Inovasi Pedagang Angkringan untuk Tetap Eksis di Masa Pandemi

Sleman – Pandemi COVID-19 membuat situasi di Indonesia bahkan di seluruh dunia mengalami kesulitan di sektor mana saja, terutama sektor ekonomi. Bahkan bagi para pelaku usaha juga berdampak besar akibat pandemi yang telah berlangsung selama 2 tahun ini. Kondisi seperti ini membuat para pelaku UMKM harus berpikir keras tentang strategi yang tepat untuk usahanya agar tetap berjalan walaupun terkena dampak COVID-19.
Sugiyono, salah seorang penjual angkringan yang berlokasi di depan Dususn Senuko, Godean, Sleman adalah salah satunya. Sugiyono mengatakan pandemi yang terjadi juga berdampak terhadap usahanya. Apalagi saat pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang PPKM yang membatasi jam operasional dan dilarang makan di tempat yang mengakibatkan omzet penjualan turun drastis.
“Saat adanya kebijakan tentang PPKM dan tidak boleh makan ditempat, usaha kami mengalami penurunan omset sangat drastis,” kata Sugiyono saat diwawancarai di Senuko, Godean, Sleman, Selasa (15/3/2022).
Walaupun pemberlakuan PPKM hanya sementara, tetapi usaha angkringan harus membuat inovasi agar bisa bertahan hidup ditengah pandemi covid-19. Inovasi yang diberikan oleh Sugiyono adalah dengan home service dan delivery order.
“Kita membuat inovasi yaitu home service dan delivery order. Jadi, konsumen jika ada acara atau ingin makanan angkringan bisa langsung pesan ke kami dan kami antar kerumah pelanggan,” kata Sugiyono.
Untuk mendukung inovasi tersebut, Sugiyono juga menambah pilihan menu makanan baru seperti nasi cumi, nasi bakar, nasi pindang, sate-satean, dan masih banyak lagi. Dengan menambah beberapa menu makanan yang baru diharapkan agar pelanggan tetap tertarik untuk membeli walaupun tidak bisa dine in.
Sugiyono mengakui bahwa pasca dilakukan pelonggaran PPKM, usaha angkringannya mengalami peningkatan pendapatan, karena telah diperbolehkannya makan di tempat. Ia mengatakan bahwa usahanya berangsur-angsur membaik, sehingga omzetnya pun meningkat.
“Ya, sedikit demi sedikit kami mengalami peningkatan pendapatan. Apalagi kita sudah membuat menu baru waktu PPKM jadinya pelanggan lebih tertarik dan beli makanannya banyak,” pungkas Sugiyono. (Sintawati Mita K dan Ignatius Soni Kurniawan/Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)



