Tambah Wawasan Mengenai Hewan, Siswa PAUD Islami Muthia Kunjungi Kekandhangan Banyuraden

Sleman – Sebagai bentuk pengenalan beraneka satwa beserta makanannya, serta memberikan wawasan bahwa hewan juga diciptakan oleh Allah SWT kepada anak usia dini, Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islami Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Muthia yang berlokasi di Perum Darussalam Mejing Wetan, Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman melakukan kegiatan belajar di luar kelas dengan mengunjungi Kekandhangan Banyuraden, Gamping, Sleman, Sabtu (9/4/2022).

Kegiatan Outing Class yang dikoordinir oleh Pengasuh PAUD Muthia, Eni Rismiati ini diawali dengan melihat dan mengamati berbagai jenis satwa ular, monyet ekor panjang, beruk, serta rusa totol yang merupakan hibah dari Istana Kepresidenan di Yogyakarta. Usai menerima beberapa informasi tentang biologi satwa dan habitatnya, rombongan anak usia dini memasuki kandang rusa totol untuk berinteraksi lebih dekat dengan memberikan wortel sebagai makanan kesukaannya.

Pengasuh dan siswa PAUD Muthia diberi penjelasan terkait asal-usul hewan, makanan dan perawatannya, serta perilaku dan karakteristik masing-masing hewan oleh pengurus Kekandhangan, Febrianto Yudi Susilo terkait dengan berbagai jenis ular, dan Joko Pujianto yang berkaitan erat dengan satwa rusa dan monyet ekor panjang.

“Kami sangat berterima kasih kepada segenap pengurus Komunitas Kekandhangan Banyuraden yang telah memberi kesempatan untuk berkenalan dan mempelajari hewan-hewan yang ada disini, sehingga menjadikan pengalaman yang berkesan dan menimbulkan keceriaan anak-anak dengan adanya pengenalan beragam satwa,” tutur Eni.

Dalam keterangannya, Joko Pujianto mengatakan rusa totol pertama kali dibawa oleh Gubernur VOC Belanda, Thomas Stamford Raffles dari wilayah perbatasan negara India dan Nepal pada tahun 1814 ke Indonesia. Tujuannya untuk pendeteksian dini (Early Warning System) adanya bencana alam yang pada saat itu terjadi meletusnya Gunung Krakatau.

“Sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana sangatlah penting, karena secara geografis negara Indonesia tergolong ke dalam daerah yang rawan adanya bencana alam. Dengan adanya kearifan lokal peringatan dini maka dapat dilakukan upaya yang tepat guna mengantisipasi maupun mengurangi dampak buruk dari bencana alam bagi masyarakat,” terang Joko.

Di akhir kunjungan, siswa PAUD Muthia beserta para pengasuhnya diberi kesempatan oleh pengurus Kekandhangan untuk berinteraksi lebih dekat bersama rusa totol dengan menyentuh dan memberikan pakan secara langsung dan berswafoto. Adapun jenis pakan rusa jantan dan betina yakni wortel, tomat, dan rumput gajah sebagai makanan kesehariannya. Sedangkan anak rusa menggemari makanan berupa kangkung, dan rumput gajah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Aku Wong Sleman Gelar Aksi Berbagi Takjil

Sleman – Untuk mengisi Ramadan 1443 Hijriah, Paguyuban Sosial Kemanusiaan Aku Wong Sleman (AWS) menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah berbagi takjil bagi masyarakat, khususnya para musafir di area seputar lampu merah Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, pada Minggu (10/4/2022).

“Meski ditengah gerimis mewarnai kegiatan sore ini namun tidak mengendurkan semangat warga AWS dalam berbagi takjil sebanyak 500 paket takjil kali ini,” terang Esty Sukiman selaku Koordinator Acara.

Selain berbagi takjil, kegiaatan pada Ramadan kali ini juga akan diisi dengan pembagian sembako menjelang lebaran kepada masyarakat.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk rasa syukur  bahwa kami masih diberikan kesempatan untuk berbagi kepada sesama manusia yang membutuhkan apalagi di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini,” sebagaimana disampaikan Arisanto, Penggagas AWS kepada kontributor.

AWS sendiri saat ini memiliki anggota sebanyak orang yang tergabung dalam grup media sosial Facebook. Arisanto menambahkan media sosial memang menjadi media utama untuk anggota AWS berkomunikasi menggelar kegiatan sosial   seperti program sunatan massal, bedah rumah, bakti sosial, program tilik anggota yang terkena musibah, dan kegiatan sosial lainnya. (Arief Hartanto)




Anak Penjual Es di Sleman Raih Beasiswa Kuliah Gratis di ITB

Sleman – Di mana ada kemauan pasti ada jalan. Hidup Itu tentang usaha, bagaikan ulat itu butuh effort (usaha) lebih untuk jadi kupu-kupu. Demikian kata Febriyanti Nurul Jubaydiah, seorang siswa di Kabupaten Sleman yang dinyatakan diterima pada Program Studi Sarjana Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2022.

Diah nama panggilan Febriyanti Nurul Jubaydiah lahir dari keluarga sederhana. Ia lahir di Sleman dari pasangan Musa dan Sudarsih. Ayahnya, Musa berdagang es sari tebu dan Sudarsih, ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Anak kedua dari dua bersaudara ini bersekolah di SD Negeri Tirtoadi, kemudian SMP Negeri 2 Godean, dan Madrasah Aliyah (MA) N 1 Sleman program peminatan MIPA.

Diah merasa bersyukur selain bisa masuk ITB jalur SNMPTN, ia dinyatakan sebagai penerima beasiswa perintis 2022 yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Salman, yaitu beasiswa biaya kuliah dan biaya hidup sampai lulus kuliah. “Alhamdulillah, lolos SNMPTN itu bonus yang diberikan Allah swt,” kata Diah ketika ditemui di perpustakaan Nawasena MAN 1 Sleman, Kamis (7/4/2022).

Sejak kecil Diah mengaku mempunyai hobi menulis cerpen. Ia juga pernah memperoleh Gold award dari lomba Indonesia Education Internasional Innovative Competition 2021 (IEI2C) yang diselenggarakan oleh Indonesia Federation Publisher of Research Innovation (IFPRI) dengan judul penelitian Tremaco Mask of Trembesi Leaves Powder as a CO Adsorbent for Air Pollution Reduction.

Diah mengakui bahwa dirinya tidak memiliki tips khusus agar diterima SNMPTN. Namun Diah mempunyai pesan buat teman-teman yang ingin mengikuti SNMPTN. Menurut dia, pastikan program studi (prodi) yang dipilih itu sesuai dengan minat dan bakat diri sendiri, bukan paksaan dan bukan karena ikut-ikutan teman. Kemudian cari informasi terkait prodi yang diminati.

Ia juga berpesan agar untuk tetap aktif sebagai seorang siswa. “Jangan takut mengikuti perlombaan dan berorganisasi. Selain itu perbanyak doa karena semua itu pasti karena izin Allah SWT memohon takdir terbaik,” ujarnya.

Menurut Diah belajar itu tidak harus menghafal materi,  namun memahami konsep. Sebanyak apapun menghafal kalau tidak paham konsep yang dihapalkan itu sia-sia saja. Rutin mengikuti tes kemampuan dengan mengerjakan soal-soal. Rutin belajar di setiap harinya dan pastikan tempat dan suasana belajar yang nyaman.

”Metode yang digunakan setiap orang itu berbeda-beda. Jika nanti ada dari teman-teman yang tidak cocok, mungkin bisa cari metode belajar yang sesuai untuk teman-teman sendiri,” ungkapnya.

Ia mengajak kepada teman-temannya untuk tetap semangat mencapai impian, dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Karena pada dasarnya manusia punya kemampuan masing-masing. Apalagi sekarang pemerintah telah meluncurkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) 2022, yaitu program untuk membantu para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi untuk melanjutkan ke perhuruan tinggi. Oleh karena itu selalu berusaha meningkatkan kualitas diri sendiri agar lebih baik dari hari sebelumnya. 

 “Usaha itu perlu, jangan pernah mengharapkan apapun jika kamu sendiri tidak pernah ada usaha. Positif thinking about yourself, pemikiran yang positif pasti juga membawa hal yang positif juga,” tambah Diah. (smn)




Kodim 0732 Sleman Gelar Vaksinasi Booster di Pasar Kolombo Condongcatur

Condongcatur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kodim Sleman 0732/Sleman dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Vaksinasi Booster di Pasar Kolombo, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Minggu (10/4/2022).

Danramil 11 Depok, Mayor Inf Nurhadi Suswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan wilayah kalurahan binaan yang sehat, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan percepatan vaksinasi  melalui langkah dan upaya nyata dengan melibatkan berbagai pihak.

“Agar tercapainya herd immunity yang diharapkan oleh pemerintah pusat khususnya untuk Kabupaten Sleman dan Kodim 0732/Sleman menjadwalkan Vaksinasi Mobile di berbagai titik tempat strategis dan mendekatkan layanan kepada masyarakat salah satunya di pasar pasar tradisional di wilayah Sleman,” terang Nurhadi.

Ditegaskan pula oleh Nurhadi bahwa untuk menyikapi kondisi kasus Covid-19 yang sampai sekarang belum hilang, maka kepedulian dan proaktif masyarakat dalam mendukung dan mengikuti progam vaksinasi ini menjadi keharusan. “Sehingga selain tujuan utamanya dalam upaya untuk peningkatan kekebalan tubuh dari bahaya virus Covid-19, sekaligus dalam mencegah dan memutuskan mata rantai penyebarluasan Covid-19,” ujarnya.

Sementara Panewu Depok, Wawan Widiantoro, turut hadir mengawasi pelaksanaan vaksinasi di pasar Kolombo menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Kodim 0732/Sleman melalui Koramil 11 Depok yang melaksanakan vaksinasi di wilayah Kapanewon Depok, dan masyarakat yang antusias mengikuti vaksinasi ini dengan tingkat partisipasi yang tinggi hingga melebihi target.

“Harapannya, dengan adanya kepedulian serta proaktif masyarakat dalam ikut serta mendukung percepatan vaksinasi ini, dapat segera mengembalikan Kabupaten Sleman kususnya kembali ke zona aman dan normal kembali menjadi zona hijau semuanya,” ungkap Wawan.

Petugas Vaksinasi di Pasar Kolombo kali ini berasal dari DKT dan Klinik Pratama Kartika Kodim 0732/Sleman. Vaksinasi yang dimulai pukul sd WIB ini juga melayani Vaksin dosis 1 (satu) dan vaksin dosss 2 (dua) dengan menyediakan jenis vaksin Moderna, Pfizer, dan Astrazeneca, sehingga masyarakat bebas memilih sesuai persediaan yang ada.

Kuota yang tersedia adalah untuk 250 peserta, tetapi pada pelaksanaanya dapat melebihi target dengan data yaitu peserta yang terdaftar ada 369 orang, tervaksin 363 orang, dan yang ditunda 6 orang.

Kodim 0732 / Sleman melalui Koramil 11 Depok selanjutnya juga akan melaksanakan vaksinasi lagi di Pasar Setan Maguwoharjo pada hari Rabu 24 April 2022 yang akan datang. (Wasana/KIM Depok)