Sukoharjo Ambil Bagian Dalam Vaksinasi Serentak Seluruh Indonesia

Ngaglik – Kalurahan Sukoharjo Kapanewon Ngaglik ikut serta dalam pelaksanaan Vaksinasi Booster secara serentak yang dilakukan pada Jumat (1/4/2022). Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa vaksinasi kali ini merupakan vaksin booster kedua yang diselenggarakan di Kalurahan Sukoharjo.

“(Vaksin booster) dengan jumlah vaksin dosis ketiga jenis Sinopharm dengan kuota 1000, tersedia juga jenis vaksin Sinovac dan Astrazeneca dengan kuota terbatas agar warga sukoharjo yang datang dengan membawa dosis 1 dan 2-nya jenis berbeda tetap bisa mendapatkan booster ini,” papar Hadi Subronto selaku Lurah Kalurahan Sukoharjo.

Kegiatan vaksin serentak ini juga dihadiri oleh Wakapolda DIY, Kapolres Sleman, Panewu Kapanewon Ngaglik, serta Kepala Puskesmas Ngaglik 2.

“Pelaksanaan vaksin booster direncanakan akan terus dilaksanakan mengingat makin banyaknya pasien COVID-19 pada saat ini, sehingga harapannya dapat menekan laju penularan virus COVID-19 dan warga Sukoharjo bisa menjalankan aktivitas seperti biasa dengan normal,” tambah Hadi.

Sementara itu, Evi, salah satu tenaga kesehatan dari IBI (Ikatan Bidan Indonesia) yang bertugas sebagai vaksinator berharap pelaksanaan vaksinasi booster ini bisa terus diadakan karena masih banyaknya sasaran yang belum mendapatkan vaksin ketiga.

“Dan juga nantinya dapat diberikan kepada warga masyarakat, khususnya di sekitar Kalurahan Sukoharjo dan juga bagi yang tidak lolos vaksinasi bisa diulang kembali,” kata Evi.

Vaksinasi ini juga mendapatkan apresiasi dari warga. Rudy, salah seorang warga yang menjadi peserta vaksinasi berharap vaksin yang diberikan dapat memberikan kekebalan terhadap virus COVID-19. Ia juga memberi masukan agar sebelum vaksinasi diselenggarakan dilakukan pendataan calon peserta di setiap padukuhan sebelum hari pelaksanaan vaksinasi. (Septi SLP/Kim Sukoharjo-Ngaglik)




Gandeng Relawan FPRB, PMI Gamping Gelar Aksi Donor Darah

Sleman – Usai melakukan sosialisasi tentang donor darah terhadap komunitas relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Gamping dalam mendukung program Layanan Darah Sleman Gratis (Lada Manis) bagi penduduk Kabupaten Sleman, Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Gamping menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Kapanewon Gamping, Sabtu (2/4/2022).

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Panewu Gamping, Sarjono didampingi Panewu Anom, Trisno Sunardi, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo, serta Ketua PMI Gamping, Rustam Sutanto. Dalam sambutannya, Panewu Gamping, Sarjono menyampaikan apresiasi atas terlaksananya aksi donor darah yang diinisiasi oleh PMI Gamping dalam mendukung suksesnya program Lada Manis bagi warga Kabupaten Sleman.

“Dengan diluncurkannya program Lada Manis oleh Pemerintah Kabupaten Sleman maka perlu adanya persediaan darah yang jumlahnya tidak sedikit karena melalui program ini disediakan kantong darah bagi warga sleman yang membutuhkan lewat rumah sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan PMI Sleman secara gratis,” tutur Sarjono.

Ia menambahkan bahwa warga yang memiliki kartu tanda penduduk Kabupaten Sleman dapat memanfaatkan layanan darah secara gratis dikarenakan biaya pengolahan darah sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor Tahun 2018 yang memuat tentang pedoman penyelenggaraan program jaminan biaya pengganti pengolahan darah.

Berdasarkan keterangan dari Ketua PMI Gamping, Rustam Sutanto, aksi donor darah merupakan program kerja tahun 2022 yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun. Adapun petugas donor darah yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari markas PMI Kabupaten Sleman berjumlah 5 orang, serta petugas dari PMI Kapanewon Gamping sebanyak 7 orang.

“Hari ini jumlah peserta yang mendaftar sebagai donor sebanyak 46 orang, namun yang memenuhi syarat sebagai pendonor hanya berjumlah 25 orang, karena ada 21 orang yang tidak lolos skrining Kesehatan yang dilakukan petugas sebelum mengambil darah peserta,” terang Rustam.

Dirinya menjelaskan, salah satu keuntungan sebagai pendonor darah yakni kesehatannya akan terpantau karena setiap kali akan mendonorkan darahnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah, dan hemoglobin), serta uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan melalui darah.

Rustam mengakhiri penjelasannya dengan mengajak masyarakat sekitar agar mendonorkan darahnya secara rutin setiap dua bulan sekali agar tubuh terpacu untuk memproduksi sel-sel darah yang baru yang diperlukan sebagai pengangkut oksigen dan sari-sari makanan, serta menjadikan fungsi darah menjadi lebih baik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Jalin Silaturahmi, Pemerintah Kalurahan Condoncatur Gelar Safari Tarawih Keliling

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1443 H, Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali melaksanakan Safari Tarawih Keliling (Tarling) di 18 Masjid yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur. Pelaksanaan Safari Tarling Perdana dilaksanakan Minggu (3/4/2022) di Masjid An- Nur Tambakboyo Padukuhan Dero yang diikuti Tim 1 yang terdiri dari Pamong, BPKal, Lembaga Kalurahan (PKK, LPMK dan Karangtaruna), Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa tujuan dari Safari Tarling ini untuk menjaga silaturahmi dari pemerintah kalurahan kepada masyarakat. “Di samping sebagai upaya penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” kata Reno.

Saat ini salah satu kebijakan Pemerintah Kalurhan Condongcatur, lanjtu Reno, adalah bantuan dana pembangunan Rp. 40 juta pertahun untuk setiap RW selama 6 tahun. “Untuk di Tambakboyo telah digunakan untuk pengaspalan jalan,” kata Reno.

Usai melaksanakan sholat isya dan tarawih berjamaah, kemudian diserahkan infak dari Pemerintah Kalurahan sebesar kepada takmir Masjid An-Nur Tambakboyo. (Wasana/KIM Depok)




Warga RW 45 Padukuhan Kayen Kelola Sampah dengan Gerakan Sedekah Sampah

Sleman – Sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah, Warga RT 07 dan RT 08 di wilayah RW 45 Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok melaksanakan kegiatan Sedekah Sampah. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk pengaplikasian ilmu yang diperoleh dari Pelatihan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kapanewon Depok.

Ketua RW 45, Sukirman mengatakan bahwa sampah tersebut dimanfaatkan sebagai mediun untuk bersedekah. “Di samping itu, hasil penjualan Sedekah Sampah dapat digunakan untuk kegiatan bersama warga dan pembuatan sarana prasarana di wilayah RW 45,” kata Sukirman saat dikonfirmasi, Minggu (3/4/2022).

Sementara itu, Neta Jindarto, Ketua Gerakan Sedekah Sampah menyampaikan Sedekah Sampah dilaksanakan setiap Minggu pertama dan ketiga pada setiap bulannya. Masing-masing RT memiliki tempat dan koordinator pengumpulan sampah yang disumbangkan, yaitu untuk RT 07 dikumpulkan di Joglo Suratno dengan koordinator Emy Purwaningsih. Sedangkan untuk RT 08 di tempat Jindarto dengan koordinator Yani Martiyaningsih. Hasil pengumpulan Sedekah Sampah pada sore harinya akan ditimbang dan dibeli oleh pengepul sampah.

“barang-barang yang dapat disedekahkan adalah berupa kardus bekas, kertas, botol, plastik, minyak jelantah, pecahan kaca kecil non keramik, dan logam atau besi,” kata Neta.

Neta menambahkan bahwa usaha pengolahan sampah sepert Bank Sampah dan Sedekah Sampah hanya dapat berdiri jika ada komitmen warga menjadi penabung sampah atau rela memberikan sedekah sampahnya. “Dimulai dengan disiplin memilah sampah sesuai jenisnya sehingga nantinya yang terbuang di TPA adalah residu sampah yang tidak dapat diolah dan tidak memiliki nilai tambah,” ungkap Neta. (Wasana/KIM Depok)




Dawet Mbah Manto di Berbah yang Berusaha Bertahan di Masa Pandemi

Sleman – Pandemi COVID-19 mempengaruhi segala sektor kehidupan, terutama sektor ekonomi. Banyak masyarakat yang terkena dampaknya, tak terkecuali Busro dan Purwanti, pemilik usaha Dawet Gentong Mbah Manto yang biasa berjualan di Jalan Jogja-Wonosari Km 9.5, tepatnya di depan Pasar Kampung Tegalsari, Kapanewon Berbah.

Purwanti mengatakan bahwa pandemi sangat mempengaruhi kelangsungan usahanya. “Saat sebelum pandemi, penjualan setiap hari bisa 100 porsi namun saat waktu pandemi datang, penjualan turun cukup drastis menjadi sekitar 50 porsi,” kata Purwanti saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (1/4/2022).

Bahkan kata Purwanti, penjualan sempat hanya mencapai 20 porsi dawet ketika pandemi berada di puncaknya. “Alhamdulillah saat ini seiring pandemi yang sudah mulai surut penjualan bisa naik lagi meski belum bisa seperti saat sebelum pandemi. Saat ini rata-rata penjualan bisa 35 porsi,” kata Purwanti di sela-sela melayani pembeli.

Para pembeli sendiri dapat menikmati dawet hitam yang dicampur santan dan gula Jawa ini dengan menggunakan mangkok, ataupun dengan dibungkus plastik dan cup gelas plastik. Selain itu, Dawet Mbah Manto juga menerima pesanan untuk pengajian, arisan, pernikahan, dan takjil di bulan puasa.

Seorang pelanggan Dawet Mbah Manto adalah Adurrohman. warga Piyungan Bantul. Ia mengatakan bahwa rasa Dawet Mbah Manto ini segar dan pas (kadar manisnya) sehingga tidak menyebabkan gatal di tenggorokan karena menggunakan gula Jawa murni.

“Ini yang bikin beda dengan dawet lainnya yang membuat saya suka Dawet Mbah Manto,” kata Abdurrahman. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)