Setda DIY Gelar Sosialisasi Penanganan Kenakalan Remaja di Luar Sekolah

Sleman – Adanya kejahatan klitih yang dilakukan oknum remaja meresahkan banyak pihak yang menyebabkan citra buruk bagi pariwisata Yogyakarta.  Salah satu dampaknya adalah menurunnya jumlah wisatawan ke kota gudeg ini. Klitih disebabkan krisis identitas serta kontrol diri yang lemah pada diri remaja. 

“Maka diperlukan kerja sama yang baik antara sekolah, pemerintah dan masyarakat guna meminimalisir tindak klitih.  Banyak anak sekolah mengendarai kendaraan bermotor padahal yang belum waktunya.  Perhatian keluarga sangat dibutuhkan,” papar Sarah Waluya dari Satpol PP Kabupaten Sleman pada sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di luar lingkungan sekolah Senin (21/3/2022) di Pendopo Kapanewon Pakem. 

Sarah juga menegaskan adanya penitipan sepeda motor di sekitar SMP akan ditertibkan.  Kegiatan yang diprakarsai Sekretariat Daerah Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dihadiri kepala sekolah, guru, dan limas di lingkungan Kapanewon Pakem.

Tugas satpol PP, lanjut Sarah di antaranya menciptakan keamanan dan ketentraman masyarakat yang dilakukan dengan patroli serta isnpeksi mendadak (sidak). Institusi yang dipimpinnya menjalin kerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mewujudkannya. 

“Masyarakat hendaknya tahu pukul 10 malam hingga 4 pagi adalah jam istirahat.  Bila ada anak atau remaja keluar pada jam-jam tersebut harus didampingi orang tua atau saudara untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginan, kecuali bila ada kegiatan keagamaan, sosial atau kebencanaan,” tambahnya.

Retno Sigiyanti Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menegaskan dewan sangat konsen pada sosialisasi Perda DIY nomor 2 tahun 2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, utamanya pada penanganan remaja. Komisi yang dipimpinnya mendorong pemerintah pada bidang pendanaan sehingga sosiaslisasi bisa efektif sampai ke sekolah-sekolah dan masyarakat.   

“Kami sudah bersurat ke Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi Perda tersebut, dukungan sekolah dibutuhkan. Bersama Dinas Pendidikan kami akan mengundang perwakilan sekolah untuk duduk bersama mencari solusi efektif menangani kenakalan remaja,” tambah politisi Gerinda tersebut. 

Retno menegaskan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mendidik remaja. “Remaja harus mendapat perhatian utuh karena mereka adalah penerus estafet kepemimpinan di masa mendatang.   Harapannya, tidak ada lagi kenakalan remaja, minimal berkurang, saling menghormati perbedaan karena perbedaan adalah indah, serta saling menghargai,” ujar Retno.

Dalam kesempatan tersebut beberapa sekolah dan linmas mengapresiasi dan menyampaikan pentingnya duduk bersama mencari cara penanganan solutif terhadap kenakalan remaja. (Edy S/KIM Moyudan)




21 Museum Sleman Akan “Dijual” ke Cirebon

Sleman – Sebanyak 21 museum Sleman akan “dijual” ke Kota Cirebon Rabu (23/3/2022) besok yang dikemas dalam acara travel dialog museum. Demikian disampaikan oleh Plh. Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Wasita, Selasa (22/3/2022) saat memimpin keberangkatan Tim Travel Dialog Museum Sleman.

Tim Travel Dialog Museum Sleman terdiri atas 21 orang yang berasal atas 13 perwakilan museum, 2 perwakilan Forum Komunikasi Museum Sleman (FKMS), dan Tim Dinas Kebudayaan selaku penyelenggara. Ketigabelas perwakilan museum tersebut berasal dari Museum Ullen Sentalu, Museum Mini Sisa Hartaku, Museum Gempa Prof Sarwidi, Museum Monumen Pancasila Sakti, Museum Monumen Jogja Kembali, Museum UGM, Museum Pendidikan Indonesia UNY, Museum Pergerakan Wanita Indonesia, Museum Affandi, Museum Geoteknologi Mineral UPN Veteran, Museum Pusat Dirgantara Mandala TNI AU, Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Serat Holistik Kehidupan Susilowati Susmono.

Selain itu museum yang juga ikut “dijual” adalah Museum Anak Bajang, Museum Bakalan, Museum Air Jogja Bay, Museum Monumen Plataran, Museum Candi Prambanan, Museum BPCB DIY.

“Ajang travel dialog museum akan diselenggarakan Rabu 23 Maret 2022 di Batiqa Hotel Kota Cirebon yang menghadirkan 45 travel agent yang tergabung dalam ASITA Kota Cirebon dan 45 Kepala Sekolah SD dan SMP di Kota Cirebon dalam agenda yg terpisah,” ujar Wasita, Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Sleman.




Pagelaran Wayang Oleh Dalang Remaja di SD Pendulan Sumbersari

Moyudan – Untuk menanamkan nilai-nilai seni dan budaya kepada para siswa, SD Negeri Pendulan Sumbersari, Moyudan, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan  pagelaran wayang kulit. Acara itu digelar pada hari Sabtu, (19/3/2022) di SD Pendulan dengan lakon Aji Narantaka oleh dalang Aditya Andi Sadewa. Ki Aditya adalah dalang remaja yang baru kelas 3 SMP Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

 “Tujuan digelarnya acara ini adalah agar siswa mengenal wayang dan dapat melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung ini,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aris Marwoto. Selain dihadiri Sekdin Kebudayaan Sleman, pagelaran wayang tersebut juga dihadiri oleh Wasita dan Dekhi Nugroho dari Dinas Kebudayaan Sleman, Panewu Moyudan Harso Wasono, Kapolsek Moyudan AKP Estiqomah, dan segenap guru, serta  perwakilan  orang tua/ wali murid dan perwakilan siswa masing-masing kelas.

Sedangkan narasumber Jasminto, menyampaikan tentang sifat-sifat tokoh wayang dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Setelah itu, untuk mengenalkan nama-nama tokoh wayang kepada para siswa, narasumber tersebut memegang tokoh-tokoh wayang satu persatu, kemudian meminta siswa-siswi maju menyebutkan nama tokoh wayang tersebut. Tokoh-tokoh yang ditunjukkan adalah, Puntadewa, Raden Arjuna, Werkudara, Prabu Kresna, dan sebagainya. Ada hadiah uang saku dari Disbud bagi siswa-siswi yang dapat  menjawab dengan benar. Para siswa yang mengenakan pakaian Jawa seperti halnya para guru itu dengan antusias maju menjawabnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Pendulan Tri Suyati, mengemukakan acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan tontonan sekaligus tuntunan kepada para siswa.

“Diharapkan para siswa dapat mencontoh tokoh-tokoh  wayang yang berbudi pekerti baik yang ditampilkan, sehingga kedepan bisa menjadi generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur, berbakti kepada orang tua, masyarakat, nusa dan bangsa,” jelasnya.

Gelar budaya tersebut juga diselingi dengan Tari Cantrik oleh Muhammad Ridho dan pembacaan geguritan oleh Adisna Adli Pratama. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Peringatan HPSN 2022, DLH Ajak Masyarakat Bijak Mengelola Sampah

Sleman – Sampah menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca dan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Epiphana Kristiyani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Kabupaten Sleman 2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/3/2022).

“Adanya gas metana yang dihasilkan dari TPA (tempat pembuangan akhir), tidak adanya pemanfaatan lanjut dari gas metana tersebut, dan masih adanya aktivitas pembakaran sampah terbuka, serta daur ulang sampah yang masih minim akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan perubahan iklim,” lanjut Epiphana.

HPSN Kabupaten Sleman sendiri mengusung sub tema “Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” yang merupakan tema turunan dari tema nasional yang digaungkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”.

Sejalan dengan sub tema tersebut, Epiphana menyoroti pentingnya kesadaran pengelolaan sampah oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah di Kabupaten Sleman. Ia menekankan peran serta masyarakat, khususnya di lingkup rumah tangga, untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengelolaan sampah.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Ekonomi dan Pembangunan, Heri Saptono, menyambut baik penyelenggaraan Peringatan HPSN Kabupaten Sleman tersebut.

“Saya berharap dapat memupuk kesadaran, kepedulian, serta tanggung jawab kita semua, seluruh masyarakat Sleman, dalam pengelolaan lingkungan dan dampak peningkatan iklim,” ungkap Heru.

Selain itu, mengingat TPA Piyungan sebagai tempat pengelolaan sampah untuk Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul akan segera ditutup pada 27 Maret 2022 mendatang, Heru menyampaikan imbauan Bupati Sleman kepada seluruh masyarakat dan para pegiat lingkungan untuk menekan volume residu sampah yang tidak memungkinkan untuk diolah lagi.

“Mari kita memulai dari lingkup terkecil dengan membangun kebiasaan membawa botol minum pribadi, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan memilah sampah organik dan anorganik untuk memudahkan upaya daur ulang sampah,” ujarnya.




Condongcatur Berikan Hibah Laptop untuk PAUD Non-Formal

Sleman – Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyerahkan bantuan Hibah Laptop kepada 7 Lembada PAUD Non-Formal (SPS) Condongcatur di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (21/3/2022). Penyerahan dilakukan kepada 7 SPS di Condongcatur yaitu SPS Asparagus 1 dan 2 Kentungan, SPS Mutiara Bunda Gempol, SPS Teratai Indah Dabag, SPS Insan Mulia Gandok, SPS Teratai Ngiringin, dan SPS Sekar Melati Ngropoh.

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan tujuan dari pemberian hibah laptop ini adalah dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan Lembaga PAUD Non-Formal (SPS) yang berada di bawah pembinaan Kalurahan Condongcatur. “Di samping itu juga untuk mendukung Lembaga dalam pengelolaan aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan),” ungkap Reno.

Menurut Reno, selama ini pengelolaan data Dapodik di lembaga terkendala oleh sarana prasarana penunjang, dalam hal ini laptop dengan spesifikasi tertentu dan lembaga hanya mengandalkan laptop milik pribadi untuk mengelola data dan administrasi pendidikan lain.

“Sehingga kebutuhan akan adanya laptop untuk pengerjaan aplikasi dapodik, sangat mendesak dan menjadi skala prioritas. Diucapkan terima kasih atas semangat yang luar biasa dari para pejuang PAUD, diharapkan 5 lembaga SPS lainya yang belum untuk segera berbenah agar bisa setara dengan 7 SPS lainnya,” ungkap Reno.

Dapodik sendiri adalah Sistem Pendataan Skala Nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data Utama pendidik nasional yang merupakan bagian dari program perencanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Kamituwa Condongcatur, Al Thoufik Sofisalam selaku penanggungjawab bidang mengatakan, PAUD agar senantiasa meningkatkan kualitas baik lembaga maupun personal. “Mengingat pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini sebagai langkah awal pembentukan karakter anak diharapkan 5 SPS lainnya dinanti progres izinnya, agar bisa setara dengan lembaga yang saat ini menerima bantuan Hibah Laptop,” terang Thoufik.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur senantiasa mendukung program PAUD, mulai tahun 2022 para pendidik akan diberikan insentif per tahunya untuk memberikan perhatian dan semangat kepada para pendidik paud condongcatur

Sementara itu, Ketua Paguyuban PAUD Condongcatur, Reni Lestari mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan Pemerintah Condongcatur kepada PAUD Condongcatur. Ia menjelaskan bahwa jumlah lembaga SPS di Kalurahan Condongcatur adalah 12 lembaga, sementara yang sudah mengakses Dapodik sebanyak 7 lembaga. Jumlah Pendidik sebanyak 84, tenaga kependidikan di luar Pendidik sebanyak 35. Peserta didik baik dari area Condongcatur maupun luar Condongcatur sebanyak 245 Peserta Didik.

“Semoga dengan bantuan hibah laptop sebagai alat pendukung ini dapat memberikan semangat baru dan motivasi untuk terus berkarya dalam PAUD dan mungkin baru Kalurahan Condongcatur di Kabupaten Sleman yang memberikan Hibah Laptop kepada lembaga PAUD non formal (SPS),” ujar Reni. (Wasana/KIM Depok)