Sleman – Pemerintah Kalurahan Trihanggo bekerjasama dengan Puskesmas Gamping II menyelenggarakan kegiatan vaksinasi massal Covid-19 dosis 3 atau Booster bagi masyarakat Trihanggo yang digelar di Aula Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (25/3/2022).
Kegiatan yang ditujukan untuk percepatan terwujudnya kekebalan kelompok (Herd Immunity) Covid-19 ini dipantau langsung oleh Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi, serta Kepala Jawatan Keamanan Gamping, Harley Joshua Benyamin beserta jajarannya.
Dalam keterangannya, Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, MPH yang didampingi oleh penanggung jawab kegiatan vaksinasi massal, dr Novi Eko dan dr Laila Nurhidayati menegaskan bahwa jenis vaksin yang digunakan dalam kegiatan kali ini yakni Astrazeneca. Pihaknya menargetkan 1000 orang penerima vaksin dan menyediakan sebanyak 44 vial vaksin Astrazeneca.
“Walaupun difokuskan untuk vaksinasi dosis 3 atau Booster, namun petugas kesehatan kami juga melayani peserta vaksin dosis 1 dan dosis 2 karena pemberian vaksinasi merupakan ikhtiar dari pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 yang belum usai hingga saat ini,” tegas Daroji.
Ia berharap, bagi warga masyarakat yang sudah divaksin agar tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin karena vaksinasi tidak bisa menggantikan protokol kesehatan melainkan sebagai bagian dari usaha pengendalian Covid-19 yang bersifat sebagai pelengkap.
“Alhamdulilah, vaksinasi massal hari ini tidak ada warga yang mengalami kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) yakni gejala medis yang terjadi setelah vaksinasi dan diduga berkaitan dengan vaksin atau imunisasi yang diberikan seperti nyeri, bengkak, kemerahan di lokasi suntikan, ataupun demam,” tutur Daroji.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Puskesmas Gamping II, jumlah warga yang hadir di lokasi kegiatan sejumlah 608 orang, sedangkan yang tervaksin sejumlah 589 orang dengan rincian dosis 1 sebanyak 22 orang, dosis 2 sebanyak 3 orang dan dosis 3 atau Booster sebanyak 564 orang. Sedangkan 19 orang mengalami penundaan vaksinasi dikarenakan berbagai hal diantaranya memiliki tekanan darah yang tinggi dan belum memenuhi masa tenggang vaksinasi sebelumnya, sehingga petugas vaksinator tidak mau beresiko memberikan vaksinasi lanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)