Petani Milenial Diharap Dapat Tingkatkan Peran Generasi Muda Majukan Pertanian

Sleman – Demi meningkatkan peran generasi muda dalam memajukan dan mengembangkan bidang pertanian khususnya penyangga ketahanan pangan yang berkelanjutan maka Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah I Kabupaten Sleman membentuk petani milenial yang dikukuhkan kepengurusannya oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Prosesi pengukuhan petani milenial yang berlangsung di Sekretariat Titik Kumpul Lelang Hortikultura, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Selasa (5/4/2022) disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono, beserta Panewu Minggir, Rasyid Ratnadi Sosiawan, dan Panewu Moyudan, Harsowasono.
Usai pengukuhan kepengurusan petani milenial wilayah I tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka secara resmi pelatihan kewirausahaan petani milenial dan memberikan apresiasi serta sangat mendukung terhadap generasi muda berusia antara 19 hingga 39 tahun yang mempunyai pemikiran maju berkaitan dengan produktivitas pertanian.
Diharapkan dengan terbentuknya petani milenial tersebut dapat mengatasi krisis petani muda sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memiliki daya saing pasar, mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian, serta menjadi market driver karena akrab dengan komunikasi dan media teknologi digital sehingga diharapkan mampu bersaing di era global saat ini.
“Terdapat dua hal yang merupakan kunci suksesnya gerakan petani milenial, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia petani milenial dan lingkungan yang dapat mendukung berkembangnya budidaya pertanian dengan memberikan berbagai program dalam bentuk penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian yang ditujukan untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan generasi muda pertanian,” tegas Kustini di hadapan pengurus yang baru dilantik.
Hal senada disampaikan oleh Bendahara Komisariat Daerah Petani Milenial Kabupaten Sleman, Patrika Yuniarto selaku pendamping wilayah I bahwa terdapat 80 anggota petani milenial yang terdiri dari petani hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, perikanan, bahkan pengolahan hasil panen yang tergabung di Komunitas Petani Milenial Wilayah I dibawah kepemimpinan Ely Novita.
“Adanya teknologi digital platform yang dimanfaatkan oleh petani milenial maka usaha pertanian diharapkan dapat beradaptasi dan berkembang maju sehingga akan meningkatkan efisiensi operasional produksi sekaligus pemasaran hasil panen ataupun pembelian bahan baku budidaya menjadi lebih murah dan efisien,” ujar Yuniarto.
Suksesnya pembangunan di bidang pertanian tergantung dari adanya sumber daya manusia pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Karenanya, diperlukan peran generasi milenial yang memiliki inovasi baru guna melanjutkan kegiatan di sektor pertanian dengan perencanaan yang matang serta analisa peluang yang mumpuni agar tidak bergantung pada pemerintah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

