BSMI DIY Berikan Dukungan Psikososial Terhadap Anak Lewat Permainan Kerja Sama

Sleman – Sebagai bentuk dukungan psikososial yang memiliki peran penting dalam menciptakan dan mewujudkan kondisi yang memungkinkan bagi pertumbuhan optimal dan kesejahteraan anak dalam situasi pandemi Covid-19, maka Komunitas Relawan Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta bersinergi dengan Komunitas Dharma Laku Banyuraden menyelenggarakan kegiatan berupa dukungan psikososial dan permainan bagi anak yang digelar di Rumah Sehat Cokrowijayan. Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (17/4/2022) sore hari.

Kegiatan diikuti oleh anak-anak santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Ikhlas Patran sebanyak 20 orang dengan pemateri Diana Setiyowati selaku relawan non medis BSMI. Adapun materi permainan yang diberikan pada anak berupa permainan kerjasama karena bekerja bersama merupakan hal yang terpenting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mental dan perlindungan bagi anak.

Di sela kegiatannya, Psikolog yang akrab disapa dengan sebutan Bunda Diana mengungkapkan bahwa dalam setiap tindakan yang melibatkan anak-anak maka yang menjadi pertimbangan utama adalah kepentingan terbaik untuk anak. Prinsip inilah yang harus dijadikan sebagai dasar rancangan, pemantauan dan penyesuaian semua program dan intervensi kemanusiaan.

“Ketika relawan melakukan kegiatan bersama anak maka protokol perlindungan anak yang sudah tetapkan dan disepakati harus dilaksanakan guna memastikan prinsip tersebut diterapkan. Misalnya, desain kegiatan dukungan psikososial pada anak usia sekolah dasar berdurasi maksimal 30 menit, sedangkan bagi anak remaja selama 1 jam supaya yidak mengalami kelelahan,” ungkap Bunda Diana.

Ia menambahkan beberapa aspek yang berhubungan dengan perkembangan anak antara lain aspek perkembangan motorik yang berkaitan dengan fungsi gerak tubuh, aspek kognitif yang berhubungan dengan daya pikir dan kemampuan akademik, aspek bahasa yang meliputi kemampuan dalam berkomunikasi secara verbal maupun non-verbal,  aspek sosial yang berhubungan dengan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain dan memahami etika yang berlaku di masyarakat, serta aspek emosi yang berhubungan dengan regulasi perasaan sesuai dengan situasi yang sedang terjadi.

Hal senada disampaikan Ketua BSMI Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Bambang Edi Susyanto, Sp.A. guna mendukung fungsi psikososial perlu adanya ruang ramah anak yang dijadikan sebagai tempat berkegiatan untuk memfasilitasi pemberian dukungan psikososial pada anak seperti kegiatan menggambar, relaksasi, maupun konseling singkat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Perkuat Ukhuwah Relawan dan Masyarakat, BSMI Gelar Kegiatan Sosial

Ditujukan sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah antar relawan kemanusiaan dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar, serta memperkuat iman di tengah pandemi Covid-19 pada bulan yang penuh berkah sehingga lebih bersemangat meraih ridho-Nya, maka komunitas Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang berlangsung di Pendopo Kekandhangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupayen Sleman, Minggu (17/4/2022).

Program yang diinisiasi oleh Ketua BSMI Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Bambang Edi Susyanto, Sp.A. dengan mengangkat tema ‘BSMI DIY: Menyapa dan Melayani Masyarakat’ mencakup berbagai kegiatan sosial diantaranya pengobatan gratis dan konsultasi kesehatan, pelatihan relawan sehat keluarga, kajian sehat rohani dan jasmani, kegiatan anak berupa dukungan psikososial dan permainan, serta berbuka bersama.

Lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Bambang bahwa kegiatan pengobatan gratis dan konsultasi kesehatan dilayani oleh dr. Fendy Andra, dr. Puspita Dewi, dr. Annisa Aninditta yang merupakan dokter umum sekaligus relawan BSMI. Sedangkan terkait kesehatan gigi dilayani oleh drg. Amalia Rahmawati, serta dua dokter spesialis yakni dr. Bambang Edi Susyanto, Sp.A, dan dr. Pramudyo Harwandono, Sp.B yang terpisah tempat pemeriksaannya.

“Sasaran pelatihan relawan sehat adalah tim relawan non medis BSMI, anggota karang taruna dan pemuda sekitar Banyuraden, serta para pengampu komunitas Bulan Sabit Merah Remaja sekolah islam terpadu di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 60 orang,” jelas dr. Bambang.

Adapun materi yang diterima peserta pelatihan meliputi penanganan penyakit sehari-hari dalam keluarga serta pengenalan bantuan hidup dasar dan trauma yang terbagi menjadi dua sesi. Sedangkan menjelang waktu berbuka puasa diadakan kajian sore yang dibawakan oleh dr. Probosuseno, yang membahas tentang iman sehat, imun kuat yang dipandu oleh Sekretaris Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo. 

Menurut dr. Probosuseno, Iman dan imun merupakan penyeimbang kesehatan tubuh manusia. Iman diperuntukkan kesehatan rohani sedangkan imun untuk kesehatan jasmani. Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan kepercayaan tersebut mendorong adanya pengucapan dan melakukan suatu perbuatan sesuai dengan keyakinannya.

“Dengan adanya imun yang kuat maka tubuh akan terlindungi dari serangan penyakit maupun virus. Karenanya, iman dan imun harus dijaga guna mempertahankan kesehatan lahir dan batin. Salah satu caranya dengan menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaqwaan dalam diri,” tegas dr. Probo.

Di akhir kajian, dr. Probo memberikan tips agar memiliki imun yang kuat antara lain diperlukan kebersihan dan keamanan diri beserta lingkungannya dengan meninggalkan kebiasaan yang buruk, menerima asupan yang halal dan thoyyib, serta berolah raga secara rutin yang teratur dan terukur tanpa mengesampingkan istirahat yang cukup. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Perkuat Akidah Keislaman, Masjid Al-Amin Adakan Pengajian Nuzulul Qur’an

Sleman – Dalam rangka memperkuat akidah keislaman, Takmir Masjid Al-Amin Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman mengadakan Pengajian Nuzulul Qur’an pada Minggu (17/4/2022). Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi tausian oleh Ustaz Budi Suyoto.

Dalam tausiahnya, Ustaz Budi Suyoto memaparkan mengani tahapan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

“Al-Qur’an diturunkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW tanggal 17 Ramadan di Gua Hira, 5 Km dari kota Makkah,” terang Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, di mana yang membaca, yang mendengarkan, dan yang belajar Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat.

“Dan manfaat terbesar Al-Qur’an akan menjadi pelindung nanti di hari pembalasan bagi manusia yang gemar dan rajin membaca dan belajar Al-Qur’an,” pungkas Ustaz Budi mengakhiri tausyiahnya.

Sementara H. Mohammad Zainudin selaku ketua panita Nuzulul Qur’an masjid Al Amin berharap pengajian ini dapat memberikan manfaat untuk semua jemaah. (Kusnadi/KIM Berbah)




Rumah Zakat Salurkan Bantuan Program Syiar Qur’an Bagi Santri

Sleman – Program berbagi Al-Qur’an dan sajadah merupakan salah satu program dari Rumah Zakat selama bulan Ramadan tahun 1443 H. Penyalurannya sendiri dilaksanakan pada hari Sabtu (16/4/2022), bertempat di Masjid As-Siraj. Sebanyak 25 paket disalurkan kepada jamaah ibu-ibu dan santri TPA Masjid As-Siraj yang beralamatkan di Pucung, Kranggan II, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Asti Wulandari, Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang bertugas di wilayah Kelurahan Jogotirto mengatakan bahwa dengan program Syiar Qur’an ini dapat memotivasi ibu-ibu serta santri untuk belajar Alquran

“Semoga dengan mushaf Al-Qur’an yang baru menambah semangat belajar dan membaca Al-Quran,” tambah Asti Wulandari.

Karena jumlah paket yang terbatas, maka penerima Al-Qur’an dipilih dari ibu-ibu dan santri TPA yang sudah masuk kelas Al- Qur’an. Paket yang dikemas dengan apik dalam sebuah tas tersebut diserahkan secara simbolik kepada Wahyu dan Nur selaku perwakilan dari Takmir Masjid serta pengasuh TPA masjid As Siraj.

Wahyu dalam kesempatan menyampaikan banyak terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memberikan kepercayaan, melalui Program Ramadan Syiar Qur’an jamaah dan santri TPA masjid As-Siraj. “Program Kegiatan Ramadan Rumah Zakat sangat bermanfaat bagi jamaah dan santri TPA, semoga menjadi ladang amal bagi semua pihak,” tambah Wahyu.

Salah satu penerima bantuan adalah Rizky (14th) yang merupakan putra dari Napsiati yang biasa berjualan serabi. Rizky salah satu santriwan penerima Al-Qur’an dan sajadah muka dari Rumah Zakat mengaku senang. Dia menuturkan bahwa dengan mendapat Al-Quran yang baru, membuatnya menjadi semangat mengaji. “Terima kasih rumah Zakat,” kata Rizky. (Asti Wulandari/KIM Berbah)




Jalin Silaturahmi, MWCNU Gamping Gelar Tarawih Keliling

Untuk menjalin tali silaturahmi bersama masyarakat dusun Besole dan sekitarnya, maka jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping melakukan kegiatan tarawih keliling di Mushola At-Tawadlu Besole, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (16/4/2022).

Rombongan yang dipimpin Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun bersama Mustasyar, KH. Muhammad Nasrulloh ini diikuti oleh segenap badan otonom, pengurus Lembaga Dakwah, Lembaga Bahtsul Masail, Lembaga Kemaslahatan Keluarga, Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh, Lembaga Perekonomian, serta jajaran Muslimat.

Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun merasa bersyukur dan bahagia karena kegiatan tarawih keliling pada bulan Ramadhan sudah lama tidak dilakukan dan baru kali ini dapat dilaksanakan, akibat dua tahun berada pada masa pandemi COVID-19.

“Kegiatan safari Ramadhan 1443 Hijriyah ini ditujukan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antar pengurus Nahdlatul Ulama baik di tingkat kapanewon Gamping maupun tingkat kalurahan atau ranting Trihanggo paska pelantikan pengurus,” tutur Kyai yang akrab disapa Gus Barun tersebut.

Pada kegiatan tarawih keliling yang juga dihadiri perangkat pemerintah Kalurahan Trihanggo dan jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Trihanggo ini juga, pengurus MWCNU Gamping melalui Lembaga Amal Zakat Infak dan Shodaqoh menyerahkan bantuan pembangunan Mushola At-Tawadlu yang diterima oleh perwakilan Panitia Pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Trihanggo, Junaidi Affan bersama Kamituwa Kalurahan Trihanggo, Budik Ariyantono juga memberikan bantuan dana pembangunan yang diharapkan dapat memberikan semangat tersendiri dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)