FLH Berbah Gelar Peringatan Hari Air Sedunia 2022

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah mengadakan Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2022 di Embung Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Rabu (23/3/2022). Kegiatan yang mengambil tema “Air Tanah yang Tidak Terlihat, Tetapi Dirasakan Manfaatnya” tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, serta Panewu Berbah.

Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih sampah, dan kemudian dilanjutkan dengan memilah sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik di Embung Sendangtirto. Setelah itu, kegiatan juga diisi dengan donasi eco enzyme dengan melakukan penuangan eco enzyme di perairan embung.

Rohmiyanto AP, Panewu Berbah mengapresiasi kegiatan peringatan hari air ini. Dengan momentum peringatan ini, ia berharap dapat terus menjaga kualitas dan keberadaan air. “Karena air sangat dibutuhkan dan harus dijaga kelangsungan untuk anak cucu kelak,” kata Panewu Berbah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman Purwoko Sasmoyo menyatakan DLH Sleman selalu mendukung kegiatan yang menjaga kelestarian alam.

“Dinas Lingkungan Hidup Sleman akan selalu mendukung kegiatan yang bertujuan menjaga dan mengelola lingkungan,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan yang dipimpin Kusnadi, perwakilan FLH Berbah. Dalam kesempatan tersebut, dikemukakan usulan untuk melakukan penanaman pohon untuk konservasi mata air yang bisa menjaga kualitas dan kelangsungan mata air di Embung Sendangtirto.

Usulan tersebut kemudian mendapat persetujuan dari Anggota DPRD yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Yang penting ada komunikasi ke dewan, nanti kita bantu kawal program untuk pemberdayaan masyarakat,” kata Guntur Yoga Pratama, Anggota Komisi C DPRD Sleman. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Selamatkan Dari Kepunahan, Warga Maguwoharjo Serahkan Landak Jawa Piaraannya

Sleman – Sebagai wujud peningkatan kesadaran dan komitmen dari warga masyarakat terhadap penyelamatan satwa liar dari kepunahan khususnya Landak Jawa (Hystrix javanica) maka Ezra Sari yang merupakan warga Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman melalui Komunitas Kekandhangan Banyuraden menyerahkan hewan piaraannya kepada Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

Prosesi serah terima hewan mamalia liar tersebut dilaksanakan di Kantor BKSDA Yogyakarta jalan  Rajiman Km. 0,4 Wadas, Kalurahan Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (22/3/2022) oleh Penanggung Jawab Komunitas Kekandhangan Banyuraden, Aryo Tejo kepada bagian pelayanan, perijinan dan perlindungan BKSDA Yogyakarta, Maria Nevertiti Taraukallo.

Dalam sambutannya, Maria Nevertiti Taraukallo menyampaikan apresiasi terhadap warga masyarakat dan komunitas Kekandhangan Banyuraden yang merupakan mitra BKSDA Yogyakarta dalam hal penanganan satwa liar yang telah mentaati Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

“Di negara Indonesia sebetulnya ada lima jenis landak, yakni Landak Raya (Hystrix brachyura), Landak Sumatera (Hystrix sumatrae), Landak Jawa (Hystrix javanica), Landak Butun (Hystrix crassispinis), dan Landak Ekor Panjang (Trichys fascilutala). Namun, hanya Landak Jawa saja yang berstatus dilindungi sementara empat jenis landak lainnya belum dilindungi,” tutur Maria.

Ia menambahkan, Landak Jawa yang dikenal memiliki duri yang khas di sekujur tubuhnya selain berguna sebagai pertahanan diri dari predator, ternyata memiliki manfaat nutrisi yang baik dalam durinya dalam pengobatan khususnya sakit gigi karena mengandung Protein, Lemak, Kalsium, Fosfor, Magnesium, Sulfur, dan asam lemak bebas yang melapisi duri yang bersifat antibiotik. Sehingga banyak diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Adapun permasalahan penurunan populasi Landak Jawa diakibatkan adanya alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan permukiman, serta perburuan liar yang dilakukan oleh orang-orang untuk kepentingan pribadinya. Karenanya, diperlukan peran serta dari berbagai kalangan dalam memanfaatkan potensi secara bijak dan menjaga kelestarian satwa yang dilindungi ini. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Sendratari Tirta Kamulyan Jati, Pertunjukan Tari yang Mengangkat Cerita Rakyat Sinduharjo

Sleman – Sendratari Tirtaning Kalmulyan Jati dari Kalurahan Sinduharjo Ngaglik, Sleman menyemarakkan Pentas Seni Desa/Kalurahan Budaya yang diselenggarakan secara daring oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Selasa (22/3/2022) sore di Gedung Bina, Kundha Kabudayan DIY.

Menurut Dwi Murti Ardiyani, Pendamping Kalurahan Budaya Sinduharjo, Sendratari yang berjudul Tirtaning Kamulyan Jati itu diambil dari cerita rakyat tentang keberadaan Sendang Rohani di Jaban Sinduharjo. “Cerita itu sudang berkembang sejak dahulu, kemudian tahun 2020 diangkat ke dalam sebuah Seni Drama Tari oleh Anjani sebagai penata tarinya untuk pentas Selasa Wagen,” jelas Dwi.

Sendang Rohani yang menjadi ide cerita Sendratari Tirtaning Kamulyan sendiri menceritakan Raja Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat mengutus bala prajurit untuk melakukan labuhan di lereng Merapi. Perjalanan panjang ditempuh dengan berjalan kaki, dan hanya dilakukan oleh utusan Kasultanan. Karena bala prajurit lelah, maka beristirahat disuatu tempat pinggir aliran kali Boyong.

Setelah rasa lelahnya hilang bala prajurit bergegas melanjutkan perjalanan menuju lereng Merapi. Tak disangka, salah seorang prajurit tertinggal di kisaran kali Boyong tempat peristirahatan. Namun ketika prajurit yang tertinggal akan melanjutkan perjalanan menyusul rombonganya, naas tertahan karena dihalangi makluk halus. Apa daya, ia tak mampu mengalahkannya, akhirnya meninggal.

Selang  beberapa waktu, ketika bala prajurit yang lain berusaha mencarinya, ditemukanlah prajurit yang tertinggal itu dalam keadaan tergeletak dan meninggal di kisaran kali Boyong. Anehnya, ketika mayat diangkat, dari bawah muncul mata air yang sangat jernih. Maka sejak itu sedang dengan air sangat jernih dinamakan Sendang Rohani

Kisah cerita rakyat yang dalam pentas seni desa/kaluran budaya tahun 2022 ini diangkat kembali tetapi dalam bentuk sendratari, dengan penata tari masih Anjani pemudi asal Jaban, dengan sinopsis ditulis Nurjayanto Prasetyo pendamping Kalurahan Budaya Sinduharjo.

Untuk pementasan berdurasi sepuluh menit itu,digarap lebih apik, dimainkan oleh seniman seniwati muda lokal dengan penuh penghayatan. Kisah Sendang Rohani yang menjadi kebanggaan Kalurahan Sinduharjo itu digali dari narasumber sesepuh Padukuhan Jaban, Sudarmono dan Sugi.

Baik Dian dan Nurjayanto selaku pendamping budaya, mendorong masyarakat untuk menggali potensi kisah kisah cerita rakyat lainya yang sudah ada untuk ditulis didokumentasikan serta diangkat dalam sebuah sendratari. “Tujuanya agar tetap diketahu oleh masyarakat, terutama untuk generasi muda. Cerita-cerita ngaten menika perlu pun serat, pun simpen, syukur dados sendratari supados mboten ical (Cerita-cerita seperti itu perlu ditulis, perlu disimpan. Syukur-syukur jadi sendratari supaya tidak hilang),” pinta kedua pendamping budaya itu. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Mudah dan Praktis Dapatkan Beras Melalui ATM Beras

Sleman – Masyarakat Kalurahan Sukoharjo, Kabupaten Sleman DI Yogyakarta kini bisa memanfaatkan fasilitas ATM Beras yang memungkinkan masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh beras secara gratis, mudah, efektif, praktis, dan terjaga kebersihannya. Hal tersebut disampaikan oleh Mafilindati Nuraini saat menghadiri peresmian ATM Beras di Masjid Baiturrahman, Klidon, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

“ATM Beras merupakan terobosan baru untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, apalagi di saat pandemi seperi sekarang ini. Pemkab sangat mendukung inovasi ini dan diharapkan bisa diterapkan di masjid lain untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” kata Mafilinda setelah meresmikan ATM Beras pada Rabu (23/3/2022).

Sementara itu, Muslih Efendi selaku Ketua Takmir Masjid Baiturrahman menyampaikan bahwa ATM beras merupakan bantuan dari Yayasan Baitul Mal (YBM) Brilian dari Bank Rakyat Indonesia.

Disebutkan bahwa BRI mempunyai wadah yang bertugas mengurusi zakat karyawan BRI untuk disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Zakat tersebut yang kemudian diwujudkan ke dalam ATM beras yang baru di-launching penggunaannya.

“Sebagai tahap awal YBM BRI melalui takmir masjid memberikan bantuan 3 Liter beras per minggu kepada 50 orang penerima manfaat selama 1 tahun penuh. Untuk tahap selanjutnya takmir masjid akan  menggalang donasi untuk melanjutkan kegiatan tersebut,” kata Muslih.

Penempatan ATM Beras di Masjid Baiturrahman ini menurut Muslih karena masjid selain berfungsi sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi bagi masyarakat.

“Masjid Baiturrahman adalah milik warga tanpa memandang dia berasal dari ormas apa. Semua boleh beribadah di sini sepanjang itu sesuai dengan syariat Islam. Di masjid ini juga sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi ditunjukkan dengan adanya PAUD, tempat penitipan anak, TK Taman Kanak Kanak, ikatan remaja masjid, sekolah lansia, posyandu lansia, Koperasi Albarokah, Toko Z Mart di lingkungan masjid Baiturrahman,” imbuh Muslih.

Sementara itu Kepala Kanwil BRI Yogyakarta yang diwakili Pimpinan YBM BRI Yogyakarta, Priyantoro yang hadir pada acara tersebut menyatakan bahwa kunci utama kesejahteraan sosial di antaranya adalah upaya mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran rakyat.

“Untuk menuju kesejahteraan rakyat tersebut warga negara harus bekerja sama untuk mewujudkannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh YBM Brilian dengan memberikan bantuan ATM beras yang ditempatkan di masjid, dengan maksud sekaligus memakmuran masjid dan mendorong agar jamaah Senantiasa bersyukur kepada Alloh.

Pada akhirnya ia berpesan bahwa ATM beras adalah mesin yang harus dirawat keberadaannya agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Tumbuhkan Sikap Disiplin Siswa, MAN 1 Sleman Gandeng Polres Gelar Pelatihan PKS

Sleman – Guna meningkatkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab siswa, MAN 1 Sleman bekerja sama dengan Polisi Resor (Polres) Sleman menggelar pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Kegiatan pelatihan berlangsung selama 3 hari mulai Selasa (22/3/2022) sampai Kamis (24/3/2022). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Polres Sleman yaitu Iptu Mulyanto selaku Kanit Kamsel Satlanta, Aiptu Agus Kristianto (anggota), Aipda Mulyana (anggota), Bripka Hana Hermawan (anggota), dan Briptu Rina Handayani (anggota)

Kepala MAN 1 Sleman mengatakan setelah mengikuti pelatihan ini semua anggota PKS harus siap membantu madrasah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan madrasah, terutama  masalah kelancaran lalu lintas di jalan raya.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk anggota PKS yang disiplin dan mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi untuk mengamalkan dan melaksanakan janji PKS,” ungkap kamad saat memberi sambutan dalam acara pembukaan pelatihan yang berlangsung di aula madrasah, Selasa (22/3/2022).

Sementara itu Ernawati, Wakil Bidang Kesiswaan mengatakan PKS adalah salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler yang ada di madrasah. Mereka akan bertugas membantu mengatur lalu lintas di lingkungan madrasah. 

“Harapan saya melalui pelatihan ini anggota PKS akan mengetahui  tugas dan kewajiban sebagai  anggota dapat berpartisipasi membantu dan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkunag madrasah,” kata Erna (smn)