Besik Makam Padukuhan Kendal

Sleman – Padukuhan Kendal yang berada di Kalurahan Bangunkerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman menjadi salah satu padukuhan yang kental dengan nilai budaya dan religi. Salah satunya terlihat dari apa yang dilakukan masyarakat Padukuhan Kendal, Pandansaren, Sidoharjo pada Minggu (13/3/2022) yang mengadakan kegiatan Besik Makam Padukuhan Kendal.

Sebagai sebuah budaya yang hidup dan berlangsung di masyarakat, Besik Makam atau membersihkan makam merupakan adat tahunan yang dilakukan saat menyongsong bulan puasa dan rangkaiannya.  Kegiatan ini menjadi manifestasi kecintaan dan perhatian terhadap para leluhur atau keluarga yang sudah meninggal. Tradisi merupakan salah satu bentuk nyata dari kebudayaan dalam masyarakat yang hampir dimiliki setiap daerah.  Masing-masing daerah memiliki tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak jaman nenek moyang. 

“Tujuannya (besik makam) tak lain untuk membersihkan atau merapikan makam sanak keluarga yang sudah meninggal dunia sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan serta menjadi pengingat bahwa suatu saat nanti kita juga akan kembali kepada Sang Pencipta,” ujar Agus Dwi Subekti, Dukuh Kendal.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sebagai perilaku atau tindakan (upaya) yang bertujuan untuk mempertahankan keadaan dan keberadaan peninggalan generasi masa lampau agar generasi kini tidak tercerabut dari akar budayanya. (Arief Hartanto)




Putri Mataram Sleman Wakili DIY di Piala Pertiwi 2022 Tingkat Nasional

Sleman – Tim sepak bola putri asal Sleman, Putri Mataram, berhasil menjuarai Piala Pertiwi tingkat DIY setelah mengalahkan Protaba Bantul, Senin (14/3/2022), di Stadion Tridadi, Sleman. Dengan begitu, Putri Mataram berhak mewakili DIY melaju ke kompetisi Piala Pertiwi 2022 tingkat nasional yang akan digelar di Kota Bandung pada 18 Maret nanti.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut menyaksikan secara langsung pertandingan tersebut, sekaligus menyerahkan piala kepada tim juara. Danang mengucapkan selamat kepada Putri Mataram yang berhasil menjadi juara dalam Piala Pertiwi 2022 tingkat DIY. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia pelaksana dan tim official yang telah sukses menggelar turnamen tersebut.

“Karena bagaimanapun mencari tim putri itu tidak mudah. Butuh ketelitian, keteladanan. Selamat bagi pemenang, dan untuk yang kalah jangan patah semangat,” kata Danang.

Sementara Sukoco, dari Asprov PSSI DIY menerangkan bahwa Piala Pertiwi 2022 tingkat DIY kali ini diikuti oleh dua tim, yakni Putri Mataram dari Sleman dan Protaba Bantul dari Bantul. Pertandingan diadakan dengan sistem home away.

“Awalnya lima Askab dan Asprov (kabupaten/kota se-DIY) itu siap. Tapi last minute cuma Sleman dan Bantul,” ujarnya.

Pertandingan pertama diadakan di Kabupaten Bantul dengan hasil 1-3 untuk Putri Mataram. Sedangkan pertandingan kedua diadakan di Kabupaten Sleman dengan hasil 3-0 untuk Putri Mataram. Dengan begitu, Putri Mataram berhak menjadi juara Piala Pertiwi 2022 DIY dengan agregat 6-1. Adapun usia pemain yang ikut dalam pertandingan tersebut juga beragam, yakni mulai dari rentang usia 16 hingga 24 tahun. (Humas Sleman)




Aksi Bersih Sungai Kali Kuning Blendangan Berbah

Sleman – Komunitas Kali Kuning Blendangan mengadakan kegiatan bersih-bersih Sungai Kali Kuning (kalkun) pada hari Minggu (13/3/2022). Lokasi kegiatan bersih Sungai Kali Kuning mengambil tempat di Padukuhan Blendangan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Kegiatan yang berlangsung dari pukul pagi ini melibatkan berbagai komunitas, sepert Komunitas Kali Kuning Blendangan, Komunitas Sungai Lali Opak, TRB Berbah, Relawan Tegaltirto, dan Forum Linkungan Hidup Berbah. Selain itu, kegiatan juga melibatkan warga masyarakat padukuhan Blendangan, Tegaltirto dengan total 70 peserta yang terlibat.

Panewu Berbah Rohmiyanto, AP memberikan apresiasi aksi bersih-bersih sungai yang melibatkan warga dan komunitas peduli sungai di Berbah. Harapannya kepedulian warga menjadikan sungai bersih dari sampah dan tanaman pengganggu di aliran sungai.”Dengan sungai yang bersih, air mengalir lancar dari hulu sampai hilir,” ujar Rohmiyanto.

Sementara itu, Irianto Wibowo yang merupakan Tokoh Komunitas Sungai Sleman mengatakan bahwa aksi bersih sungai kali ini juga merupakan program Prokasih dari DLH Kabupaten Sleman, yaitu aksi serentak bersih sungai di 10 titik. Perkiraan total warga dan relawan yang terlibat aksi sekitar 500 orang.

“Untuk aksi bersih bersih kali kuning sendiri dilaksanan di 4 titik lokasi, mulai dari hulu di Grogolan Umbulmartani Ngemplak, Kali Kuning Sempu wedomartani, di Kali Kuning Blendangan Tegaltirto, dan di Dawukan Sendangtirto yang merupakan bagian Kali Kuning paling selatan wilayah Kabupaten Sleman,” jelas Irianto.

Menurut Irianto, menjaga dan merawat aliran sungai adalah tanggung jawab semua pihak baik warga yang tinggal di pinggiran sungai, pemerintah, komunitas peduli sungai, media massa, dan pengusaha. Komunikasi aktif dari semua pihak terkait dengan pemanfaatan sungai harus terus dilakukan melalui edukasi yang terus menerus dengan berbagai sistem dan skema

“Dengan dilakukan aksi bersih sungai harapannya ekosistem biota sungai akan terjaga dan sungai akan tetap menjadi menjadi penyangga kehidupan,” pungkas Irianto. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Gumregah Berbah)




Sukseskan ASPD, SMP Negeri 3 Pakem Gelar AMT dan Parenting

Sleman – Guna mempersiapkan peserta didik sukses dalam Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD), SMP Negeri 3 Pakem menggelar Parenting dan Achievement Motivation Training (AMT).   “Sukses ASPD memerlukan kerja sama pihak sekolah dengan orang tua atau wali peserta didik. Dengan kerja sama yang baik diharapkan meningkatkan semangat peserta didik untuk meraih prestasi tinggi ASPD, diterima di sekolah yang diinginkan. Orang tua diharapkan selalu memberikan motivasi dan pendampingan,” tutur C. Cahayaningsih, Kepala SMP Negeri 3 Pakem saat membuka acara Parenting untuk orang tua dan wali Jumat (11/3/2022).

Acara tersebut menghadirkan motivator nasional Nurwahyudin Al-Azis. Sehari sebelumnya diberikan AMT bagi seluruh peserta didik kelas IX dua shift guna mengurangi kerumunan, dengan materi Auto Suggestion Power (ASP).  Sementara untuk penguatan guru, akan diselenggarakan pelatihan dengan topik Penguatan Kompetensi untuk Melejitkan Potensi Peserta didik Senin (14/3/2022) di aula sekolah setempat.

Azis menyampaikan materi dengan topik menjadi orang tua efektif (Motif). Menurut Azis, anak usia belasan tahun bisa menjadi teman, bisa juga menjadi musuh bagi orang tua. “Anak akan menjadi asset dunia dan akhirat.  Anak bisa menjadi penolong di dunia dan akhirat, orang tua bisa masuk surga atau neraka karena anak.  Semua orang berkeinginan memiliki anak sehat soleh dan pintar,” papara Nur Wahyudin Al-Azis.

Orang tua dan sekolah ibarat satu kereta, memiliki tujuan yang sama yaitu bersama-sama mengantarkan siswa meraih kesuksesan.  Maka diperlukan kerja sama solid antara orang tua dengan sekolah. Menurut Aziz, kekompakan dan kebersamaan itu penting untuk mengantarkan sukses anak.  Di era digital ini anak-anak memiliki tantangan, pertama handphones yang digunakan tidak sebagai mana mestinya.  Kedua games, serta adanya dakwah yang Sebagian kurang pas. ”Setiap keluarga memiliki kiat di rumah. Kita harus selamatkan anak kita, tetap selamat tetap meraih keberhasilan. Mendidik anak harus dengan penuh kasih sayang, tidak bisa instant, perlu proses.  Maka berikan kasih sayang sebagai dasar pendidikan anak,” tegas Azis.

Mantan kepala tiga madrasah berprestasi yang kini menjadi guru di MAN 4 Sleman itu memberikan tips dalam mendampingi anak, antaranya membuat anak tidak sungkan dan tidak takut, orang tua bisa menjadi teman akrab yang lebih dewasa.  “Cari jalan keluar dengan musyawarah bukan dengan marah.  Ketika anak menghadapi masalah maka ajak anak untuk BMM atau berpikir, memilih dan mengambil keputusan.  Berikan tauladan karena tauladan lebih hebat dari pada seribu nasehat. Kembangkan rumahku surgaku, dengan membangun mimpi mereka agar memiliki visi hidup yang jelas,” lanjutnya. (Edy/KIM Moyudan)




Warga Bulu dan Kelompok Senam Srikandi Bulu Putri Berikan Santunan Kepada Pesantren Disabilitas

Sleman – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, warga Bulu Jogotirto Berbah, Sleman, DIY dan kelompok senam Srikandi Bulu Putri menyampaikan tali asih berupa sembako dan sejumlah uang kepada Pondok Pesantren Disabilitas Ainnul Yakin Tepus Gunung Kidul, DIY. Bantuan tersebut diterima langsung oleh mbah Wanto, Pendiri dan Pembina pondok pesantren Ainnul Yakin yang juga owner Omah Dahar Mbah Wanto, di Halaman Rumah salah satu Warga Padukuhan Bulu, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (13/3/2022).

Pada kesempatan tersebut, Sudarmo, Dukuh Bulu menyerahkan donasi yang terkumpul berupa uang sejumlah Rp , -, beras 79.5 Kilogram dan satu dus mie instan seraya mengucap terima kasih kepada semua warga dan kelompok senam yang dengan sukarela menyumbambangkan sebagian hartanya  untuk saudara yang membutuhkan. “Harapannya setelah sumbangan diserahkan lewat mbah Wanto nanti bisa sedikit meringankan warga pondok pesantren disabilitas Ainul Yakin” kata Sudarmo.

Mbah Wanto dalam sambutannya mewakili warga dan pengasuh pondok pesantren Ainnul Yakin mengucapkan terima kasih atas pemberian tali asih dari warga Bulu dan kelompok senam Srikandi Bulu Putri. Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada pondok pesantren Ainnul Yakin dan diharapkan warga pedukuhan Bulu juga ikut menyerahkan tali asih tersebut. “Saya yakin setiap sodakoh yang dikeluarkan akan dikembalikan berlipat oleh Allah Yang Maha Kuasa,” ujar mbah Wanto.

Pondok pesantren  disabilitas Ainnul Yakin berdiri dari tahun 2016 terletak di Karangtengah, Sumber Wungu, Tepus, Gunung Kidul, DIY sampe saat ini dihuni 317 santri dan 32 pengasuh. Di samping membina warga disabilitas pondok pesantren Ainnul Yakin juga membina warga tuna wisma yang tadinya hidup menggelandang di jalan, diberi pengarahan dan berbagai ilmu keterampilan dengan harapan agar bisa menata kehidupan lebih baik. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)