Melalui Kanal Aduan, Masyarakat Bisa Berkontribusi Perbaiki Pengelolaan Lingkungan Hidup

Sleman – Selama ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyediakan banyak cara untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aduannya kepada pemerintah secara cepat, mudah, dan murah. Jumlah kanal aduan yang disebut dengan Lapor Sleman yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman sebanyak 13 kanal yang terdiri dari kanal milik Pemerintah Pusat melalui SP4N Lapor, serta kanal milik Pemerintah Daerah berupa website, aplikasi, sms, email, call center, dan media sosial.

“Untuk pelayanan pengaduan di Kabupaten Sleman, kita sebut sebagai Lapor Sleman. Nah itu tidak semata-mata dalam satu aplikasi, tetapi dalam multikanal,” jelas Syarifah Thurayyah, Pranata Humas Ahli Muda selaku Sub-Koordinator Kelompok Substansi Komunikasi Publik dan Pelayanan Pengaduan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman ketika menjadi narasumber dalam Rapat Pembahasan Bab Sosial, Kependudukan, Kesehatan dan Komunikasi dalam rangka penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD), di RR. Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dleman, Selasa (15/3/2022).

“Tiga kanal aduan dari pemerintah pusat yakni SP4N Lapor yang koordinatornya Kementerian PAN dan RB, sedangkan sepuluh kanal lainnya dibuka oleh Pemkab Sleman,” jelasnya.

Tiga kanal aduan SP4N Lapor berupa website , aplikasi SP4N Lapor!, dan SMS 1708, sedangkan sepuluh kanal aduan Lapor Sleman lainnya berupa website , website , aplikasi Lapor Sleman di android dan iOS, SMS 0811 259 5000, email lapor@, call center Pemkab Sleman 0274-868405, serta media sosial Pemkab Sleman (Instagram kabarsleman, Facebook Pemkab Sleman, Twitter @kabarsleman).

“Dan ada juga yang datang langsung ke Dinas Kominfo Sleman, meskipun sangat jarang terjadi,” imbuhnya lagi. Wanita yang akrab disapa Ayya ini juga menambahkan jika pengaduan yang diterima Pemkab Sleman semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Seiring dengan penambahan kanal aduan serta pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat semakin digital dan lebih memanfaatkan media online, pada tahun 2021 jumlah aduan meningkat dari tahun sebelumnya dengan total sebanyak aduan. Dari jumlah tersebut, kanal aduan yang paling sering digunakan masyarakat pada dua tahun terakhir (2020-2021) ialah Instagram. Di samping itu, topik yang paling banyak disampaikan masyarakat ialah mengenai layanan kesehatan khususnya terkait Covid-19.

“Di tahun 2021 ada sebanyak 4050 aduan, tapi itu tidak semata-mata aduan, ada permintaan informasi, penyampaian aspirasi dan lain-lain. Jadi kita (Dinas Kominfo Sleman) memasukkan keseluruhannya itu ke Lapor Sleman. Dari 4050 aduan itu ada 93% yang sudah terselesaikan dan 7% yang belum,” papar Ayya.

Ayya membeberkan bahwa tim pengelola pengaduan di Kabupaten Sleman sebanyak 53 pejabat penghubung pengelola pengaduan yang tersebar di 49 instansi.

Dalam penyusunan DIKPLHD tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman turut berkontribusi memberikan data pengaduan masyarakat terkait Dinas Lingkungan Hidup yang masuk melalui kanal-kanal yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sleman. Di Dinas Lingkungan Hidup sendiri saat ini dialokasikan sebanyak 2 orang pejabat penghubung yang berada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan di UPTD Pelayanan Persampahan.

Selama tahun 2021, data pengaduan yang masuk di Lapor Sleman untuk Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 93 aduan, dimana 60,2% masuk ke DLH dan 39,8% ke UPT Pelayanan Persampahan. Topik aduan yang sering dikemukakan masyarakat antara lain mengenai pemangkasan pohon perindang, penumpukan sampah, pembakaran sampah, dan limbah/polusi udara. Dari total aduan tersebut, 100% telah terselesaikan.

Pada kesempatan itu Ayya juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi rekomendasi bagi DLH diantaranya: sosialisasi secara masif tentang penanganan sampah dan limbah di Kabupaten Sleman, serta penyampaian jawaban aduan kepada masyarakat yang lebih komprehensif disertai dokumentasi bukti tindaklanjut.

Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) merupakan laporan status lingkungan hidup daerah yang menjadi sarana penyedia data dan informasi lingkungan hidup untuk menjadi acuan kebijakan dan perencanaan Pemerintah Daerah dalam menentukan prioritas pembangunan sesuai prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup, sesuai dengan amanat UU Nomor 32 Tahun 2022.

Penyusunan DIKPLHD tersebut berasal dari Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang meliputi pengumpulan dan pengelolaan data, analisis data, dokumentasi kebijakan, dan penyajian informasi dengan model DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response). DIKPLHD disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kepala Daerah dengan keanggotaannya yang melibatkan unsur-unsur perangkat daerah terkait, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat.




Songsong Porda 2022, Drumband Sleman Bertekad untuk Bangkit

Sleman – Drumband adalah salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada pagelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2022 di Kabupaten Sleman. Sehingga, masing-masing daerah mengintensifkan persiapan yang dilakukan, termasuk di Kabupaten Sleman sendiri.

Abdul Kadir, Ketua Pengurus Daerah Drumband Sleman mengatakan bahwa dirinya bersama tim Drumband Kabupaten Sleman bertekad untuk kembali meraih kejayaan kembali seperti yang terjadi pada periode 2009 hingga 2014 lalu.

“Di tengah minimnya budget untuk drumband ini jangan sampai mengendorkan semangat untuk berprestasi dan tentunya terus bersama dengan Dispora dan KONI serta Bupati untuk terus berupaya mempersiapkan diri berlatih untuk meraih prestasi dan kebangkitan drumband. Diharapakan melalui  pembinaan dari tingkat TK,SD,SMP, SMA digalakkan dan harapannya ini akan mencetak kepribadian disiplin,“ tandas Abdul Kadi pada Senin (14/3/2022) di Lapangan Pemda Sleman.

Lasiman, salah satu pengurus Persatuan Drumband Sleman menambahkan bahwa Drumband Kabupaten Sleman sendiri pernah mengalami masa kejayaan, terutama pada periode 2009-2014 di mana banyak prestasi yang diraih, salah satunya adalah berhasil menduduki peringkat 3 nasional. Namun semenjak 2015, Drumband Kabupaten Sleman mengalami penurunan prestasi

“Dengan momentum Sleman selaku tuan rumah PORDA 2022 harapanya besar untuk selain sukses sebagai tuan rumah, sukses juara umum dan terutama di cabang drumband,” ujar Lasiman.

Sementara menurut Puji Wiyono selaku Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PDBI Sleman menyampaikan kesiapan atlet dalam menjalani latihan menuju persiapan Porda yang sudah mencapai 60% di mana dalam beberapa bulan ini sudah dilakukan latihan panjang bertempat di halaman parkir DPRD, basement DPRD Sleman, lapangan Tridadi dan lapangan Pemda Sleman. (Arief Hartanto)




Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila, Badan Kesbangpol Rintis Kalurahan Berkarakter Pancasila

Guna merevitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di kalurahan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Penguatan Kalurahan Berkarakter Pancasila di Aula Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Selasa (15/3/2022).

“Sesuai dengan Peraturan Kepala Kesbangpol Nomor 12/, pembentukan ini juga sebagai upaya terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk kembali memantapkan, menanamkan, dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila di kalurahan,” jelas Hery Sutopo, Kepala Badan Kesbangpol Sleman.

Lebih lanjut, Hery Sutopo menyampaikan bahwa sampai dengan tahun 2021 sudah terbentuk 10 kalurahan dan di tahun 2022 ditargetkan bertambah 6 kalurahan.

“Harapannya nilai-nilai Pancasila dapat diaktualisasikan di dalam Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan, diselaraskan dengan nilai-nilai kearifan lokal, keistimewaan DIY dan nilai khas Sleman,” lanjut Hery Sutopo.

Sementara itu, B. Belariantata dari Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman, menilai bahwa kerukunan antar umat beragama merupakan bentuk implementasi dari nilai-nilai Pancasila.

“Membangun dan merawat kerukunan antar umat beragama penting untuk memperkuat Kalurahan Berkarakter Pancasila. Hal-hal yang menyebabkan tidak rukun, harus diminimalisir,” kata B. Belarianta.

Hal senada juga disampaikan oleh Sungkawati, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman.

“Sebagai contoh saat pandemi seperti ini, ketika ada tetangga yang terpapar COVID-19 dan harus isolasi mandiri, sebagai tetangga yang berjiwa Pancasila, tentu kita harus membantu dan gotong royong membantu kebutuhan mereka,” tandas Sungkawati.

Butir-butir Pancasila juga harus terakomodir di dalam perencanaan pembangunan di kalurahan. Program kegiatan yang disusun mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat RT hingga kalurahan juga sebagai bentuk implementasi dari nilai-nilai Pancasila. (KIM Depok/Andri Afriyanto)




Pusparinengga, Kelompok Batik Asal Sleman yang Jadikan Motif Jangkang sebagai Ciri Khas

Sleman – Motif Jangkang merupakan icon dan ciri khas batik karya Kelompok Usaha Bersama (Kube) Pusparinengga Padukuhan Dalem, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak. Hal itu dijelaskan oleh Ny. Kalpikaningsih (71 th) saat menerima Kunjungan Pendamping Desa Budaya Widodomartani, Ratih Dewayani dan Bowo Purwadi, Senin (14/3/2022), di Sanggar Batik Pusparinengga Dalem, Widodomartani.

Dipilihnya Jangkang sebagai ciri khas batik produk Kube Pusparinengga, karena Jangkang adalah pohon yang dulu banyak tumbuh dan dijumpai disekitar tempat KUBE Pusparinengga berada.

“Nama dusun Jangkang sendiri diambil dari nama pohon Jangkang yang tumbuhnya bisa besar dan tinggi, bentuk dan warna daun serta buahnya indah. Tetapi saat ini pohon itu sudah jarang ditemui. Di Padukuhan Dalem sendiri tinggal satu dan itu tumbuh di makam dan oleh sebagian masyarakat dianggap angker,” jelas Kalpikaningsih.

Untuk mengabadikan keindahan pohon Jangkang itu, lanjut Kalpikaningsih, maka KUBE Pusparinengga menjadikan Jangkang sebagai motif batik khas produksinya. “Terutama diambil dari bentuk daun dan bunganya. Kami ibu yang bergabung di KUBE sejak tahun 2019 ini ingin melestarikan kebudayaan dengan cara membatik dan mengambil motif lokal,” ujarnya.

Berdirinya kelompok batik KUBE Pusparinengga sendiri berawal dari adanya Bhakti Masyarakat AMIKOM. Saat itu belum ada gambaran mau berkegiatan apa, lalu muncul gagasan untuk belajar mbatik dengan pelatihnya Nyimas Ngabehi Renggomurti, warga setempat yang juga pembatik di Pura Pakualaman.

“Jumlah anggotanya 20, semuanya perempuan usia antara 50 – 75 tahun. Sedang kelampoknya itu dibina oleh dinas Sosial dan pemerintah Kalurahan Widodomartani,” tambah Kalpikaningsih. Keanggotaan tersebut saat ini ingin dikembangkan sehingga tidak hanya terdiri dari ibu-ibu, namun juga bapak dan generasi muda.

“Produk batik Pusparinengga telah banyak diikutkan diberbagai pameran. Karena batik tulis asli maka harganya memang agak mahal. Nah, kami berharap bisa memiliki cap, sebab kalo kami promosi ke Kalurahan dan kantor kantor, mereka ingin membuat seragam batik cap agar harganya lebih terjangkau. Kula dereng gadhah cap (saya belum punya cap),” kelakar Kalpikaningsih.

Sementara itu disela sela aktifitas membatik, Nyimas Ngabehi Renggamurti menyampaikan rasa senang dan bangga karena ternyata anggota KUBE tekun dan sangat menikmati proses membatik. Saat ini hampir semua sudah mampu menuangkan ide di atas kain, termasuk proses lain seperti njaplok, nglowong, ngiseni hingga dan tahapan lain hingga jadi batik. Dia pun senang bisa menularkan kepada anggota. “Kula eman-eman menawi ilmu Kula mboten Kula tularaken. Menawi ngaten Niki rak ilmu Kula wonten manfaatipun (Sayang sekali kalau ilmu saya tidak saya bagikan. Kalau seperti ini kan ilmu saya ada manfaatnya),” kilahnya.

Menurut Pendamping Kalurahan Budaya Ratih Dewayani, kunjunganya ke Pusparinengga tidak terlepas dari ditetapkanya Widodomartani sebagai Kalurahan Kalurahan Budaya oleh Gubernur DIY. Maka perlu pendataan dan inventarisasi potensi kebudayaan yang telah ada dan tumbuh di masyarakat. Hal demikian untuk dapat dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan.

“Mulai tahun 2022 Widodomartani menjadi Kalurahan Budaya, maka ada pendampingan,” tutur Ratih. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Dinas Pertanian Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan dan Sayur

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Budi Daya Ikan dan Sayur yang ditujukan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalurahan Jogotirto yang diselenggarakan selama 2 hari dari Senin (14/3/2022) hingga Selasa (15/3/2022) di Sekretariat KPI Ngupyo Mino Sanggrahan, Kapanewon Berbah, Sleman. Program ini merupakan hasil dari Pokok Pikiran (Pokir) usulan Ardi Sehami, Anggotar DPRD Kabupaten Sleman.

Ardi Sehami dalam kesempatan tersebut mengatakan pelatihan yang berasal dari pokir anggota dewan ini bertujuan sebagai program pemberdayaan perempuan. “Harapannya, ibu-ibu bisa membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Ardi.

Para peserta nantinya diharapkan dapat membuka usaha, dan Ardi berpesan untuk jangan pernah menyerah karena dalam berusahan pasti ada pasang surutnya. “Sebagai pengusaha harus bisa menciptakan peluang dan harus terus belajar mengikuti perkembangan,” tukas Ardi.

Selain itu, para peserta nantinya juga dapat bergabung dengan komunitas besar, terutama dari pemerintah seperti Rumah Kreatif Sleman yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan PLUT yang berada di bawah Dinas Koperasi.

“Satu hal yang penting diperhatikan bahwa bisnis itu dinamis, selalu pasang surut. Makanya perlu belajar manajemen usaha untuk menghadapi perkembangan situasi,” pungkas Ardi. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)