’ atau tidak cinta terhadap duniawi. Jika kepengurusan NU diduduki oleh orang-orang senang terhadap duniawi maka tidak akan memberikan maslahah bagi umat karena akan mendekat dengan kepentingan bisnis dan kekuasaan,” tegas KH. Asyhari.

Di samping itu, KH. Asyhari juga berpesan kepada pengurus yang baru dilantik di masing-masing lembaga yang diampu supaya mempunyai keaktifan dan rasa ikhlas untuk menjalankan roda organisasi serta bagi warga Nahdliyin untuk selalu menjaga nama baik Nahdlatul Ulama agar dapat bertahan sampai akhir jaman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna kapanewon Gamping)




Peletakan Batu Pertama Gedung Dakwah Al Mubarok Oleh Bupati Sleman

Sleman – Kustini Sri Purnomo, Bupati Sleman meletakkan batu pertama pada pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Al Mubarok di Dusun Barak I, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan pada hari Minggu (27/02/2022).

Kegiatan dalam bentuk pengajian umum dan peletakkan batu pertama teresebut dilakukan dalam rangka penggalangan dana pembangunan gedung yang diprakarsai oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon Seyegan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Kalurahan Margoluwih.

Gedung Dakwah Al Mubarok sendiri dibangun di atas tanah wakaf Muryam dengan luas 234 m­2 yang berlokasi di Dusun Barak I RT 04 RW 15. Pembangunan gedung tersebut direncanakan memakan biaya sebesar Rp 000, -.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Arif Kurniawan, Panewu Seyegan Drs. Yakti Yudanto, dan perwakilan DPW, DPD, DPC Muhammadiyah, dan Aisyiyah.    

Parwoto dari Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedepannya, gedung Dakwah Al Mubarok ini akan dijadikan sebagai Pondok Pesantren yang akan dikelola oleh PCM Ranting Margoluwih. “Sehingga diharapkan gedung tersebut juga berfungsi sebagai pusat kegiatan Muhammadiyah,” ungkap Parwoto.

Sementara Suroso, Ketua Panitia Pembangunan melaporkan tentang penggalangan dana yang sudah berjalan selama ini yang sudah mencapai Rp , -. Adapun shodaqoh berupa material terdiri dari semen (634 sak), batu (2 rit), pasir (5 rit), split (1 rit) dan Bata merah 2000 buah.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada DPC Muhammadiyah Kapanewon Seyegan yang akan mempunyai gedung dakwah yang representatif. Kustini mengajak warga Muhammadiyah untuk bergotong royong mewujudkan pembangunan tersebut. Kustini juga berpesan selain digunakan untuk kegiatan pendidikan (TPA), kedepannya gedung dakwah tersebut juga digunakan untuk kegiatan sosial yang memfasilitasi kegiatan lingkungan, ekonomi ataupun bentuk pelatihan yang lain.

Dalam kesempatan tersebut Kustini memberikan bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk pembangunan Al Mubarok.

Sebagai puncak acara adalah pengajian umum yang disampaikan oleh Sri Purnomo, yang juga mantan Bupati Sleman. Dalam tausiahnya, Sri Purnomo mengajak semua warga Muhammadiyah untuk menabung bekal akhirat dengan berinfak dan sedekaj sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Ada ladang amal didepan mata untuk dijadikan wasilah bekal akhirat tersebut. Gedung dakwah tersebut akan menjadi amalan yang tidak terputus katena kemanfaatannya sebagai pusat pendidikan dan sosial. Sebagaimana arti dari Al Mubarok sendiri yang berarti “selalu diberkahi”, segala amal jariyah yang menyertai kegiatan dakwah di gedung tersebut mendapat limpahan berkah dari Allah SWT,” jelas Sri Purnomo. Kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial peletakan batu pertama oleh Bupati Sleman.

Pada kesempatan tersebut panitia mengumumkan jumlah infak yang terkumpul pada penggalangan dana tersebut sebesar Rp , -, kesanggupan jamaah (61 orang) sebesar Rp , -, PWM DIY Rp , -, Arif Kurniawan melalui dana Pokir Rp , – dan total sumbangan semen sebanyak 116 sak.

Kegiatan yang dimulai pada pukul wib tersebut juga dimeriahkan dengan bazar pakaian dan diakhiri pada pukul wib. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sarasehan Pegiat Lingkungan Kapanewon Berbah

Pegiat Lingkungan Kapanewon Berbah menggelar Sarasehan pada Minggu (27/2/2022) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Sarasehan yang dihadiri Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah Ringgo Antoni Surya, juga dihadiri oleh Anggota DPRD Sleman, Susilo Nugroho dari Fraksi PDI perjuangan. Selain itu, hadir juga Ketua Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah Kusnadi beserta pegiat dan pengelola sampah di Kapanewon Berbah.

Sarasehan tersebut sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022 yang mengambil tema Kelola Sampah, Kurangi Emisi, dan Bangun Proklim.

Kegiatan sarasehan ini sendiri terselenggara atas pengajuan pokok pikiran usulan Anggota DPRD Sleman, Susilo Nugroho yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman

Dalam sambutannya Kusnadi selalu ketua FLH mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Anggota dewan Susilo Nugroho atas pokir melalui DLH Kabupaten Sleman.

“Semoga ke depan masih banyak program yang diberikan kepada FLH Berbah dan masyarakat Kapanewon Berbah,” ungkap Kusnadi.

Sedangkan Susilo Nugroho, Anggota DPRD Kabupaten Sleman dalam sambutannya memyampaikan apresiasi kepada FLH Kapanewon Berbah atas kegiatannya yang selalu ikut serta merawat bumi dengan slogan BERGAS (Berbah Gumregah Anggulowentah Sampah.

“Dan pokir ini memang usulan dari anggota dewan yang dilaksanakan lewat DLH kabupaten Sleman”, kata Susilo Nugroho.

Susilo menambahkan bahwa Kapanewon Berbah adalah termasuk Kawasan Stategis Cepat Tumbuh (KSCT) dan diproyeksikan termasuk pengembangan sebagai kawasan industri Kabupaten Sleman. 

“Sebagai daerah percepatan perkembangan, konsekuensinya adalah meningkatnya jumlah sampah yang ditimbulkan akibat dari industri dan pertambahan jumlah penduduk. Untuk itu perlu peningkatan kesadaran semua masyarakat untuk peduli dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Gerakan ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah terutama pemerintah kalurahan yang mempunyai anggaran,” kata Susilo.

Sedangkan pemateri Agus Hartono, dari LSM Lestari menjelaskan kronologi ditetapkannya tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) atas tragedi kemanusiaan yang terjadi 17 tahun silam di TPA Leuwi Gajah di Kampung Adat Cireundeu, Lalurahan Leuwi Gajah, Kecamatan Cimahi selatan, kota Cimahi pada hari Senin tanggal 21 Februari 2005 jam terjadi ledakan pada gunungan timbunan sampah setinggi 60 meter. Ledakan yang terjadi dimungkinkan akibat tingginya konsentrasi gas methana yang terjebak pada tumpukkan sampah dan dipicu oleh hujan deras yang membuat goyahnya tumpukan sampah.

Ledakan sampah menewaskan 157 jiwa dan menimbun dua perkampungan adat yaitu kampung Cilimus dan kampung Pojok. Tragedi kemanusiaan yang menewaskan banyak orang diakibatkan ada kesalahan  penanganan sampah di TPA sehingga pemerintah menerbitkan UU nomor 18 tahun 2008 sebagai acuan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan. Harapannya agar tragedi meledaknya TPA Leuwi Gajah tidak terulang lagi.

“Namun kenyataannya bahwa penangan di TPA di Indonesia kurang bagus  seperti yang terjadi di TPA Piyungan, yang secara tehnis usia sudah berakhir namun karena berbagai pertimbangan digunakan sampai sekarang,” kata Agus Hartono.

Untuk mengurangi masuknya sampah ke TPA dilakukan dengan melaksanakan penanganan dan pengelolaan sampah yang sesuai dengan ketentuan yang diundangkan. Menurut Agus, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri sendiri. Harus ada pelibatan seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah.

“Hal yang paling pokok untuk mengatasi penumpukan sampah di TPA peran masyarakat sangat diperlukan melalui pendekatan program 3R (Reduce, Reyuse, Recycle) mengurangi timbulan sampah, memperpanjang usia pemakaian sampah dan daur ulang sampah,” tutur Agus.

Adapun dalam pengelolaan sampah peran bank sampah dan kelompok pengelola sampah yang lain sangat diperlukan dengan mengedukasi masyarakat  berkelanjutan untuk memilah sampah dari rumah tangga. Sampah yang terpilih dengan baik dan benar akan mengurangi masuknya sampah di TPA.

“Dengan melakukan pemilahan sampah di rumah tangga akan dipisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dibuat pupuk dan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, kardus, besi bisa dijual sehingga bisa menjadi tambahan ekonomi keluarga,” jelas Agus Hartono. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah, Berbah)