Siswa MAN 1 Sleman Berhasil Raih Juara Lomba Bahasa Inggris

Sleman – Siswa MAN 1 Sleman berhasil mendapatkan prestasi dalam pagelaran National English Competition (NESCO) 2022. Marsya Aulia Fira Safanah, Siswi Kelas XI MIPA 2 MAN 1 Sleman berhasil meraih juara 2 untuk category Story Telling pada kompetisi yang diselenggarakan oleh English Department Students Association (EDSA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Lomba Speech, Poetry dan Story Telling Bahasa Inggris ini diikuti siswa SMA/MA/SMK se-Indonesia.

Marsya mengaku bersyukur dan senang karena mendapatkan juara. ”Alhamdulillah senang bisa mengiikut lomba NESCO. Mengikuti lomba bisa mendapatkan banyak ilmu dari guru pembimbing. Dan bisa ketemu dengan teman-teman yang sangat baik,” ungkapnya di MAN 1 Sleman, Sabtu (19/3/2022).

Ia mengungkapkan mengikuti lomba dapat melatih percaya diri, mengembangkan kreatifitas, dan dapat melatih daya ingat saya. Ia juga mengajak kepada teman-temannya untuk tidak takut mencoba sesuatu yang belum pernah kita lakukan.

”Jangan pernah takut gagal saat mengikuti perlombaan. Masa remaja sebisa mungkin diisi dengan kegiatan yang bermanfaat serta menguntungkan. Tetap semangat belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ajak Marsya.

Mengetahui keberhasilan Marsya, Ernawati, Wakil Kepala urusan Kesiswaan mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih siswanya. “Alhamdulillah, selamat kepada Ananda, semoga menjadi semangat untuk meraih prestasi pada ajang perlombaan yang lainnyai,” tutur Erna.

Ia berharap siswa madrasah semakin banyak meraih prestasi, “Buktikan madrasah yang hebat dan bermartabat,” tambah Erna memberi pesan semangat. (Siman)




Festival Van der Wijck, Festival Keceriaan Masyarakat Sleman

Mengawali tahun 2022, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), Mataya Arts & Heritage, dan masyarakat Dukuh Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel melaksanakan Festival Van der Wijck. Festival ini dilaksanakan dalam rangka Mangayubagyo Jumenengan Tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X dan peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2022.

Pembukaan Festival Van der Wijck dilaksanakan pada Sabtu, (19/3/2022). Hadir dalam acara pembukaan ini Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, beberapa pimpinan OPD di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, Panewu Tempel, dan Lurah Banyurejo. Tampil dalam rangkaian acara pembukaan antara lain kirab adat Memetri Buk Renteng, pergelaran musik Kemlaka (Sound of Archipelago), dan pergelaran tari Pawestri dengan tema ‘nadi’.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono, dalam sambutannya berharap festival ini dapat dilaksanakan secara kontinu, menjadi signature event di Kabupaten Sleman, dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2023. “Melalui event ini, pengembangan pariwisata di kawasan barat Sleman bukan hanya sekedar rencana tanpa aksi nyata, namun dibuktikan dengan kerja keras, gotong royong antar pemangku kepentingan dengan target yang jelas,” ungkapnya.

Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa festival ini membuktikan bahwa budaya kita tidaklah kuno, karena budaya itu tidak lekang oleh waktu. Hanya saja penyajian (packaging)nya yang perlu didorong supporting event yang mengikuti perkembangan zaman, tanpa mengurangi kesakralan dari budaya inti.

Selanjutnya Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam sambutan pembukaan berharap agar penyelenggaraan festival ini dapat menjadi instrumen untuk mengokohkan falsafah, tata nilai dan kreativitas dalam pengembangan perekonomian masyarakat dengan tetap berpijak pada akar budaya, adat dan tradisi yang ada di Kabupaten Sleman.

Terdapat beberapa rangkaian acara dalam Festival Van der Wijck tahun 2022 ini, seperti Umbul Donga dan Selawat Pitutur yang dilaksanakan pada Jum’at, 18 Maret 2022. Selanjutnya sebelum acara pembukaan, Sabtu, 19 Maret 2022, telah dimulai pasar kuliner dengan tema ‘didauni’ dan kerajinan warga Kapanewon Tempel, utamanya Dukuh Tangisan, Kalurahan Banyurejo, dan Van der Wijck Walk yang diikuti 100 pejalan kaki dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.  Selain itu, ditampilkan pula Tirta Hanuraga dan Golek ayun-ayun ‘Sidodadi – Cangkring’, pertunjukan Seni Badui ‘Sabilul Muslimin’, Jathilan ‘Sekar Naron’, dan beberapa pagelaran tari seperti Sotya, Tumandang, Memetri, dan Among Tani.




Tradisi Gotong Royong Bersih Makam yang Telah Mengakar di Masyarakat Tamanan

Sleman – Gotong Royong adalah tradisi warisan leluhur yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat dan perlu dipertahankan, karena gotong royong menjadi kunci sukses pembangunan di wilayah. Hal itu diungkapkan oleh Hasto, Dukuh Tamanan, Tamanmartani, Kalasan disela-sela kegiatan gotong royong bersih makam di wilayahnya, Minggu (20/3/2022).

Lebih lanjut dikatakan, gotong royong yang dilakukan masyarakat Tamanan tidak terbatas fisik, tetapi juga pikiran. “Tidak pula terbatas bagi bapak-bapak. Tetapi juga ibu-ibu, pemuda dan anak-anak. Tergantung jenis program apa yang akan dikerjakan,” ungkap Hasto.

Hasto menambahkan bahwa gotong royong yang sekarang lebih ngetren dengan istilah kerja bakti itu sudah ada sejak dahulu. Di masyarakat dikenal ada dua istilah, yaitu Kerja Bakti dan Sambatan.

“Kalau kerja bakti biasanya dilaksanan untuk mengerjakan program yang bersifat untuk kepentingan umum/masyarakat atau program organisasi, seperti membersihkan selokan, membersihkan makam, membangun fasilitas umum seperti gardu ronda, jalan, selokan, tempat ibadah, dan sebagainya. Tetapi kalau Sambatan, biasanya kerja bakti untuk membantu keperluan individu, misalnya saat mendirikan rumah, saat orang punya hajad besar maupun kecil yang tidak bisa dikerjakan sendiri. Karena tidak bisa sendiri, maka sambat dan minta dibantu, lalu disebut sambatan,” jelasnya.

Hingga saat ini di padukuhan Tamanan gotong royong masih dipertahankan. Pelaksanaanya bisa bersifat masal maupun penjadwalan per RT atau RW. Kalau kegiatan besar dan serentak lokasi berbeda, maka diatur perwilah dan lokasinya, pelaksanaan serentak. Tetapi ada pula yang dihadwal bergiliran waktunya. “Seperti yang dilakukan Minggu di tiga makam itu. Sedaya saget pun damel luwes, gumantung kawontenan,” kata Hasto.

Sementara itu Pendamping Kalurahan Budaya Tamanmartani Rita Apriani, saat mengunjungi kegiatan gotong royong bersih makam di Tamanan menuturkan bahwa Adat dan Tradisi warisan leluhur yang ada di masyarakat merupakan salah satu pilar Kalurahan budaya.

“Maka perlu dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan. Semangat gotong royong memiliki makna bahwa ternyata orang tidak bisa hidup sendiri, pasti memerlukan bantuan orang lain. Pekerjaan yang berat terasa ringan. Yang pasti, menunjukkan guyub rukun. Tata nilai Guyub Rukun mengandung banyak manfaat positif bagi kehidupan bermasyarakat. Ini adiluhung,” Tutur Rita. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Manajemen Media Sosial sebagai Sarana Dakwah

Sleman – Dalam menjaga eksistensi di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju, perlu inovasi dalam setiap pergerakan dan aktivitas. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah dengan terbuka terhadap metode baru dalam memperluas jangkauan dengan media sosial.

Hal tersebut yang mendasari dilakukannya Workshop Manajemen Media Sosial sebagai Sarana Dakwah, yang digelar oleh Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi Sleman, bekerja sama dengan LPM UMY dan AMM Kapanewon Turi Minggu (20/3/2022) di Gedung Dakwah Ngablak Bangunkerto Turi Sleman DIY.  Acara ini dibuka dengan pengajian iftitiah oleh Ustaz Trapsi Haryasi, Ketua PRM Randusongo. Selain itu, ada dua pemateri yang dihadirkan yakni Muh. Rizal AP Dosen dari Jurusan Komunikasi UM Buton dan Leni Sussanti Dosen Manajemen UM Pekajangan Pekalongan.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama LPM UMY dan AMM Kapanewon Turi. Adapun untuk konsep kegiatannya akan diselenggarakan secara blended, peserta offline adalah aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Turi Sleman DIY, dan masyarakat luas secara umum (via zoom) dengan peserta daring sejumlah 50 peserta dan juga luring.

Berbagai jenis media sosial saat ini dapat digunakan untuk membantu aktivitas organisasi sosial kemasyarakatan sebagai  sarana promosi, menjalin relasi dengan pemangku kepentingan, atau mendokumentasikan kegiatan organisasi. Seluruh kebutuhan tersebut dapat dipenuhi degan berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, Youtube, Twitter, dan lainnya.

“Mengingat pentingnya penggunaan media sosial sebagai inovasi dalam gerakan organisasi sosial kemasyarakatan, maka perlu dilakukan pelatihan manajemen media sosial bagi para pengurus dan kader Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi,” ungkap Anisa Dwi Makrufi, perwakilan dari UMY.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini mengambil fokus pada pemberdayaan perempuan (remaja putri) melalui kegiatan sosial berbasis dakwah, salah satunya adalah dalam pengelolaan media sosial sebagai sarana dakwah.  

“Program ini bertujuan untuk menguatkan karakter milenial serta meningkatkan kreativitas mereka dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 tanpa keluar dari nilai-nilai keislaman. Target luaran yang diharapkan ialah perempuan mampu meningkatkan kreativitas dan menerapkan nilai-nilai agama dalam berkehidupan sosial melalui media dakwah berbasis milenial,” tambahnya.

Sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara onlineyang memungkinkan manusia saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu  adalah pengertian dari media sosial. Di tengah derasnya media ini perlu disikapi dengan tepat, sebagaimana salah satu pembicara Leni Susanti mnegatakan untuk bijak dalam bermedia sosial dengan 3 jurus. “Jangan langsung dipercaya, cari sumber lain, dan jangan latah repost,“ ujarnya. (Arief Hartanto)




Sekda Sleman Lepas Touring Bakti Sosial RAPI Menuju Pantai Congot

Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Sleman mengajak segenap elemen masyarakat untuk peduli kebersihan lingkungan terutama pantai selatan. Ajakan ini diwujudkan dengan kegiatan Touring dan Bakti Sosial RAPI Sleman menuju Pantai Congot Kulon Progo, Sabtu (19/3/2022).

Diikuti sekitar 150 peserta menggunakan kendaraan bermotor roda dua, berangkat dari Kantor Sekretariat RAPI, Stadion Maguwoharjo menuju Pantai Congot Kulon Progo, dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Hardo Kiswoyo.

“Saya melihat perkembangan RAPI Sleman dalam berorganisasi dan berkarya untuk  masyarakat semakin meningkat, terbukti dengan beberapa aktifitas semua mengarah kepada manfaat luas, tidak hanya ke dalam RAPI sendiri. Adanya kegiatan bakti sosial contoh nyata, untuk  sepenuhnya saya mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Hardo Kiswoyo dengan semangat, beberapa saat sebelum melepas peserta ditandai dengan bendera start khas RAPI.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya Untung Sukaryadi, Ketua RAPI Sleman menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial ini  untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian sosial dalam masyarakat, harapanyan dapat meningkatkan dan mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota RAPI maupun dengan masyarakat di luar RAPI.

“Kegiatan bakti sosial ini sebagai ajakan kepada masyarakat untuk peduli kondisi alam saat ini, terutama kebersihan pantai. Di samping sebagai kegiatan rekreatif anggota RAPI setelah menyelesaikan gelaran akbar Serangan Umum 1 Maret 1949 RAPI Funbike 2022 baru-baru ini,” jelas Untung Sukaryadi yang juga mantan Ketua Dinas Sosial Daerai Istimewa Yogyakarta ini.

Selain kegiatan bersih  pantai, pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan berupa perangkat pendukung kebersihan  pantai untuk dimanfaatkan masyarakat di sekitar pantai. Penyerahan diserahterimakan dari Ketua RAPI Sleman kepada Sekretaris Desa Jangkaran, kabupaten Kulon Progo disaksikan oleh Danramil Temon, Kapolsek Temon, Komandan Pos Angkatan Laut, Congot, Ketua Pokdarwis Congot dan BASARNAS unit Congot.

Dalam persiapan area dan kesiapan teknis, kegiatan bakti sosial ini juga didukung oleh RAPI Kabupaten Kulon Progo, sekaligus turut menjaga perangkat pendukung kebersihan yang diserahterimakan. (Iswara JZ12ARI)